> Maret 2010 | Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : Ujian Nasional 2010







Bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek siang tadi diselenggarakan Rapat Kesiapan Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA dan SMK se-Kabupaten Trenggalek. Acara diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Trenggalek. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Abdu Mansur berserta jajarannya, Kepala Kementerian Agama, Kapolres Trenggalek yang diwakili oleh Kabag Bina Mitra, Kompol Jumadi, dengan pasukan Kapolsek se Trenggalek, Ketua Tim Pemantau Independen, Yudi Setiyono, S.H.,M.H. (Ketua STKIP PGRI Trenggalek)dan seluruh Kepala SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Penyelenggara Ujian Nasional.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat-rapat sebelumnya, dengan tujuan utama memantapkan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Selain membahas tentang berbagai fenomena tindak kecurangan yang kemungkinan terjadi, para pembicara dan semua peserta sepakat untuk menindak-tegas setiap penyelewengan yang dapat berdampak negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dan hasil-hasilnya.

Dalam kesempatan itu juga dilangsungkan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2010. Bagi Anda yang membutuhkan materi pembicaraan para tokoh kita yang berperan dalam forum tersebut bisa mendownloadnya di sini. Dalam file tersebut tertera jadwal Ujian, nilai-nilai kelulusan dari setiap jenjang dan jurusan pendidikan.

Semoga bermanfaat, dan mari kita sama berdoa semoga Ujian Nasional di daerah Trenggalek bisa berlangsung lancar, sesuai dengan peraturan-perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi generasi penerus bangsa asal Kota Kripik Tempe ini. Amin.....


Read more..

Pria Berjenggot di Bilik Sembilan

SEPASANG suami istri datang ke warung Internet di lantai dua rumah toko Multiplus di Pamulang, Banten, menjelang tengah hari, Selasa pekan lalu. Sang suami yang menyewa komputer. Istrinya keluar lagi, menuju Salon Rinova di kompleks ruko yang sama.

Seorang berperawakan tinggi besar dan berjenggot datang beberapa menit kemudian. Ia segera ke lantai dua toko itu, mengambil tempat bilik komputer nomor sembilan. Sidik, -petugas Multiplus yang berjaga di lantai satu, mengenalinya. "Dia sudah tiga kali ke sini," kata pemuda 20 tahun ini.

Tak berapa lama, datang lagi seorang pria. Ia pun menuju warnet, tapi segera turun dan keluar. Tak lama ia datang lagi bersama tujuh orang bersenjata lengkap. Mereka menyerbu. Sidik mendengar suara tembakan beberapa kali. Ia diam ketakutan. Belakangan ia mengetahui, pria berjenggot itu tewas ditembak anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian.

Dialah pria yang tinggal di Jalan Asem, sekitar 300 meter dari Multiplus. Kepada para tetangga, ia mengaku bernama Yahya Ibrahim, bekerja di ruang pamer mobil dan sepeda motor. Tapi sehari kemudian, Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengumumkan Yahya adalah Dulmatin, tersangka teroris yang diburu sejak 2002. "Tingkat kesalahannya 1 dibanding 100 ribu triliun," katanya.

l l l

DUA pemuda duduk di halte bus Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Yang pertama Fathurrahman al Ghozi, veteran Afganistan asal Madiun, Jawa Timur. Yang lain Abdul Jabar, pemuda 33 tahun. Suatu siang pada Juli 2000, mereka mengamati target serangan: rumah Duta Besar Filipina. Jabar bertanya tentang alasan pemilihan sasaran. Yang ditanya balik bertanya, "Kau tahu kamp Abubakar?"

Jabar mengaku pernah melihat berita televisi tentang serangan tentara Filipina ke kamp pelatihan militer kelompok Jamaah Islamiyah di Mindanao, wilayah selatan negara itu. Ghozi menetap di kamp Abubakar sejak 1996, dan baru tiba di Jakarta beberapa hari sebelum pengamatan. "Kamp itu sudah lenyap," Ghozi menjelaskan. "Kita akan membalas dendam untuk itu." Mereka mengamati sasaran hingga sore, dan menemukan fakta penting: setiap tengah hari Duta Besar pulang untuk makan siang.

Pada saat yang sama, Amrozi, 37 tahun, yang tinggal di Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, sibuk mencari mobil pembawa bom. Dalam waktu singkat, ia mendapat Suzuki van -merah. Ia mengikis nomor kerangka mobil itu. Di tengah kesibukan, ia menerima telepon dari Dulmatin, yang menyuruhnya membeli bahan kimia untuk membuat bom: 200 kilogram potasium klorat, 25 kilo sulfur, dan 25 kilo bubuk aluminium.

Mobil dan bahan pesanan itu segera dibawa ke rumah Dulmatin di Pekalongan, Jawa Tengah. Bom segera dirakit. Tuan rumah mencampur bahan kimia dengan tangan: sembilan kilo potasium klorat untuk setiap tiga kilo sulfur dan tiga kilo bubuk aluminium. Tiap porsi dimasukkan ke wadah plastik, dilubangi atasnya buat memasukkan detonator. Dulmatin lalu memasukkan tas ke mobil, berisi detonator jarak jauh yang dimodifikasi. Walkie talkie bekas dipakai untuk memicu ledakan dari jarak maksimal 500 meter.

Dulmatin, Amrozi, dan enam orang lainnya bergegas menuju Jakarta. Di Ibu Kota mereka bertemu dengan Abdul Jabar dan Usman, anggota komplotan lainnya. Waktu serangan telah diputuskan, 1 Agustus 2000. Sisa hari sebelum tanggal itu mereka manfaatkan buat memasang sumbat dan kawat peledak.

Pada hari serangan, Usman memarkir mobil bom di dekat gerbang rumah Duta Besar Filipina. Pada pukul 12.30, Mercedes Duta Besar Leonides Caday tiba. Ghozi berjalan di trotoar mendekati sasaran agar mencapai jarak 500 meter. Klik, ia menekan handy talkie. Dalam sedetik, bunyi gelegar membahana. Caday yang duduk di kursi kiri belakang terluka: empat tulangnya patah, darah mengucur dari tubuhnya yang dihantam pecahan kaca. Tapi ia selamat. Bom membunuh seorang petugas satpam dan seorang perempuan pejalan kaki. Belasan orang lainnya luka luka.

Inilah "karya" pertama Dulmatin dalam curriculum vitae terorismenya. Tetap menjadi perakit bom, ia bergabung kembali dengan Usman dan Abdul Jabar pada akhir tahun yang sama. Dalam proyek pengeboman malam Natal, mereka memilih tiga gereja Katolik dan tiga gereja Protestan di seluruh penjuru Jakarta. Serangan kali ini gagal karena Abdullah, si pembawa bom, ketakutan sehingga bom-bom ia letakkan dan meledak di luar kompleks gereja sasaran. Setelah serangan, mereka lari ke Jawa Tengah. Esok paginya, mereka menonton televisi di rumah Dulmatin di Pekalongan yang mengabarkan peledakan.

l l l

PUNCAK kejahatan Dulmatin dilakukan di Bali. Ia tiba di Denpasar pada 6 Oktober 2002. Kali ini ia bergabung dalam komplotan bersama dua warga negara Malaysia, Doktor Azahari dan Noor Din M. Top, serta Imam Samudra, Umar Patek, dan Abdul Ghoni. Amrozi kembali bergabung bersama kakaknya, Ali Ghufron, dan adiknya, Ali Imron. Mereka menjadikan sebuah rumah di Jalan Pulau Menjangan sebagai markas.

Dulmatin merakit tiga bom. Untuk ledakan pengalihan, bom dipasang dalam enam kantong dijahit dalam rompi, masing masing berisi enam pipa PVC dengan sebatang dinamit. Bom kedua untuk Konsulat Amerika Serikat, hanya terdiri atas bungkusan lima kilogram dinamit terhubung dengan detonator jarak jauh, memakai telepon seluler Nokia. Dua bom ini dipakai hanya untuk simbol serangan, bukan untuk membuat kerusakan.

Bom utama ditaruh dalam mobil L300, yang dibeli Amrozi atas perintah Imam Samudra. Total ada satu ton lebih campuran potasium klorat, sulfur, dan bubuk aluminium sesuai dengan resep 3:1:1. Campuran dimasukkan ke empat laci beberapa lemari plastik, disambungkan dengan kawat dan detonator buatan India.

Dengan seluruh kemampuan elektroniknya, Dulmatin membuat papan sirkuit yang terhubung ke baterai 9 volt. Diletakkan dalam wadah tertutup, sirkuit menghantarkan listrik ke detonator dengan empat metode: dengan sinyal telepon seluler, pengatur waktu, pemicu manual, atau pemicu otomatis. Bom raksasa ini mendapat sentuhan terakhir dari Azahari, ahli bom komplotan itu.

Pada 12 Oktober 2002, bom pengalihan diledakkan di Sari Club, Legian. Bom utama meledak beberapa menit setelahnya, meluluh lantakkan Paddy's Club. Malam Minggu di Pulau Dewata menjadi petaka, 202 orang tewas. Sebagian besar warga negara Australia, termasuk rombongan pemain rugbi yang sedang berlibur.

Tatkala berita pengeboman disiarkan langsung di televisi, Dulmatin dan Azahari telah berada di Jawa. Ketika polisi menggelar operasi pengejaran dan menangkap sebagian besar penjahat, Dul menyeberang ke Filipina Selatan. Ia bergabung dengan kolega lamanya, Al Ghozi.

Dianggap terlibat kasus terorisme di negara itu, mereka diburu tentara setempat. Pemerintah Amerika Serikat menjanjikan hadiah US$ 10 juta bagi siapa pun yang bisa menangkap atau membunuh Dulmatin. Tak mengherankan, setidaknya tiga kali tentara Filipina mengklaim berhasil membunuh pria bernama asli Joko Pitono itu.

l l l

JEJAK Dulmatin tercium pada awal 2008. Dari wilayah Filipina Selatan, ia berkomunikasi dengan beberapa aktivis di Tanah Air. Setahun kemudian, menurut keterangan sejumlah sumber, ia benar benar tiba di Jakarta. Ia memutar masuk melalui Batam menggunakan paspor atas nama Yahya Ibrahim yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Timur.

Menurut Mawi Hartono, ketua RT yang membawahkan Jalan Asem, Pamulang, Yahya Ibrahim menetap di wilayahnya sejak 13 April 2009. Di KTP yang dibawanya, Yahya ditulis lahir di Jakarta, 2 Januari 1973. Alamatnya Jalan Masjid Fathul Ghofur RT 1/RW 4, Kelurahan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Yahya tinggal di rumah kontrakan milik Fauzi Syarief, mantri kesehatan. Ia mengaku kerja di ruang pamer motor di Ciputat. Tak lama, Yahya menampung dua pria lainnya, mengaku sebagai Umar dan Muhammad Subqha. Kepada tetangga, Umar menyebut dirinya mahasiwa Universitas Islam Negeri Sya-rif Hidayatullah. Subqha menyatakan kerja bersama Yahya menjual motor.

Yahya sering berkunjung ke rumah kontrakan pasangan Marko dan Tari, 300 an meter dari tempat tinggalnya. Kontrakan di Jalan Madrasah ini juga dihuni Nurhasan dan Ridwan, belakangan disebut sebagai pengawal Dulmatin. "Yahya berkunjungnya malam hari," kata Imas, yang tinggal di rumah kontrakan sebelah Marko. Ketika datang, biasanya mereka, "Bolak balik dulu, baru masuk rumah. Seperti melihat situasi."

Empat bulan setelah kedatangan -Yahya alias Dulmatin di Pamulang, bom bunuh diri meledak di Hotel Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan. Aksi teror ini membuat polisi mengerahkan segala kekuatan buat mengejar kom-plotan pelaku teror. Puncaknya tercapai pada 17 September 2009, ketika Detasemen Khusus 88 menembak mati Noor Din M. Top di Solo, Jawa Tengah.

Setelah kematian Noor Din, menurut keterangan sejumlah polisi, kelompok Jamaah Islamiyah menunjuk Dulmatin menjadi pemimpin militer. Ia melakukan koordinasi dan mulai merekrut pasukan. Ia bergabung kembali dengan kolega lamanya: Abdullah Sunata dan Pura Sudarma alias Jaja. Sunata pernah dipenjara karena dituduh me-nyembunyikan Noor Din. Adapun Jaja buron lama, memimpin sejumlah pelatihan dan merekrut para pelaku peledakan bom bunuh diri, termasuk Ikhwan Maulana yang meledakkan Ritz Carlton, tahun lalu.

Awal Januari, mereka mulai menggelar tadrib alias pelatihan militer, yang diwajibkan dalam jihad, di wilayah -Jantho, Aceh Besar. Pesertanya datang dari sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jakarta. Salah satunya -Sapta Adi alias Ismet Hakiki alias Syailendra, pria asal Banten yang tinggal di Petamburan, Jakarta Pusat. Pada 2004, jejaknya terlihat dalam bom Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Ia meminjamkan sepeda motornya buat Azahari dan Muhammad Rois, buat mengawasi aksi proyek itu.

Malik, tetangganya, mengatakan Syailendra pernah bekerja menjadi petugas satpam di Plaza Senayan. Ia bertemu dengan Syailendra, akhir tahun lalu. "Waktu itu dia bilang mau ke Aceh," katanya kepada Tempo.

Menurut Malik, Syailendra acap kali hilang dan muncul. Kalau pulang, kata dia, Syailendra ditemani orang orang berbeda. Ia pernah melihat tetangganya itu datang bersama lima orang, rata-rata 20 tahun. "Waktu itu dia juga pernah ngajak orang Petamburan, tapi enggak berhasil," tuturnya.

Polisi tak ketinggalan langkah. Mereka mengendus kegiatan ilegal di Aceh. Pada 22 Februari, Detasemen Khusus menyerbu tempat latihan. Belasan orang ditangkap, termasuk Syailendra dan rekannya dari Banten, Zaky Rahmatullah, serta Yudi Zulfahri dari Aceh. Yudi, lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, paling banyak buka suara.

Menurut sumber di detasemen, ketiga tersangka menyebutkan satu nama: Mansur. Dalam pertemuan-pertemuan di Jakarta, Mansur mengaku tinggal di Pamulang. Dialah yang mengkoordinasi pengiriman peserta dari luar Aceh, memasok senjata, serta membiayai pelatihan. Karena menganggap sebagai tokoh penting, detasemen menyelidiki- laki laki itu. Data hasil pemeriksaan Syailendra, Zaky, dan Yudi segera dikirim ke Jakarta.

Bersamaan dengan operasi di Aceh, detasemen ternyata juga menggelar aksi rahasia. Mereka membuntuti anggota anggota jaringan Jamaah Islamiyah di Jakarta. Salah satunya seseorang bernama Yahya di Pamulang. Ia menarik perhatian karena aktif sekali menjalin kontak dengan kelompok Jamaah Islamiyah di Filipina, baik melalui e-mail maupun telepon. Anggota detasemen memotretnya dari kejauhan. "Tapi kami belum tahu, siapa pria yang kami buntuti ini," kata sumber Tempo.

Data dari Aceh merangkai informasi penting. Detasemen menyimpulkan, Mansur sama dengan Yahya yang mereka buntuti di Pamulang. Mereka lalu menunjukkan foto Yahya kepada Yudi, yang langsung berseru: "Dialah Mansur."

Hasil analisis dan cek silang ke bank data yang mereka miliki, detasemen juga menyimpulkan, Mansur alias Yahya ternyata adalah Dulmatin. Tim antiteror kepolisian segera dikerahkan buat memburunya. Satu tim diterjunkan ke Cipayung buat memburu Abdullah Sunata. Rumahnya kosong. Satu tim ke Depok buat mengejar Sofyan dan berhasil menangkap desersi polisi itu. Satu tim lainnya dikirim ke Pamulang, menyerbu Yahya alias Mansur alias Dulmatin.

Tim di Pamulang menyamar dengan berbagai rupa. Sebagian mondar mandir di sekitar rumah Yahya. Sebagian menyewa komputer di lantai dua Multiplus. Senin pagi pekan lalu, mobil minibus Elf warna perak parkir tak jauh dari Multiplus. Sukirman, sopir taksi Koperasi, menduga itu mobil polisi yang sedang mengintai. "Soalnya mobil itu datang lagi esok harinya," ujarnya.

Kali ini mobil Elf beriringan dengan empat Avanza. Mereka parkir di luar Multiplus. Terlihat juga satu mobil boks. Beberapa menit setelah pria berjenggot masuk toko multiguna itu, orang orang bersenjata laras panjang keluar dari mobil dan menyerbu lantai dua. Tembakan terdengar dalam sekejap.

Sejam kemudian, anggota -detasemen menyerbu rumah Yahya alias Dulmatin. Tiba tiba dua orang melesat mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder. Tiga puluh meter dari jalan besar, polisi menembak mereka. Keduanya Ridwan dan Hasan Nur, pengawal Dulmatin. Di rumah itu, polisi juga menangkap dua orang bernama Bakti Rahma alias Abu Haikal dan Syaiful Siregar alias Imam.

Kurang dari setahun setelah kepulangannya dari Filipina Selatan, Dulmatin tewas. Curriculum vitae-nya berakhir di tempat persewaan komputer.

Sumber : Tempo - Budi Setyarso, Chetta Nilawati (Jakarta), Joniansyah (Banten), Jalil Hakim (Bali)


Read more..

Sri Mulyani Dalam Pandangan Media Internasional

Sri Mulyani Diliput Media Internasional


FACTBOX - Facts about Indonesia's Sri Mulyani Indrawati
Wed, Mar 3 01:21 PM

The role of Indonesia's reformist finance minister, Sri Mulyani Indrawati, in the bailout of a small bank will be debated by parliament on Wednesday following months of hearings by a committee.

A committee probing the 2008 bailout of Bank Century on Tuesday handed two conflicting recommendations to parliament. One found the bailout was justified, the other called for a criminal investigation into Indrawati and Vice President Boediono.

Here are five facts about Indrawati:

* Indrawati, 47, ranks among the most powerful women in the region and is one of the few Indonesian policymakers with an international profile.

* As finance minister, she has cleaned up the corrupt tax and customs departments by introducing more transparent practices, firing those caught taking bribes, and even springing surprise raids on staff to keep them honest.

Her policy of increasing tax collection to boost state revenues has earned her many enemies among the business elite who are now under pressure to pay up -- particularly after the tax office published a list of the 100 top tax dodgers which included a coal firm controlled by tycoon and politician Aburizal Bakrie.

* During her time as finance minister, Southeast Asa's largest economy has become a member of the Group of 20 leading economies and is one of the fastest growing ones in the region, partly thanks to the combination of sound economic policies and a more stable political situation.

Fitch upgraded Indonesia's sovereign credit rating to one notch below investment grade in January. It is expected to achieve the coveted investment grade within a couple of years and join Brazil, Russia, India and China -- the BRICs -- as a member of the emerging market elite.

* On the downside, she has been less successful in going after some of the Suharto-era figures facing accusations of corruption, and has met resistance from less reform-minded cabinet colleagues and coalition politicians, particularly Bakrie, the tycoon who heads the Golkar Party.

Her decision to rescue Bank Century in 2008 in order to avert a wider financial crisis was the subject of a highly politicised parliamentary inquiry that has now handed its recommendations to the house of parliament.

* She got her doctorate in economics from the University of Illinois, lectured at Georgia University on Indonesia's economy, and was an executive director of the International Monetary Fund representing 12 economies in Southeast Asia from 2002-2004.

(Reporting by Sara Webb and Sunanda Creagh; Editing by Sanjeev Miglani)
Sumber: http://in.news.yahoo.com/137/2010030...sia-s-sri.html

Buat juragan yang kurang mengerti dibawah ini terjemahannya:

FACTBOX - Fakta tentang Indonesia, Sri Mulyani Indrawati
Wed 3 Mar 01:21

Peran reformis di Indonesia menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam bailout bank kecil akan diperdebatkan oleh parlemen pada hari Rabu bulan-bulan berikutnya sidang oleh panitia.

Sebuah komite penyelidikan 2008 bailout Bank Century pada hari Selasa menyerahkan dua rekomendasi kepada parlemen yang saling bertentangan. Satu menemukan bailout dibenarkan, yang lain meminta penyelidikan kriminal Vice President Indrawati dan Boediono.

Berikut ini adalah lima fakta tentang Indrawati:

* Indrawati, 47, peringkat di antara wanita yang paling kuat di kawasan dan merupakan salah satu dari beberapa pembuat kebijakan Indonesia dengan profil internasional.

* Sebagai menteri keuangan, dia telah membersihkan pajak dan bea cukai korup departemen dengan memperkenalkan praktik lebih transparan, memecat mereka yang tertangkap menerima suap, dan bahkan melompat serangan kejutan staf untuk membuat mereka jujur.

Kebijakan nya meningkatkan pemungutan pajak untuk meningkatkan pendapatan negara telah menerima dia banyak musuh di kalangan elite bisnis yang sekarang di bawah tekanan untuk membayar - terutama setelah kantor pajak menerbitkan daftar 100 top Dodgers pajak yang termasuk perusahaan batubara dikontrol oleh Taipan dan politikus Aburizal Bakrie.

* Selama waktu sebagai menteri keuangan, Asa Tenggara ekonomi terbesar telah menjadi anggota dari 20 Kelompok ekonomi terkemuka dan merupakan salah satu yang paling cepat berkembang di kawasan itu, sebagian berkat kombinasi kebijakan ekonomi yang sehat dan situasi politik yang lebih stabil .

Fitch upgrade kedaulatan Indonesia peringkat kredit ke satu tingkat di bawah tingkat investasi di bulan Januari. Diharapkan untuk mencapai nilai investasi yang didambakan dalam beberapa tahun dan bergabung Brazil, Rusia, India dan Cina - yang BRICs - sebagai anggota elit pasar yang sedang berkembang.

* Pada sisi negatifnya, ia telah kurang berhasil dalam mengejar beberapa tokoh era Soeharto menghadapi tuduhan korupsi, dan telah bertemu perlawanan dari kurang reformasi kabinet yang berpikiran kolega dan koalisi politisi, terutama Bakrie, konglomerat yang memimpin Partai Golkar .

Keputusannya untuk menyelamatkan Bank Century pada tahun 2008 dalam rangka untuk menghindari krisis keuangan yang lebih luas adalah subjek yang sangat parlemen politicised penyelidikan yang kini telah menyerahkan rekomendasi ke rumah parlemen.

* Dia mendapat gelar doktor dalam ilmu ekonomi dari University of Illinois, kuliah di Universitas Georgia pada perekonomian Indonesia, dan merupakan direktur eksekutif Dana Moneter Internasional yang mewakili Tenggara 12 ekonomi di Asia dari 2002-2004.

(Reporting by Sara Webb dan Sunanda Creagh; Editing by Sanjeev Miglani)

Sumber : Kaskus

Read more..

Trenggalek : Forum SKPD Bahas Musrenbang

Trenggalek (prigibeach.com) - Forum SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas program dan kegiatan pembangunan hasil musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) kecamatan dengan SKPD atau gabungan SKPD, serta untuk menyusun dan menyempurnakan Rencana Kerja SKPD.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S. Ag., MM., saat membuka Forum SKPD Kabupaten Trenggalek, bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu 3 Maret 2010. Hadir dalam acara ini Pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ketua Komisi dan Fraksi DPRD Kabupaten Trenggalek, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa dan Ketua BPD, serta perwakilan LSM yang ada di Kabupaten Trenggalek.


Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Forum SKPD memiliki posisi strategis dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah karena dalam forum ini mempertemukan kelompok masyarakat sektoral dan kewilayahan. Dalam forum ini, juga dilakukan penyelarasan usulan antara hasil-hasil musrenbang kecamatan dengan draft Rencana Kerja SKPD, serta memberikan kesempatan kepada kelompok sektoral untuk memberikan masukan sekaligus usulan kegiatan untuk mengatasi persoalan pembangunan yang ada.


Wakil Bupati menambahkan bahwa permasalahan dan tantangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Trenggalek ke depan masih cukup berat karena masih tingginya angka pengangguran sebagai dampak dari kurangnya lapangan kerja, yang pada akhirnya berakibat pada kurangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat.


Sebenarnya Kabupaten Trenggalek masih terbentang peluang untuk mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan mengingat sebagian besar potensi maupun masyarakatnya berada pada sektor agraris, sehingga perlu upaya mengarah kepada peningkatan kesempatan kerja di sektor agraris atau pertanian dalam arti luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Mahsun Ismail, S. Ag.,MM.

Dengan berdasar permasalahan dan tantangan tersebut, serta berbagai program pembanguan yang telah kita laksanakan maka tema Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Trenggalek pada tahun 2011 adalah "Memperkuat Perekonomian Pedesaan Dalam Rangka Menuju Terwujudnya Otonomi Desa".


Berdasar tema di atas, maka kebijakan pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun 2011 diarahkan dalam sembilan program prioritas pembangunan, yaitu: pengurangan pengangguran/penciptaan lapangan kerja; peningkatan pendidikan dan pelatihan; peningkatan pelayanan kesehatan; revitalisasi pertanian dan peternakan; pengembangan kelautan dan perikanan; percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan; pelestarian sumber-sumber mata air; upaya terus-menerus terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa; serta pemberdayaan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja.


Pada akhir sambutannya Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. menghimbau agar penyelenggaraan Forum SKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Trenggalek tahun 2011 diarahkan pada peningkatan pembangunan pertanian dalam arti luas, sehingga dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi desa, maka dengan sendirinya akan berdampak pada kuatnya otonomi desa.


Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek, selaku pihak eksekutif, akan mengusulkan kepada DPRD untuk mendapatkan persetujuan Dana BLM sebesar Rp 100 juta, guna pembangunan infrastruktur perdesaan bagi setiap desa/kelurahan, yang mengarah kepada pembangunan pertanian dalam arti luas untuk meningkatkan pembangunan desa.(humas/hab)

Read more..

Jelang Pilkada : Warna-warni Baliho H. Soeharto Sang Incumbent (Bagian 3)


Biodata Incumbent H. Soeharto

Nama : H. SOEHARTO

Tempat & Tanggal Lahir : Trenggalek, 09 Desember 1949
Alamat : Jl. Pemuda No.1 RT. 4 RW. 1 Kelurahan Surodakan Trenggalek
Telp. : 0355-794066 HP:08121104831
Email : madhepmanteb@yahoo.com

Nama Istri : Hj. Wahyu Purwantiningsih
Jumlah Anak : 4 ( empat ) Orang
  1. Retno Wulanjari Soeharto
  2. Agung Bhramanti Soeharto
  3. Bayu Swandhani Soeharto
  4. Dyah Miranti Soeharto

Riwayat Pendidikan :

  1. SR SR NEGERI 2 TRENGGALEK 1962
  2. SMP SMP NEGERI 2 MOJOKERTO 1965
  3. SMA SMA NEGERI TRENGGALEK 1969
  4. D1 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1971
  5. D2 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1976
  6. D3 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1985
  7. S1 STT TELKOM BANDUNG 1993

Riwayat Pekerjaan

  1. TELKOM SEMARANG TEKNIK SROSS 1971 - 1974
  2. SBB UJUNG PANDANG OPTEK SKSD 1976 - 1983
  3. TELKOM SCPC REPAIR CENTRE PENGENDALI SATELIT 1985- 1986
  4. TELKOM PERLENGKAPAN WILOP SKSD JAKARTA 1986- 1990
  5. TELKOM WASLAKPEM DIVPEM JAKARTA 1994 - 1995
  6. TELKOM WASLAKPEM WITELSAT JAKARTA 1996 - 1997
  7. TELKOM BIDPEMLOG DIVNET JAKARTA 1998
  8. TELKOM KALIMANTAN PROYEK DMW 1998 - 1999
  9. TELKOM SUMSEL PROYEK FIBER OPTIK 1999 - 2001
  10. TELKOM PROYEK TV CABLE JAKARTA 2001 - 2002
  11. TELKOM PROYEK FIBER OPTIC KABEL LAUT BATAM -SINGAPURA -THAILAND 2003
  12. TELKOM FUNGSIONALIS PERUSAHAAN 2003
  13. EMKAB TRENGGALEK BUPATI 2005 - 2010


Pengalaman di Organisasi

1. KORPRI PELINDUNG 2005 - 2010
2. PRAMUKA PELINDUNG 2005 - 2010
3. YAYASAN AL - HIDAYAH BOGOR KETUA 2004 - SEKARANG

Pengalaman Dalam Bidang Profesi:


1. TELKOM - 1971 - 2004 PENSIUN TAHUN 2004

Pengalaman / Keahlian Khusus :


1. SARJANA ELEKTRO / TEKNIK TELEKOMUNIKASI
2. PEMERINTAHAN


Penghargaan Yang Pernah diterima :

  1. PIAGAM MASA KERJA 15 TAHUN PT. TELKOM 1987
  2. PIAGAM MASA KERJA 20 TAHUN PT. TELKOM 1991
  3. PROJECT MERCURY TELCOM FOR UNTAC TELCOM AUSTRALIA / OTC AUSTRALIA 1993
  4. PARTISIPASI DUKUNGAN TEAM OLIMPIADE ATLANTA USA KONI PUSAT DAN CITIBANK 1996
  5. PIAGAM APRESIASI KARYA BHAKTI 30 TAHUN PT. TELKOM 2001
  6. PURNA BHAKTI PT.TELKOM 2003
  7. PIAGAM PENGHARGAAN ATAS KEPEMIMPINAN DAN KOMITMENNYA DALAM MEMANTAPKAN KEBERLANSUNGAN PROGRAM KB NASIONAL BKKBN PROVINSI JAWA TIMUR 2006
  8. PIAGAM DAN PENGANUGERAHAN PLAKAT DAERAH PAHLAWAN DEVISA MANAJEMEN GRAPARI TELKOM KEDIRI 2007
  9. TANDA PENGHARGAAN LENCANA PANCAWARSA KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA 2008
  10. "ADIBAKTI MINA BAHARI" BIDANG PESISIR UNTUK KATEGORI PEJABAT PEMBINA DARI MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN RI 2008
  11. TANDA PENGHARGAAN LENCANA DHARMA BHAKTI" KETUA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA 2008
  12. PIAGAM SEBAGAI NARASUMBER PADA SEMINAR PEMBANGUNAN PEDESAAN BAPPENAS 2009
  13. CERTIFICATE PADA SEMINAR INTEGRATED ACTION FOR IMPROVING QUALITY LIFE USAID ( RAKYAT AMERIKA ) 2009
  14. PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBICARA PADA SEMINAR "MEMAKSIMALKAN POTENSI PANGAN LOKAL SEBAGAI WUJUD KEDAULATAN PANGAN NASIONAL" IPB BOGOR 2009
  15. PIAGAM PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBICARA PADA SEMINAR PEMBANGUNAN PEDESAAN BERBASIS KETAHANAN PANGAN BAPPENAS 2009
  16. PIAGAM PENGHARGAAN "MANGGALA KARYA BAKTI HUSADA ARUTALA" MENTERI KESEHATAN 2009
  17. PENGHARGAAN SEBAGAI "TOKOH PEDULI BUDAYA INDONESIA 2009" MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 2009

(tim prigibeach.com/adv)

Read more..

Check Out

Blog Sahabat Saya

Recent Posts