> Milisi Abbas Tangkap 8 Pimpinan dan Pendukung Hamas | Prigibeach Trenggalek

Milisi Abbas Tangkap 8 Pimpinan dan Pendukung Hamas

Tepi Barat-Infopalestina: Milisi Abbas terus melanjutkan aksi penangkapan di semua distrik Tepi Barat. Menurut sumber-sumber lokal pada Kamis (21/10) milisi menangkap 8 pimpinan dan pendukung Hamas di distrik Ramallah, Hebron dan Tulkarm.

Di Distrik Ramallah

Milisi Abbas menangkap eks tahanan Syaikh Majid Abu Khadijah (55) setelah menyerbu rumahnya di kota Tulkarm. Syaikh Majid sebelumnya mendekam di penjara Israel selama tiga tahun. Ia adalah ayah dari tahanan Ismail Abu Khadijah, anggota Al Qassam yang dihukum tujuh tahun penjara. Saat ini Syaikh Majid menderita beberapa penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan lainnya.

Milisi Abbas juga menangkap eks tahanan Syaikh Maher Abu Kuwaik (55) setelah menyerbu rumahnya. Ia pernah mendekam di penjara Israel selama beberapa tahun dan di tahanan milisi di Ramallah.

Milisi juga menangkap Syaikh Ishmat Abu Bakar (55) setelah menyerbu rumahnya di desa  Deirebzia, sebelumnya ia pernah menjadi tahanan milisi.

Pada sisi lain, para interogator milisi menggunakan beragam cara penyikasaan brutal. Sejumlah tahanan yang dibebaskan menegaskan penggunaan beragam cara brutal oleh para interogator milisi dalam menginterogasi para tahanan di penjara Baitunia, cara paling brutal adalah mengikat tahanan selama satu jam, tahanan diikat dan digantungkan pada roller lalu kedua kaki diangkat dari tanah dan roller diputar dengan alat khusus. Cara ini digunakan terhadap tahanan Hamas segera setelah mereka ditangkap dan terus berlangsung selama 36 jam tanpa diijinkan shalat, istirahat atau tidur.

Sumber terdekat dari keluarga tahanan Syaikh Ibrahim Abdul Majid menyatakan kondisi kesehatan beliau semakin memburuk akibat siksaan keras yang dialaminya, di samping isolasi dari tahanan lainnya dalam sel tersendiri.

Dalam konteks yang sama, milisi menangkap Muhammad Kifayah dan Toha Badr dari kamp Am’ari, mereka ditempatkan di ruang penyelidikan. Kifayah pernah mendekam selama lima tahun di penjara Israel dan mengalami interogasi brutal sejak satu setengah bulan lalu.

 Dalam konteks yang sama, sumber dekat keluarga dua tahanan, Abdul Jawwad dan Yusuf Ghaidan, menyebutkan penangguhan pengadilan militer kepada mereka untuk beberapa hari. Ghaidah ditahan sejak dua pekan lalu dan pernah mendekam lima bulan setengah di penjara keamanan preventif, selama ditahan mengalami penyelidikan brutal dan dibebaskan sebelum idul fitri yang lalu.

Di Distrik Nablus


Sebagai kelanjutan dari aksi PHK, Kabinet Ilegal Fayyad memecat tujuh karyawati Asosiasi Solidaritas Kebaikan, mereka adalah: Sabrine Salous, dan Berlant Alafore, dan Siham Abu-Soud, Amer Eman, Ola Aleeli, Inas Hamad, dan Hanen Darwaza. Pemecatan mereka setelah pertemuan seorang petugas preventif, Abu Husain Sharawi dengan Dewan Majlis Asosiasi.

Mereka semua pernah diperiksa milisi tiga bulan lalu, mereka ditahan dalam kondisi yang tidak kondusif yang menyebabkan menurunnya kondisi kesehatan dan kejiwaan mereka akibat tekanan dan interogasi yang mereka alami. Salah seorang dari mereka, Hanen Darwaza dilarikan ke rumah sakit akibat kesehatannya yang memburuk. Sementara itu milisi Abbas masih menahan beberapa pegawai asosiasi.

Dalam konteks yang sama milisi Abbas menangkap Bassam Duwaikat sejak dua pekan lalu, sebelumnya ia telah menjadi tahanan milisi.

Di Distrik Tulkarm

Milisi Abbas menangkap Rifat Abu Syarifah dari kota Tulkarm dan Syaikh Murad Abdullah dari Shaida. Keduanya pernah menjadi tahanan milisi. Dalam pada itu, milisi menangkap Bilal Adib Nasrullah dari kamp Nur Syams, Aiman Qauzah dari Azbah, Amir Basyir, Abdul Ghani, Ghassan Madhi, Mushab Qauzah dari kamp Tulkarm sejak sebulan lalu. Mayoritas mereka pernah ditahan berulang kali oleh milisi.

Di Distrik Al Quds

Milisi Abbas menangkap anggota majlis Qurawil Jaib, Abbas Abu Diyah dan eks tahanan Amir Abu Hammad dari Azriyah.

Di Distrik Hebron

Milisi Abbas menangkap eks tahanan Haji Salamah Ibrahim Faqih (58) dari desa Barj setelah menyerbu rumahnya di desa tersebut. Ia pernah mendekam sebelumnya di penjara Israel dalam penahanan administratif selama tiga tahun setengah. 

Dalam konteks yang sama, sumber terdekat keluarga tahanan Isa Shalih, menyebutkan ia dipindahkan ke penjara Yerikho untuk lanjutan interogasi. Disebutkan bahwa milisi Abbas memindahkan lebih dari 20 tahanan dari distrik Hebron ke penjara Yerikho pada akhir-akhir ini.(info-palestina)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.