> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Eko-Bis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eko-Bis. Tampilkan semua postingan

HUT RI dan Hari Jadi Trenggalek : TP PKK Trenggalek Gelar Lomba Masak Ikan


Hj. Penny Mulyadi, Ketua TP Penggerak PKK Trenggalek.

Trenggalek (prigibeach.com) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 Tahun 2011 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, PPHBN RI Tahun 2011 melalui Seksi Kewanitaan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Trenggalek, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kabupaten Trenggalek dan Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Trenggalek akan menyelenggarakan "Lomba Memasak Dengan Bahan Dasar Ikan" yang akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Juli 2011 mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Menurut Ny. Penny Mulyadi, selaku Ketua Seksi Kewanitaan, lomba ini dibagi 3 (tiga) kategori, yakni Kategori I dengan peserta dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Pimpinan DPRD, Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek, Staf Ahli Bupati, Asisten dan Kepala Bagian Lingkup Setda, Dinas Instansi Vertikal, Perbankan, Ketua Asosiasi dan Camat se-Kabupaten Trenggalek, masing-masing peserta sarimbit (isteri dan suami). Untuk Kategori II pesertanya adalah perwakilan dari Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek, sedangkan Kategori III pesertanya adalah perwakilan dari Rumah Makan, Warung, Restaurant dan Pengusaha Katering/Jasa Boga yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Khusus untuk Kategori I, peserta tidak dipungut biaya pendaftaran, demikian lanjut Ny. Penny Mulyadi. Sedangkan untuk pelaksanaan technical meeting dan pengambilan nomor peserta bagi peserta Kategori I akan diselenggarakan pada Selasa, 19 Juli 2011 pukul 09.00 WIB bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek. Tiap peserta dari Kategori I wajib mengikuti technical meeting ini atau bisa juga diwakili oleh istri masing - masing peserta.

Selain itu, masih disampaikan oleh Ny. Penny Mulyadi, demi kelancaran dan kesuksesan lomba tersebut ada beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi oleh peserta, antara lain : proses memasak dilaksanakan di tempat lomba, peralatan masak dan kelengkapannya dibawa sendiri oleh peserta, meja masak dan tempat penyajiannya disiapkan oleh panitia, bahan dasar masakan ikan yang sudah dibersihkan serta kelengkapannya dibawa sendiri oleh peserta, masakan disajikan dengan peralatan sendiri sesuai selera, taplak dan perlengkapan lomba disiapkan oleh masing-masing peserta, wajib menyediakan masakan untuk keperluan penilaian, peserta diperbolehkan memberi atau menambahkan hiasan sesuai selera, boleh membawa 1 (satu) orang tenaga pembantu, peserta diwajibkan memakai clemek dari bahan daur ulang/bahan bekas, pakaian peserta bebas rapi, boleh membawa anggota untuk yel-yel/penggembira dan masakan yang disajikan harus dilengkapi dengan nasi.

Lebih lanjut Ny. Penny Mulyadi menjelaskan bahwa dengan lomba ini diharapkan muncul resep-resep baru dalam mengolah ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Selain itu, dengan lomba ini dapat masyarakat dapat meningkatkan konsusim makan ikan, terutama bagi para balita, karena makanan dari bahan dasar ikan sangat baik bagi pertumbuhan anak.

"Kita memiliki wilayah laut dan penghasil ikan cukup besar, namun belum semua masyarakat Trenggalek gemar makan ikan. Oleh karena itu melalui acara ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk gemar makan ikan" demikian Hj. Penny Mulyadi.

Untuk informasi lebih lanjut akan disampaikan saat technical meeting atau peserta bisa juga menghubungi Sekretariat PKK di nomor 0355 - 791265, demikian pungkas Ny. Penny Mulyadi.(Haz).

Read more..

Kontingen Rembang “Ngudi Kaweruh” Tentang Mocaf

 Foto : Ny.Penny Mulyadi dan Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang, Hj.Umi Jazilah Salim (kiri).

Trenggalek (prigibeach.com) -
Keberhasilan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dalam mengolah ketela pohon menjadi sumber makanan non beras yang mengandung nutrisi berkualitas ternyata mengundang beberapa daerah untuk menimba ilmu. Kali ini giliran Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bertandang ke daerah yang juga kesohor dengan keripik tempe ini  Senin, (27/6). Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang, Hj. Umi Jazilah Salim dengan anggotanya sebanyak 46 orang terdiri dari beberapa unsur mulai dari Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang, kelompok tani pengembang ketela pohon serta Dinas Pertanian Kabupaten Rembang.

Sebelum melakukan ramah tamah dengan  Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Koperasi Gemah Ripah Loh Jinawi di Desa Kerjo Kecamatan Karangan, serta beberapa cluster untuk melihat langsung proses pembuatan tepung mocaf yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Ir.Joko Surono.

Selanjutnya rombongan diterima secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi di Pendopo Kabupaten Trenggalek, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek, Ir. Joko Surono.

Selanjutnya Joko Surono memaparkan beberapa hal terkait dengan potensi Kabupaten Trenggalek serta perkembangan pengolahan ketela pohon kepada rombongan study banding.   Menurut Ir.Joko Surono, Kabupaten Trenggalek sudah terkenal dengan makanan khas yang berasal dari singkong yang disebut nasi thiwul sejak dahulu. Tetapi sejak tahun 1985, penggunaan thiwul sebagai makanan pokok selain nasi terus mengawali penurunan.  Oleh karena itu, demi meningkatkan minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat non beras inovasi terus dilakukan.

“Gaplek yang sering dinomor-duakan, terus kami kembangkan. Juga pemanfaatan ubi kayu, garut dan lainnya, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat. Sekaligus sebagai upaya kemandirian pangan, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap import gandum.” katanya.

Meskipun produksi ketela pohon pada tahun ini mengawali penurunan dari dua tahun sebelumnya yaitu tahun 2009 dan 2010, tetapi produksi ketela pohon masih tergolong tinggi yaitu 328.073 ton.  Penurunan produksi ini lebih disebabkan karena adanya musim yang tidak menentu. Dengan produksi sebesar itu, tambah Ir.Joko Surono ketela pohon akan diolah menjadi tepung tapioka, tepung mocaf dan tepung cassava non fermentasi.

Selain itu, dengan berkembangnya pengolahan ketela pohon menjadi tepung mocaf telah menambah nilai jual ketela pohon di masyarakat. Hal ini secara tidak langsung juga telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Trenggalek terutama mengangkat taraf hidup petani ketela pohon. Yang paling menggembirakan ribuan tenaga kerja berhasil diserap untuk mendukung produksi mocaf di beberapa cluster.

Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang,  Hj. Umi Jazilah Salim dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembiranya karena telah disambut dengan hangat di Kabupaten Trenggalek. “Kami merasa senang karena telah diajak untuk mengunjungi dan melihat secara langsung proses pengolahan mocaf di beberapa cluster” ungkapnya. Lebih lanjut dinyatakan atas upaya menimba ilmu di Kabupaten Trenggalek ini diharapkan mampu dikembangkan di daerahnya.

Ny. Penny Mulyadi selaku Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek memaparkan beberapa program pokok TP PKK dari Kabupaten Trenggalek yang menitik beratkan kepada pelayanan sosial kepada masyarakat. “Semoga beberapa program yang berhasil diaktualisasikan Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek bisa menginspirasi Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata berupa Plakat Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Rembang oleh Ny.Penny Mulyadi kepada Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Rembang, Hj.Umi Jazilah Salim.
(haz).

Read more..

Tahun 2010 PAD Trenggalek Hanya Capai Hampir Rp. 54 M, Kurang Dari Target Rp. 60 M.

Trenggalek (prigibeach.com) - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek dengan agenda tunggal penyampaian nota penjelasan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Trenggalek tahun 2010 digelar Senin, (20/6).Langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, S. Akbar Abbas, dihadiri oleh 34 Anggota Dewan dari 45 aleg, serta Kepala SKPD, Kepala instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD dan pengurus organisasi kewanitaan di Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, H. Mulyadi, WR, dalam paparannya menyampaikan beberapa gambaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2010 dimana Rancangan peraturan daerahnya telah disampaikan ke BPK dan selesai pada 29 April 2010. Namun opini BPK masih akan disampaikan tanggal 21 Juni 2011.

Terkait dengan pendapatan daerah pada 2010, Bupati mengatakan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai 794 miliar 514 juta 15 ribu 641 rupiah Jumlah tersebut diperoleh dari pos pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. “Dari jumlah tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) telah menyumbang sebesar 53 miliar 967 juta 446 ribu rupiah dari rencana awal sebesar 60 miliar. Pendapatan asli daerah diperoleh dari penerimaan pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah”, ujar . H. Mulyadi WR.

Pos pendapatan transfer yang terdiri dari transfer pemerintah pusat - dana pertimbangan, transfer pemerintah pusat lainnya dan transfer pemerintah provinsi. Realisasi jumlah untuk pendapatan transfer sebesar 586 milyar 27 juta 865 ribu 255 rupiah. Merupakan hal yang harus diapresiasi mengingat bahwa jumlah pencapaian untuk pos pendapatan ini telah melampaui target semula. Menurut Bupati, pendapatan dari pos transfer pemerintah pusat-dana perimbangan melebihi target sebesar 4 milyar 808 juta 144 ribu 9 rupiah. Selanjutnya, meskipun realisasi untuk pos pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya kurang dari target yang dianggarkan, tetapi pos pendapatan transfer pemerintah Provinsi juga berhasil melebihi target sebesar 5 milyar yang sebagian besar berasal dari bagi hasil pajak-pajak provinsi.

