> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Regional. Tampilkan semua postingan

POR Prov III, Cabor Senam, Trenggalek Gagal Raih Medali

Trenggalek (prigibeach.com) – Sebanyak 21 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sejak 17 hingga18 Juli 2011 bersaing ketat memperebutkan gelar cabang olahraga Senam untuk kategori artistik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jawa Timur Tahun 2011 yang diselenggarakan di Kabupaten Trenggalek, bertempat di Hall Hotel Hayam Wuruk.

Pada hari pertama, Minggu,(17/7) dipertandingkan kategori senam artistik beregu dan artistik all around. Hari Senin (81/7) para peserta berkompetisi dalam kategori senam artistik nomor perorangan.

Untuk memperebutkan gelar juara, peserta diharapkan mampu menunjukkan kombinasi kemampuan yang terdiri dari kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelenturan dan ketepatan sehingga tercipta gerakan yang dinamis. Seperti yang ditegaskan oleh Drs. Indra Sibarani,MM selaku Technical Delegate bahwa penilaian akan mencakup beberapa hal diantaranya gerakan yang rapi, artistik dan proporsi yang tepat. Selain itu, faktor kesulitan gerakan juga menjadi point tersendiri yang akan mempengaruhi penilaian para juri. “Jika para peserta mampu menunjukkan gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi akan menjadi nilai bonus bagi si atlet” ujarnya.

Pemenang masing-masing kategori dalam cabang olahraga Senam dalam Porprov III Jawa Timur 2011 yang diumumkan pada Senin, 18 Juli 2011 adalah sebagai berikut :

Kategori Senam Artistik Beregu Putra :
1. Juara I Kota Surabaya;
2. Juara II Kabupaten Gresik;
3. Juara III Kota Probolinggo;

Kategori Senam Artistik Beregu Putri :
1. Juara I Kabupaten Gresik;
2. Juara II Kabupaten Banyuwangi;
3. Juara III Kota Surabaya:

Kategori Senam Artistik Putri All Around :
1. Richard Budi D. Kota Surabaya
2. Timotius Avent Jordan Kota Surabaya
3. Novelyno Wige A. Kota Probolinggo

Kategori Senam Artistik Putra All Around :
1. Juara I atas nama Hidayatur Rohma, Kabupaten Gresik;
2. Juara II atas nama Bella Sindi A., Kabupaten Gresik;
3. Juara III atas nama Irfine Rafsanjani, Kota Malang.

Kategori Senam Artistik Perorangan Putra :
Artistik Putra Lantai:
1. Juara I atas nama Richard Budi D, Kota Surabaya;
2. Juara II atas nama Izzah Syahrur Rouf, Kabupaten Probolinggo;
3. Juara III atas nama Ronaldo Ferda Garda P.P, Kota Kediri;

Artistik Putra Meja Lompat:
1. Juara I atas nama Novelyno Wige A., Kota Probolinggo;
2. Juara II atas nama Eva Wulan Cahyo, Kota Malang;
3. Juara III Nur Cholis, Kabupaten Malang;

Artistik Putra Alat Jamur :
1. Juara I atas nama M.Rizky Gunarso, Gresik;
2. Juara II atas nama Evan Ricky Johannes, Blitar;
3. Juara III atas nama Achmad Hari F., Sidoarjo;

Kategori Senam Artistik Perorangan Putri :
Artistik Putri Lantai:
1. Juara I atas nama Frizzkila Dita Yolanda, Kota Surabaya;
2. Juara II atas nama Adellya Putri K, Kota Kediri;
3. Juara III atas nama Anisa Fitri Nurimani, Kabupaten Malang;

Artistik Putri Meja Lompat :
1. Juara I atas nama Bella Sindi A., Kabupaten Gresik;
2. Juara II atas nama Gabriela Anggeenis Tiuz, Kota Probolinggo;
3. Juara III atas nama Santi Fika Widyanti, Kabupaten Probolinggo;

Artistik Putri Alat Balok Keseimbangan :
1. Juara I atas nama Melyanan Pancarini, Kabupaten Banyuwangi;
2.Juara II atas nama Irfine Rafsanjani, Kota Malang;
3. Juara III atas nama Retno Nur Widiyani, Kabupaten Sidoarjo;

(Haz).
Read more..

Trenggalek Open Turnamen Catur Cepat



"Pertandingan Catur Bupati Cup Trenggalek Ke-3 Tahun 2009"

Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kualitas maupun jumlah atlet Cabang Olahraga Catur, Pemkab Trenggalek melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya, menyelenggarakan Trenggalek Open Turnamen Catur Cepat , yakni "Bupati Cup Trenggalek Ke-3 Tahun 2009" . Turnamen terbuka bagi siapa saja termasuk atlet dari luar Trenggalek, dengan kejuaraan untuk Kelompok Umum, Kelompok SD - Yunior Putra dan Putri.

Pendaftaran dibuka sejak tanggal 20 Nopember 2009, dan Panitia masih menerima pendaftaran peserta hingga menjelang Tehnical Meeting. Setiap peserta dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- / orang.

Tempat pendaftaran :
  1. Warung Catur Trenggalek, Sdr. Anas (Depan PLN Trenggalek, 50 meter dari Hotel Widowati;
  2. Sekretariat Percasi Trenggalek Jl. A. Yani No. 25;
  3. Pendaftaran bisa dilakukan melalui Drs. H. Soeseno, Telepon (0355) 792677 atau Handphone: 081335389267
  4. Sdr. M. Ervan Hamami Handphone : 081357152632
Tehnical Meeting dan Tempat Pertandingan :

Pelaksanaan pertandingan diserahkan kepada Panitia yang dibentuk oleh Percasi Cabang Trenggalek, dengan total hadiah yang disediakan Panitia sebesar Rp. 3,8 juta.

Tempat pertandingan di Gedung PDI-P Trenggalek yang lebih dikenal dengan sebutan "Kandang Banteng". Lokasinya sebelah barat kota Trenggalek, di jalan raya jurusan Trenggalek-Ponorogo.

Tehnical Meeting:
  • Tanggal 28 Nopember 2009 pukul 19.00 untuk Kelompok Umum
  • Tanggal 29 Nopember 2009 pukul 07.00 untuk Kelompok SD dan Yunior
Jadwal Pertandingan:

Pertandingan memakai system Swiss 7 (tujuh) babak, untuk Kelompok Umum, dengan jadwal pertandingan sebagai berikut :
Sabtu, 28 Nopember 2009 :
  • Babak I : 20.00 - 21.00 WIB
  • Babak II : 21.00 - 22.00 WIB
  • Babak III : 22.00 - 23.00 WIB
Minggu, 29 Nopember 2009 :
  • Babak IV : 09.30 - 10.30 WIB
  • Babak V : 11.00 - 12.00 WIB
  • Babak VI : 13.00 - 14.00 WIB
  • Babak VII : 14.00 - 15.00 WIB
Pertandingan memakai system Swiss 6 (enam) babak, untuk Kelompok SD, U-13-21 tahun (Putra/Putri), dengan catatan Babak pertandingan dapat dikurangi/ditambah tergantung pada jumlah peserta yang mengikuti, dengan jadwal pertandingan sebagai berikut :

Minggu, 29 Nopember 2009 :
  • Babak I : 08.00 - 09.00 WIB
  • Babak II : 09.30 - 10.30 WIB
  • Babak III : 11.00 - 12.00 WIB
  • Babak IV : 12.00 - 13.00 WIB
  • Babak V : 13.00 - 14.00 WIB
  • Babak VI : 14.00 - 15.00 WIB
Hadiah Kelompok Umum :
  1. Rp. 500.000,- (Peringkat I)
  2. Rp. 400.000,- (Peringkat II)
  3. Rp. 300.000,- (Peringkat III)
  4. Rp. 200.000,- (Peringkat IV)
  5. Rp. 100.000,- (Peringkat V)
  6. Rp. 50.000,- (Peringkat VI)
  7. Rp. 50.000,- (Peringkat VII)
  8. Rp. 50.000,- (Peringkat VIII)
  9. Rp. 50.000,- (Peringkat IX)
  10. Rp. 50.000,- (Peringkat X)
Hadiah Kelompok SD, U-13-21 tahun (Putra/Putri) :
  1. Rp. 250.000,- (Peringkat I)
  2. Rp. 200.000,- (Peringkat II)
  3. Rp. 100.000,- (Peringkat III)
  4. Rp. 50.000,- (Peringkat IV)
  5. Rp. 50.000,- (Peringkat V)
Demikian, pengumuman ini disampaikan oleh Pengurus Percasi Cabang Trenggalek. Ikutilah dan meriahkanlah "Catur Bupati Cup Trenggalek Ke-3 Tahun 2009". Jangan sampai ketinggalan. Kemampuan, ketangkasan dan kecerdikan Anda dalam bermain catur akan diuji di sini. Mari, berkompetesi untuk meraih prestasi.

Gens Una Sumus !

Read more..

Dana Rehab SD Diduga Disunat


DPRD Segera Cross Check ke Dispendik

Gresik - Kabar kurang sedap mencuat di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Belakangan, muncul dugaan pemotongan bantuan rehabilitasi SD dari alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009 oleh oknum dispendik.

Laporan dugaan pemotongan itu diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Gresik Suparno Diantoro kemarin (17/11). Menurut dia, laporan beberapa kepala SD di Gresik itu masuk ke meja fraksi.

"Menurut laporan tersebut, jatah DAK untuk rehab gedung di sekolah mereka dipotong oleh oknum cabang dispendik kecamatan. Laporan itu sudah mereka buat secara tertulis," terang Suparno.

Dia menegaskan, kasus tersebut segera dirapatkan secara internal. FPG menduga, kasus serupa terjadi di sebagian besar kecamatan yang kebagian jatah DAK. Fraksi partai berlambang beringin itu juga berencana membawa kasus tersebut ke Komisi D DPRD Gresik.

Ditanya modus penyunatan, Suparno menyatakan variatif. Kisarannya Rp 5 juta-Rp 10 juta tiap sekolah. Pemotongan itu dilakukan setelah DAK dicairkan ke setiap sekolah pada tiap termin pembayaran.

Suparno menjelaskan, tiap sekolah rata-rata mendapatkan jatah dana DAK untuk rehab sebesar Rp 210 juta. Bantuan tersebut dicairkan dalam dua termin (tahap). Termin I sebesar Rp 100 juta, sisanya pada termin II.

Pada tiap termin itulah, beberapa oknum dispendik mendatangi sekolah. "Mereka menyampaikan adanya pemotongan. Tapi, pemotongan itu tidak dilengkapi bukti pembayaran. Sebab, oknum itu tidak mau," terang Suparno.

Pada 2009, lanjut dia, Gresik mendapatkan suntikan DAK dari pemerintah pusat Rp 27 miliar. Selain itu, pemkab memberikan jatah dana pendamping Rp 4 miliar khusus untuk perbaikan sekolah. Dengan demikian, total dana rehab sekolah mencapai Rp 31 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan sekitar 180 sekolah dasar yang tersebar di 18 kecamatan. "Kami masih amankan siapa pelapor itu. Kami khawatir nanti malah ada intimidasi," imbuh Suparno.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Hamim juga mengatakan sudah mendengar kabar tersebut. Menurut dia, FPG masih mendalami dugaan pemotongan itu. "Jika sudah ada bukti kuat, kasus ini segera kami bawa ke forum," katanya.

Jika laporan itu benar, lanjut Nurhamim, pihaknya memastikan meng-crosscheck kabar tersebut. Bahkan, dia menyatakan akan meminta komisi D untuk menindaklanjuti dugaan pemotongan itu. "Laporan itu tentu kami tindak lanjuti," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Chusaini Mustaz saat dikonfirmasi menolak berkomentar. Dia hanya minta agar dewan membuka kasus itu dengan gamblang. "Jika memang ada kasus seperti itu, kami minta mereka menunjukkan siapa oknum tersebut dan sekolah mana yang melaporkan. Sehingga, semua berdasar fakta," katanya.

Jika kasus tersebut tidak dibeber, kata Chusaini, pihaknya khawatir isunya kian melebar. "Jika terbukti, saya sudah siapkan mekanisme sanksi untuk pelaku. Karena itu, kami ingin kasus tersebut dibuka," tegas Chusaini. (ris/soe/jps)

Read more..

Pencairan Rapel TPP Sangat Lambat

Surabaya - Pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) peserta sertifikasi 2008 benar-benar lambat. Untuk guru di Surabaya saja, di antara sekitar 5.000 guru penerima, hingga kemarin (18/11) baru 55 persen yang terkirim. Guru luar kota malah lebih lambat lagi.

Kepala Dispendik Pemprov Jatim Suwanto mengatakan, berdasar laporan Bank BRI, pencairan TPP terus dilakukan. Jika ada yang belum sampai ke rekening guru, berarti ada kesalahan nomor rekening. "Tunjangan tidak bisa dicairkan kalau rekeningnya bermasalah," ujarnya kemarin.

Rekening itu bisa saja sudah dibekukan atau ada kesalahan. Rekening tersebut dibekukan kalau saldo tabungan kurang dari Rp 50 ribu. Padahal, pihaknya sejak jauh hari meminta kepada para guru agar mengecek rekeningnya. "Seharusnya sebelum dicairkan, rekening itu sudah klir semua," tutur pria asal Kediri itu.

Dia menambahkan, guru yang belum menerima tunjangan karena rekening bermasalah harus segera melapor ke UPTD Dispendik. UPTD itulah yang akan mengoordinasi. "Bukan satu-satu, kalau bersama kan enak. Setelah terkumpul, baru nanti UPTD yang melaporkan ke Bank BRI Kaliasin. Para guru harus proaktif," ujarnya.

Pencairan TPP guru dari luar Surabaya juga sudah dimulai kemarin. Pada 16 November, Bank BRI Jatim sudah mengirimkan dana ke cabang BRI kabupaten/kota. Jika ada yang masih bermasalah atau yang belum menerima, silakan segera melapor. "Jika rekeningnya bermasalah, para guru harus memperbaiki lebih dahulu. Kalau tidak bermasalah, tunjangan pasti terkirim," jelas Suwanto.

Sementara itu, Koordinator Sertifikasi Guru 2008 Wisnu Pradata mengatakan heran. Seharusnya, masalah rekening tersebut tidak dijadikan alasan. Dispendik dan bank mestinya mengecek sebelumnya. "Sekarang kok masalah rekening yang dijadikan asalan," katanya. Dia sangat menyayangkan kinerja Dispendik dan Bank BRI yang lambat dalam menangani hak para guru itu. (lum/hud/jps)

Read more..

Lamongan Bangun Tiga Pelabuhan Besar


Ilustrasi: Kesibukan di sebuah pelabuhan.



Laporan wartawan KOMPAS Adi Sucipto

LAMONGAN, KOMPAS.com — Bupati Lamongan, Masfuk, Jumat (6/11), mengatakan, di Lamongan kini sedang dibangun tiga pelabuhan besar selain Lamongan Integratdes Shorebase yang sudah beroperasi.

Ketiga pelabuhan yang akan segera selesai itu adalah pelabuhan Rakyat Sedayulawas, Pelabuhan Samudera Brondong, dan pelabuhan untuk angkutan sungai, danau, dan penyeberangan.

Pelabuhan Sedayulawas dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 22,98 miliar. Pelabuhan Sedayulawas dipersiapkan menjadi pelabuhan khusus (pelsus) kapal niaga (barang) antarpulau. Adapun status pelabuhan nusantara, Brondong, ditingkatkan menjadi pelabuhan samudra. Tahun ini, pembangunan dermaga Pelabuhan Samudera Brondong diharapkan sudah selesai, dengan anggaran sebesar Rp 29,426 miliar.

Adapun pelabuhan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang dibangun sejak 2005 ditargetkan sudah operasional pada tahun 2010. Total anggaran pembangunan ASDP Rp 170 miliar merupakan hasil sharing APBN, APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Lamongan.

"Tiga proyek tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan," kata Masfuk.

Pembangunan tiga proyek pembangunan tiga pelabuhan itu menjadi bahan studi banding Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dan DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rombongan dari Kabupaten Kendal dipimpin langsung oleh Bupati Kendal Siti Nurmarkesi. Kunjungan DPRD Kabupaten Bekasi dipimpin Ketua DPRD Bekasi Mustakim.

Ketua DPRD Bekasi Mustakim menyatakan bahwa Kabupaten Bekasi saat ini sedang mengumpulkan bahan untuk pembuatan peraturan daerah (perda) terkait pembangunan pelabuhan. "Kami berharap mendapat masukan dari Kabupaten Lamongan," ujarnya.

Bupati Kendal Siti Nurmarkesi mengatakan, Kendal sudah sejak lama memiliki embrio pembangunan pelabuhan. Rencana pembangunan pelabuhan di Kendal sudah ada sejak 2003. Sampai saat ini, embrio pelabuhan di Kendal belum bisa dioperasionalkan, sementara Kabupaten Lamongan sudah memiliki sejumlah pelabuhan.

Menurut Siti, Kendal memiliki potensi pada industri kecil batik dan pakaian bordir. Pemkab Kendal mewajibkan 123.500 pegawainya memakai pakaian bordir setiap Jumat. Omzet pengusaha bordir meningkat pesat dengan kebijakan tersebut.

"Sepanjang jalan di Kendal kini dikuasai Lamongan. Semua warung yang ada di sepanjang jalan itu, kalau tidak menyediakan Pecel Lamongan, ya Soto Lamongan," ujarnya bercanda.


Read more..

Pacitan Mendesah, Aktornya PNS dan Pengusaha




Jumat, 6 November 2009 | 11:19 WIB

PACITAN, KOMPAS.com — Oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Pacitan, Jawa Timur, Yy (43), digerebek lalu diarak oleh warga Kelurahan Pucangsewu, setelah kepergok mesum dengan pasangan yang bukan suaminya, Kn (40).

"Warga kesal melihat perselingkuhan yang dilakukan keduanya. Selain sama-sama sudah punya pasangan, mereka malah melakukannya dengan vulgar dan seolah tidak menghormati masyarakat sekitar," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan Supomo.

Petugas Satpol PP sedikit terlambat menangani kasus tersebut. Hal itu bisa terjadi karena warga yang memergoki perselingkuhan antara Yy, yang berstatus PNS, dan Kn, yang merupakan pengusaha, tidak segera melapor ke aparat.

Warga justru melakukan aksi penggerebekan sendiri begitu melihat pasangan mesum Yy dan Kn masuk ke rumah orangtua Yy yang tengah kosong, sekitar pukul 18.30 WIB. "Kami justru baru dilapori setelah keduanya digelandang ke rumah RT setempat," kata Supomo.

Sebagai aparat penegak disiplin di jajaran birokrasi, Supomo sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, salah satu pelaku berstatus ibu rumah tangga sekaligus PNS yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat lain.

"Keduanya akan diberi pembinaan. Selain itu, akan ada sanksi khusus bagi oknum PNS bersangkutan," katanya.

Namun, mengenai sanksi yang bakal diberikan akan disesuaikan dengan sejauh mana tingkat pelanggaran yang telah dilakukan.

Hal itu sudah diatur dalam PP 30 Tahun 1980 tentang Disiplin PNS. Sanksi atas pelanggaran disiplin pegawai ada tiga tahapan, yaitu mulai sanksi ringan, sedang, dan berat.

Untuk sanksi ringan, pelaku hanya akan mendapat teguran baik lisan maupun tertulis. Sedangkan untuk sanksi sedang, pelaku biasanya akan mendapat pernyataan tidak puas dari pimpinan.

Hal itu berbeda dengan sanksi berat di mana pelaku bisa ditunda kenaikan pangkatnya, dibebaskan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat, atau pemberhentian dengan tidak hormat.

Beberapa warga yang menjadi saksi mata pengerebekan mengatakan, kisah asmara dan perselingkuhan antara Yy dan Kn sebenarnya telah berlangsung lama.


Read more..

Kisah Buaya dan Jaka Tingkir






Laporan wartawan KOMPAS.com IGN sawabi


KOMPAS.com — Kata "buaya" sangat populer belakangan ini. Pertama terlontar dari Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Tetapi, sejak kapan buaya menjadi simbol kekuatan?

Dalam tembang macapat Jawa ada lagu berjudul "Sigra Milir". Dalam tembang itu dikisahkan bagaimana Jaka Tingkir, pendiri kerajaan Pajang, berjalan mengarungi Bengawan Solo menggunakan rakit. Ada 40 ekor buaya mendampingi perjalanan Jaka Tingkir dari hulu ke hilir Bengawan Solo menuju Demak sebagai pusat pemerintahan kala itu.


Sigra milir kang gethek sinangga bajul
kawan dasa kang njageni
ing ngarsa miwah ing pungkur
tanapi ing kanan kering
sang gethek lampahnya alon


Artinya, kira-kira:
mengalirlah segera sang rakit didorong buaya
empat puluh penjaganya
di depan juga di belakang
tak lupa di kanan kiri
sang rakit pun berjalan pelan.

Konon, itu hanyalah mitos. Dan, konon itu juga perlambang bahwa perjuangan Jaka Tingkir didukung oleh 40 penguasa atau ada juga yang menyebutkan sebagai 40 perompak sungai (disimbolkan buaya).

Untuk menarik perhatian warga Demak, Jaka Tingkir memasukkan binatang ke telinga seekor kerbau. Lalu kerbau itu mengamuk di Demak, dan hanya Jaka Tingkir juga yang bisa menaklukkan kerbau bernama Kebondanu itu. Sekali tempeleng, kerbau itu jatuh. Jaka Tingkir kemudian mulai meniti karier di ranah politik kerajaan Demak, hingga akhirnya bisa mendirikan kerajaan Pajang dan menjadi raja bergelar Sultan Hadiwijaya.



Read more..

Yulia Kabur 3 Jam Setelah Lahirkan Bayi


Ilustrasi


Jumat, 6 November 2009 | 15:46 WIB

BANGKALAN, KOMPAS.com - Sesosok bayi laki-laki ditinggal begitu saja oleh ibunya, tiga jam setelah dilahirkan di rumah bersalin Bidan Delima, Jalan Sidingkap, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan.

Kasus ini dilaporkan ke polisi dan aparat kelurahan oleh bidan Hj Samawati Manaf alias Bu Am, Selasa (3/11), karena ibu bayi yang diharapkan kembali untuk mengambil bayinya tak kunjung muncul. Menurut Bu Am, ibu bayi tersebut mengaku bernama Yulia (21) yang kos jalan Cempaka Perumahan Daerah (Perumda), Kelurahan Mlajah, Bangkalan, mahasiswi semester 3 UTM (Universitas Trunojoyo Madura).

Yulia datang pada Minggu (1/11) pukul 05.40 WIB dengan diantar seorang teman perempuannya mengendarai sepeda motor dalam keadaan siap melahirkan. “Kepala bayi sudah terlihat. Langsung saja saya menyuruhnya berbaring untuk melangsungkan proses kelahiran,” cerita Bu Am kepada Surya, di Kantor Kelurahan Kemayoran.

Proses kelahiran bayi laki-laki seberat 3,3 kg dengan panjang 51 cm berjalan normal. Tiga jam kemudian, Lia pamit pulang untuk mengambil uang di kosnya guna menyelesaikan administrasi dan mengambil perlengkapan bayi. Namun ditunggu hingga pukul 23.00 WIB, Lia belum juga datang. Bahkan sampai dua hari. “Pak RT menyarankan melapor ke kelurahan,” kata Bu Am.

Penelantaran bayi baru lahir ini sempat menyedot perhatian warga sekitar. Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno berjanji menerjunkan anak buahnya untuk mencari ibu jabang bayi ini. st32


Read more..

Jatim Kekurangan Pasokan Susu Sapi 650.000 Liter/Hari

SURABAYA, KOMPAS.com - Setiap hari, Provinsi Jawa Timur kekurangan pasokan susu sapi segar sebanyak 650.000 liter. Akibatnya, sejumlah perusahaan susu di Jatim terpaksa mengimpor bahan baku susu sapi segar dari luar negeri.

Total kebutuhan susu sapi di Jatim mencapai 1,6 juta liter per hari. Padahal, produksi susu sapi hanya sekitar 950.000 liter per hari.

Kepala Bidang Agribisnis Dinas Peternakan Jatim Maskur mengatakan, produksi susu sapi Jatim sebanyak 950.000 liter per hari harus dibagi-bagi untuk pabrik-pabrik susu, konsumsi masyarakat, serta dikirim ke luar Jatim.

"Sekitar 850.000 liter susu sapi dipasok untuk pabrik-pabrik, seperti PT Nestle, PT Greenfields , PT Indolacto, dan Sekar Tanjung serta dikonsumsi langsung masyarakat. Sedangkan 100.000 liter dikirim ke luar Jatim, yaitu ke Jabar dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya, Kamis (5/11) di Surabaya.

Dinas Peternakan Jatim berencana menggenjot produksi susu sapi di Jatim mencapai kisaran 1 juta liter per hari. Beberapa skim kredit disediakan untuk para peternak sapi, seperti kredit ketahanan pangan dan energi (KKPE) dan kredit usaha pembibitan sapi ( KUPS).

Alokasi kredit KKPE masih sedikit yaitu Rp 257 juta untuk tahun 2009. Meski bunganya hanya enam persen, tapi tahun lalu tingkat penyerapannya hanya 40 persen. Para peternak kadang terkendala dengan proses pengajuan kredit yang mengharuskan adanya agunan, papar Maskur.

Sementara itu, untuk skim KUPS baru akan berjalan tahun 2010 mendatang dengan alokasi dana dari pemerintah pusat senilai Rp 15 triliun. Untuk skim ini, peternak yang mengajukan kredit hanya dibebani bunga sebesar lima persen.



Read more..

Wagub: Perangi TKI Ilegal!

SURABAYA, KOMPAS.com — Hingga pertengahan tahun 2009 lebih dari 4.300 tenaga kerja Indonesia atau TKI ilegal asal Jawa Timur dipulangkan dari Malaysia. Sebagian besar TKI tersebut dinyatakan ilegal karena proses penempatan kerja mereka tak melewati Perusahaan Jasa TKI atau PJTKI resmi sehingga menyulitkan proses pengawasan dan perlindungan hukum pemerintah.

Untuk menekan angka TKI ilegal di Jatim, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya sinergi yang lebih kuat antara PJTKI, pemerintah, dan TKI. Dengan koordinasi yang lebih kuat maka maraknya agen-agen TKI yang hendak memanfaatkan situasi dapat ditekan.

"Semua harus kita perangi. Caranya dengan memperkuat sinergi. Langkah ini membutuhkan sosialisasi yang terus-menerus," ucapnya, Kamis (5/11) di Surabaya.

Tahun 2012, Pemprov Jatim menargetkan seluruh Jatim terbebas dari TKI ilegal. Dengan hilangnya TKI ilegal, nasib para TKI legal dari Jatim di luar negeri lebih jelas dan terjamin.

Read more..

Ansor Pasuruan Dirikan Posko Korban Mafia Peradilan

Ansor Pasuruan Dirikan Posko Korban Mafia Peradilan

Pasuruan - Para eksponen GP Ansor di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, mendirikan posko korban mafia peradilan.

H. Jam'an, mantan Ketua GP Ansor Jawa Timur menjelaskan, pendirikan posko korban mafia peradilan untuk mendukung serta mengawal program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono dalam penegakan hukum.

Ia menyebutkan, jika SBY-Boediono membuat program ganyang mafia peradilan, para eksponen GP Ansor di Kota Pasuruan berikrar untuk menumpas mafia peradilan hingga ke akar-akarnya.

Jam'an juga menyerukan, supaya semua eksponen GP Ansor se-Indonesia bangkit dan bergerak bersama-sama untuk menumpas tuntas mafia peradilan.

Ia mengungkapkan, latar belakang pendidrian posko korban Mafia Peradilan tersebut, berangkat dari keprihatinan atas carut-marutnya peradilan di Indonesia.

Bagi para korban mafia peradilan untuk melaporkan diri ke posko korban mafia peradilan GP Ansor Kota Pasuruan di Jl Pelabuhan No. 99 Kota Pasuruan.

Kasus-kasus korban mafia peradilan yang masuk ke posko nantinya akan dikawal GP Ansor, serta akan di kirim juga ke PO Box 9949 Posko Gayang Mafia Peradilan.

Read more..

Suramadu International Run Digelar, Jembatan Ditutup 3 Jam

Saat digelar Suramadu International Run, masyarakat tidak bisa melintasi Jembatan terpanjang di Indonesia itu selama kurang lebih 3 jam.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang juga Ketua Pelaksana, menyampaikan permohonan maaf kepada semua masyarakat terkait dilakukan penutupan Jembatan Suramadu.

"Sebagai penyelenggara, kami mohon maaf kepada masyarakat atas penutupan Jembatan Suramadu pada acara nanti. Penutupan itu akan dilakukan mulai pukul 05.00-08.00 WIB," kata pria yang akrab dipanggil Gus Ipul saat press conference di Surabaya Plaza Hotel, Kamis (5/11/2009).

Gus Ipul mengatakan, Jembatan Suramadu memang untuk kepentingan publik. Tapi event itu juga untuk publik.

"Event ini adalah pertama kali di Jawa Timur. Kita ingin mengukir sejarah di Jatim
tentang lari 10 KM di Jembatan Suramadu," tuturnya.

Rencananya, Suramadu International Run yang digelar pada Minggu (29/11/2009) di Jembatan Suramadu akan diikuti sekitar 5-10 ribu pelari international dari 6 negara,
pelari nasional, umum, pelajar, dan anggota TNI-Polri.

Read more..

Dua Warga Jember Hilang Ditelan Ombak


detik.com, Dua warga Kabupaten Jember mengalami nasib naas setelah diduga hilang ditelan ombak di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) di Kecamatan Wuluhan, Rabu (4/11/2009). Dua korban itu bernama Wisnu (27) dan Agus (27).

Kapolsek Wuluhan, AKP Nur Mahfud, mengatakan, awalnya kedua orang tersebut sedang asyik memancing di tepi Pantai Papuma Selasa (3/11/2009) sore. Namun tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menggulung keduanya.

"Baru diketahui tadi, ketika petugas Pantai Papuma menemukan sebuah sepeda motor di parkir di dekat pantai itu. Ada sepedanya tapi tidak ada orangnya," kata Nur Mahfud.

Petugas kemudian menghubungi Polsek Wuluhan. Polisi segera melacak pemilik sepeda motor itu. Dan diketahui jika sepeda itu milik Agus dan dinaiki oleh Agus dan Wisnu. Polisi mendapat keterangan itu dari keluarga kedua korban.

"Katanya mereka mancing kemarin sore, tapi tidak pulang-pulang. Dan sepeda motornya cocok," katanya.

Kini, tim SAR dan petugas serta keluarga segera menyisir pantai selatan itu. Namun, hingga kini belum diketemukan. Biasanya, jika tergulung ombak, korban akan dibawa ke tengah dan beberapa hari kemudian minggir ke tepi.

Read more..

75 Karung Raskin Diduga Dijual, Polres Bojonegoro Turun Tangan



Bojonegoro (beritajatim.com) - Untuk kesekian kalinya, beras untuk rakyat miskin (raskin) diduga telah dijual oleh oknum perangkat desa. Sehingga, warga yang tak terima protes dan melapor polisi.


Kali ini, ratusan warga Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro memprotes tindakan oknum perangkat desa yang diduga kuat telah menjual raskin sebanyak 75 zak dengan masing-masing zak berisi 15 kilogram dan tiap kilogram dijual Rp 4.000.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Rabu (4/11/2009) menyebutkan, saat ini kasus tersebut telah diselidiki oleh Satreskrim Polres Bojonegoro. Bahkan, beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk lebih memfokuskan kasus.

Sejauh ini tiga orang telah dimintai keterangan oleh polisi, masing-masing Kaur Kesra Desa Kalicilik, Syaicona, Kades� Choiri dan Jamin, orang yang diduga telah membeli raskin dari saksi Syaicona.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Suprapto menegaskan, sejuah ini pemeriksaan masih berlangsung dan baru seputar saksi dan pencarian alat bukti di lapangan.
"Kalau dirasakan sudah cukup kuat, tidak menutup kemungkinan bisa mengarah pada siapa tersangka dibalik kasus ini," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan masyrakat setempat bisa menghormati proses hukum sambil menunggu hasil dari penyidikan. Pihaknya tidak akan menutup-nutupi, walaupun menyangkut perangkat desa setempat. Karena, pengambilalihan penyidikan biasa dilakukan, dengan pertimbangan penyidikan bisa dilakukan dimana saja. "Intinya proses semua ini untuk yang lebih baik. Sehingga, masyarakat bisa segera mendapatkan hasil yang memuaskan," lanjutnya.

Seperti diketahui, ratusan warga desa setempat beberapa hari lalu sempat memadati kantor desa untuk memprotes keras tindakan salah satu oknum perangkat desa setempat yang didiuga telah menjual beras jatah warga miskin.

Bahkan, Kades setempat didesak untuk segera mencopot jabatan Kaur Kesra yang dijabat oleh Syaicona. Tidak hanya itu saja, warga juga sempat emosi dengan mengarak yang bersangkutan kedalam mobil patroli Polsek Sukosewu. [dul/kun]

Read more..

Jutaan Uang Palsu Disita Jajaran Polres Pamekasan


Pamekasan, PrigiBeach.com

Uang rupiah pecahan 50 ribu-an dan 100 ribu-an berhasil disita oleh Satreskrim Polres Pamekasan dari tangan dua tersangka. Sedang yang ditahan di Mapolres Pamekasan ada tiga tersangka, yakni Abdul Fatah (45) warga Desa Tadden Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang; Suryadi (40), warga Desa Pamoroh Kecamatan Kadur, Pamekasan; dan Misradin (37), warga Desa Peltong Kecamatan Larangan, Pamekasan.

Tersangka Abdul Fatah berhasil ditangkap saat melakukan transaksi di Pasar Kolpajung, Pamekasan. Dari tangan tersangka, petugas mendapatkan upal Rp 300 ribu. Nah, saat itu, petugas terus memburu jaringan upal dan menggrebek rumah Abdul Fatah. Dari sana, polisi menemukan upal Rp 3,8 juta.

Selesai membekuk tersangka, polisi terus melakukan pengembangan. Hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap Suryadi. Diketahui, Abdul Fatah membeli upal dari Suryadi. Dari tangan Suryadi, polisi berhasil memeroleh upal Rp 4,8 juta.

Tak puas, setelah dua tersangka berhasil dibekuk, polisi berhasil menangkap Misradin yang atas pengakuan Suryadi, upal tersebut diperoleh dari Misradin. Diketahui, Misradin telah dua kali ditangkap dalam kasus yang sama.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Kholil membenarkan ada penangkapan upal. Namun, ia enggan merinci secara detail pemasok upal itu. "Maaf, demi kelancaran operasi, kami, tidak bisa memberikan rinciannya. Kami masih mengejar tersangka lain. Saya masih di lapangan," katanya, Rabu (3/11/2009).

Kini, tersangka bersama barang bukti (BB) upal Rp 8,9 juta diamankan di Mapolres Pamekasan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 244 dan 252 KUHP tentang pembuat, pengolah, pengedar dan penyimpan upal dan diancam hukuman 12 tahun penjara.(bba).

Read more..

Kasus Korupsi P2SEM, Koordinator PNC Terancam DPO


GRESIK - SURYA- Koordinator LSM Paguyuban Nelayan Campurejo (PNC) Kecamatan Panceng Edi Utomo terancam dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh penyidik Kejari Gresik. Lantaran dia sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan kejari untuk diperiksa dalam kasus program penanganan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM).

Namun, Kepala Kejari Gresik Teuku Abdul Djalil mengaku tetap akan memanggil tersangka. “Saya tidak tahu, apakah panggilan itu tidak sampai di rumahnya atau gimana. Sebab, selama tiga kali kami panggil, ternyata tidak ada konfirmasi,” ujar Djalil, Selasa (3/11).

Sumber lainnya menyebutkan, Edi Utomo yang tercatat sebagai mahasiswa akhir salah satu PTN ternama di Surabaya, tidak memenuhi panggilan penyidik karena menuntaskan studinya. Tapi alasan itu dibantah sejumlah penyidik, karena Edi dinilai tidak kooperatif. Bahkan saat dihubungi ke ponselnya, yang menjawab seorang perempuan dan mengaku salah sambung.

Melalui PNC Kecamatan Panceng, Edi Utomo mendapat kucuran dana P2SEM sebesar Rp 50 juta. Berdasar hasil audit BPKP Jawa Timur, seperti pernah diungkap anggota penyidik Lilik Indahwati, ternyata pemanfaatan dana itu fiktif atau tidak direalisasikan. Sehingga negara dirugikan Rp 50 juta.

Berbeda dengan LSM Corporate Social Responsibility Centre (CSRC), yang mendapat kucuran Rp 200 juta. Kendati sudah dilakukan pemeriksaan puluhan saksi, namun masih menunggu hasil audit BPKP. Hanya, penyidik sudah menetapkan Isa Wahyudi, selaku koordinator, sebagai tersangka.

Pada bagian lain, dukungan untuk memeriksa ulang atas 30 lembaga penyalur P2SEM datang dari LSM Gresik Corruption Watch (GCW) dan LIRa Gresik. Koordinator GCW Totok Budi Harsono mensinyalir, adanya ketidakberesan dalam penyelidikan yang dilakukan tim intelejen Kejari Gresik. Sebab, dari 32 lembaga penerima P2SEM, ternyata hanya dua lembaga yang ditetapkan sebagai tersangka dan itupun dana yang diterima relatif kecil.

“Seperti LSM PCP Panceng yang hanya Rp 50 juta dan CSRC yang menerima Rp 200 juta. Sementara lembaga lain, seperti IREA dapat Rp 350 juta, LSM Mitra Masyarakat menerima Rp 150 juta dan Yayasan Nurul Iman yang dapat Rp 400 juta tidak tersentuh samasekali,” tukas dia.

Bupati LSM LIRa Gresik Khoirul Anam meminta Kajari Gresik harus berani mengungkap hasil pemeriksaan terdahulu. Bila penyelidikan atas 32 lembaga penerima P2SEM tidak ditemukan penyimpangan dan hanya dua saja yang menyimpang harus dijelaskan secara terbuka. “Tapi kami tetap yakin, yang menyimpangkan dana P2SEM bukan hanya LSM CSRC dan PNC saja, tetapi yang lainnya juga,” ungkap Anam.

Sementara itu, penelusuran kantor penerima P2SEM LSM Mitra Masyarakat, yang tercatat di Jl dr Soetomo II/67A Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik, tidak ditemukan papan nama dan aktivitas. Menurut warga sekitar, rumah tersebut hanyalah rumahtangga dan bukan kantor. san

Read more..

SMKN 7, Sekolah "High Class" Tanpa Listrik


Selasa, 3 Nopember 2009 Posts by: jps | Kategori: Malang Raya, Pendidikan | ShareThis

SUKUN-MALANG- Punya status sebagai sekolah bertaraf internasional ternyata tak selamanya membuat sekolah itu menjadi mewah. Salah satu contohnya, adalah SMK Negeri 7. Meski sebagian kelasnya berstatus RSBI, tapi sekolah yang sejak Juli lalu menduduki gedung baru di Jl KS Tubun IV, Sukun ini, tak berlistrik.

Kondisi ini pun diakui Kepala Sekolah SMKN 7, Hari Sunyoto. Menurut Hari, sudah satu setengah bulan sekolah berjalan tanpa listrik. Untuk sekolah RSBI, hal ini tentu ironis, karena kegiatan belajar seharusnya tidak lagi manual (papan tulis), tapi melalui peralatan multimedia. ”Sebelum menduduki gedung baru, kami sudah mengajukan izin pemasangan listrik ke PLN. Tapi belum juga dituruti,” kata Hari, Senin (2/10).

Pihak sekolah sebenarnya juga sudah mengakali kondisi ini. Caranya, dengan menggunakan sambungan izin pesta. Namun, pihak sekolah akhirnya menyerah juga dengan cara ini. Maklum, tiap bulan harus merogoh kas lebih Rp 5 juta. Tanpa listrik, peralatan multimedia pasokan pemerintah, seperti LCD projector, komputer, dan televisi, terpaksa nganggur.

Kondisi tanpa listrik ini terjadi di seluruh kelas SMKN 7, yang jumlahnya sebanyak tiga RSBI, dan tiga kelas reguler itu. Para siswa pun tak tahan untuk terus memendam prihatin. Protes mereka pun terpampang jelas di kelas XI AK (analisis kimia) 1, yang berstatus RSBI. Mereka memasang poster bernada menyindir PLN, di antaranya Listrik aja masuk desa, kenapa Skavela (sebutan SMKN 7) tidak? atau katanya melayani malah menyusahkan.

Sekolah pun menjadi sasaran kekecewaan murid. Irsya Amalia, siswi kelas XI AK 1, misalnya, mengaku dia dan kawan-kawannya sudah jenuh dengan janji sekolah. ”Katanya suruh tunggu minggu depan, tapi hanya janji begitu terus,” ujarnya kesal sambil beberapa kali mengipas-kipaskan buku di dalam ruangan tanpa kipas angin itu.

Yang membuat para siswa lebih jengkel, meski pengajaran di sekolah berlangsung tanpa listrik, tapi mereka tetap dibebani biaya SPP yang tidak murah. Menurut Bayu, salah satu siswa AK-2, untuk kelas reguler (non-RSBI), SPP-nya mencapai Rp 165.000. Untuk kelas RSBI, SPP malah mencapai Rp 200.000. ”Itu belum biaya praktikum sebesar Rp 20.000 tiap bulannya, juga uang sumbangan masuk sekolah yang mencapai Rp 2 juta” ungkap Bayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Shofwan, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. ”Listrik kan urusannya PLN. Kami sudah berusaha mengurus, tapi mereka yang mengatakan belum bisa mengaliri,” ujar Shofwan yang mendengar bahwa aliran listrik akan tersambung dalam minggu ini di SMKN 7. ab


Read more..

TKI Asal Ponorogo Tewas di Malaysia


Ponorogo, PrigiBeach.com

Seorang TKI asal Indonesia, Kabul Winarto (39) dikabarkan tewas tertimbun longsor tanah saat membangun selokan rumah di Malaka. Kabar korban asal Dusun Klangi Desa Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo tewas diterima kakaknya, Marimin (42).

Kabar meninggalnya korban itu kali pertama diterima oleh kakak korban warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Badegan, Ponorogo pada Senin siang itu juga.

"Senin (2/11/2009) kemarin siang saya terima telpon dari keponakannya yang juga di Malaysia yang mengabarkan kalau adik saya meninggal tertimbun tanah galian pembuatan selokan," jelas Marimin warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Selasa (3/11/2009).

Menurutnya, pihak keluarga masih menunggu kepastian dari Depnaker kapan jenazah adiknya diterbangkan ke Ponorogo. Sementara istri korban, Suprihatin mengaku tewasnya suami tidak mendapat firasat apapun.

Dia mengaku kepergian korban bekerja di Malaysia sejak tahun 1990 lalu demi bisa menyekolahkan kedua anak kembarnya. "Saya tak ada firasat apapun tentang kematian ini. Saya kontak terakhir Sabtu kemarin dalam keadaan baik-baik," kenang Suprihatin.

Suprihatin menambahkan korban berencana pulang 1 Desember 2009 mendatang. Dirinya pun berharap jenazah korban segera dipulangkan dan tidak ada yang mempersulit kedatangan suaminya.(mnt)


Read more..

Perwira Pilisi Gelapkan BB Masih Belum Fiekani Sanksi


Surabaya, PrigiBeach.com

Meski sudah menjalani sidang kode etik dan disiplin, Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Susanto sampai saat ini belum mendapatkan sanksi dari pimpinannya. Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ronny F Sompie selaku pimpinan perwira polisi yang suka potongan plontos, mengaku belum ada sanksi yang dijatuhkannya.

"Belum, sidangnya masih belum selesai," kata Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ronny F Sompie kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (3/11/2009).

Mantan Kapolres Sidoarjo ini mengatakan, dirinya belum memberikan sanksi ke AKBP Susanto, alasannya masih ada persidangan lanjutan dengan menghadirikan saksi-saksi dari mantan anak buah AKBP Susanto semasa di Satuan Pidana Umum (satpidum) Ditreskrim Polda Jatim. Rencanya, pihaknya akan memanggil 6 orang saksi. "Kan saksinya masih kurang, jadi masih ada sidang berikutnya," tuturnya.

Mantan Direskoba Polda Jatim ini mengelak jika anak buahnya yang dinilai berprestasi itu melakukan penggelapan barang bukti hasil ungkap kasus bajing loncat senilai Rp 1,3 M waktu menjabat sebagai Kasat Pidum. Menurutnya, hanya melakukan pelanggaran disiplin saat menangani masalah barang bukti itu.

"Penggelapan itu tidak ada, hanya dicurigai penyimpangan pemberian arahan. Setiap memberikan petunjuk kan pasti ada resikonya.Jadi masih belum ada keputusan salah atau tidak. Belum tentu dia bersalah," tandasnya.ded)


Read more..

Video Mesum Dari UMM

Malang, PrigiBeach.com

Beredarnya rekaman video mesra pasangan pria wanita yang diduga mahasiswa UMM telah mengusik kharisma kalangan akademika almamater ini. Menurut sumber dari kalangan UMM, ada kemungkinan video itu sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik perguruan ini.

Sementara itu, aparat kepolisian mensinyalir pelaku perekam video 'Mesra di Kampus' melibatkan lebih dari satu orang. Pasalnya dalam rekaman video terdengar suara diduga dari percakapan para perekam.

"Untuk penerapan pasal telah kami siapkan bagi perekam video yang dugaannya lebih dari satu orang. Yaitu Pasal 282 KUHP tentang kesusilaan," kata Kanit Idik II Satreskrim Polresta Malang, Ipda Marla Darlius ditemui di Mapolresta Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Selasa (3/11/2009).

Selain menyelidiki, lanjut Darlius, berdasar ciri-ciri pemeran dalam video, penyelidikan juga mengarah pada pelaku rekam video. Dengan mengamati suara yang terdengar dari backsound video itu.

Rekaman video itu diperankan dua pasang mahasiswa yang asyik bermesraan. Diduga kuat dilakukan di kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini terdengar jelas suara dari perekam.

Dari sumber suara yang terdengar secara jelas ada dua laki-laki dan dua perempuan terlibat percakapan mengomentari tindakan dari dua pasang sejoli itu. Tertawa dan cemohan terus mengalir sepanjang video berjalan. Kuat dugaan mereka mereka dari jarak jauh menggunakan kamera rekam video.

Seperti diberitakan, dua pasang mahasiswa terekam tengah bermesraan di salah satu tempat istirahat berada di Kompleks Kampus UMM. Dugaan itu berdasarkan spanduk yang terekam.

Spanduk itu ditempel di dinding bertuliskan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang dibawahnya bertulis juga Fakultas Kelautan dan Perikanan UMM.(ary).

Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts