> Juli 2009 | Prigibeach Trenggalek

Walikota Kediri 'No Coment'

Trenggalek, Memo

Walikota Kediri dr Samsul Ashar memiliki tidak berkomentar alias 'No Coment' terkait kasus dugaan korupsi lelang tanah kas kelurahan dan Biaya Operasional Kelurahan (BOK) Bangsal tahun 2006-2008 yang membelit JK, oknum lurah. "Kalau itu saya no coment. Saya tidak mau berkomentar," kata Walikota Kediri dr Samsul Ashar ketika dikonfirmasi, usai menjalankan ibadah Sholat Jumat di Masjid Pemkot Kediri, Jumat (31/7/2009) siang.

Meski Walikota Kediri tidak mau berkomentar, namun tidak menjadi ganjalan bagi Polresta Kediri untuk mengembangkan kasus tersebut, dengan menambah jumlah tersangka. Seperti yang dikatakan oleh Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Slamet Pujiono bahwa, sambil menunggu hasil audit dari BPKP Jawa Timur. Saat ini Polresta Kediri terus menambah saksi-saksi, yang tidak menutup kemungkinan mereka menjadi tersangka.

"Kemarin kita memeriksa saksi lagi, pokoknya ikuti saja kasus ini," ujar AKP Slamet Pujiono, ditemui di ruangannya. Lantas, ketika disinggung terkait mantan bendahara Kelurahan Bangsal yang disinyalir sangat berperan dalam kegiatan mark up anggaran tersebut, AKP Slamet ragu dalam menjawabnya.

"Ya, masih sebatas saksi. Nanti lah, nanti kalau kasus ini sudah digelar di Polda Jatim, semua akan jelas," katanya singkat. Disinggung rencana pemeriksaan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Kediri, sebagai pihak yang terlibat dalam kucuran dana BOK itu, AKP Slamet mengaku tidak ada agenda.

Kasus yang membelit JK tersebut dilaporkan ke Polresta Kediri pada 28 Juli 2007 lalu oleh Pengurus LPMK Bangsal Panggihono. Berdasar temuan pelapor dalam berkas laporan yang dikirimkan ke Polresta Kediri diketahui kerugian Negara sebesar Rp 20 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, JK, seorang Lurah di Kota Kediri dinyatakan sebagai tersangka oleh Polresta Kediri dalam kasus dugaan korupsi lelang tanah kas Kelurahan Bangsal, dan Biaya Operasional Kelurahan (BOK). Kini, polisi masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Polda Jawa Timur.(nng/Haz)
Read more..

Jual Miras Impor Tanpa Izin, 3 Hotel Elit Di Kediri Disoal Bea Cukai


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri memperkarakan tiga hotel elit di Kota Kediri. Pasalnya, mereka (hotel, red) terbukti menjual minuman keras (miras) import tanpa izin menjual minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Dari Hotel Grand Surya, XXX, dan My Kingdom tersebut, sedikitnya petugas menyita 100 botol miras berbagai macam merk luar negeri. Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut KPPBC Type Madya Kediri.

"Iya, setelah kami lakukan sosialisasi, kemudian kita adakan action ke seluruh hotel berkelas di wilayah Kota Kediri. Awalnya, kita ketahui lima hotel tidak memiliki izin untuk menjual miras. Kemudian kita dalami lagi, ternyata hanya tiga hotel saja," terang Kepala KPPBC Type Madia Kediri Ian Rubianto, di ruangannya, Jumat (31/7/2009) siang.

Imbuh Ian Rubianto, sampai saat ini anggotanya tengah mendalami kasus minuman keras itu, untuk memastikan pelanggarannya, apakah masuk kategori, polos atau memalsu pita cukai, sesuai dengan ketentuan UU Cukai No 11 tahun 1995 tentang cukai yang telah diperbaharui dengan UU No 39 tahun 2007.

"Jika terbukti polosan, maka dapan diamcan pidana 1 tahun penjara. Namun, jika hasil pemeriksaan diketahui memaksul merk, bisa diancam hukuman penjara 2 hingga 8 tahun penjara. Untuk itu kita juga menelusuri, dimana hotel tersebut memperoleh miras-miras itu," beber Ian Rubianto.

Jumlah total 100 botol miras import terbanyak ditemukan di Hotel XXX , ada 60 botol. Di Hotel My Kindom sebanyak 10 botol, dan di Hotel Grand Surya sebanyak 30 botol. Kasi Intel KPPBC Type Madya Kediri Imade Wirayuda mengatakan, dari tiga hotel yang kedapatan menjual miras import dan ditangani tersebut mengaku terkendala masalah izin pada pemerintah daerah.

Bantah Jual Miras Tanpa Izin

Sementara itu, ketiga pengurus hotel elit Kediri yang diperkarakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri karena menjual miras import tanpa izin, membantahnya.

Darto, karyawan Hotel My Kingdom mengatakan, selama ini tidak ada penggerebekan yang dilakukan oleh KPBBC Type Madya Kediri, maupun penyitaan. "Tidak ada hal itu, kami juga tidak menjual miras tanpa izin," bantah Darto, dihubungi melalui ponselnya, Jumat (31/7/2009) siang. Sementara itu, Gigih, salah satu satpam Hotel Grand Surya bersikeras tidak ada penggerebekan atau penyitaan miras oleh Bea Cukai Kediri. Terpaksa, Imelda, humas Hotel Grand Surya dihubungi melalui ponselnya, ia juga membantah.

"Tidak ada penyitaan miras dari Bea Cukai, melainkan hanya pengawasan saja," kelit Imelda. Terpisah, Mila karyawan Hotel XXX dengan nada meninggi mengatakan tidak ada penyitaan yang dilakukan oleh Bea Cukai Kediri, lalu memberi sebuah nomor telfun atas nama Eko. Sayang, Eko berkali-kali dihubungi tidak diangkat. (nngHaz)
Read more..

PNS TRENGGALEK DISUMPAH

Foto Bupati H. Soeharto saat mengambil sumpah.(Hamzah)

Trenggalek, Memo

Pada hari kamis 30 Juli 2009, bertempat di pendopo kabupaten Trenggalek,sebanyak 1.128 CPNS diambil sumpahnya sebagai PNS, terdiri dari CPNS yang diangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2009 sebanyak 672, TMT 1 Agustus sebanyak 434, 22 orang CPNS formasi 2005 yang telah diangkat sebagai PNS tetapi belum diambil sumpahnya, sehingga pengambilan sumpah dilangsungkan bersamaan dengan formasi 2009.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto, Wakil Bupati Trenggalek Mahsun Ismail S. Ag MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Ir. Cipto Wiyono M. Si, dan Kepala BKD Trenggalek Drs. I Gede Siama, Msi. Kegiatan diawali dengan penyerahan SK PNS secara simbolis oleh H. Soeharto kepada 22 orang perwakilan CPNS. Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah/jani PNS oleh Bapak Bupati dengan disaksikan oleh Drs. I Gede Siama M.Si dan Djoko Wasono SH MM selaku Inspektur Kabupaten Trenggalek.
Pada sambutannya H. Soeharto menghimbau agar CPNS yang telah diangkat menjadi PNS harus memiliki kinerja yang lebih baik, selalu mentaati peraturan yang berlaku dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Beliau juga menekankan agar PNS yang baru diambil sumpahnya untuk selalu memiliki etos kerja yang tinggi agar dapat terwujud birokrasi pemerintahan yang sehat.
Pada akhir kegiatan, sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME panitia mengadakan selamatan kecil berupa pemotongan tumpeng. Pada kesempatan ini H. Soeharto mendapat kehormatan untuk menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Slamet M. selaku ketua panitia.(Haz)

Read more..

PERESMIAN GEDUNG KANTOR BPS

Foto: Bupati H. Soeharto dan Irlan Indrocahyo SE. MSi(Dok. Hamzah)

Trenggalek, Memo

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 (PP 41) tentang organisasi perangkat daerah dan penataan lokasi kantor di lingkup pemerintah Kabupaten, maka Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Trenggalek resmi berpindah ke tempat baru pada Kamis 30 Agustus 2009 . Berlokasi di Jalan Brigjen Soetran, kantor BPS yang baru menempati lahan seluas 1.810 M2. Pemindahan ini berdasar atas Surat Bupati Trenggalek Nomor 030/1075/406.076/2007 tanggal 14 Agustus 2007. Lokasi yang baru ini menjadikan kantor BPS bersebelahan dengan kantor Badan Kepegawaian Daerah Trenggalek yang sudah terlebih dahulu menempati lahan baru.

Hadir dalam peresmian Muspida Trenggalek, Kepala BPS Provinsi Irlan Indrocahyo SE. MSi., Kabag TU BPS Provinsi Drs. Mujiono, Kabid IPDS Ir. Gunadi, Kabid Produksi Setyo Utomo MT, Kabid Distribusi Ir. Adi Nugroho, dan Kabid Neraca Yos Rusdiansyah SE MM.

Dalam sambutannya Bupati Trenggalek berharap agar BPS mampu menyediakan informasi statistik yang berkualitas, lengkap, akurat, relevan, mutakhir dan berkesinambungan. “Dengan dibangunnya gedung yang baru ini diharapkan bias membantu pelaksanaan tugas-tugas BPS, terutama tugas nasional sensus penduduk 2010” imbuh beliau.

Pada akhir sambutannya H. Soeharto menekankan agar BPS Trenggalek dapat melaksanakan tugas dengan lebih solid, tangguh, profesional dan mengikuti perkembangan jaman, terutama hal-hal yang menyangkut data statistik Kabupaten Trenggalek.(Haz)

Read more..

27 Anjal Digaruk, Seorang 'Aparat' Berontak


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Seorang gelandangan yang mengaku sebagai 'aparat' berontak dan menyerang petugas dalam razia gabungan yang digelar Satpol PP Kota Kediri, Polaresta Kediri dan Dinas Sosial Kota Kediri, Kamis (30/7/2009) siang. Namun akhirnya petugas tetap meringkus, dan menyeretnya bersama ke-26 anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (Gepeng) ke Polresta Kediri untuk dilakukan pembinaan sebelum akhirnya dibawa ke Dinas Sosial Kota Kediri. "Setelah kita dalami, dan selidiki ternyata hanya mengaku sebagai aparat. Kemudian kita tetap bawa ke Polresta Kediri," ujar Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem.

Abraham Gurgurem menambahkan bahwa razia gabungan digelar di sejumlah ruas jalan protokol Kota Kediri, dengan maksud meminimalisir tindak kejahatan yang akhir-akhir ini sering terjadi. Sementara mereka yang digaruk, tengah meminta-minta dan mengamen di tepi jalan. "Razia ini kita gelar dalam upaya menekan angka kejahatan, khususnya yang ada dijalan raya. Seperti, tindak kriminal pencopetan, pencurian, dan perampasan barang," tegas Abraham Gurgurem.

Dari ke-27 anjal dan gepeng yang diamankan kemudian didata, dan diketahui mereka kebanyakan berasal dari luar Kota Kediri. "Hampir 98 persen anjal dan gepeng yang kita tangkap ternyata bukan warga Kota Kediri, melainkan luar Kota Kediri," pungkasnya. (nngHaz)

Read more..

PRA-REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN WARGA JEPANG


Tersangka Juhedi saat menjelaskan kronologis pembunuhan (Hamzah).

Trenggalek, Memo

Petugas Satreskrim Polres Trenggalek kamis (30/7) melakukan Pra-rekonstruksi tewasnya Torao Inagaki warga Jepang, pra-rekonstruksi yang dilaksanakan di halaman Mapolres tersebut dilakukan langsung oleh tersangka Juhedi, yang memeragakan bagaimana ia menghabisi nyawa korban.

Disaksikan petugas Polres Trenggalek tersangka yang saat itu mengenakan kaos putih dan bercelana hitam memeragakannya dengan menggunakan batu dari spon yang di bungkus kertas, kepala bagian belakang korban di pukul dan setelah tewas diseret sekitar lima meter di letakkan di depan kamar korban dengan posisi terlentang.

Sementara Kasad Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rokhman, SH mengatakan “Rekonstruksi yang sebenarnya sudah kami jadwalkan hari Sabtu (1/8-Red) nanti di TKP, yakni pulau Ngrembeng yang berada di pantai Prigi Kecamatan Watulimo dan sedianya tidak akan mendatangkan pelaku, dengan berbagai pertimbangan antara lain, faktor emosi tersangka”.

Saiful menambahkan rekonstruksi itu sebagai bahan identifikasi penyidikan untuk selanjutnya disampaikan kepada kejaksaan dan pengadilan, pihaknya juga masih terus melakukan pengejaran terhadap Agus yang di sebut-sebut Juhedi ikut membantu dalam aksinya membunuh Torao Inagaki.(Haz)

Read more..

Dirawat Dekat Kamar Mayat, Ortu Pasien 'Mencak-mencak'



  1. Lima pasien suspect flu babi dirawat di RSUD Pelem
  2. Moi orang tua pasien mengeluhkan

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Makmur (34), orang tua Sahrul (12), salah satu pasien suspect flu babi dari lima pasien yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem, Pare mencak-mencak. Wanita asal Banten itu mengeluhkan pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, dan kesal karena anaknya dirawat dekat dengan kamar jenazah. "Selama semalaman tidak disentuh perawat sama sekali, baru tadi padi diberi infus. Lihat saja, kamarnya kotor, dan dekat dengan kamar mayat. Bahkan, anak saya terus menangis karena nyamuknya banyak. Ini pelayanan seperti apa, kami sangat kecewa," ujar Moi, sapaan akrab Makmur, Kamis (30/7/2009) siang.

Tidak hanya itu saja, imbuh Moi, ketika datang di RSUD Pelem bersama keempat pasien dari santri Ponpes Tebu Ireng, Jombang, sempat tertahan diluar selama kurang lebih satu jam. "Baru setelah kami menelfun pengurus pondok, pasien dibawa ke UGD," keluh Makmur, yang juga seorang perawat itu.

Menanggapi keluhan keluarga salah satu pasien suspect virus H1N1 yang dirawat dikamar isolasi ruang Flamboyan itu, Humas RSUD Pelem Abdul Roziq meminta maaf. "Pertama kami minta maaf. Tapi yang pasti, sudah memberikan pelayanan terbaik. Ya, karena disini rumah sakit daerah, dan umurnya juga sudah lama, kondisinya sedemikian rupa," terang Abdul Roziq.

Abdul Roziq menambahkan, pihak rumah sakit akan memberikan layanan terbaiknya. "Empat dokter spesialis dan satu perawat terlatih akan bekerja maksimal," tandas Abdul Roziq.

Sementara itu, Kasi Rekam Medik RS HVA Tulungrejo, Pare Heru Susanto mengatakan, dua pasien susfect flu babi di RS HVA Tulungrejo, Pare pada Kamis (30/7/2009) sekitar pukul 01.00 WIB, dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang. (nng/Haz)
Read more..

Gus Ipul Tegur Rumah Sakit Yang Membiarkan Pasien Flu Babi 'Kleleran'


Gus Ipul (Wagub Jatim)

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf berjanji akan menegur rumah sakit daerah yang tidak melayani pasien susfect flu babi dengan baik. Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi, usai menutup acara Lokakarya Keberhasilan DBE dan Diseminasi "Good Practices" DBE Jawa Timur di Hotel Grand Surya, Kediri, Kamis (30/7/2009) siang.

"Iya, kita pasti akan menegur setiap rumah sakit yang tidak mengutamakan pelayanannya. Apalagi, jika rumah sakit tersebut sampai membiarkan pasien 'kleleran' (terlantar, Red)," tandas Gus Ipul, sambil melangkah keluar gedung.

Disinggung, keluhan salah satu orang tua pasien susfect flu babi terhadap pelayanan RSUD Pelem, Pare, Gus Ipul akan segera mengeceknya. Dan jika benar ada upaya menelantarkanpasien, akan langsung menegur, dan memberikan sangsi kepada rumah sakit tersebut. "Kan baru ada laporan dari kalian (wartawan, red), dan kita perlu pengecekan. Yap, nanti kita akan langsung menergurnya, jika terbukti tidak mengutamakan pelayanannya terhadap pasien," tegas Gus Ipul.

Lebih lanjut dipaparkan Gus Ipul, untuk mengatasi maraknya penyebaran virus H1N1 atau yang
dikenal flu babi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengajukan anggaran dalam perubahan PAK tahun 2009 sebesar Rp 2,5 M. Anggaran itu akan dialirkan ke rumah sakit-rumah sakit, termasuk untuk kebutuhan alat-alat. Selain itu, juga akan dialirkan ke pondok pesantren (ponpes) se-Jawa Timur, karena akhir-akhir ini sejumlah pondok pesantren telah diserang virus yang berasal dari Negara Mexico itu. "Selain itu, kita juga terus menambah stok dari tamiflu yang akan digerojokkan ke rumah sakit se-Jawa Timur. Pokoknya, saat ini semua sudah siap," pungkas Gus Ipul. (nng/Haz)

Read more..

LIMA SEKDES DITANGKAP SATPOL PP TULUNGAGUNG



Foto : Kelompok Sekdes yang ditangkap Satpol PP Tulungagung. (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Lima orang Sekdes dari Kecamatan Durenan ditangkap Satpol PP Tulungagung ketika sedang asyik berkaraoke disalah satu kafe di Jalan Panglima Sudirman gang VII Kelurahan Kepatihan, Tulungagung. Mereka adalah Hermawan, 43, sekdes Durenan; Ir, Tajudin, 48, sekdes Kamulan; Supiyan, 46, sekdes Baruharjo; Heru Wahyono, 42, sekdes Pakis; dan Basar, 43, sekdes Karanganom;

Karena kelimanya berasal dari Trenggalek, maka oleh Satpol PP Tulungagung kemudian diserahkan pada Kasatpol PP Trenggalek Said Usman. “Benar, tadi malam jam tujuh kami menerima kiriman dari satpol PP Tulungagung. Setelah itu kami menyidik kelimanya sampai jam tiga (dini hari kemarin),” ucap Said Usman ketika dikonfirmasi. Para sekdes dari lima desa di Kecamatan Durenan yang diduga mengkonsumsi miras di salah satu kafe di Kelurahan Kepatihan,Tulungagung dua hari lalu. Akibatnya kini harus menjalani pembinaan satpol PP Trenggalek. Mereka wajib apel seminggu dua kali dan dikenai wajib lapor.

Kelima orang tersebut diduga melanggar disiplin PNS. yaitu meninggalkan tugas, atau mbolos pada jam kerja. Pelanggaran ini masuk dalam katagori pelanggaran ringan. Namun tetap saja Satpol PP menindak sesuai dengan prosedur.“Sementara mereka masih bisa mengikuti penataran hari ini.Selain itu mereka wajib apel di kantor kecamatan seminggu dua kali dan wajib lapor ke kantor kecamatan dan Satpol PP. Kejadiannya berawal, saat mereka mengira dua hari lalu adalah jadwal penataran di kantor Setda Trenggalek. Ternyata mereka salah, penataran tersebut dijadwalkan kemarin dan hari ini.“Karena tidak jadi ikut kegiatan, mereka kemudian sepakat refreshing ke Tulungagung.Ternyata Satpol PP Tulungagung menerima laporan warga tentang adanya PNS kluyuran di kafe pada jam dinas. Maka terjaringlah lima sekdes itu di kafe,” kata Said.(Haz)

Read more..

TAHUN INI 236 HONORER JADI CPNS

Rata Penuh
Trenggalek, Memo

Hasil Rapat antara MenPAN dengan Sekretaris Kabupaten dan Kepala BKD se-Indonesia, di Jakarta, menetapkan kuota Honorer yang akan diangkat CPNS di masing-masing daerah. Kabupaten Trenggalek memperoleh tambahan CPNS sebanyak 638 termasuk didalamnya 236 Honorer. Dengan demikian berarti tahun ini kemungkinan tenaga honorer di Kabupaten Trenggalek yang masuk dalam data base BKD tuntas diangkat jadi CPNS.

“Jika melihat kouta dari pemerintah pusat, untuk honorer bisa tuntas tahun ini, sebab saat ini honorer di Trenggalek yang masuk di data base sebanyak 236, itu jika tidak ada perubahan,” ungkap Sekkab Trenggalek Cipto Wiyono saat ditemui Senin (27/7) kemarin. Menurutnya, ketika rapat pada 14 Juli lalu di kantor MenPAN, Trenggalek diberi kuota sebanyak 638 CPNS, terdiri dari guru 142, tenaga kesehatan 115, teknis 135, sekdes 10 dan honorer 236. Untuk tenaga honorer, tahun 2009 adalah deadline pengangkatan mereka menjadi CPNS.

“Kalau tidak ada perubahan,dipastikan honorer di Trenggalek habis,” demikian Cipto Wiyono. Akan tetapi, bukan berarti honorer di daerah ini benar-benar habis. Masih ada sekitar 2.600 honorer yang belum diangkat, karena tidak masuk dalam daftar base. “Dan ini merupakan PR bersama antara Pemerintah Trenggalek dengan pemerintah pusat,” katanya.

Ketika ditanya kapan lowongan pendaftaran CPNS itu dibuka? Cipto tidak bisa menjawab dengan pasti. “Kalau itu saya belum tahu, yang jelas tahun ini bakal dibuka pendaftaran CPNS baik umum maupun honorer,” ujarnya. Cipto melanjutkan, jika melihat formatur CPNS, maka tahun ini Trenggalek membutuhkan guru 142. Selain itu, tenaga kesehatan juga masih diperlukan sebanyak 115 CPNS. Untuk sekdes yang diangkat menjadi CPNS hanya 10 sekdes. “Sisanya mungkin berkelanjutkan tahun depan, itu semua tergantung dari pemerintah pusat,” katanya.(Haz)

Read more..

CATUT NAMA KAPOLRES, TIPU 1,5 JUTA


Trenggalek, Memo

Modus penipuan dengan cara meminta transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Kapolres kembali terjadi di Trenggalek, kasus tersebut mencatut nama Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra dan istrinya, pelaku hingga kemarin, Rabu (29/7) identitasnya belum di ketahui.

Namun pelaku telah berhasil menipu warga yang keluarganya terlibat tindak pidana pencurian celana dalam wanita yang terjadi pada Rabu (15/7), di Desa Karangrejo RT 38 RW 11 Kecamatan Kampak, yakni Marwanto (32) yang sekarang menjadi tahanan Polres Trenggalek. Kasus penipuan tersebut berawal dari Nuryanto (43) perangkat Desa Karangrejo yang menyampaikan ke keluarga Marwanto, bahwa dirinya mendapat telepon dari seseorang yang belum di kenalnya, meminta untuk memberikan nomornya dan segera mungkin menghubungi.

Akhirnya Mukri (40) kerabat Marwanto menghubungi nomor yang di maksud melalui HP miliknya, dalam percakapan tersebut orang itu mengaku AKBP Desmawan Putra, Kapolres Trenggalek, meminta ke keluarga tersangka menyediakan uang sebesar 5 juta untuk membebaskanya dari jeratan hukum, merasa keberatan akhirnya menawar Rp 1.500.000, setelah disepakati akhirnya uang tersebut di transfer ke BCA dengan nomer rekening 0711896880 atas nama Rusmala Dewi atas permintaan penelpon.

Usai transfer uang Mukri bermaksud mendatangi Polres Trenggalek untuk bertemu dengan Kapolres, karena dalam percakapan telpon dijanjikan, bisa bertemu setelah membawa barang bukti transfer, namun dalam perjalanan menuju Polres baru merasa ada yang tidak beres, nomor telepo peminta dana sudah tidak bisa dihubungi, kemudian di dampingi salah satu keluarga yang lain Mukri melaporkan kejadian itu ke Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra melalui Kabag Binamitra Kompol Jumadi membantah telah meminta uang untuk membebaskan tersangka, ini jelas penipuan yang mencatut nama Kapolres, “ Kami minta masyarakat lebih hati-hati dan jangan percaya dengan modus penipuan seperti ini, tidak ada yang namanya kasus di ke Polisian yang di perjualbelikan,“ jelasnya.(Haz)

Read more..

Bayi Keluarga Miskin : Tanpa Hidung Lahir




Foto : Zahra, bayi malang tanpa hidung digendong ibunya.


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Malang nian nasib Zahra Roisah, bayi yang baru berusia tiga bulan asal Dusun Bangun Mulyo, RT 42/ RW 12, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Putri pertama pasangan suami-istri, Sodiq Gianto (30) dengan Ernawati (24) itu, lahir dalam kondisi cacat pada organ pernafasaanya yaitu, si bayi tidak memiliki hidung.

Ditambah lagi himpitan ekonomi keluarga dengan ayah yang hanya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 10 ribu per hari, semakin menambah penderitaan Zahra. Bayi perempuan dengan berat badan 2,6 kilogram saat lahir ini menemui kesulitan dalam memperoleh layanan kesehatan, sebagaimana anak kecil pada umumnya.

Sodiq, orang tua Zahra ketika ditemui mengaku, hanya mampu pasrah. Apalagi, setelah rumah sakit (RS) memvonis Zahra baru dapat menjalani operasi pembuatan lubang hidung di RSUD Dr Seotomo, Surabaya setelah berat badannya naik hingga 5 kilogram.

Yang membuat keluarga seakan putus asa, Zahra yang lahir dari rahim Ernawati pada bulan Mei 2009 lalu melalui proses persalinan di RS HVA Toeloengrejo, Pare itu sulit dalam makan. Maklum, pernafasan Zahra tidak melalui hidung, malinkan dari mulut.

"Ada sih lubang dihidungnya, namun kecil sekali, seujung lidi. Itupun saya tidak yakin, jika lubang itu menembus rongga hidungnya. Karena, ketika air susu tumpahan dimukanya, tetap tergenang di lubang itu," terang Ernawati, sambil menggendong buah hatinya itu.

Terang Ernawati, Zahra kemudian dipindahkan ke RSUD Pelem, mengingat keluarga sudah tidak sanggup untuk membiayainya. "Di HVA kami keluar biaya sebesar Rp 800 ribu, uang itu berasal dari sumbangan tetangga, dan menghutang kesana kemari. Kemudian kami putuskan untuk dirawat di RSUD Pelem, dengan harapan dapat memperoleh jamkesmas," imbuh Ernawati.

Kurang lebih dua puluh hari Zahra dirawat di RSUD Pelem, Pare, sahut Sodiq. Namun, karena kondisi tetap tidak ada perubahan, dan selalu menangis ketika diberi makan, akhirnya keluarga memilih untuk membawanya pulang.

"Jika di rumah, kami bisa memberinya makan, dan berat badannya dapat bertambah. Kalau terus-terusan di rumah sakit, badannya semakin kurus, dan tidak bisa mencapai 5 kilogram, tentunya sulit ada kesempatan ke RSUD Dr Soetomo," keluhnya.

Keluarga berharap, pemerintah daerah dan dermawan dapat membawa masalah mereka. Pasalnya, mereka khawatir terjadi sesuatu yang buruk terhadap bayinya jika tidak segera dioperasi. "Saya tidak tega ketika melihat Zahra muntah, dan tersedak ketika makan. Nafasnya juga tersengal-sengal, namun kami juga tidak bisa berbuat banyak," terang Sodiq. (nng/haz)
Read more..

JADWAL ACARA PESTA RAKYAT HUT RI DAN HARI JADI TRENGGALEK

Foto: Tugu Garuda Pancasila : "Selamat Datang di Aloon-aloon Pusat Kota Trenggalek"

Trenggalek, Memo
  1. Selasa s/d Sabtu, 28-07-2009 s/d 01-08-2009 pukul : 19.30 WIB s/d selesai Lomba Menyanyi Duet bagi para Pejabat di Pendopo
  2. Rabu, 29-07-2009 s/d selesai pukul : 14.00 WIB s/d selesai PertandinganFutsal Dinas/Instansi di Gedung Serbaguna Trenggalek
  3. Rabu s/d Sabtu, 29-07-2009 s/d 01-08-2009 pukul : 19.30 WIB s/d selesai Lomba Menyanyi Tembang Kenangan Usia >40Th di Pendopo
  4. Sabtu s/d Minggu, 01 s/d 16-08-2009 L atihan Paskibraka di Halaman Pendopo
  5. Sabtu s/d Rabu, 01 s/d 19-08-2009 Pasar Rakyat di Seputaran Aloon-aloon
  6. Minggu, 02-08-2009 pukul : 06.00 WIB s/d selesai Fun Bike ( sepeda santai )Start : Depan Pendopo
  7. Minggu, 02-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Seni Suara Alam Burung Perkutut di Lapangan SMAN 1 Karangan
  8. Senin s/d Jum'at, 03 s/d 07-08-2009 Lomba Lingkungan Hidup Menyebar se-Kab. Trenggalek
  9. Senin, 03-08-2009 pukul : 07.00 WIB s/d selesai Lomba Gerak jalan Tingkat SD/MI 5 Km (Pa, Pi) Start dan Finish depan Pendopo
  10. Selasa, 04-08-2009 pukul : 07.00 WIB s/d selesai Lomba Gerak jalan Tingkat SLTP, SLTA dan Umum 8 Km ( Puteri ) Start dan Finish depan Pendopo
  11. Rabu, 05-08-2009 pukul : 07.00 WIB s/d selesai Lomba Gerak jalan Tingkat SLTP, SLTA dan Umum 17 Km (Putera) Start dan Finish depan Pendopo
  12. Rabu, 05-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Baca Puisi TK, SD, MI di Sanggar Pramuka
  13. Rabu, 05-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Melukis SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA ( Tema : Melukis Batik ) Pendopo
  14. Rabu, 05-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Mocopat SD, MI di Pendopo
  15. Kamis, 06-08-2009 pukul : 07.00 WIB s/d 12.00 WIB Lomba PBB Tingkat pelajar SLTP di Depan Pendopo
  16. Kamis, 06-08-2009 pukul : 07.30 WIB s/d selesai Lomba Merangkai Bunga di Bhawarasa/Pavilyun
  17. Kamis, 06-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Mocopat SMP, MTs, SMA, SMK, MA di Pendopo
  18. Kamis, 06-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Baca Puisi SMP, SMA, MA, SMK di Sanggar Pramuka
  19. Kamis, 06-08-2009 pukul : 13.00 WIB s/d selesai Lomba PBB Tingkat pelajar SLTA di Depan Pendopo
  20. Jum,at s/d Senin, 07 s/d 10-08-2009 08.00 WIB s/d selesai Pergelaran Seni SD,MI, SMP,SLTA, Sanggar Tari di Panggung I Aloon-aloon
  21. Jum'at s/d Minggu, 07 s/d 09-08-2009 pukul : 07.30 WIB s/d selesai Lomba Catur Swiss 7 Babak di DPD Golkar
  22. Sabtu s/d Minggu, 08 s/d 09-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Pertandingan Tenis Meja Tunggal SD, MI, SLTP, SLTA dan Umum ( Pa,Pi ), Tunggal Pa Veteran, Dobel/Ganda Umum Pa di Balai Kelurahan Sumbergedong
  23. Sabtu, 08-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Geguritan SD,MI, SMP, MTs di Pendopo
  24. Sabtu, 08-08-2009 pukul : 14.00 WIB s/d selesai Karnaval TK/RA dan Play Group Start : Depan Kantor Camat Trenggalek- Jl. P. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari (SMPN 3) Finish : Depan Pendopo
  25. Minggu, 09-08-2009 pukul : 06.00 WIB s/d selesai Jalan Sehat di Depan Pendopo
  26. Minggu, 09-08-2009 pukul : 07.30 WIB s/d selesai Pertandingan Tenis Meja bagi Umum di Balai Kelurahan Sumbergedong
  27. Minggu, 09-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Seni Suara Alam Burung Derkuku Bupati Cup VII di Kantor UPTD Ngadirenggo
  28. Minggu, 09-08-2009 pukul : 09.00 WIB s/d selesai Lomba Burung berkicau Bupati Cup VIII di SMPN 1 Trenggalek Jl. Dr. Sutomo, Trenggalek
  29. Minggu, 09-08-2009 pukul : 12.00 WIB s/d selesai Karnaval SD/MI dan SLB Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA. Suprapto-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari 9 depan SMPN 3 ) Finish : Depan Pendopo
  30. Minggu s/d Senin, 09 s/d 10-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Parade Band Merah Putih di Panggung I Aloon-aloon
  31. Minggu, 09-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Pergelaran Aneka Seni SMP, SLTA di Panggung II Aloon-aloon
  32. Senin, 10-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Festival Teater SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA di Pendopo
  33. Senin, 10-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Geguritan SMA, SMK, MA di Sanggar Pramuka
  34. Senin, 10-08-2009 pukul : 12.30 WIB s/d selesai Karnaval (Pawai Kesenian) SMTP, SMTA, PT/Umum Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA. Suprapto-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari 9 depan SMPN 3 ) Finish : Depan Pendopo
  35. Senin, 10-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Pergelaran Seni Sanggar Tari Panggung II di SMPN 3 Trenggalek
  36. Selasa, 11-08-2009 pukul : 07.30 WIB s/d selesai Lomba Ngadi Saliro Ngadi Busono di Pendopo + ( Ruang Ganti Baju )
  37. Selasa s/d Jum'at, 11 s/d 14-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Pameran Bonsai dan Tanaman Hias, Pameran Pusaka , Photo Tempo Dulu , Lukisan, Patung & Manuskrip Kuno di Pendopo
  38. Selasa s/d Jum'at, 11 s/d 14-08-2009 pukul : 18.30 WIB s/d selesai Festival Qosidah Rebana Kreasi (Balasik) di Panggung I Aloon-aloon
  39. Selasa s/d Rabu, 11 s/d 12-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Pergelaran Aneka Seni TK, SD, MI di Panggung II SMPN 3 Trenggalek
  40. Selasa, 11-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Pergelaran Kreativitas Seni Waria di Panggung II Aloon-aloon
  41. Rabu, 12-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Parade Drum Band TK/RA dan Play Group Start : Depan Kantor Camat Trenggalek- Jl. P. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari (Depan SMPN 3) Finish : Depan Pendopo
  42. Rabu, 12-08-2009 pukul : 12.30 WIB s/d selesai Parade Drum Band SD/MI, SMTP, SMTA Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA. Suprapto-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari 9 depan SMPN 3 ) Finish : Depan Pendopo
  43. Kamis, 13-08-2009 pukul : 12.30 WIB s/d selesai Hias Sepeda Putri SD/MI, SMTP, SMTA, PT/Umum Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA. Suprapto-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari 9 depan SMPN 3 ) Finish : Depan Pendopo
  44. Jum'at, 14-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Balap Egrang Umum Lapangan Sumbergedong
  45. Jum'at, 14-08-2009 pukul : 12.30 WIB s/d selesai Pawai Semarak Tunas Kelapa SD/MI, SMTP, SMTA Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA. Suprapto-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari depan SMPN 3 Finish : Depan Pendopo
  46. Jum'at, 14-08-2009 pukul : 13.00 WIB s/d selesai Lomba Ketrampilan Becak Umum Depan Pendopo
  47. Jum'at, 14-08-2009 pukul : 20.00 WIB s/d selesai Pergelaran Wayang Kulit I Pendopo
  48. Sabtu, 15-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Tarik Tambang Putra Umum Lapangan Sumbergedong
  49. Sabtu s/d Selasa, 15 s/d 18-08-2009 pukul : 18.00 WIB s/d selesai Festival Jaranan Panggung I Aloon-aloon
  50. Sabtu, 15-08-2009 pukul : 18.00 WIB s/d selesai Pesta Rakyat bersama JTV [menampilkan Rena KDI, Anjar Afi, Citra Yunita, Sodiq & OM Monata] di Stadion Kelutan
  51. Minggu,16-08-2009 pukul : 08.00 WIB s/d selesai Lomba Panahan Tradisional di Lapangan Sumbergedong
  52. Minggu, 16-08-2009 pukul : 10.00 WIB s/d selesai Mendengarkan Pidato Kenegaraan di DPRD Trenggalek
  53. Minggu, 16-08-2009 pukul : 23.00 WIB s/d selesai Renungan Suci di TMP Karangsoko
  54. Senin, 17-08-2009 pukul : 10.00 WIB Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Pendopo
  55. Senin, 17-08-2009 pukul : 10.30 WIB Ziarah Nasional di TMP Karangsoko
  56. Senin, 17-08-2009 pukul : 11.00 WIB s/d selesai Pemberian Remisi kepada Narapidana di RUTAN Trenggalek
  57. Senin, 17-08-2009 pukul : 16.00 WIB Parade Senja di Pendopo Trenggalek
  58. Senin, 17-08-2009 pukul : 17.00 WIB Penurunan Bendera Merah Putih di Pendopo
  59. Selasa, 18-08-2009 pukul : 12.00 WIB s/d selesai Lomba Panjat Pinang Umum di Aloon-aloon Trenggalek
  60. Selasa, 18-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Resepsi Kenegaraan di Pendopo
  61. Rabu, 19-08-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Ronda Thethek dan Lampion SD/MI, SMTP, SMTA, PT/Umum Start: Depan SDN 3 Sumbergedong-Jl. Ronggo Warsito-Jl. Kartini-Jl. P. Sudirman-Jl. Yos sudarso-Jl. Basuki Rahmad-Jl. Pattimura-Jl. JA.-Jl. Diponegoro-Jl. HOS. Cokroaminoto-Jl. Sudirman-Jl. KH. Hasyim Ashari depan SMPN 3 Finish : Depan Pendopo
  62. Jum'at s/d Jum'at, 20-08-2009 s/d 30-09-2009 15.00 WIB s/d selesai Lomba Tabuh Bedug di Aloon-aloon Trenggalek
  63. Jum'at, 28-08-2009 pukul : 21.00 WIB s/d selesai Semaan Al-Quran di Pendopo
  64. Minggu, 30-08-2009 pukul : 15.00 WIB s/d selesai Ziarah Makam Leluhur
  65. Minggu, 30-08-2009 pukul : 18.00 WIB Buka Puasa Bersama di Pendopo
  66. Minggu, 30-08-2009 pukul : 19.00 WIB Sholat Tarawih bersama dilanjutkan Yasinan, Tahlilan dan Tasyakuran di Pendopo
  67. Minggu, 30-08-2009 pukul : 22.00 WIB Mocopat di Pendopo
  68. Senin, 31-08-2009 pukul : 15.00 WIB s/d 17.00 WIB Prosesi Hari Jadi di Pendopo
  69. Minggu s/d Senin, 27 s/d 28-09-2009 pukul : 19.00 WIB s/d selesai Pergelaran Wayang Kulit dengan Ki Dalang Purbo Asmoro Bintang tamu : Murti Sari Dewi ( Mantili ) di Aloon-aloon
(Haz)
Read more..

KANTIN KEJUJURAN DI SMAN 1 TRENGGALEK



Bupati H. Soeharto, saat gunting pita di SMAN 1 Trenggalek

Trenggalek, Memo

Untuk memupuk kejujuran sejak dini, pemerintah Kabupaten Trenggalek mengadakan suatu program bernama “Kantin Kejujuran”. Kantin ini tak ubahnya kebanyakan kantin lainnya. pembedanya hanya dalam pola pembayaran yang menitikberatkan pada kesadaran pembeli untuk membayar uang yang senilai dengan barang yang dibeli. Dalam kantin tersebut tidak diperlukan penjaga sama sekali, karena, pembeli akan meletakkan uang pembayaran dalam kotak khusus saat mengambil makanan, yang jumlahnya sesuai dengan harga banderol. Jika jumlah uangnya terlalu besar, pembeli sendiri yang mengambil kembaliannya.

Kantin Kejujuran ini dibuka secara simbolis oleh Bupati Trenggalek, dan dihadiri oleh Muspida Trenggalek. Dalam sambutannya H. Soeharto menyampaikan bahwa kejujuran merupakan salah satu sendi kompetensi sosial yang harus dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut, Bupati mengingatkan kepada para siswa agar melaksanakan segala sesuatu dengan penuh kejujuran. “Sikap jujur harus selalu kita kedepankan, kapan saja, dimana saja” Imbuh beliau.

Pada akhir sambutannya Bapak Bupati menghimbau agar melaksanakan 5T (Tertib Bayar, Tertib Ambil, Tertib Jumlah, Tertib Tutup, Tertib Buang Sampah) saat memasuki kantin kejujuran. “Dengan melakukan 5T tersebut mudah-mudahan sikap kejujuran yang mantap dapat kita miliki bersama, sebagai bekal dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”.

Kantin semacam ini menurut Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Drs. Abu Mansur, juga akan diadakan pada semua SMP dan SMA Negeri.(Haz)

Read more..

Oknum PNS Kakel Tersangka Korupsi Lelang Kas dan BOK Kelurahan

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

JK, oknum Kepala Kelurahan (Kakel) Pemerintah Kota Kediri dinyatakan sebagai tersangka oleh Polresta Kediri dalam kasus dugaan korupsi lelang tanah kas Kelurahan Bangsal, dan Biaya Operasional Kelurahan (BOK). Kini, polisi masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Polda Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Slamet Pujiono menegaskan, berdasar hasil pemeriksaan sementara dugaan korupsi JK berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta. "Jumlah tepatnya kita belum tahu, karena saat ini masih menunggu hasil audit dari BPKP," tegas mantan Kapolsek Pesantren, Kediri itu, Selasa (28/7/2009) siang.

Sampai saat ini polisi masih terus mengembangkan hasil penyidikan terhadap kasus yang terjadi pada tahun 2006-2008 lalu tersebut. "Sampai kini, masih satu orang tersangka yaitu, JK, namun kita masih terus mengembangkannya," terang AKP Slamet Pujiono.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, beber AKP Slamet, tersangka melakukan mark up dana lelang kas kelurahan dan BOK yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun itu. "Modusnya, tersangka melakukan mark up dana dari dua sumber tersebut yaitu, BOK dan lelang tanah kas kelurahan," kata Slamet.

Sementara itu, JK ditemui di ruanganya mengaku telah menyerahkan persoalan itu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Pasalnya, kasus yang telah membelitnya tersebut, telah dihandle Pemkot Kediri, dirinya pun juga telah diperiksa oleh Badan Pengawas (Bawas).

"Jangan saya, karena masalah ini telah saya serahkan ke Pemkot Kediri. Selain itu, sekarang ini saya sudah tidak menjabat disana," ujar JK, PNS golongan III, yang kini juga masih menjabat sebagai salah satu kepala Kelurahan (Kakel) di Pemkot Kediri, ditemui di ruangannya.

Ditanya tentang proses lelang, dan penyaluran BOK dari APBD, JK berdalih semuanya telah sesuai prosedur, dan tidak ada yang diselewengkan. "Semuanya sudah prosedural, ada panitianya, sedangkan BOK, kami hanya menyalurkan saja," cetus, pria bertubuh semampai ini.

Lagi-lagi, saat ditanya tetang status tersangka terhadap dirinya, JK enggan menjawab, dengan alasan semua sudah ditangani oleh Pemkot Kediri, sebagai atasannya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Nurmuhyar saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini Inspektorat masih dalam upaya pengumpulan data, untuk dijadikan laporan ke Walikota Kediri. "Kami masih menunggu hasil laporan dari Inspektorat tersebut," jelas Nurmuhyar, ditemui di ruangannya.

Berdasar keterangan Nurmuhyar, untuk dana BOK pada tahun 2008 sebesar Rp 50 juta setiap kelurahan, sedangkan tahun 2009 sebesar Rp 75 juta. Dana itu dikucurkan dari APBD melalui pengajuan proposal bersama se-Kecamatan, dan posnya berada di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset (DPPKA).

Imbuh Nurmuhyar, dana BOK itu digunakan untuk operasional kelurahan diantaranya, Alat Tulis Kantor (ATK), perawatan gedung, dan makanan-minuman (mamin) rapat yang sifatnya lebih ke intern kelurahan masing-masing.

"Kalau ditanya masalah Surat Pertanggung Jawaban (Spj), semua kegiatan saat ini tidak ada tidak ber Spj, semuanya pakai. Namun untuk kasus itu kami masih mendalaminya," pungkas Nurmuhyar. (nng/Haz)

Read more..

Puluhan Siswa Ujian Kejar Paket C Gagal: PPKN Jadi Momok


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Ujian kejar paket C belum sepenuhnya menjamin kelulusan. Terbukti, puluhan siswa Kota Kediri dinyatakan belum lulus, dan kembali akan menjalani ujian pada gelombang II bulan November 2009 mendatang.

Data yang berhasil dihimpun dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri sebanyakt 26 siswa dari 414 siswa yang belum lulus. 26 siswa tersebut terdiri dari 8 formal dan 18 dari non formal.

Kabid Dikmas Disdik Kota Kediri, Agus Suharmaji mengatakan, rata-rata diantara mereka yang tidak lulus pada mata pelajaran PPKN, dia juga heran, kenapa malah mata pelajaran itu yang jelek. "Kami juga tidak tahu, kenapa malah PPKN yang nilainya jelek," ungkapnya.

Menurutnya, kalau pada saat ini tidak lulus maka akan ada gelombang kedua pada bulan November dan bersamaan dengan beberapa siswa yang tidak bisa hadir pada ujian kemarin. "Otomatis kalau tidak lulus ya harus mengulang," jelasnya.

Intan Yuliansari (18) pelajar SMU 3 Kota Kediri mengaku senang dia dinyatakan lulus, karena senangnya, dia histeris dengan memukuli salah seorang temannya. "Alhamdulillah, aku lulus," ujarnya dengan penuh kegembiraan.

Pelajar yang tidak lulus UNAS karena mata pelajar Bahasa Indonesia ini mengaku tidak sia-sia belajar semalam suntuk agar tidak mengulangi kesalahan yang kedua. "Tidak sia-sia jadinya, saya belajar hingga larut malam," ungkapnya.

Rencananya siswi yang mengikuti ujian paket C dengan memperoleh nilai 54,30 ini akan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi di Kota Kediri saja. "Rencananya kuliah disini saja mas," pungkasnya. (nng/Haz)

Read more..

Cagar Budaya Kediri 98% "Dipugar"


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Ironis, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tidak dapat mempertahankan benda-benda yang memiliki nilai sejarah. Pemerhati peninggalan sejarah yang akrab dengan sebutan Bagaron (Barok, Gani dan Roni) mencatat, kurang lebih 98 persen benda-benda cagar budaya yang ada di Kota Kediri telah dipugar, dan beralih fungsi.

Rasa prihatin ini disampaikan oleh Ketua pemerhati peninggalan sejarah Imam Mubarok mengatakan, di Kota Kediri saat ini hanya tersisa 11 persen saja benda-benda cagar budaya, yang memiliki nilai sejarah tersebut.

"Kami sangat prihatin sekali dengan banyaknya cagar budaya di Kediri yang telah dihancurkan, dan sekarang beralih fungsi menjadi bangunan seperti Mall, dan pertokoan," tegas Imam Mubarok, yang juga ketua panitia penyelenggara Pameran Kediri Jaman Mbiyen dengan menampilkan 250 koleksi foto yang diambil pada tahun 1879 silam, di Gedung DPRD Kota Kediri, Selasa (28/7/2009) siang.

Bahkan, Imam Mubarok, yang juga seorang jusnalis media di Surabaya ini mengaku telah mengadu ke BP3 Trowulan tentang banyaknya benda-benda yang memiliki nilai sejarah di Kota Kediri yang telah dihancurkan. Sebagai pemerhari, ia berharap segelintir benda-benda yang tertinggal agar dapat dilestarikan, dan menjadi econ Kota Kediri.

Benda-benda cagar budaya yang masih tersisa, menurut Imam Mubarok saat ini pun masih terancam keberadaanya. Seperti, peninggalan lampu Anim-anim di sekitar Alun-alun Kota Kediri,dan sejumlah bangunan di Jl Klenteng-Yosudarso, Kediri.

"Yang kita miliki saat ini hanya beberapa saja diantaranya, GPIB, Gedung Pembantu Gubernur di Jl Jaksa Agung Suprapto, dan Rumah Dinas Kapolwil Kediri. Kita berharap, benda-benda itu terus dipertahankan, dan sebaiknya dikembangkan, seperti kota-kota lain. Anggota Dewan juga mestinya melakukan study banding ke kota lain, untuk mengembangkan benda-benda cagar budaya," harapan Imam.

Secara terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Nurmuhyar mengatakan, Pemda Kediri tetap mengupayakan untuk melestarikan dan mengembangkan benda-benda cagar budaya tersebut. "Kita tetap melestarikannya, karena benda-benda tersebut memiliki nilai historis, dan budaya bersejarah, namun selama ini terkedala masalah komunikasi dengan pemilik lahan," terangnya. (nng/Haz)
Read more..

Warga Temukan 9 Butir Proyektil Peluru Aktif Di Depan Gereja





Foto: Petugas menyisir ceceran peluru hingga ke GBT Kristus Pengasuh, Kediri

Reporter : Nanang Masyhari

Pagi tadi, warga jalan Ratu Langi Kediri geger. Sebab, seorang penduduk setempat menemukan 9 butir peluru di depan rumahnya. Fajuri (70) yang menemukan ceceran proyektil itu di depan rumahnya. Saat itu, dia tengah menyapu halaman depan rumahnya. Dia kaget ketika melihat ceceran delapan butir peluru itu. "Saya langsung melapor ke Polres," kata Fajuri, Selasa (28/7/2009).

Setelah datang, petugas langsung menyisir sekitar jalan Ratu Langi. Ternyata, tak jauh dari rumah Fajuri, tepatnya di sebelah utara GBT Kristus Pengasuh, Kediri, polisi masih menemukan sebutir peluru jenis "mansion".

Pawas Polresta Kediri, AKP Saikun mengatakan, seluruh proyektil yang ditemukan itu masih aktif. "Ini peluru standar militer, yang biasa digunakan polisi dan TNI," katanya di TKP.

Meski demikian, Saikun belum berani memastikan asal peluru itu. Sebab, tidak ada saksi yang mengetahuinya. "Kami masih menunggu tim penjinak untuk selanjutnya dibawa ke maskas brimob," jelasnya(nng/Haz).
Read more..

Tipu Calon TKI, PNS Diskominfo Dijebloskan LP



Foto : Min Suharmin, tersangka penipu CTKI menutupi wajahnya dengan koran di Kejaksaan Negeri Kediri, tersangka didalam mobil petugas saat akan dijebloskan LP klas II Kediri (Dok. Nanang Masyhari)

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Setelah sempat mangkir selama dua kali panggilan, akhirnya Min Suharmin (40), PNS Dinas Infokom Kabupaten Kediri, domisili di Jl Anggrek, Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri dipanggil paksa oleh Polres Kediri untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri, Senin (27/7/2009) siang. Mantan PNS Disnaker Pemkab Kediri itu resmi sebagai tersangka dalam kasus penipuan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI). Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro mengatakan, tersangka terpaksa dijemput paksa, karena telah mangkir selama dua kali panggilan.

Sampai di kantor Kejari Kediri, tersangka Min Suhermin langsung diperiksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), lalu dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (LP) klas II Kediri. "Benar, Min Suhermin adalah seorang PNS Disinfokom, yang dulu PNS di Disnaker Kabupaten Kediri. Kini, ia resmi menjadi tahanan kami dalam kasus penipuan C-TKI," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kediri Arifin Bachrudin ditemui beritajadim.com di kantornya.

Menurut keterangan Kajari Arifin Bachrudin, sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tersangka dilaporkan polisi pada bulan November 2008 lalu ke Polsek Wates. Kasus yang terjadi pada bulan Juli 2006 lalu itu, imbuh Arifin Bachrudin, kemudian diambil alih Polres Kediri.

Korbannya Hendro Purwanto, warga Dusun Sumberdlingo, Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. "Min Suhermin menerima uang Rp 35 juta dari Hendro, dengan janji akan memberangkatkan Maksun, anaknya ke Negara Taiwan," terang Arifin Bachrudin. Dalam BAP, demikian Arifin Bachrudin, korban sempat diberangkatkan ke penampungan di Jakarta tepatnya PJ-TKI yang bernaung pada PT. Mangun Jaya Perkasa. Selama kurang lebih 6 bulan, korban menjalani cek-up kesehatan, dan pengurusan pasport. Namun, korban tidak kunjung diberangkatkan, sampai akhirnya pulang.

"Jadi, korban ini merasa percaya pada pelaku karena status PNS di Diskaner yang disandangnya. Pelaku juga tercatat sebagai seorang residivis dalam kasus pencemaran nama baik," pungkas Arifin Bachrudin. (nng/haz)
Read more..

Bupati Trenggalek, H. Soeharto Panen Raya Jagung dan Ketela



Trenggalek, Memo

Bupati Trenggalek, H. Soeharto pada 22 Juli 2009 membuka Panen Raya Jagung dan Ketela Pohon Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini berlokasi di Dusun Mojokidul Desa Jambu, dan Dusun Gebang Desa Duren Kecamatan Tugu. Hadir dalam kegiatan ini Muspika Tugu, Kepala Dinas Perhutbun, dan Penyuluh Tani Kabupaten Trenggalek. Kegiatan diawali dengan pemotongan jagung hibrida varian “Nusantara 1” oleh Bupati Trenggalek, diikuti oleh Kadin Perhutbun. Dilanjutkan dengan penimbangan hasil panen dan diskusi bersama kelompok tani “Tani Makmur” desa Jambu.

Kegiatan berlanjut di Desa Duren, dengan pemanenan ketela pohon secara simbolis oleh H. Soeharto serta Muspika Tugu. Dalam kegiatan ini juga dilangsungkan temu lapang budidaya ubi kayu dengan masyarakat tani desa Duren. Pada kesempatan ini Bapak Bupati mengungkapkan kegembiraannya dapat melangsungkan panen raya bersama rakyat.

H. Soeharto menambahkan bahwa masyarakat harus bersyukur karena panen pada saat ini memiliki hasil yang melimpah, dan tidak terkena penyakit atau hama yang dapat mengakibatkan gagal panen. Pada akhir sambutannya, beliau juga mengingatkan agar masyarakat desa tidak buang air di sembarang tempat, karena hal tersebut dapat mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit yang merugikan masyarakat.(Haz)

Read more..

Pencuri Ayam Sekarat Dihujani Bogem

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek,Memo

Syahroni (27), warga Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dalam keadaan sekarat, kepala dan mukanya robek, tubuhnya babak belur, Senin (27/7/2009) pagi. Residivis tiga kali keluar masuk Lembaga Permasyarakatan (LP) dalam kasus pencurian sepeda motor itu, nyaris tewas setelah 'dihujani' bogem alias pukulan, karena kepergok mencuri ayam milik Sopingi (70), warga Dusun Babatan, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo.

"Syahroni masuk rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya penuh luka, dan kini tengah menjalani perawatan intensif," ujar Humas RS Bhayangkara, Kediri Emi Pujiarti, ditemui di rumah sakit milik polisi itu, Senin pagi.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolsek Gampengrejo AKP Mariadji, pencurian itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, di kandang ayam milik Sopingi. Syahroni kepergok Khoiri (23), anak kandung Sopingi tengah membawa karung berisi dua ekor ayam jantan. "Khoiri baru saja buang air besar berpapasan dengan pelaku. Namun, pelaku malah menyerang korban, sampai langan kanannya digigit," terang AKP Mariadji.

Merasa kesakitan, Khoiri menjerit keras. Hingga, akhirnya warga terbangun dan menggeruduk kandang ayam milik Sopingi. "Warga emosi, mereka menangkap pelaku dengan terlebih dahulu memukulinya, sebelum akhirnya kami datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP)," beber AKP Mariadji. Saat polisi datang, pelaku sudah tersungkur dalam keadaan tak sadarkan diri. Tubuhnya penuh luka, sambil memegangi dua ekor ayam yang masih berada di karung. Kemudian, polisi membawa pelaku ke RS Bhayangkara, Kediri. (nng/haz)
Read more..

Bocah TK Diperkosa Siswa SD

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

David (14) yang seharusnya sudah duduk di kelas VIII SMP, tapi kini masih kelas IV Sekolah Dasar (SD), asal Dusun Blaru, Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri dilaporkan telah mencabuli bocah perempuan, Kuncup (5), bukan nama sebenarnya, bocah Taman Kanak-kanak (TK) tetangganya yang seharusnya dilindungi layaknya adik. Akibat dari perlakuan itu, Kuncup kini jadi kerap menangis. Pasalnya, kemaluan korban bengkak, dan mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Kasus pencabulan itu sekarang sudah ditangani Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri. "Kami baru saja menerima laporan orang tua korban tentang perbuatan cabul, dan kini masih dalam penyelidikan," terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro, Senin (27/7/2009) siang.

Katini (36), dan Muskan (38), kedua orang tua korban dalam laporannya ke Polres Kediri mengatakan, anaknya baru saja diperiksakan ke dr Wahyu, Badas. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui, kemaluan korban bengkak, dan terluka. "Saya sedih, setiap kali buang air kecil, Kuncup selalu menangis," keluh Katini.

Menurut keterangan keluarga di polisi, kejadian tragis itu berlangsung di depan rumahnya, tepat setelah libur panjang tahun ajaran baru. Kuncup berlari pulang dengan isak tangis. Saat ditanya orang tuanya, korban hanya sesenggukan, sambil menahan sakit di kemaluanya.

"Celana dalamnya melorot ke bawah, dan kami temukan bekas cairan sperma," terang orang tua Kuncup. Tragisnya lagi, menurut keterangan neneknya, Kuncup sempat mengaku bahwa ia pernah digauli oleh pelaku.

Polisi berjanji akan segera mengamankan David, untuk dimintai keterangan. "Kita masih memintai keterangan korban. Untuk selanjutnya, kita akan memanggil terlapor untuk kita periksa," pungkas AKP Didit Prihantoro. (nng/haz)
Read more..

HAMILI ANAK KANDUNG DIVONIS 13 TAHUN

Foto: Kantor Pengadilan Negeri Trenggalek (Dok. Hamzah)


Trenggalek,Memo

Edy Samsuri, 37, warga Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak yang tega menghamili anak kandungnya, Kamis (23/7) , oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek diputus bersalah. Samsuri diganjar hukuman penjara 13 tahun, subsidair Rp 75 juta atau kurungan selama enam bulan. Putusan majelis hakim yang diketuai I Wayan Gede Rumega ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa, yaitu hukuman penjara selama 15 tahun. Mendapatkan ganjaran seberat itu, Edy Samsuri menyatakan pikir-pikir dulu. Samsuri yang mengenakan kemeja batik dan berpeci selalu menghindar dari jepretan kamera, ditemani istrinya, Rini, dia terus menundukkan kepalanya.

Anehnya, dalam beberapa kali persidangan Rini terlihat masih setia mendampingi suaminya meskipun lelaki itu telah merusak masa depan anak mereka sendiri. Bahkan Rini dan Bunga, bukan nama sebenarnya, berusaha membela suami dan ayahnya. Mereka beralasan kasihan jika Edy Samsuri dipenjara.

Awal Maret lalu, ulah biadab Edy Samsuri dicurigai tetangganya telah menghamili Bunga, bukan nama sebenarnya, anak pasangan Samsuri dan Rini. Bunga masih duduk di kelas dua SMP dan belum bersuami. Karenanya, warga lalu mendesak Rini dan bersama-sama menanyai Bunga siapa yang telah menghamilinya. Warga yang tidak terima dengan ulah bapak-anak ( yang telah mempraktekkan incest) ini, menginterogasi keduanya di balai desa. Hingga kemudian Bunga mengaku, bahwa ayahnya sendirilah yang telah menggaulinya sebanyak tiga kali. Kali pertama ditengah hari bolong, saat ibunya Rini tidak di rumah, yakni sekitar bulan Oktober 2008 dan berulang sampai Bunga berbadan dua. Keduanya disuruh membuat surat pernyataan tentang persetubuhan tersebut. Bunga tak lama setelah itu dinikahkan dengan seseorang, namun Samsuri tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat sang anak dikawinkan, dia sudah mendekam di bui Mapolres Trenggalek. Kini Bunga sudah melahirkan anaknya.

Sementara Samsuri sendiri mengakui perbuatannya. Dia mengatakan ada yang membisikinya agar mencari peking putih yakni “air perawan”, dengan tujuan untuk memperlancar rezekinya. Daripada menyetubuhi anak orang lain, dia akhirnya melampiaskan nafsunya kepada anak sendiri.(Haz)
Read more..

GUS IPUL ANCAM BEKUKAN ANSOR TRENGGALEK



Foto: 1. Gus Ipul saat diwawancarai wartawan dan
  1. 2. Gus Ipul bersama seorang Kiyai Sepuh di Trenggalek

Trenggalek, Memo

Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor dalam waktu dekat akan membekukan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Trenggalek . Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Ipul ketua Ansor Pusat ketika berkunjung ke Trenggalek , “ kita akan konsultasikan dengan pengurus NU dan sebentar lagi akan ada perubahan ke pengurusan Ansor cabang Trenggalek karena saat ini Ansor cabang Trenggalek dianggap tidak taat dengan keputusan pusat,” terang Gus Ipul

Ketika di tanya kapan sanksi pembekuan Ansor cabang Trenggalek ,” saat ini para kyai sepuh masih melakukan musyawarah dan insya allah dalam waktu kurang dari dua minggu sudah diturunkan surat pembekuannya, nanti akan kita bentuk lagi kepengurusan baru setingkat lebih tinggi“ tambahnya.

Sementara Ketua Ansor Cabang Trenggalek Mochamad Nasron enggan berkomentar terkait akan adanya rencana pembekuan yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor.

Di tempat sama ketua II NU cabang Trenggalek, KH.Mochamad Dhofir Suhaemi , pihaknya merasa kaget dengan kedatangan Gus Ipul, sebab kehadirannya secara tiba-tiba . Menurut KH. Moch.Dhofir selama ini pihaknya menilai kepengurusan Ansor cabang Trenggalek seperti tidak pernah terjadi konflik apa-apa dan juga berjalan sesuai dengan prosedur, “ makanya saya heran kok ada informasi seperti ini, kalau toh memang aka nada upaya pembekuan tentunya semua akan dilakukan dengan bentuk musywarah dulu jadi tidak mungkin keputusan ini dilakukan dengan sepihak,” terang Kyai Kharismatik

Komentar sama juga disampaikan oleh salah satu pengurus NU lainnya ketika menjamu kehadiran Gus Ipul di ruang VIP Pendopo Kabupaten .Nampak beberapa tokoh Kyai sepuh dan pengurus NU Cabang Trenggalek hadir dan setelah beramah tamah dengan Bupati Trenggalek H. Suharto Gus Ipul meninggalkan tempat dan menuju Kabupaten Tulungagung, yang informasi akan melakukan pelantikan pengurus baru Ansor Tulungagung.(Haz)
Read more..

PELAKSANAAN TENDER JADI AJANG TINJU


Foto : Kantor Setda Trenggalek



Trenggalek, Memo

Aula Sekretarsi Daerah (Setda) Trenggalek berubah menjadi ajang tinju antar kontraktor sewaktu kegiatan tender proyek pengadaan kain PDH dan KORPRI sebesar 3,4 milyar sedang berlangsung. Salah satu kontraktor peserta tender dari surabaya mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh kontraktor yang juga dari kota yang sama. Kasus penganiayaan yang menimpa Junaedi (40) CV. Kencono Wungu dan Hari salah satu Kontraktor lainnya yang berniat melerai, namun juga sempat mengalami pemukulan hingga bibirnya bengkak dan berdarah.

Permasalahan berawal ketika panitia lelang akan memutuskan dua perwakilan dari rekanan yang akan dijadikan saksi. Meskipun sebelumnya telah ada persetujuan bersama setelah para peserta lelang melakukan musyawarah diputuskan bahwa saksi diwakili satu dari rekanan lokal dan satu dari rekanan luar kota. Keputusan yang disepakati adalah perwakilan saksi dari pihak lokal di tunjuk Partiyah CV. Rizki Kausar Karangan sedangkan dari pihak luar kota diwakili Junaedi CV.Kencono Wungu Surabaya. Namun tiba-tiba salah satu rekanan yang mengaku dari CV. Heni HK Surabaya tanpa alasan jelas berdiri mendekat kepada Junaedi dan langsung melakukan pemukulan dengan diikuti dua teman lainya, “padahal secara forum sudah disepakati, “ kata Rubiyanto ketua Panitia Tender.

Mengetahui dirinya telah menjadi korban pemukulan Junaedi akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, sedangkan tersangka pemukulan diamankan dan dibawa kepolresta Trenggalek guna menjalani proses penyidikan. Melihat hal ini panitia lelang sempat memberhentikan sementara kegiatannya dan melanjutkan kembali setelah disepakati pemilihan saksi dilakukan dengan cara diundi. Sementara korban pemukulan ketika diminta komentarnya mengatakan dirinya tahu apa yang menjadikan penyebab pemukulan yang dilakukan oleh tersangka yang di ketahui dari rombongan David.

Kabag Humas Trenggalek Joko Styono, sangat menyesalkan kejadian ini dan berharap kedepan supaya pihak panitia bisa lebih memaksimalkan dari segi keamanan sehingga tidak akan terulang lagi kejadian yang bisa memalukan ini. Hal sama juga di sampaikan Bahrudin rekanan lokal saat berada dilokasi kejadian. Sedangkan Junaedi (korban) akan menuntut tersangka dan berharap pihak berwajib bisa bertindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, “Saya serahkan proses hukumnya kepada pihak berawajib, Mas,” ucapnya sambil menunjukan bukti sobek dibagian pelipisnya akibat dari pemukulan.

Beberapa pihak mengomentari bahwa pihak panitia di nilai ceroboh dalam melakukan penerimaan peserta lelang karena disaat melakukan penerimaan peserta dinilai panitia tidak selektif dalam menanyakan legalitas peserta, sebab beberapa komentar bahwa pelaku pemukulan adalah bukan kontraktor melainkan adalah preman yang sengaja di bawa oleh salah satu kontraktor luar kota, “ kelihatannya itu premannya pak David mas yang memang sengaja diajak untuk membuat suasana menjadi gaduh sehingga bisa menggagalkan kegiatan tender ini,” ucap salah satu rekanan yang minta jangan namanya dirahasiakan.(Haz)
Read more..

Kantor Oto Finance Kediri Terbakar

Reporter : Nanang Masyhari

Kebakaran hebat terjadi di Kantor Oto Finance di Komplek Ruko Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (24/7/2009) pagi. Api meluluh-lantakkan bangunan kredit mobil yang berada di lantai dua itu, sekaligus mengahanguskan seluruh isinya.

Menurut keterangan Mashudi, Wakil Direktur Oto Finance, ia mendapatkan laporan dari salah seorang karyawan tentang musibah kebakaran itu sekitar pukul 05.30 WIB. "Saat saya datang, kepulan asap keluar dari kantor," papar Mashudi, di lokasi kejadian.

Mashudi kemudian menghubungi Poresta Kediri dan mobil Pemadam Kebakaran (PMK). Tidak lama berselang, dua mobil PMK dari Pemkot Kediri dan PT. Gudang Garam Tbk, datang ke lokasi. "Saat pintu dibuka, rupanya api sudah membesar, berasal dari mesin komputer kantor," terang Mashudi.

Api terus membakar, sedangkan petugas PMK yang dibantu anggota Polresta Kediri dan warga masyarakat berupaya menjinakkannya. Kurang lebih dua jam, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkam. Meski demikian, untuk menghindari rembetan api ke tempat lain, satu mobil PMK kembali didatangkan, dalam upaya pembasahan.

Mashudi mensinyalir api berasal dari konsleting listik di komputer yang menyimpan berkas-berkas kantor seperti BPKB dan masih banyak lagi. Kendati demikian, masih banyak kemungkinan lain. Pasalnya, mesin AC di kantor tersebut, juga terlihat meleleh. Akibat kejadian tersebut, taksir kerugian materi mencapai Rp 20 juta rupiah. (nng)
Read more..

Pembunuh WN Jepang Dibekuk Polisi

Tersangka diapit oleh Kasat Reskrim dan KBO (Dok. Hamzah)

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Satuan Reskrim Polres Trenggalek akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap Tarau Inagaki (60), seorang teknisi penakaran kerang mutiara, Warga Negara Jepang, yang tewas di Pulau Nglebeng, Dusun Karanggoso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, 27 Juni 2009 lalu.

Pelaku, Juhedi (42), warga asal Lampung yang beralamat di Klaten, Jawa Tengah. "Alhamdulillah, anggota Polres Trenggalek, berhasil mengungkap kasus pembunuhan WA Jepang yang menjadi atensi Polda Jatim. Seorang pelaku kini tengah diamankan, dan seorang pelaku lain menjadi daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolwil Kediri Kombes Pol Drs Heru Purwanto, ditemui di ruangannya, Rabu (22/7/2009) siang.

Imbuh Kapolwil Kediri, pelaku ditangkap di wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Pelaku dikenali dari barang-barang milik korban yang dibawanya. Diantaranya, HP, Senter, Kunci Pintu, dan Sandal. "Awalnya, pelaku tidak mengakui, namun setelah didesak, akhirnya mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap korban," terang Kapolwil Kediri Kombes Pol Drs Heru Purwanto.

Kapolwil Kediri menambahkan, dalam penyelidikan awal, diketahui pelaku membunuh korban dengan motiv jengkel. "Memang, awalnya kami menduga bermotiv pencurian, namun setelah kita desak, diketahui jika pelaku membunuh karena jengkel, akibat sering dimaki-maki oleh korban," terusnya.

Sementara seorang pelaku lagi yang berinisial A, kini menjadi buronan. "Satu pelaku lain dalam pengejaran kami, dia kenal dengan pelaku 2 bulan sebelum kejadian, " papar Kapolwil Kediri.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat di sekitar Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek digemparkan dengan ditemukannya mayat seorang Warna Negara Asing (WNA) asal Jepang.

Korban yang diketahui bernama Tarau Inagaki (60), seorang teknisi penakaran kerang mutiara CV Gunung Mutiara Utara itu ditemukan tergeletak di sebuah pulau Ngrembeng, salah satu pulau kecil di pantai selatan itu. (nng)
Read more..

Polri Rangkul Alim-Ulama Se-Jatim


Reporter : Nanang Masyhari

Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Anton Bachrul Alam menegaskan bahwa polri akan merangkul seluruh alim-ulama, khususnya yang di wilayah Jawa Timur. Langkah persuasif yang dilakukan polri tersebut, tegas Irjen Pol Anton Bachrul Alam, dalam upaya mensikapi teror bom yang akhir-akhir ini membuat resah masyarakat Indonesia. Yang mana, perbuatan yang dikutuk seluruh umat manusia itu, diisukan ada keterkaitan dengan Islam Radikal.

"Ya, kita akan mendekati para alim-ulama yang ada di Jawa Timur khusunya. Kepada mereka kita ajak bersama-sama mengatasi masalah ini, serta memberikan sosialiasi secara menyeluruh tentang perbuatan teror bom yang tidak dibenarkan, dan merugikan masyarakat," kata Irjen POl Anton Bachrul Alam, Kamis (23/7/2009) pagi ditemui di Mapolresta Kediri.

Dalam kesempatan itu, Ijen Pol Anton Bachrul Alam juga mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada anggotanya untuk menjaga sejumlah objen dan tempat-tempat vital. Terlebih, yang berada di Kota Besar, seperti Surabaya. "Kita jaga sejumlah tempat-tempat vital, terlebih yang ada di Surabaya, seperti Hotel, dan sarana umum yang berhubungan terus dengan masyarakat," pungkas Irjen Pol Anton Bachrul Alam.

Sebagaimana diketahui, Kapolda Jatim datang dengan menaiki Halikopter, dan turun di Lapangan Brimob, Kediri. Irjen Pol Anton Bachrul Alam, kemudian menuju ke Polresta Kediri untuk memimpin apel pagi seluruh jajaran Polwil Kediri. Kapolda Jatim juga memberikan apresiasi kepada sejumlah Kapolres/Kapolresta dan pada anggota yang sudah bekerja dengan baik. (nng)
Read more..

DALAM DINAMIKA GLOBAL, KOPERASI HARUS TETAP EKSIS!

Wabup Mahsun Ismail menyerahkan dana hibah secara simbolis (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Memperingati hari Koperasi ke-62, bertempat di halaman Pendapa Agung Trenggalek, Wabup Mahsun Ismail telah menyerahkan dana blockgrand berupa hibah pada beberapa Koperasi. Dalam sambutannya Mahsun Ismail menyatakan, tema peringatan Hari Koperasi ke-62 adalah memantapkan peran gerakan koperasi dalam dinamika perubahan global. Tema ini mengandung makna masyarakat koperasi bertekad dan berkeinginan untuk meningkatkan peran dan kontribusi terhadap ketahanan perekonomian nasional dalam dinamika perubahan global.

Dia menambahkan, selain tantangan di era global, ada tiga tantangan lagi yang harus dihadapi. Pertama, memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas. Kedua, kontribusinya yang meskipun secara sosial cukup tinggi,namun secara nominal masih sangat rendah dalam perekonomian nasional. Ketiga, semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.

Dana hibah sebesar Rp 125 juta ini dari APBD 2009, diberikan kepada Koperasi Primkopol Trenggalek sebesar Rp 75 juta, dan KPRI Sandang Pedo Rp 50 juta. Kendati sifatnya hibah, tapi dana block grand ini bergulir. Kasi Kelembagaan Hukum Dinas Koperindagtamben, Muhandono, kemarin menjelaskan yang dimaksud dana hibah bergulir yakni setiap anggota yang dipinjami wajib untuk mengembalikan. Dan ketika sudah kembali modal, maka dana ini bisa dilanjut untuk tahun depan. Dengan begitu, maka program blockgrand melalui koperasi bisa tetap berjalan. “Ketika dana ini bisa terus bergulir, dampak yang dirasakan oleh anggota adalah peningkatan kesejahteraan. Dana ini bersifat perangsang untuk meningkatkan kemakmuran anggota dan kemandirian koperasi” katanya.

Selain dua koperasi tersebut, dari 386 lembaga koperasi di Trenggalek yang mendapat dana hibah dalam peringatan hari koperasi ke-62 ini, adalah KSU Sumber Makmur, Munjungan. Koperasi ini mendapat dana Rp 500 juta dari APBD. Dana ini dipakai untuk jaringan listrik pada pabrik es di Munjungan. KSU Sumber Makmur diberi dana hibah karena dipercaya menangani jaringan listrik pada pabrik es di Munjungan. “Tahun lalu, KSU Sumber Makmur juga dapat dana hibah untuk jaringan listrik,” ujarnya.(Haz)
Read more..

AIR BERSIH UNTUK WARGA BANGUN, MUNJUNGAN

Imam Soeprapto, Kepala Bappekab Trenggalek (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Provinsi Jawa Timur, saat ini sedang membangun jaringan air bersih di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan dengan plafon anggaran sekitar Rp 2,5 M. Proyek itu berjalan lancar, karena sebelumnya PDAM Provinsi, perwakilan dari DAS Brantas dan Bappekab Trenggalek sudah sosialisasi ke masyarakat setempat. “Pada awalnya, warga menolak proyek tersebut,” ungkap Kabag Humas Pemkab Trenggalek Drs.Joko Setyono,M.Si. Sehingga perlu dibeberkan bahwa program tersebut tidak memakai air irigasi untuk lahan pertanian. Melainkan memakai air limpasan atau air pembuangan yang menuju ke laut. “Jadi, air bersih untuk 1.000 KK itu dari air tak terpakai, itupun hanya dipakai 0.05 prosen dari debet air limpasan,” imbuh Drs.Joko Setyono,M.Si.. Fasilitas ini tidak mempengaruhi kondisi air irigasi lahan pertanian. Masyarakat tidak perlu khawatir, sawahnya akan tetap mendapat pasokan air maksimal dan wajar.

Sementara itu, Kepala Bappekab Trenggalek, Imam Suprapto mengatakan, program air bersih di Desa Bangun ini murni dari Pemprov. Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tempat membantu mensukseskannya. “Ketika program ini sukses, berarti1.000 KK yang selama ini sulit mendapat air bersih di musim kemarau, dipastikan mereka tidak akan kesulitan lagi mendapat air bersih,” katanya. Imam menambahkan, manfaat program air bersih sangat besar. Saat ini masyarakat hanya mengandalkan sumber air dan itu disalurkan dengan selang atau pipa kecil ke rumah-rumah.

“Pemerintah Kabupaten hanya meminta kepada segenap pihak yang terkait, utamanya masyarakat Desa Bangun, agar bersama-sama mawas diri dan bijaksana sehingga tidak terjadi masalah dalam pengelolaannya, Pemerintah Desa dan BPD harus membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penggunaan air bersih,” katanya.(Haz).
Read more..

POLISI UNGKAP PEMBUNUH INAGAKI

Tersangka Juhedi diapit Kasatreskrim dan KBO(Hamzah)

Trenggalek, Memo

Kasus pembunuhan di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek yang menewaskan Tarau
Inagaki (50) teknisi budidaya kerang laut warga Negara Jepang, Sabtu (27/6) lalu,
akhirnya terbongkar, Polisi menagkap tersangka Juhedi (42) warga Klaten Jawa Tengah
yang merupakan karyawan korban, pelaku dapat tertangkap setelah hampir 4 hari
memeriksa 14 saksi.

Tersangka Juhedi aslinya orang Lampung ini, nekat melakukan pembunuhan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati terhadap korban yang sering memaki-maki jika ada sedikit kesalahan dalam pekerjaannya. Karenanya ketika pada hari sabtu (27/6) pukul 13.00 wib di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Prigi, tersangka bertemu dengan Agus, seorang nelayan, keduanya menyusun rencana pencurian mutiara milik korban yang berada di tempat kerjanya, Pulau Ngrembeng.

Sekitar pukul 18.00 setelah menerima isyarat dari Agus, tersangka Juhedi mulai melancarkan aksinya membakar jenset, begitu api mulai membesar, berteriak-teriak kebakaran memberi tahu karyawan yang lain. Pada saat semua karyawan sibuk memadamkan tapi, tersangka menyelinap masuk kamar korban untuk mencuri mutiara, namun aksinya dipergoki oleh korban, karena situasi gelap maka tersangka nekat memukul belakang kepala korban dengan batu hingga tewas, kemudian kembali lagi berkumpul dengan karyawan lain. Dalam aksinya Juhedi hanya berhasil mengambil 2 HP milik korban.

Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rokhman, SH, membenarkan penangkapannya, beberapa petugas sedang memburu teman tersangka yang bernama Agus, disebut-sebut ikut membantu dalam aksi pembunuhan, tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 365 dan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, jelasnya.(Haz).
Read more..

Komisi B Fasilitasi Warga lawan Dinas Poraparibud

Drs. Kusprigianto, MM. Kepala Dinas Poraparibud Trenggalek

Trenggalek, Memo

Bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (21/7) dilakukan pertemuan segitiga, antara warga Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, dengan Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Budaya (Dinas Poraparibud) Kabupaten Trenggalek yang difasilitasi oleh Komisi B, DPRD Trenggalek.
Kedatangan 17 orang warga Dukuh Karanggongso tersebut ke gedung DPRD dalam rangka mengadukan, adanya perlakuan semena-mena dari Kepala UPTD Dinas Poraparibud Kabupaten Trenggalek, yang akan menggusur banggunan warga, yang mempunyai kios di pertokoan Pasir Putih. Yang dianggap UPTD melanggar bestek.

Selain itu warga juga mempunyai usulan agar dilakukan rolling jabatan Kepala UPTD yang ada di Prigi, karena warga menganggap, Kepala UPTD Dinas Poraparibud di Prigi yang berinisial J itu, wataknya sudah sedemikian kaku. Sehingga sulit untuk bekerjasama dengan warga. Masih ada lagi yang diinginkan warga, tentang pemanfaatan lahan kosong yang ada disekitar pasir putih, untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan ekonomi warga di sekitar pantai pasir putih, untuk tempat penitipan kendaraan dan tempat berjualan ikan dan souvenir khas Trenggalek.

Jalannya pertemuan dipimpin Ketua Komisi B, DPRD Trenggalek, Drs Sukadji, yang mampu mengendalikan desakan warga pada Kepala Dinas Poraparibud Drs Kusprigianto MM. Menurut Sukadji, yang terpenting menyongsong dibukanya Jalur Lintas Selatan (JLS), warga harus segera membentuk kelembagaan yang kuat, agar nantinya mampu menangkap peluang ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan warga di pesisir selatan.

Sementara itu, Kusprigianto ketika dikonfirmasi membantah rencana adanya penggusuran itu, hanya miss komunikasi saja. “Jadi ada warga yang membangun tangga tanpa ijin dari dinas,” itu saja kata Kusprigianto , putra asli kelahiran Prigi itu. Dia menambahkan, “solusinya sudah kita sepakati antara warga dan kami, untuk memindahkan ke samping bangunan”. Pihaknya akan segera bergerak sehingga tercipta kondisi yang kondusif dan yang terpenting ada kegiatan ekonomi yang berkelanjutan disini. “Dan untuk kelembagaan Pokdarwis akan di SK- kan Kepala Dinas saja, saya kira sudah mencukupi” jelasnya.

Mahfud (40) selaku koordinator warga Dukuh Karanggongso yang mendatangi kantor dewan, merasa cukup puas, walaupun belum terpenuhi semua usulannya, namun sudah ada solusi dan antisipasi tentang bagaimana mengelola daerah wisata menjadi idaman wisatawan. Apalagi dukungan juga datang dari, angggota dewan yang asal Watulimo Ahmad Jauzi Turseno. Dia menyanggupi untuk menampung semua keluhan warga di Kecamatan Watulimo, sehingga warga tidak harus jauh-jauh datang ke Trenggalek.(Haz)
Read more..

BARU KENAL LEWAT HP, BAWA KABUR HONDA SUPRA

Trenggalek, Memo

Sial dilami Yustiana (17) pelajar SMAN I Tugu, warga jalan WR Supratman Rt 07 Rw 03 Kelurahan Sumbergedong Trenggalek, selasa (21/7) menjadi korban penipuan, Honda Supra 125 warna hitam nopol AG 6952 Z miliknya di bawa kabur lelaki yang baru 2 bulan di kenalnya dan mengaku bernama Galih Candra Wibisono asal Kediri.

Kepada petugas, Yustiana menceritakan awal mula mengenal pelaku, yaitu saat baru pulang dari sekolah mendapat SMS dari nomor yang belum di kenalnya, dan akhirnya terjadilah perkenalan, pelaku mengaku sebagai anggota Polri, tepatnya dinas di kota Tulungagung sebagai anggota intel, dari perkenalan tersebut keduanya semakin akrab.

Dan Selasa sekitar pukul 06.30 pelaku menghubungi Yustiana ingin bertemu berniat meminjam sepeda motornya, setelah keduanya bertemu, pagi itu pelaku mengantarkan korban kesekolah terlebih dahulu, kemudian membawa motornya, pelaku juga berjanji akan menjemput jika pulang sekolah nanti, akan tetapi sepulang sekolah yang di tunggu-tunggu korban tidak kelihatan batang hidungnya, akhirnya melapor ke Polres Trenggalek.

Kabag Binamitra Polres Trenggalek membenarkan adanya laporan kasus tersebut, “Kami sudah menerima laporannya, dan saat ini anggota sudah kami kerahkan untuk melakukan penyelidikan,’’ ucap Kabag dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.(Haz)
Read more..

Check Out

Blog Sahabat Saya

Recent Posts