Sedangkan untuk belanja daerah, realisasinya mencapai 802 milyar 100 juta 729 ribu 347 rupiah dari rencana sebesar 887 milyar 991 juta 558 ribu 924 rupiah. Jumlah ini berarti telah mencapai 90,33% dari target yang semula dianggarkan. Belanja daerah diperoleh dari beberapa jenis belanja antara lain belanja operasinal, belanja modal, belanja tidak terduga dan bagi hasil lainnya. Salah satu faktor yang melatar-belakangi tidak tercapainya realisasi Belanja daerah terhadap target yang dianggarkan karena adanya perubahan peraturan terkait dengan kebijakan pemerintah pusat utamanya penggunaan dana alokasi khusus untuk bidang pendidikan.

Sementara itu, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar 86 milyar 758 juta 401 ribu 958 rupiah 29 sen dari rencana semula sebesar 2 milyar 475 juta 142 ribu 219 rupiah 71 sen. Sedangkankan pengeluaran pembiayaan terealisasi 250 juta rupiah atau 100 % dari rencana yaitu untuk penambahan modal [investasi] Pemerintah Kabupaten Trenggalek pada BPR Jwalita.

“Dari perhitungan realisasi pendapatan, anggaran belanja dan realisasi pembiayaan tahun 2010, maka terdapat Sisa Lebih pembiayaan tahun anggaran 2010 sebesar 78 milyar 921 juta 688 ribu 253 rupiah 26 sen”, papar Bupati, sambil menambahkan bahwa dari pos penerimaan pembiayaan realisasinya kurang dari yang ditargetkan. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan sudah 100% alias terealisasi sepenuhnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengharapkan Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2010 agar dapat segera dibahas sehingga bisa dilanjutkan dengan agenda berikutnya. “ Saya harapkan pembahasan ini berjalan dengan lancar, sehingga segera dapat dilanjutkan dengan agenda berikutnya yaitu pembahasan PAK dan Rancangan APBD Tahun 2011” kata H. Mulyadi mengakhiri penjelasannya.(Haz).

Read more..

Restaurant Mekar Sari: Investasi Bermutu, Waralaba Nomor Satu


Pertama kalinya dalam sejarah Trenggalek ada Ayam Goreng yang berani unjuk kedigdayaan sebagai usaha waralaba dan siap untuk Go International. Grand Opening Restaurant Mekar Sari Trenggalek sekaligus Launching Bussiness Franchise/Waralaba, berlangsung Rabu, 1 Juni 2011, sangat meriah dan full house. Restaurant Mekar Sari yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 Trenggalek Jawa Timur, berdiri sejak Agustus 1995. Menurut Bambang Wahyu (47), pemilik restaurant, awal berdirinya Resaturant Mekar Sari masih menempel di samping rumahnya, yakni menempati ruang garasi dengan pelindung tenda dan kanopi yang cangat sederhana.

"Awal berdiri, kami hanya menempati ruang garasi dengan perabotan yang sangat sederhana. Baru pada tahun ketiga, bangunan kami renovasi. Namun masih belum berani membangun se-permanen seperti sekarang ini," ujar Bambang yang didamping sang isteri, Sri Wahyuni. 

Pasangan suami isteri pemilik Restaurant Mekar Sari, malam itu dengan ramah dan penuh kebahagiaan menerima para tamu dan undangan yang datang menghadiri acara Grand Opening dan Launching Bussiness Franchise Ayam Goreng Mekar Sari. Sang isteri Sri Wahyuni yang memakai gaun putih, nampak anggun sementara Bambang Wahyu dengan setelan jasnya terlihat sangat elegant. Keduanya memang serasi dan berjodoh, kendati sampai saat ini hanya dikaruniai satu putera laki-laki yang sekarang berusia 23 tahun dan menyandang gelar sarjana, bernama Dhani Wahyu.

Rumah Makan Mekar Sari, yang sekarang berganti nama Restaurant Mekar Sari, sangat kesohor di Trenggalek. Menu Ayam Goreng khas Mekar Sari sangat digandrungi oleh pelanggannya. Konsumennya bukan hanya dari daerah kabupaten Trenggalek, namun sudah merambah di kawasan Karesidenan Kediri dan Madiun. Para pelancong dari luar daerah, akan merasa dirugikan dan pasti menggembol kekecewaan apabila tidak mampir mencicipi Ayam Goreng Khas Mekar Sari. Sementara masyarakat Trenggalek yang memiliki hajat merayakan ulang tahun, pernikahan, atau khitanan pasti lebih memilih memesan menu yang ada di Resaturant Mekar Sari untuk menjamu para tamu mereka. Di kalangan birokrat dan politisi Ayam Goreng Mekar Sari menjadi hidangan yang wajib untuk saling traktir atau ketika ada moment-moment massal, terlebih lagi ketika harus menjamu para pejabat tinggi dari luar daerah.

Tua muda, besar kecil bahkan anak-anak sekolah mulai jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, sangat menggandrungi menu yang disediakan oleh Restaurant Mekar Sari. "Keluarga saya paling suka dengan Ayam Goreng Mekar Sari. Rasanya sangat gurih, empuk, lezat dan khas. Sangat lezat dan tidak ada duanya, Mas," ujar salah seorang pejabat yang hadir sarimbit bersama seorang anaknya yang mungkin masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam Grand Opening, Bambang Wahyu menjelaskan berbagai fasilitas yang kini disediakan di Resaturant Mekar Sari. Selain resto dengan fasilitas plus Catering dengan berbagai menui pilihan berkualitas dan standar, ada live music hiburan akhir pekan. Tersedia Mushola dengan tempat wudlu yang luas dilengkapi dengan toilet yang bersih dan wangi. 

"Kami siap memanjakan pelanggan, dan melayani tamu bak raja. Bukan basa-basi, dan bukan sekedar reklame. Menu kami senantiasa segar (fresh), penuh cita rasa yang lezat dan khas. Kami sediakan "function Hall" berkapasitas 150 orang dan 80 orang dengan meja dan kursi, full AC dilengkapi LCD Proyektor Wide Screen, Sound System, stage (panggung), dan ruang prasmanan", ujar Bambang Wahyu.

Function Hall cocok untuk acara pertemuan  (meeting), atau pesta-pesta seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan dan khitanan. Selain itu ada juga ruang VIP (Very Important Person) berkapasitas 50 dan 25 meja/kursi, full AC, juga dilengkapi LCD Proyektor serta Sound System untuk berkaraoke ria.

Menu yang disajikan di Restaurant Mekar Sari beraneka masakan dengan cita rasa yang lezat dan khas. Ada sop buntut, ayam lodho, ayam bakar, rawon dan juga ada soto ayam. "Pokoknya, menu kami adalah kesempurnaan cita rasa ayam goreng Nusantara, yang khas Mekar Sari Trenggalek", kata Bambang membanggakan.
Malam Grand Opening Restaurant Mekar Sari dan Launching Bussiness Franchise, dihadiri oleh ratusan tamu dan undangan. Di antara mereka nampak para pejabat dan politisi, serta pengusaha di Trenggalek. Drs. Catur Budi Prasetyo, M.Si, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparibud) Trenggalek yang hadir malam itu, memberikan sambutan mewakili pihak Pemerintah Daerah.

"Selama ini, perkembangan usaha swasta di daerah Trenggalek telah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) setara dengan 12%, dan itu didominasi oleh para pengusaha konstruksi. Semoga, dengan dibukanya usaha waralaba Restaurant Mekar Sari, kontribusi dari jenis usaha di luar jasa kontruksi akan makin berkembang", demikian Catur dalam sambutan sebelum acara puncak "tabuh Gong" peresmian Restaurant Mekar Sari.

"Kami ingin berbagi rejeki kepada saudara-saudara kita di mana pun berada yang berminat menjadi mitra bisnis kami. Mekar Sari memperluas usaha dan pemasaran dengan memberi LISENSI untuk menggunakan merek dan membuat/menjual produk disertai memberi bantuan pengoperasian usaha dengan membangun dukungan SISTEM yang terstandarisasi dengan baik", kata Bambang Wahyu melalui konsultannya yang berasal dari Jakarta, Agung Putro Utomo pemilik perusahaan On The Bussiness yang terkenal.

Selain itu, Bambang Wahyu bertujuan menjadikan Ayam Goreng Mekar Sari sebagai ICON Kota Trenggalek dan sebagai usaha waralaba Nasional yang menguntungkan dan terpercaya dengan produk ayam goreng yang memiliki citarasa khas tradisional dan mendunia dengan kekuatan support system rumah makan berstandar Internasional.

Selanjutnya Bambang menjelaskan beberapa hal terkait usaha waralabanya, dengan perincian sebagaimana tabel Paket Waralaba berikut ini
.

 

"Investasi awal belum termasuk biaya sewa tempat/bangunan, pembelian bahan baku dan ijin pendirian usaha. Tapi sudah termasuk pembelian kendaraan operasional motor dan mobil sesuai kebutuhan cabang. Perjanjian waralaba berlaku untuk jangka waktu selama 5 tahun. Royalty Fee 5% dari omzet kotor cabang per bulan. Marketing Fee 1,5% dari omzet kotor cabang per bulan" ujar Bambang.

Ayam Goreng Mekar Sari juga menyediakan master franchise.  Franchisee yg meliputi wilayah tertentu dan dapat menjualkan lagi hak franchise yang dimilikinya kepada franchisee di wilayah tersebut. Yakni:
  • Paket A, Franchise Fee Rp 250 Juta dengan Wilayah operasional dalam satu propinsi dan meliputi kota-kota dalam area pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Dan 
  • Paket B, Franchise Fee Rp 200 Juta, Wilayah operasional dalam satu propinsi dan meliputi kota-kota diluar paket A.
Keuntungan Master:
  • Berhak menggunakan merek dan sistem untuk pembukaan 1 paket Resto, Mall atau All In One.
  • Berhak melakukan penjualan Waralaba Ayam Goreng Mekar Sari dalam satu daerah operasionalnya          (dalam 1 PROPINSI). 
  • Berhak mendapat Marketing Franchise Fee sebesar 25% dari nilai franchisee fee yang diperoleh.
  • Berhak menjadi penyalur produk yang akan disuplai pusat kepada outlet cabang dan mendapat laba dari selisih harga jual produk.
  • Berhak mendapat diskon franchise fee sebesar 25%   untuk membuka 1 cabang baru milik sendiri.
Bagi Anda yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha rumah makan yang suskses atau berminat untuk menjadi mitra Bambang Wahyu, segeralah mengajukan pendaftaran kepada Bambang Wahyu. Jangan lupa, dan jangan sampai ketinggalan. Tidak semua pendaftar akan diterima. Sebab, bagi Bambang bukan penyertaan modal yang diutamakan, melainkan kesungguhan dan kegigihan calon mitra. Karena itu, semua pendaftar akan diseleksi secara profesional dan transparan. Ikutilah cara pendaftaranya berikut ini:

Read more..

Tiga Jenis Melon Andalan "ZinFresh"

Kali ini "ZinFresh", trademerk Budi Mulia Seed Production akan memperkenalkan tiga jenis buah melon yang termasuk dalam kategori terhandal dari perusahaan ini. Pertama ialah Golden Langkawi (hibrida), Honey Globe (hibrida) dan Apollo (Hibrida). Semua buah ini bebas zat kimia, bergizi dan penuh nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Seratus prosen alami alias mengandalkan pupuk organik.

  1. Golden Langkawi (hibrida)
    Kuning keemasan dipadukan dengan daging buah yang berwarna putih dengan tekstur renyah menjadikan melon ini disebut Golden Langkawi, emas di pasir putih pantai Langkawi. Melon Golden Langkawi tumbuh dengan kuat, mudah ditanam dan cepat berbuah. Bentuk buah lonjong dengan kedua ujung lancip memiliki berat ± 1 - 1,5 kg.

    Kulit halus berwarna kuning bersih kadang memiliki jala yang sangat jarang. Siap dipanen pada umur ± 35 hari setelah muncul bunga yaitu ditandakan dengan warna kulit yang berubah dari putih ke warna kuning. Tangkai buah yang kuat dan daging buah yang tidak mudah mengalami fermentasi membuat melon Golden Langkawi awet disimpan dan tahan terhadap pengangkutan.

    Waktu yang tepat dalam menanam melon ini adalah pada saat musim panas, menghasilkan kadar gula dan kualitas yang stabil.
  2. Honey Globe (hibrida)

    Pertumbuhannya kuat, tahan penyakit dan cepat berbuah. Kulit berwarna putih mengkilat, permukaan halus atau kadang berjala jarang. Buah berbentuk bulat tinggi, berat ± 1,5 kg dan ada yang mencapai hingga 4 kg. Daging berwarna hijau muda tebal dan rongga bagian dalam kecil.

    Melon Honey Globe mempunyai kadar gula 14-17% saat masak. Tekstur daging halus, berair, tidak berserat, rasanya harum manis dan harum. Setelah berbunga ± 40 hari buah dapat dipanen. Tangkai buahnya tidak mudah lepas, jadi tidak mudah busuk dan tahan pengangkutan.

    Jenis ini mempunyai daging buah yang keras pada saat di panen, namun setelah disimpan selama 5 hari, dagingnya menjadi lunak, sangat berair dan rasanya sangat enak.
  3. Apollo (Hibrida)

    Melon ini hampir sama dengan Golden Langkawi, Kuning muda dipadukan dengan daging buah yang berwarna putih dengan tekstur renyah. Mudah ditanam dan cepat berbuah. Bentuk buah sedikit lonjong dengan kedua ujung tidak begitu lancip memiliki berat ± 2 - 2,5 kg, dengan kadar gula 12 -14%.

    Produktivitas melon Apollo sangat tinggi, usia 65 hari panen dan kualitas buahnya stabil sehingga tahan dalam perjalanan saat diangkut maupun ketika dalam tempat penyimpanan.
Nah, Setelah tahu karakteristik dari tiga jenis dari melon tersebut, adakah yang membuat Anda tertarik? Bila ingin menyaksikan langsung wujud dari buah-buah yang penuh nutrisi dan tidak terkontaminasi zat kimia sama sekali, seperti ketiga melon itu, kami tunggu kehadiran Anda di "markas" kami, di Desa Gondang RT 20/RW 06 Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur,.

Demi mengembangkan dan mendukung perkembangan usaha "Bumi Mulia Seed Production" yang memproduksi berbagai sayuran dan buah dengan trademerk "ZinFresh", Redaksi menyediakan kolom konsultasi. Bagi pembaca yang memiliki masalah dalam pengelolaan dan budidaya tanaman organik, kami persilahkan untuk mengajukan pertanyaan melalui surat ke redaksi atau via e-mail yu_en73@yahoo.co.id.

Read more..

H.Wakidi,ST. Canangkan Kadin Trenggalek Menjadi Motor Pertumbuhan di Daerah

H.Wakidi,ST. santai, penuh humor saat diwawancarai
Trenggalek (prigibeach.com) - Menjelang Musyawarah Cabang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Cabang Trenggalek, ternyata bursa Ketua makin menghangat. Ada beberapa nama yang muncul dan dibicarakan layak sebagai Ketua Kadin. Namun dari sekian nama yang ada, menurut beberapa pengamat dan plitikus di daerah ini, hanya H. Wakidi, ST. yang nampak memiliki peluang lebih besar. Sebab, pengalamannya dalam bidang wiraswasta dan kewirausahaan seolah tiada tandingan. Terlebih lagi dengan kepiawaiannya dalam menjalin hubungan kemitraan yang bersinergi dengan berbagai pihak. Selain itu, dia juga pernah menjadi Ketua Persiga dan sempat mencuatkan nama Persiga U-18 hingga ke level regional. Selain itu, sekarang dia pun menjabat Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek.

Wakidi, adalah tokoh partai Golkar yang berangkat dari bawah. Semenjak masa Orba, dia sudah tercatat sebagai anggota Golkar. Pada saat itu, dirinya bukanlah apa-apa. Dan seandainya, dia mencalonkan dirinya menjadi bakal calon ketua Golkar sebelum reformasi, dipastikan tidak seorang pun kader yang akan mendukungnya. Sebab, dia bukan birokrat, juga bukan fungsionaris yang layak diperhitungkan.

Wakidi, seorang buruh serabutan, pernah menjadi kernet, meningkat jadi sopir taksi, dan sebelumnya harus rela menderita sebagai pencari kayu bakar di punggung bebukitan, kuli bangunan yang dibayar harian dan sesekali menjadi penarik becak di Kota "Kripik Tempe" ini. Seorang kader Golkar yang sangat erat dan bersahabat dengan masyarakat kelas bawah. Hampir seluruh warga Trenggalek dari strata paling bawah hingga kalangan elit, sudah mengenal profil Wakidi, sang Maestro Rakyat Kecil yang berhasil mencapai tingkat keberhasilan melebihi dari yang dia cita-citakan.

Reformasi Memberikan Kesempatan

Beberapa tahun menjelang Reformasi, Wakidi sudah menampakkan taringnya. Berbagai usaha yang dipegangnya mengalami peningkatan. Sukses dalam usaha kontraktor bangunan, dia merambah pada dunia bisnis yang lain seperti perhotelan, sektor perekonomian dan transposrtasi angkutan darat. Keberhasilan usahanya, menempatkan Wakidi sebagai orang yang layak diperhitungkan oleh para pejabat dan tokoh politik, terutama di lingkungan Partai Golkar. Tapi, perlu dicatat, posisi itu bukan karena kekayaannya. Melainkan lebih didasari pada dimensi psikologi dan sumberdayanya sebagai figur rakyat bawah yang siap bekerja keras, tanpa mengenal lelah dengan logika yang elok dan strategis demi meraih cita-citanya yang nun tinggi di langit biru.

Sesaat usai dilantik jadi Ketua DPD Golkar Trenggalek
Partai Golkar yang lahir dari Sekber Golkar, sudah jauh berbeda dengan masa Orde Baru. Partai ini sekarang sangat menghargai loyalitas dan kepiawaian setiap kadernya. Wakidi, semenjak masih buruh serabutan hingga saat dia terpilih sebagai Ketua, adalah aktivis Golongan Karya. Sebagai buruh serabutan, dia tampil terdepan, mengkoordinir lingkungannya untuk senantiasa memenangkan Golkar dalam setiap Pemilihan Umum. Dia lakukan itu, tanpa pamrih, sebab dia sama sekali tidak berpernah bermimpi bisa menjadi tokoh partai yang dikenal sebagai milik kaum birokrat.

Reformasi bergulir, otonomi daerah diterapkan. Seakan memberikan keberuntungan bagi Wakidi untuk mencaplok kesempatan beraksi di panggung politik. Demikian tanggapan segelintir orang atas suksesnya di dunia politik. Padahal, tidaklah demikian. Sebab, keterbukaan Partai Golkar lah yang justru mendorong sang Maestro rakyat bawah ini untuk mensejajarkan Wakidi sebagai tokoh yang pantas diberi jabatan politik.

Banyak para lawan politik partai ini menilai, bahwa penetapan Wakidi sebagai Ketua Golkar agak terlambat. Seharusnya, lima tahun lalu dia sudah duduk di kursi itu. Demikian pengakuan kalangan politikus dari berbagai parpol islami maupun PDI-P Trenggalek yang menganggap Partai Golkar layaknya "Saudara Tua". Seandainya, lima tahun lalu dia sudah jadi ketua, niscaya, perolehan kursi Golkar bisa lebih dari yang sekarang.

Tatkala dia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar, harapan masyarakat Trenggalek, Wakidi dapat memberikan kontribusi yang berbeda namun pernuh prestasi yang bernuansa "Trenggalek". Artinya, visi dan misi partai Golkar diimplementasikan demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat bawah. Masyarakat dengan status sosial dari mana Wakidi berasal, juga untuk kedamaian seluruh warga kota "Kripik Tempe" ini.

Kandidat Ketua Kadin

Bila terpilih menjadi ketua Kadin periode 2011-2016, Wakidi sudah mempersiapkan jurus-jurus ampuhnya untuk membawa Kadin Trenggalek mampu berkiprah hingga tataran regional maupun nasional. Hal ini disampaikannya ketika diwawancarai prigibeach.com.

"Kadin Trenggalek ingin saya jadikan motor pertumbuhan di daerah ini. Tidak akan ada pertumbuhan tanpa pembangunan. Tidak ada pembangunan tanpa investasi. Pemerintah dan Kadin harus membangun kemitraan strategis. Oleh karena itu, setiap tiga bulan sekali, seharusnya terjadi komunikasi dengan Bupati dan instansi terkait, dalam korridor kemitraan yang produktif" ujar Wakidi.

”Kita duduk bersama, mencari solusi bagaimana membangun infrastruktur, ketahanan pangan, koridor kawasan ekonomi khusus, membangun kluster, dan industri manufaktur untuk pertumbuhan ekonomi,” tambah wakidi mantab, seolah dia sudah memiliki sejumlah konsep kerja untuk masa jabatannya bila terpilih jadi Ketua Kadin Trenggalek.

Kadin Trenggalek sebagai bagian dari Kadin Indonesia, merupakan organisasi bagi pengusaha dan wiraswastawan dari semua sektor, menjadi payung bagi dunia usaha di daerah ini. Melalui UU No.1 tahun 1987, Kadin Trenggalek menjadi satu-satunya organisasi yang mewadahi para pengusaha yang bergerak dalam bidang perekonomian.

Seorang tokoh pengusaha yang enggan disebutkan namanya, secara terpisah mengatakan bahwa figur setaraf Wakidi akan sukses membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha daerah.

"Dia akan mampu melakukan itu, baik di bidang usaha daerah, usaha koperasi, dan usaha swasta dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi daerah maupun regional dan nasional, dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945", kata pengusaha yang memiliki tiga bendera badan usaha itu.

Sementara Wakidi sendiri memaparkan visi misinya dengan ringkas dan padat, antara lain akan mengajak para pengusaha secara bersama-sama bersinergi dengan pemerintah daerah, mewujudkan ekonomi yang Tangguh dan Berkeadilan. Untuk itu, Kadin Trenggalek akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Penguatan Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi Kadin,
  • Percepatan Kebangkitan Ekonomi Daerah dengan mendorong realisasi pada pembangunan Infrastruktur, Peningkatan Ekspor, serta Peningkatan Penanaman Modal Asing dan Dalam Negeri,
  • Penciptaan Iklim Usaha yang Sehat, Berkepastian Hukum, Bersih dan Berwawasan Lingkungan.
  • Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM para Pengusaha Daerah, serta
  • Peningkatan dan optimalisasi hubungan regional hingga nasional.
Dengan meminjam istilah seorang Sosiolog, David McClelland, dia menegaskan: "Suatu negara bisa menjadi MAKMUR bila ada ENTREPRENEUR (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya". Maka, bila terpilih jadi ketua Kadin Trenggalek bekerja sama dengan berbagai pihak, saya akan canangkan program "Kadin Trenggalek menjadi motor pertumbuhan di daerah ini" selama masa kepengurusan lima tahun kedepan", ujarnyamantab.(haz)
Read more..

PKL Aloon-aloon Siap Pindah ke Pasar Basah dan Terminal MPU

Trenggalek (prigibeach.com) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bertekad mengembalikan fungsi Aloon-aloon sebagaimana mestinya yaitu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dengan demikian, PKL (Pedagang Kaki Lima) yang selama ini mengais rejeki di kawasan Aloon-aloon perlu segera dipindah ke tempat lain (relokasi). Terkait rencana relokasi PKL Aloon-aloon, beberapa alternatif lokasi pernah muncul, diantaranya di utara dan selatan Pendopo, di seputar Pasar Sore ke timur bahkan di halaman atau tempat parkir Stadion Menak Sopal Kelutan. Namun dengan berbagai pertimbangan, alternatif lokasi tersebut tidak diterapkan.

Demi memberikan peluang yang berimbang dan memenuhi aspirasi masyarakat, utamanya para PKL, H. Mulyadi WR -Bupati Trenggalek- memerintahkan kepada jajaran teknis untuk membina komunikasi dengan para PKL sekitar Aloon-aloon. Setelah melalui beberapa kali pertemuan antara perwakilan paguyuban PKL Aloon-aloon dengan pihak Pemkab, akhirnya muncul suatu usulan dari Paguyuban PKL Aloon-aloon bagaimana kalau PKL Aloon-aloon dipindahkan ke kawasan Pasar Basah dan seputar Terminal MPU Trenggalek. Gayung bersambut, ternyata usulan tersebut disetujui oleh Bupati Trenggalek, namun perwakilan Paguyuban PKL mengharapkan bisa beraudiensi langsung dengan Bupati Trenggalek.

Audiensi Bupati Trenggalek dengan perwakilan Paguyuban PKL Aloon-aloon telah dilaksanakan Senin (14/2) bertempat di Graha Bhawasa. Dalam pertemuan tersebut, Paguyuban PKL diwakili 5 orang dan dikoordinir oleh Mukhlis. Sedangkan Bupati Trenggalek, H. Mulyadi Wr, didampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan, Mohammad Siswanto serta Kepala Dinas Koperindagtamben, Hermanto dan Kepala SKPD terkait lainnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut akhirnya perwakilan Paguyuban PKL Aloon-aloon menyatakan siap berpindah ke lokasi yang baru yaitu Pasar Basah dan seputar Terminal MPU Trenggalek dengan mengajukan beberapa syarat.

- Pertama, Pemkab Trenggalek harus mempersiapkan fasilitas yang diperlukan, yaitu jaringan air bersih dan lampu penerangan.
- Kedua, adanya jaminan keamanan bagi PKL, karena sebelumnya kawasan tersebut tempat mangkalnya para waria. Oleh karena itu Paguyuban PKL minta agar di kawasan tersebut dibangun Pos Satpol PP.
- Ketiga, adanya jaminan dari Pemkab Trenggalek bahwa ke depan Aloon-aloon steril dari kegiatan PKL.
- Keempat, untuk waktu-waktu tertentu, ketika ada kegiatan keramaian di Pendopo maupun Aloon-aloon, misalnya kegiatan peringatan Hari Jadi Trenggalek, eks PKL Aloon-aloon diberikan prioritas untuk berjualan di seputar Aloon-aloon.

H. Mulyadi WR menginstruksi SKPD terkait untuk mempersiapkan lokasi yang baru dengan sebaik-baiknya, mulai dari jaringan air bersih, lampu penerangan maupun Pos Satpol PP. Agar penataan lokasi sesuai harapan PKL, dalam penataan dan pengaturan lokasi Bupati minta agar Paguyuban PKL dilibatkan. Bupati juga akan berupaya maksimal untuk mempertahankan Aloon-aloon supaya bersih dari PKL. Karena itu Satpol PP diminta bersikap tegas mengawasi Aloon-aloon. Terhadap adanya permintaan pesangon atau bantuan biaya pindah dari para PKL, Bupati akan mempertimbangkannya. Dalam rangka meramaikan PKL di lokasi yang baru, Bupati merencanakan menggelar pertunjukan di malam hari secara periodik di seputar Terminal MPU

"Saya berharap Anda semua (para PKL/Red) bersikap waspada, sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap hasutan-hasutan yang tidak bertanggungjawab. Kalau memang ada usulan maupun saran, sampaikan saja langsung pada saya melalui instansi terkait. Saya akan egera menindaklanjuti sesuai prosedur dan peraturan daerah kita," demikian H. Mulyadi WR.

Menurut Kepala Dinas Perkimsih, Ali Mustofa, pembangunan atau rehabilitasi kawasan Aloon-aloon direncanakan dimulai awal Mei 2011. Dengan demikian relokasi PKL akan dilaksanakan sekitar awal Mei tahun ini.(Haz).

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek: Harga Cabe (Lombok) Melangit Hingga Rp. 100 Ribu/Kg

Trenggalek (prigibeach.com) - Sejak musim hujan melanda wilayah Trenggalek, Jawa Timur, dan banjir bandang senantiasa hadir mengiringinya, banyak lahan persawahan dan ladang milik warga yang tidak bisa berproduksi. Akibatnya para petani pun mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Dampak dari banjir banda yang melanda wilayah Trenggalek dalam beberapa bulan ini, lahan pertanian milik warga tidak produktif. Kasus gagal panen yang dialami oleh petani, menyebabkan melonjaknya harga beberapa komoditi pokok seperti beras dan gula. Demikian pula dengan harga lombok (cabe merah maupun cabe rawit), di pasar-pasar tradisional menjadi sangat tinggi dan bahkan langka adanya.

Di pasar Pon kota Trenggalek, harga cabe mencapai Rp. 100 ribu per-kilogram. Harga ini merata di semua pasar tradisional yang ada di kawasan kabupaten Trenggalek. Para pedagang mengatakan, langkanya pasokan lombok dari tengkulak adalah penyebab utama naiknya harga.

Namun para tengkulak lombok justru menimpakan kelangkaan tersebut pada gagal panen yang disebabkan oleh banjir bandang. "Kami memang tidak bisa memasok seperti biasa, bukan karena kami menyembunyikan, Mas. Tapi tanaman petani lombok yang terkena musibah banjir sehingga mereka gagal panen", kata Kayat (39), tengkulak di pasar Pon Trenggalek.

Kendati harga lombok melambung hingga 10 kali lipat dari biasanya, namun para petani lombok tidak merasakan berkah itu. Mereka mengaku harga yang melangit itu hanya ulah para tengkulak. "Sebab, saya kemarin panen lombok 5 kilo dan dibeli sama bakul (tengkulak/red) dengan harga Rp. 25 ribu per-kilo, Mas", ujar Satiyem (41) petani dari desa Bodag, Kecamatan Panggul. Satiyem dan suaminya Surat (45) mengakui bahwa panennya memang gagal, biasanya dia bisa panen hingga 30 kilogram dari ladang yang sama, namun kali ini hanya menghasilkan 7 kilo saja.

Dinas Koperindag Trenggalek mengetahui tentang kenaikan harga lombok hingga Rp. 100 ribu per-kilogram. "Tetapi itu bukan kewenangan kami untuk mengendalikan harga lombok, Mas", ujar salah seorang staf yang tak mau disebutkan identitasnya. (haz).
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek (prigibeach.com) - Tunjangan profesi guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Trenggalek Semester II siap dicairkan, demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Cipto wiyono. Pembayaran Tunjangan Profesi guru dan tambahan penghasilan Guru PNSD tersebut untuk bugget bulan Juli hingga Desember 2010.

Berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang telah diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah [BUD] Kabupaten Trenggalek, tunjangan profesi guru akan ditransfer langsung ke rekening guru-guru penerima sebesar gaji pokok selama 6 bulan. Sedangkan tambahan penghasilan bagi guru PNSD yang belum sertifikasi akan dibayarkan melalui bendahara Pengeluaran pembantu Gaji pada Unit Kerja yang bersangkutan sebesar Rp. 250.000,00 per- bulan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Tambahan Penghasilan Guru PNSD akan dikenai pajak sebesar 15 %.

Di Trenggalek ada sebanyak 2.155 PNSD yang terdiri dari 1947 guru Golongan IV, 207 guru Golongan III serta 1 guru golongan II yang telah bersertifikasi akan menerima pembayaran tunjangan profesi guru PNSD. Berdasar keputusan Direktur jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Nasional tentang Penerima Tunjangan profesi bagi Guru dalam hal ini sebanyak 2.155 PNSD akan menerima pembayaran sebesar 33.286.248.400 sebelum dikenai pajak sebesar 15%.

Selanjutnya sebanyak 4.023 orang guru dengan perincian 1.634 Gol.IV, 1.927 Gol.III, 462 Gol.II akan menerima pembayaran tambahan penghasilan bagi guru PNSD dengan jumlah keseluruhan sebelum dipotong pajak sebesar 6.025.000.000,00.

Pelaksanaan pembayaran penghasilan bagi guru PNSD dan tunjangan profesi guru PNSD Semester II Tahun Anggaran 2010 didasarkan pada peraturan Menteri Keuangan Nomor 117/PMK.07/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Sementara Tunjangan Profesi guru Pegawai Negeri Sipil daerah kepada Daerah provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2010 serta peraturan menteri Keuangan Nomor 119/PMK.07/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Pedoman Umum dan alokasi Sementara Dana Tambahan Penghasilan Guru pegawai negeri sipil Daerah kepada daerah kepada Daerah provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2010.

"Pembayaran tunjangan profesi guru PNSD telah diterbitkan melalui BUD dalam hal ini Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [DPPKAD] per-hari ini 27 Desember 2010 dan bisa diterima paling lambat akhir bulan ini", Kabag Humas, Yoso Mihardi. (Haz)


Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Sosialisasi Perpres 54, Cegah Kebocoran Anggaran

Trenggalek (prigibeah.com) - Bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek diadakan Pembukaan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tentang Pengadaan Barang Jasa. Kegiatan ini diikuti oleh 73 peserta dari perwakilan semua SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Trenggalek. Dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek ini, Bupati Trenggalek tidak dapat hadir dan diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan,Ir.  Mohammad Siswanto, M.Si.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Ir. Janu Rianto, M.Si sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, tanggal 3 dan 4 Desember 2010.  Untuk hari pertama akan diberikan materi tentang Perpres No 54 Tahun 2010 beserta matrik perbedaan antara Keppres nomor 80 Tahun 2003 dan Perpres nomor 54 tahun 2010.

Sedangkan hari kedua akan diberikan materi mengenai lampiran yang ada pada Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 yang berjumlah 6 lampiran. Seluruh materi tersebut akan disampaikan oleh Bapak Darminto Pujotomo, S.T, M.T yang berasal dari Universitas Diponegoro Semarang yang juga merupakan Instruktur Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dalam sambutan Bupati Trenggalek yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Muhammad Siswanto, M.Si.  menyampaikan, “ Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu bagian penting yang sangat berperan dalam pengelolaan anggaran dan belanja negara. Peran ini semakin penting dengan berkembangnya tuntukan akan efisiensi, efektifitas, keterbukaan dan transparansi, akuntabilitas serta kompetisi yang sehat dalam proses pengadaan barang dan jasa”. Beliau juga berpesan agar kegiatan yang hanya 2 hari ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga untuk tahun-tahun mendatang tidak ada penyimpangan pengadaan barang dan jasa yang disebabkan karena ketidakpahaman dari pengelola kegiatan.

Lebih lanjut Asisten Ekonomi dan Pembangunan menyampaikan bahwa pelaksanaan pengadaan barang dan jasa menjadi perhatian dan sorotan publik, sehingga dengan serius pemerintah terus berupaya melakukan berbagai penyempurnaan terhadap tata cara pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sehingga lahirlah Perpres Nomor 54 Tahun 2010.

Akhirnya, asisten Ekonomi dan Pembangunan berharap dengan kompetensi, keahlian dan pengalaman dalam pendidikan dan pelatihan, perguruan tinggi dalam hal ini  Universitas Diponegoro Semarang mampu berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam kegiatan pengadaan, sehingga diharapkan kegiatan ini nantinya dapat diandalkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal, kompeten dan mampu dalam bidang pengadaan barang dan jasa.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Upacara Adat Larung Sembonyo Menanti Uluran Investor

Trenggalek (prigibeach.com) - Setiap tahun peristiwa ini akan selalu dilangsungkan di sini, upacara tradisaional Larung Sembonyo di pantai Prigo Kecamatan Watulimo, Trenggal;ek, Jawa Timur. Tahun ini kegiatan berlangsung pada hari Minggu (24/10). dan seperti biasa ribuan warga sekitar ikut serta memeriahkan dan menyaksikan.

Prosesi diawali dari balai Desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, sebuah tumpeng berukuran raksasa dengan sesajian diarak oleh puluhan tokoh desa setempat dan sekitarnya. Para pengiring memakai busana adat Jawa, berjalan menuju lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Di TPI Prigi prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sejarah terjadinya tradisi Larung Sembonyo; Sementara di lokasi yang sama namun terpisah dari tempat prosesi digelar kesenian khas daerah berupa Langen Tayub, Kuda Lumping, dan tari-tarian.

Setelah prosesi adat selesai, tumpeng agung serta sesaji yang telah disiapkan tersebut dinaikan di atas rakit yang telah disiapkan, untuk kemudian ditarik menggunakan kapal motor menuju ketengah laut dan dilarung (dibiarkan hanyut)ke tengah samudera.

Bupati Trenggalek Mulyadi WR mengatakan, acara Larung Sembonyo ini bukan hanya menjadi agenda warga pesisir pantai Prigi atau Watulimo dan sekitarnya saja, namun sudah menjadi agenda tahunan sebagai asset budaya dan pariwisata Kabupaten Trenggalek.

"Saya ingat, dulu acara ini hanya dilakukan oleh warga sekitar sini, kemudian saya berinisiatif untuk mengangkat acara ini menjadi daya tarik wisata dan Alhamdulillah sampai sekarang masih tetap dilaksanakan," kata Mulyadi mengenang masa ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai Bupati Trenggalek periode 2000-2005.

Dengan adanya Sembonyo tersebut, diharapkan musim paceklik ikan segera berakhir dan hasil panen nelayan dan petani menjadi melimpah. selain itu Mulyadi juga mayampaikan, ditahun 2013 nanti Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saaat ini sedang dibangun, sudah bisa menghubungkan antara kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, sampai Kabupaten Malang. Dengan demikian diharapkan perekonimian masyarakat pesisir selatan jawa lebih meningkat.

"Tadi pak Lurah mengatakan saat ini kondisi tangkapan ikan masih memprihatinkan karena adanya cuaca buruk, dengan Larung Sembonyo ini, semoga hasil tangkapan ikan nelayan menjadi bertambah melimpah," imbuh Bupati yang pernah menjabat sebagai PLT Walikota Mojokerto ini.
Dia berharap, masa akan datang pantai Prigi semakin berkembang dan merupakan andalan wisata di Jawa Timur. "semoga nanti ada investor yang mau bekerjasama, sehingga pantai Prigi bisa lebih maju, seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Kabupaten Lamongan, yang saat ini menjadi andalan wisata di Jawa Timur," ujar Mulyadi.

Dalam pada itu, Akbar Abas secara terpisah menegaskan, bahwa bila ad ainvestor yang berminat mengelola obyek wisata pantai Prigi, maka Pemkab Trenggalek akan memberikan kemudahan baik dalam hal birokrasi maupun dukungan fasilitas prasarana yang diperlukan. "Kami akan memberikan prioritas dan kemudahan-kemudahan khusus, sehingga pembangunan obyek wisata ini dapat terwujud dan bisa menjadi andalan regional Jawa Timur", katanya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Banggar DPRD Dikagetkan Dana Siluman Milyaran Rupiah

Trenggalek (prigibeach.com) - Badan Anggaran DPRD Trenggalek, Jawa Timur, dibuat bingung karena munculnya anggaran senilai lebih dari Rp.5 miliar yang diajukan oleh Pemkab Trenggalek dalam perubahan anggaran keuangan (PAK), APBD-P Kabupaten Trenggalek tahun 2010.

"Ada dua pos anggaran yang nilainya tiba-tiba membengkak. Padahal saat pengajuan PAK atau perubahan APBD (APBD-P) tidak segitu," kata Soegino Pudjosemito aleg dari Partai Demokrat, Jumat (22/10).

Dua dari anggaran siluman tersebut satu diantaranya diajukan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperhutbun) Trenggalek. Dari hasil revisi APBD-P, tiba-tiba anggaran yang dialokasikan untuk dinas tersebut mencapai Rp1,3 miliar.

Padahal, pengajuan sebelumnya yang disepakati Banggar (Badan Anggaran) hanya Rp.300 juta. "Itu salah satunya yang kami temukan dalam draft PAK," ungkap Soegino.
Selain di Disperhutbun, anggaran siluman disinyalir juga muncul untuk Persatuan Sepak Bola Trenggalek (Persiga). Nominalnya cukup besar, yakni mencapai Rp700 juta.

Sementara itu, kata Soegino pos anggaran untuk Persiga (Persatuan Sepak Bola Trenggalek) pun terjadi kejanggalan, sebelumnya tidak pernah ada
dalam pembahasan Badan Anggaran. "Tiba-tiba muncul begitu saja dalam revisi APBD-P. Padahal, ini masih proses pembahasan," ujarnya. Ketika dikonfirmasi munculnya anggaran Persiga tersebut mungkin dikarenakan sebagian besar pengurus Persiga adalah Anggoda Legeslatif, Soegino tersenyum seraya berucap, "Sebaiknya Mas, jangan berprasangka dulu." (haz). Related Posts with Thumbnails
Read more..

Awas!!! Daging Ayam Glonggongan Beredar di Pasaran Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Diskoperindagtamben Trenggalek, Jawa Timur menemukan sejumlah daging ayam potong gelonggongan diperjual-belikan secara bebas di sejumlah pasar tradisional setempat.

"Kami masih menyelidiki kemungkinan itu. Senin (18/10), tim gabungan dari kepolisian dan diskoperindagtamben melakukan razia dan menemukan ada belasan potong daging ayam yang telah digelonggong," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman kepada wartawan, Rabu (20/10).

Selain menyita barang bukti puluhan ekor daging ayam gelonggongan, petugas gabungan juga mendapati alat bukti berupa semprot air. Menurut keterangan Saiful Rahman alat inilah yang digunakan pedagang untuk memasukan air ke dalam daging.

Tujuannya, agar berat daging bertambah jika ditimbang. Sebagai barang bukti, puluhan potong daging ayam gelonggonggan serta alat semprot air yang digunakan menggelonggong kemudian disita polisi untuk kepentingan penyidikan.

Belasan daging ayam gelonggongan tersebut disita petugas dari warung milik Ftm,24, Swt,57, Mis,50, serta Rkm,46.

Tiga pedagang yang disebut pertama merupakan warga Kecamatan Panggul yang tertangkap tangan menjual daging gelonggongan, sementara yang disebut terakhir merupakan warga Kecamatan Dongko.

Diduga kuat, terdapat banyak daging gelonggongan lain yang dijual bebas di pasar-pasar di Kabupaten Trenggalek. Sinyalemen itu mencuat setelah beberapa pedagang mengakui bahwa motif tersebut sudah bukan rahasia umum lagi.

"Hampir sebagian besar pedagang ayam selalu mengunakan cara seperti ini, untuk menambah untung," ucap Ftm.

Dihadapan petugas yang menyidiknya, beberapa pedagang juga mengakui jika praktik menjual daging ayam gelonggangan sangat mudah dilakukan. Mereka memiliki alat semprot air yang disambungkan dengan pompa air.

Teknisnya, alat semprot yang ujungnya berbentuk jarum tersebut disuntikan kedalam daging ayam untuk diisi air sebanyak-banyaknya. Untuk mengelabui pembeli, pedagang melakukan aksi nakalnya di rumah.

Di pasar, mereka tidak melakukan aktivitas mencurigakan. Hanya saja, daging ayam potong yang telah dibeli biasanya mengeluarkan air dalam jumlah cukup banyak. Ciri-ciri lain daging ayam menjadi lebih gemuk dan tidak tercium bau amis sedikitpun.

"Sesuai peraturan yang berlaku, kelima pedagang penjual daging ayam gelonggongan akan dijerat Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana lima tahun penjara," tutur Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman. (Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Siap Bangun Bendungan di Sungai Keser, Desa Nglinggis

Trenggalek (prigibeach.com) - Upaya meningkatkan kesejahteraan kaum petani terus dilakukan oleh Pemkab Trenggalek, Jawa Timur. Hal itu diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan infrastruktur dan prasarana publik seperti penyediaan saluran air irigasi, air baku (domestik) serta kanal-kanal pengendalian banjir. Dewan Pimpinan Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Senin (9/8) menyelenggarakan rapat dengar pendapat Rencana Pembangunan Waduk di Desa Ngglinggis Kecamatan Tugu bertempat di Ruang Aula DPRD Kabupaten Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala SKPD lingkup Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa se-Kecamatan Tugu serta beberapa tokoh masyarakat.

Kepala Bappeda ,Imam Suprapto, S.H, M.M menjelaskan alasan pemilihan lokasi Pembangunan Bendungan di Sungai Keser, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu telah melalui kajian dari berbagai aspek diantaranya aspek teknis, aspek ekonomis serta aspek lingkungan.

Sebelum memastikan Sungai Keser sebagai lokasi pembangunan Bendungan, Imam Suprapto menambahkan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan 4 alternatif lokasi pembangunan bendungan, tetapi setelah dilakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) Bendungan Tugu dianggap memenuhi berbagai syarat. Dengan pertimbangan diantaranya kondisi geologi pondasi bendungan cukup bagus, nilai analisa ekonomi merupakan yang terbesar dibandingkan dengan alternative lainnya serta yang paling penting dampak sosial kecil, namun daerah genangan sebagian besar berada di Kabupaten Ponorogo. 

Pembangunan Bendungan Tugu yang rencananya akan direalisasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, PPK Perencanaan dan Program diharapkan mampu mengairi sawah penduduk seluas 4.203 Ha yang meliputi wilayah Kecamatan Tugu, Kecamatan Karangan, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Gandusari serta Kecamatan Durenan, meningkatkan produksi padi sebanyak 25.218 ton per tahun, peningkatan produksi di sektor pertanian yang sebelumnya rata-rata 4% dengan pola tanam padi- palawija- palawija menjadi padi- padi- padi pertahun bisa mencapai 7 - 9 % per tahun terhadap 6 kecamatan tersebut di atas sekaligus diharapkan dapat meningkatkan sektor Pariwisata, energy, industry dan pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup, tak kalah pentingnya mampu meningkatan produksi sub sektor Perikanan sebesar 2,5% per tahun. (haz)
Read more..

Memulai Bisnis di Facebook

Memulai Bisnis di Facebook
 

Bisnis Online. Tulangpunggung Perekonimian Masa Depan
By : Hamzah Abdillah
Facebook memiliki fasilitas profile, itu yang kita semua ketahui dan gunakan pada saat ini. Memanfaatkan profile sebagai sarana berbisnis di internet memang tidak salah, tetapi facebook tidak mendukungnya. Facebook membuat profile sebagai tempat kita memperkenalkan profile pribadi kita. Dan banyak keterbatasan profile apabila hendak digunakan sebagai tempat melakukan bisnis. 

Dua di antaranya yang paling penting adalah, profile hanya mampu menampung 5000 orang teman saja. Lebih dari 5000 maka kita tidak bisa menambah teman lagi. Bayangkan kalau ini digunakan sebagai bisnis kita. Apakah kita hanya mau customer kita sejumlah 5000 orang saja? Dan yang kedua adalah, dengan profile, kita tidak mampu memberikan info update atau message langsung ke seluruh customer kita. Kedua batasan tersebut sangat menghambat proses bisnis kita. Bayangkan kita tidak bisa memiliki lebih dari 5,000 customer, dan kita tidak mampu memberi tahu mereka semua tentang produk terbaru yang kita miliki. Percuma saja memiliki banyak customer kan. 

Tetapi facebook memberikan solusi yang masih sangat jarang diketahui banyak orang. Facebook memiliki Public Profile atau Pages yang memang bisa ditujukan untuk bisnis. Untuk Anda yang ingin berbisnis, saran saya adalah, segera buat Pages. Anda bisa mengclick link bertuliskan ‘Advertising' di bagian bawah halaman Facebook. Anda cukup memiliki satu profile saja dan Anda bisa membuat banyak Pages untuk bisnis Anda.
Membuat Pages sama persis dengan membuat Profile, perbedaannya hanyalah Pages bisa memiliki fans yang tidak terbatas, sehingga Anda bisa mempunyai customer yang banyak. 

Pages bisa mengirimkan message ke seluruh fans dalam sekali waktu. Pages juga diindex oleh Google yang artinya halaman Pages Anda bisa muncul di pencarian oleh Google. Dan halaman Pages juga lebih bisa diatur sesuai kebutuhan, sebagai contoh, ketika ada fans berkunjung, apakah dia langsung membuka wall Anda atau info atau photo. Semuanya bisa Anda atur sesuai kebutuhan. Perbedaan Pages dengan Profile yang jelas adalah, di Pages, Anda tidak bisa add friend seperti di Profile. Teman Anda harus menambahkan Pages Anda secara sukarela. 

Setelah membaca artikel singkat ini, segera buat Pages Anda dan promosikan bisnis Anda, ada 10juta pengguna facebook di Indonesia pada saat artikel ini saya tulis. Tidak mungkin 10jt orang tidak ada 1 orang pun yang tidak membutuhkan produk yang Anda jual. Jika Anda melakukannya dengan benar, tidak mungkin Anda tidak mendapatkan income dari facebook.
Read more..

Trenggalek : Pembayar Pajak Teladan Dapat Penghargaan



Trenggalek (prigibeach.com)
- Sebagai salah satu upaya memberikan contoh dan teladan kepada seluruh masyarakat Trenggalek agar sebagai wajib pajak orang pribadi dan/atau Badan dapat sadar dan taat dalam melaksanakan kewajiban perpajakan tepat waktu, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Trenggalek bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tulungagung menggelar Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Tahun 2009 dan Pelunasan PBB Tahun 2010. Kegiatan tersebut secara simbolis dibuka oleh Bupati Trenggalek, H. Soeharto di Pendopo Kabupaten Trenggalek pada Senin (22/2).

Bupati Soeharto dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerimaan pajak merupakan salah satu andalan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk sektor pendapatan daerah, karena itu diharapkan masyarakat Trenggalek bisa disiplin dalam menepati waktu membayar, jujur menyampaikan laporan pajak dan memahami betul bahwa peranan pajak yang dibayar akan dikembalikan oleh pemerintah dalam bentuk pelayanan. Dan kepada jajaran petugas pemungut pajak, Bupati menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras menuntaskan tugas mulia memungut PBB sektor pedesaan dan perkotaan, mulai dari Kasun, Kades, Camat sampai dengan Tim Kabupaten sehingga dari penilaian Bakorwil Madiun, prestasi Kabupaten Trenggalek tergolong sangat baik, yaitu rangking 1 dari target SKB dan rangking 4 dari target APBN.


Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pada tahun 2009 Pemerintah Pusat menetapkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang menegaskan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas dan Bangunan (BPHTB) menjadi Pajak Kabupaten/Kota. Dan konsekuensi dari itu semua akan tampak pada tambahan beban kerja aparatur Pemkab sehingga perlu profesionalisme dan proses pembelajaran yang harus ditangani secara serius. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak terkait untuk merapatkan pasukan dan dengan modal semangat kebersamaan selalu berusaha memberikan pengertian dan teladan kepada masyarakat tentang arti pentingnya pajak dan juga selalu menjalankan tugas menggali dana Negara dengan berpegang teguh pada profesionalisme, kejujuran dan senantiasa bekerja karena ibadah.


Pada kesempatan ini, diserahkan Penghargaan secara simbolis kepada Wajib Pajak yang Berprestasi pada Tahun 2009 oleh Bupati Soeharto dan juga disediakan Loket Pelayanan PBB Tahun 2010 yang dikemas secara familiar dan penuh kegembiraan dengan diselingi pentas hiburan kesenian khas rakyat "Kentrung".(humas/hab)


Read more..

Trenggalek : DPC AKLI Ganti Nakhoda


Trenggalek (prigibeach.com) - DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Trenggalek ganti nakhodah. Serah terima jabatan Ketua DPC Akli dilangsungkan kemarin bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek.


Serah terima jabatan ketua dari Tri Santoso,ST., kepada Nursalim, S.Ag. berlangsung lancar. Hingga acara pelantikan Nursalim sebagai Ketua DPC AKLI Trenggalek yang baru.


Lahir di Trenggalek 38 tahun lalu, Nursalim,S.Ag, sudah cukup dikenal oleh pengusaha bidang kelistrikan di daerah ini. Dia telah lama berkiprah dalam dunia jasa konstruksi di kota Kripik Tempe. Dan mulai tahun ini, pria berperawakan tegap ini dan merupakan sesepuh salah satu perguruan silat tersebut, melirik dunia kelistrikan dengan menjadi Ketua DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Trenggalek.


Nursalim bertekad untuk mewujudkan cita-citanya mengabdi bagi masyarakat Trenggalek. Selama ini dia sangat prihatin dengan tingginya biaya pasang baru jaringan listrik yang mencapai jutaan rupiah. Dan melalui DPC Aklindo ini, diharapkan menjadi solusi kesulitan masyarakat Trenggalek khususnya dalam rangka melakukan pasang baru jaringan listrik.(hab)

Read more..

Ratusan Penumpang KA Doho 'Kleleran' di Stasiun Kediri


Kediri, PrigiBeach.com

Ratusan calon penumpang Kereta Api (KA) Doho jurusan Malang-Surabaya melalui Kediri 'klereleran' alias terlantar di Stasiun Kota Kediri. Mereka menunggu kedatangan KA Doho yang seharusnya tiba pukul 11.45 WIB, sampai saat ini pukul 13.00 WIB, untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

"Terlambatnya jadwal KA Doho ini karena ada KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang yang anjlok di Sumberpucung, Kabupaten Malang, pukul 06.50 WIB. Keretanya sudah selesai diangkat pada pukul 10.30 WIB, namun sampai saat ini untuk perbaikan traknya belum selesai," ungkap Wakil Kepala Stasiun Kota Kediri Eko Bekti Utomo, Selasa (3/11/2009) siang.

Eko menambahkan, kejadian di Sumberpucung itu tidak terlalu parah. Yakni, hanya 2 as dari satu gerbong KA Matarmaja dengan nomor loko 20108 saja yang anjlok dari rel. "Istilahnya, satu bogi saja," imbuh Eko, ditemui di Stasiun Kota Kediri.

Selain jadwal KA Doho jurusan Malang-Surabaya lewat Kediri. Anjloknya KA Matarmaja, imbuh Eko, diperkirakan juga akan menghambat jadwal KA Matarmaja jurusan Malang-Jakarta, lewat Kediri pada pukul 18.00 WIB. "Mungkin akan terlambat sekitar 1 jam, yakni dari pukul 18.00 WIB seharusnya masuk ke Kediri, bisa sampai pukul 19.00 WIB baru masuk," terang Eko Budiono.

Eko menegaskan, akan mengembalikan tiket KA Doho seratus persen bagi calon penumpang yang membatalkan perjalanan. "Kami belum bisa memastikan, berapa calon penumpang yang mengembalikan tiketnya. Namun yang jelas, untuk hari-hari bisa, kami memberangkatkan sekitar 100 penumpang ke Surabaya," kata Eko.

Sementara Hendra, salah satu mahasiswa ITS mengaku memilih mengembalikan tiket yang telah dibelinya dan beralih menumpang bus. "Belum pasti mas, lebih baik naik bus saja," ujar Hendra, ditemui di Stasiun Kota Kediri. (ary)


Read more..

Program 100 Hari Tim Ekonomi


Jakarta, PrigiBeach.com

”Pekerjaan besar belum selesai,” demikian penggalan dari sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai dilantik, Selasa (20/10). Sebuah ungkapan bahwa para menteri, khususnya menteri-menteri ekonomi, punya tugas besar menyelesaikan pekerjaan besar yang belum tuntas itu.

Berikut beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, Kamis di Jakarta, memaparkan tekad mereka menyelesaikan tugas besar tadi, khususnya dalam 100 hari mendatang

Menteri Pertanian Suswono

Menteri Pertanian Suswono menyatakan, dalam 2,5 bulan ke depan pihaknya akan memprioritaskan audit lahan pertanian. ”Selama ini luas lahan baku pertanian (untuk komoditas padi) selalu disebutkan 7 juta hektar. Apa itu benar? Padahal, menurut data alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian, tiap tahun mencapai 100.000 hektar dan pencetakan sawah baru minim,” ujar lulusan sarjana peternakan IPB itu.

Dengan mengetahui luas lahan baku yang sesungguhnya, akan memudahkan mengambil kebijakan yang tepat. ”Kalau dananya memungkinkan, ini bagian dari langkah strategis yang akan saya lakukan,” ungkap master di bidang manajemen agribisnis IPB ini.

Selain audit lahan, Suswono menjanjikan akan menambah lahan garapan petani. Selama ini rata-rata lahan garapan petani 0,3 hektar. Dengan luas lahan garapan sesempit itu, tidak mungkin petani bisa kaya.

”Tentu harus ada peningkatan status dan luas garapan lahan petani, caranya dengan melakukan reforma agraria. Meski tidak berarti petani harus memiliki lahan tersebut, tetapi setidaknya ada peningkatan lahan garapan. Idealnya lahan garapan petani 2 hektar,” jelas Suswono. Dia akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mendorong peningkatan nilai tambah dari komoditas petani. Selama ini produk pertanian yang dijual atau ekspor dalam bentuk komoditas primer, yang tidak memberikan nilai tambah dan menumbuhkan industri pengolahan.

Indonesia harus memiliki industri pascapanen yang unggul, yang mengolah produk-produk pertanian lokal supaya berdaya saing dan menciptakan nilai tambah. Visi pertanian yang akan dicanangkan Suswono adalah Pertanian Industrial Unggul Berkelanjutan, yang Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Kesejahteraan Petani.

Menperin Mohamad Suleman (MS) Hidayat

MS Hidayat menargetkan tingkat pertumbuhan industri dalam 5 tahun mencapai 6 persen. ”Hal tersebut bisa dicapai dengan menguatkan pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan energi, serta komunikasi dan birokrasi,” tegasnya.

Tiga sektor industri unggulan yang bisa dimaksimalkan dalam mewujudkan target tersebut adalah kelompok industri tekstil dan elektronik, logam, dan industri kreatif berbasis budaya.

”Sinergi yang baik antara Departemen Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, dan Keuangan akan menjadi pilar utama dalam merealisasikan tingkat pertumbuhan industri yang ditargetkan itu,” ujar Hidayat yang sebelumnya menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri periode 2008-2013.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh

Darwin bertekad, dalam seratus hari ke depan ia akan menginventarisasi persoalan seputar energi dan sumber daya mineral secara umum maupun tantangan yang dihadapi di lingkungan internal departemen yang dipimpinnya.

Beberapa prioritas ke depan adalah bagaimana meningkatkan produksi migas dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Salah satu kendala adalah Indonesia masih bergantung pada luar negeri atau impor dalam memenuhi kebutuhan minyak siap guna atau minyak jadi.

Untuk itu, diversifikasi dan konservasi merupakan alternatif terbaik menghadapi kondisi energi saat ini. Dengan memakai energi terbarukan seperti panas bumi, Indonesia mampu memenuhi tuntutan pasokan energi seperti pembangunan listrik 10.000 megawatt.

Selain itu, penggunaan energi alternatif seperti batu bara (meski tidak terbarukan tetapi bersifat nonminyak) akan ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan minyak bumi tahun 2015.

Dia juga akan melaksanakan reformasi birokrasi. Melalui reformasi birokrasi, ia akan memosisikan diri pada tempat yang sesuai dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang diemban.

Mennakertrans Muhaimin Iskandar

Ada tiga prioritas terkait ketenagakerjaan dalam 100 hari kerja pertama. Ketiga prioritas itu adalah komunikasi tripartit yang intensif demi iklim yang kondusif, penciptaan lapangan kerja baru yang memenuhi kenaikan kualitas hidup pekerja, dan optimalisasi pelayanan terhadap tenaga kerja Indonesia.

Muhaimin akan meningkatkan koordinasi, antara lain dengan Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Luar Negeri, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk mengoptimalkan prioritas kerja tersebut.

TKI, terutama di sektor informal, harus dihormati, dilayani, diberi bantuan, dan perlindungan untuk mendapat hak mereka di negara penempatan. ”Saya akan memantapkan lagi dengan Departemen Luar Negeri untuk negara-negara yang menjadi tujuan penempatan TKI. Dengan ada perbaikan (pelayanan TKI) di dalam negeri akan diikuti peningkatan penghargaan terhadap TKI di luar negeri.”

Prioritas lainnya adalah memacu kompetensi pekerja agar memenuhi kebutuhan pasar kerja. Upaya akan dilakukan dengan mengoptimalkan balai-balai latihan kerja sesuai standar kompetitif di pasar kerja. Pemerintah pusat akan meningkatkan kerja sama dengan gubernur di daerah sentra TKI.

Peningkatan kualitas program transmigrasi juga akan menjadi perhatian Muhaimin, mulai dari persiapan penempatan, pengembangan masyarakat, dan kawasan transmigrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad

Ada tiga program prioritas yang akan dilaksanakan, yakni peningkatan pendapatan nelayan dan fasilitas infrastruktur di daerah pesisir. Selain itu, pengelolaan pulau-pulau, termasuk penyelesaian penamaan pulau.

Menurut Fadel, nelayan yang merupakan obyek utama dari negara maritim harus didorong memiliki pendapatan yang lebih besar. Oleh karena itu, insentif kepada nelayan harus diberikan.

Berkaitan dengan itu, pihaknya akan mengatur mekanisme penjualan ikan dengan harga lebih tinggi serta membuka akses pasar bagi produk nelayan.

”Mekanisme pemasaran hasil tangkapan harus diatur kembali agar nelayan pada lini yang terbawah mendapat harga yang wajar,” ujar Fadel.

Dia akan mulai berkoordinasi dengan Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Pertamina untuk penyediaan infrastruktur bagi nelayan. Di antaranya dengan pembangunan jalan di desa nelayan untuk memudahkan transportasi, serta penambahan BBM.

”Upaya mendorong kesejahteraan nelayan dan membangun departemen ini tidak mungkin dilakukan sendirian,” ujar Fadel.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa

Penyediaan perumahan rakyat masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, langkah pertama yang dilakukan adalah pemetaan pasar, mencakup pasokan dan permintaan rumah, serta mengefektifkan daya serap pasar. Dia akan melakukan klasifikasi masyarakat yang memperoleh subsidi dan harus memiliki pendapatan tetap.

”Jangan sampai ketika sudah diberikan subsidi atau bantuan, ternyata tertahan di tengah jalan, karena sudah pensiun atau daya beli berkurang. Jadi kontinuitas dari daya beli harus dilihat,” ujarnya.

Suharso menambahkan, dia akan mengkaji mengenai masalah bank tanah (land bank) dan ketersediaan lahan. Perlu ada pencadangan tanah untuk perumahan, dan ini terkait dengan perencanaan kota.

Langkah berikutnya, tahap pembangunan dan upaya menekan biaya pembangunan. Langkah ketiga, memetakan daya beli masyarakat, apakah bisa mencicil selama 5, 10, atau 15 tahun. ”Untuk masyarakat dengan daya beli rendah, perumahan akan dialihkan pada rumah susun sederhana sewa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengefektifkan koordinasi antardepartemen. Selain itu, akan dilakukan evaluasi terhadap harga rumah susun sederhana milik dan rumah sederhana sehat.(Kompas.com/pbc)

Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts