H. Mulyadi WR memukul terbang tanda dimulainya gelar budaya Bumi Sopal
Surabaya (prigibeach.com) - Sebagian potensi budaya Kabupaten Trenggalek telah ditampilkan dalam Gelar Seni Budaya Daerah Jatim di Taman Budaya Jawa Timur, suatu UPT (Unit Pelaksa Teknis) di Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Selain sebagai sarana untuk mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat Trenggalek di berbagai di Surabaya dan sekitarnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT). Yang lebih spesial dalam Gelar Seni Budaya kali ini, dua pejabat Pemprov Jatim yang membidangi kesenian dan budaya juga merupakan warga asli Kabupaten Trenggalek, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Jariyanto, M.Si. serta Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno.
Berbagai tarian daerah asli Kabupaten Trenggalek seperti Tari Beksan Asri, Teleng Kencono, Rampak Kucing dan Turonggo Yakso ditampilkan dalam Upacara Pembukaan. Selain itu juga terdapat stand pameran yang diisi berbagai macam potensi asli Trenggalek, ada kerajinan marmer, konveksi, kuliner serta berbagai macam hasil kerajinan tangan. Bupati, H. Mulyadi WR, beserta Ny. Penny Mulyadi, Wabup Kholiq, beserta Ny. Hanik Kholiq , Ketua DPRD S. Akbar Abas, beserta Ibu serta beberapa Kepala SKPD menyempatkan diri hadir dalam acara ini. Tampak hadir pula beberapa mantan Bupati Trenggalek yaitu Bapak Soedarso, Drs. Slamet dan Drs. Ernomo.
Ketua DPRD & Bupati meninjau stand pameran
Berdasarkan laporan Ketua UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno saat upacara pembukaan menyatakan bahwa gelar budaya ini telah digelar mulai hari Jumat (15/7) dengan menampilkan pertunjukan terbang sholawatan dan campursari dari Kabupaten Trenggalek. Selain itu juga digelar pameran produk unggulan, pariwisata, serta pemutaran multi media potensi Kabupaten Trenggalek yang terbuka untuk umum. Untuk memeriahkan acara ini, pada hari minggu (17/7) juga digelar senam aerobik yang dilanjutkan dengan sarapan pagi gratis untuk 500 peserta, selain itu juga ada pengundian doorprize bermacam-macam hadiah. “Oleh karena itu, segenap warga IKAT yang tinggal di wilayah Surabaya dan sekitarnya diharapkan untuk hadir pada hari minggu beserta keluarga, bahkan kalau bisa para tetanggapun juga ikut diajak”,lanjut pria yang berasal dari Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ini.
Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR. tidak menyia-nyiakan event ini untuk mempromosikan segenap potensi yang dimiliki Kabupaten Trenggalek khususnya di bidang pariwisata. “Kabupaten Trenggalek mempunyai sejumlah pantai yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain, ada Pantai Pelang di Kecamatan Panggul, Pantai Blado di Kecamatan Munjugan dan Pantai Karanggongso di Kecamatan Watulimo. Namun sayangnya potensi wisata itu saat ini belum bisa dikemas menjadi satu paket wisata, dikarenakan akses transportasi yang masih sulit”, ucap Bupati. “Semoga dengan dibangunnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang rencananya akan selesai pada tahun 2013, permasalahan itu bisa diatasi”, harap Bupati.
Selain itu, di Kabupaten Trenggalek juga ada goa terpanjang se Asia Tenggara, yaitu Goa Lowo. “Goa ini mempunyai stalaktit, stalagmit dan relief yang sangat menawan, namun masih terdapat kekurangan yaitu terkait masalah pencahayaan (lighting)”,tutur Bupati. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk dapatnya membantu Pemkab Trenggalek guna melengkapi fasilitas pencahayaan di Goa Lowo.
Tari Beksan Asri
Bupati juga mengharapkan partisipasi segenap anggota IKAT yang ada di Surabaya dan sekitarnya untuk turut mempromosikan dan mencarikan investor guna mengelola potensi yang ada di Kabupaten Trenggaleki . “Bahkan saya akan sangat bangga jika ada warga asli Trenggalek yang mau menanamkan modalnya untuk mengelola potensi sumber daya alam di Kabupaten Trenggalek”, ungkap Bupati.
Drs. Jarianto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian terhadap seni budaya khususnya yang berada di Jawa Timur. “Dulu Jawa Timur memiki Kerajaan Majapahit yang berjaya, namun saat ini budaya-budaya itu seakan luntur tidak berbekas. “Oleh karena itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya para seniman-seniman yang untuk turut memajukan kesenian yang ada di Provinsi Jawa Timur”, ungkap Jarianto.
Pembukaan Gelar Budaya Bumi Sopla secara resmi dilakukan Sabtu siang, (16/7) yang ditandai dengan pemukulan terbang oleh Bupati Trenggalek bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim. Acara dilanjutkan dengan meninjau stan pameran yang dilakukan oleh Bupati dan seluruh rombongan dari Pemkab Trenggalek.
Gelar Seni Budaya Daerah ini merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim yang diikuti bergilir oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pada tahun 2011 ini ada 6 Kabupaten/Kota yang menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing. Sebelum Kabupaten Trenggalek, juga tampil Kesenian dari Kabupaten Pacitan, Sumenep dan Banyuwangi. Disusul pada Bulan Oktober 2011 nanti dengan pergelaran seni dari Kabupaten Ponorogo dan ditutup pada Bulan Nopember 2011 dengan penampilan dari Kabupaten Tuban. (Haz).
Trenggalek (prigibeach.com) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, mencanangkan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 dan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8, Kamis (7/7) bertempat di Balai Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forpimda, seluruh Kepala SKPD, anggota Muspika dan Kades/Lurah se-Kabupaten Trenggalek, serta tokoh masyarakat Desa Salamrejo.
Camat Karangan, Dra. Hasnawati Wahid, berharap dengan momentum Hari Kesatuan Gerak PKK dan Bulan Bhakti Gotong Royong dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Satu-satunya Camat perempuan di Kabupaten Trenggalek ini, juga mengucapkan terima kasih kepada semua hadirin yang telah memberikan kesempatan kepada Desa Salamrejo untuk menggelar acara ini.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Imam Suprapto, SH. MM. membeberkan bahwa pengertian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat adalah kegiatan gotong royong masyarakat dalam 1 bulan penuh yang merupakan akumulasi selama 11 bulan. “Tempat pelaksanaannya di desa dan kelurahan se-Kabupaten Trenggalek, sedangkan pencanangannya di Desa Salamrejo Kecamatan Karangan”, tuturnya. Adapun tujuan Bulan Bhakti Gotong Royong adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan.
Pemkab dalam bulan bhakti gotong royong melakukan kegiatan pemasangan implant kepada masyarakat yang membutuhkan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, bantuan bibit/benih tanaman intensifikasi pekarangan berupa jambu biji, blimbing cabe, tomat dan lain-lain dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan. Selain itu, Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8 didukung dengan bantuan stimulan berupa semen dan aspal untuk kegiatan pembangunan fasilitas umum. Jumlah total bantuan semen sebanyak 49.071 sak sedangkan untuk aspal sebanyak 411 drum.
Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi menyampaikan beberapa bentuk bantuan sosial yang telah dilakukan oleh PKK antara lain, pelaksanaan donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Trenggalek, pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga tidak mampu dan masih banyak kegiatan sejenis ini lainnya. Meskipun demikian, Ny. Penny Mulyadi mengungkapkan bahwa sejauh ini apa yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Trenggalek masih sedikit. “Jika diibaratkan apa yang sudah dilakukan PKK saat ini setapak, maka masih ada ribuan bahkan jutaan tapak lagi yang harus ditempuh”,ungkapnya. Istri Bupati Trenggalek ini juga mengharapkan bantuan dari para pria untuk ikut dalam program PKK. “Karena PKK bukan hanya milik perempuan saja, namun bapak-bapak juga bisa turut andil mengembangkan PKK”,tuturnya.
Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. menegaskan kembali pentingnya gotong royong yang saat ini perlahan telah mulai luntur. Satu hal yang menurut Bupati hingga saat ini belum terwujud dalam program kerjanya, yaitu terkait dengan perbaikan sarana infrastruktur yang rusak. Mengingat saat ini kerusakan yang dialami sudah sangat parah, selain itu juga dikarenakan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, Bupati sangat mengharapkan bantuan serta gotong royong segenap warga masyarakat untuk mensukseskan pembangunan infrastruktur di desanya masing-masing.
Bupati sangat percaya jika bantuan stimulan berupa aspal dan semen diberikan kepada masyarakat, maka nilai hasilnya akan bertambah. “Misalnya bantuan yang diberikan Pemkab hanya cukup untuk membangun jalan 1 KM, namun karena gotong royong dari masyarakat maka panjang jalan yang dibangun bisa mencapai 1,5 Km”,tuturnya. “Oleh karena itu, bagi desa yang pada tahun ini terbukti hasil pelaksanaan bantuan infrastruktur pedesaan hasilnya bagus, maka pada tahun depan bantuan infrastruktur pedesaan akan ditambah nilainya, begitu pula sebaliknya”,lanjut Bupati.
Terkait dengan gotong-royong dan partisipasi masyarakat, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dandim 0806 Trenggalek, Letkol. CZI Heri Pahlawantoro yang telah mempersilakan Camat maupun Kades untuk melibatkan anggota TNI di wilayhnya dalam kegiatan gotong-royong.
Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek beserta Ketua TP-PKK memberikan penghargaan kepada Desa dan Kelurahan terbaik serta bantuan simbolis kepada anak-anak yatim di Kecamatan Karangan.
Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 dan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8 ditandai dengan dipukulnya kentongan oleh Bupati Trenggalek diikuti oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit salam di sekitar Balai Desa Salamrejo.
Usai acara di Balai Desa Salamrejo, Bupati Trenggalek didampingi Dandim 0806 Trenggalek, Letkol. CZI Heri Pahlawantoro, Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, M.Si dan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi meletakkan batu pertama bedah rumah milik Siman, warga RT 19 RW 7 Dusun Jajar Desa Salamrejo. Rumah ini masih terbuat dari bambu dan kondisinya memprihatinkan. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Dewan Pengurus Korpri dan Tim Penggerak PKK tergerak untuk memperbaiki rumah tersebut. Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengharapkan bantuan masyarakat untuk gotong-royong memperbaiki rumah Sdr. Siman.
“Karena bantuan dari Pemkab, Korpri dan PKK tentunya belum bisa mencukupi keseluruhan, saya mohon masyarakat secara gotong-royong ikut membantu menyelesaikannya”, ungkap Bupati.(Haz).
Trenggalek (prigibeach.com) - Tepat pada tanggal 1 Juli 2011, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Memperingati HUT Bhayangkara ke-65. Dengan momentum ini, diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi anggota kepolisian di seluruh wilayah tanah air untuk dapat lebih memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat serta dapat menjalankan tugas dengan penuh kesungguhan, keteguhan, keikhlasan dan pengabdian terbaik kepada rakyat, bangsa dan negara yang kita cintai.
Petikan sambutan Presiden Republik Indonesia di atas dibacakan oleh Kapolres Trenggalek, AKBP. Totok Suharyanto, SIK, M.Hum. dalam Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-65 di Halaman Mapolres Trenggalek, Jawa Timur, Jumat pagi (1/7). Upacara ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek H. Mulyadi WR, Kketua DPRD S. Akbar Abbas, jajaran Forpimda Kabupaten Trenggalek serta segenap anggota kepolisian yang ada di Resort Trenggalek.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Hari Bhayangkara tahun ini yang mengambil tema "Dengan Semangat Kemitraan Kita Mantapkan Revitalisasi Polri Guna Mewujudkan Pelayanan Prima" . Tema besar ini terdiri dari tiga kunci utama, yakni melaksanakan kemitraan, memantapkan Revitalisasi Polri dan mewujudkan Pelayanan Prima. dan hal ini sangat tepat dan relevan dengan tugas utama Polri di era reformasi saat ini.
Kemitraan utamanya dengan masyarakat merupakan faktor yang sangat mendukung terhadap kinerja Polri. Tanpa kemitraan yang erat dengan masyarakat, mustahil Polri dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan berhasil. Revitalisasi Polri juga sangat strategis, mengingat dalam beberapa tahun terakhir ini, Polri terus menjalankan reformasi internal untuk mewujudkan postur Polri yang semakin taktis, reformis dan humanis. Semuanya itu, bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
SBY juga menggarisbawahi terkait meningkatnya gejala-gejala radikalisme, terorisme dan kekerasan horizontal di kalangan masyarakat. Bahkan sebagian telah berani melakukan aksi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang mengemban tugas negara. Kenyataan ini merupakan peringatan agar jajaran kepolisian negara tetap siap-siaga terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh, maka keamanan dalam negeri mendapat ancaman yang serius. "Kita tidak boleh lengah, kita harus tetap waspada!",lanjut Presiden.
Kepada Polri dan jajarannya, Presiden meminta untuk lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan cara-cara yang lebih persuasif, bukan tindakan represif. "Kedepankan upaya pre-emptif dan preventif",tuturnya. Namun jika telah terjadi pelanggaran hukum maka pendekatan upaya paksa atau tindakan represif tidaklah salah. Pendekatan soft power menjadi cermin dari proses Reformasi Birokrasi serta Revitalisasi Polri yang terus berjalan. Kita ingin menampilkan wajah Polri yang kian humanis. Kita juga ingin meningkatkan sinergitas kemitraan yang positif dengan masyarakat luas. "Karena itulah, mengedepankan pendekatan soft power lebih memberi peluang yang lebih luas bagi Polri untuk membangun kemitraan sebagai bagian dari Grand Strategy Polri", kata Presiden.
Dalam upacara kali ini, AKBP. Totok Suharyanto, SIK, M.Hum. memberikan penghargaan kepada 23 anggotanya yang berprestasi dan disiplin dalam menjalankan tugas kedinasan. (haz).
Trenggalek (prigibeach.com) - "Tahun 2003, kami menghadap Bapak Mulyadi waktu masih jadi Bupati. Kami minta jalan ini diaspal. Dan Pak Mul setuju, kemudian jalan dimakadam terlebih dahulu. Baru tahun 2009, jalan diaspal. Namun hanya sampai di dusun Suko", ujar Susianto (47) warga RT 24 RW 11, desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (6/3). Selanjutnya, dia bersama beberapa warga menyatakan sangat berharap agar jalan yang menghubungkan Sumberingin-Jatiprahu-Sukowetan-Mlinjon ini bisa diteruskan pengaspalannya hingga tuntas.
Sururi (33), Kades Sukowetan, juga mendukung keinginan warga. Dia juga menambahkan bahwa bukan hanya masyarakat Sukowetan yang berharap, namun juga warga Mlinjon yang notabene selalu memanfaatkan akses jalan tersebut. Menurut Sururi, jalan yang tahun 2009 lalu digarap oleh CV Kanjeng Jimat Trenggalek, sangat potensial dan bisa menjadi jalur alternatif untuk angkutan umum, yang menghubungkan dua kecamatan yakni Karangan dan Suruh.
Dalam beberbagai kesempatan Bupati maupun Wakil Bupati selalu menegaskan tekad untuk konsisten meneruskan pembangunan infrastruktur pertanian serta jalan penghubung SKPD dan jalan penunjang perekonomian di desa-desa khususnya yang ada di Kecamatan Karangan.
“Pemkab menyadari akan pentingnya infrastruktur jalan bagi penunjang laju perekonomian masyarakat pedesaan dan roda pemerintahan. Oleh sebab itu jalan penghubung antar SKPD dan penunjang ekonomi menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di desa-desa”, kata Yoso Mihardi, Kabag Humas Trenggalek melalui selulernya, Minggu (6/3).
Tahun 2009 jalan desa yang menjadi jalur utama penghubung antara desa Sukowetan-Jatiprahu-Sumberingin (ke Utara) dan desa Sukowetan-Mlinjon-Karangan (ke Selatan) sudah diaspal. Pengaspalan jalan dikerjakan oleh CV Kanjeng Jimat Trenggalek, dengan volume 2.500 meter kali 3 meter, alokasi dana senilai Rp. 489 juta. Menurut masyarakat Sukowetan, pengerjaan jalan oleh CV Kanjeng Jimat ini cukup baik dan nampaknya lebih berkualitas dibanding pengaspalan jalan sebelumnya.
“Pak Sukadi (direktur CV Kanjeng Jimat/red) sangat komunikatif dan selalu merespons keinginan masyarakat sesuai dengan spesifikasi proyeknya. Bila nanti ada penyambungan aspal jalan itu, sebaiknya rekanannya sama sehingga kualitas pekerjaan terjamin”, kata Kidi Prawoto, Ketua LMDH Desa Sukowetan, saat dikonfirmasi melalui selulernya Sabtu (5/3).
Sementara Sekretaris desa Sukowetan, Darsono, menampahkan bahwa infrastruktur jalan tersebut diperlukan untuk menunjang perkembangan pendidikan di SMP Negeri 3 Karangan. "Akses jalan tersebut akan melancarkan perjalanan para siswa yang berasal dari desa Mlinjon dan sekitarnya," ujar Darsono. Hal senada disampaikan oleh Gus Tangin, Ketua BPD Desa Sukowetan.
"Kasihan siswa yang berasal dari sepanjang jalan itu, mereka kebanyakan mengendarai sepeda onthel, dari penjuru Desa Mlinjon.Ada yang jaraknya mencapai hampir 4 kilometer, padahal jalannya tidak mulus dan turun naik", ujar Gus Tangin.
Dalam pada itu, para Guru di SMP Negeri 3 Karangan juga menghimbau kepada instansi terkait untuk mau memikirkan lanjutan pengaspalan jalan dimaksud. "Pihak sekolah sudah mendengarkan berbagai usulan dari wali murid melalui Komite Sekolah. Kami akan mengakomodir keinginan itu, dan segera mengajukannya pada pejabat dan instansi terkait, baik melalui Bina Marga maupun Dinas Pendidikan", ujar Sutini, S.Pd. M.Pd. Kasek SMP Negeri 3 Karangan, ketika dihubungi di ruang kerjanya Sabtu (5/3).(haz)
Trenggalek (prigibeach.com) - Setelah memperhatikan nota keuangan sebagai pengantar pembahasan Rancangan APBD Kabupaten Trenggalek Tahun 2011 yang disampaikan Bupati Trenggalek beberapa waktu yang lalu, beberapa fraksi di DPRD Kabupaten Trenggalek dalam pemandanngan umumnya menyoroti tidak berimbangnya antara belanja langsung [23,46% dari total RAPBD 2011] dan belanja tidak langsung [76,54% dari total RAPBD] sehingga mengesankan program Mulyadi-Kholig tidak pro-rakyat, namun lebih mementingkan PNS, dengan asumsi APBD yang untuk rakyat hanya dari belanja langsung, sedangkan belanja tidak langsung bukan untuk rakyat.
Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR, menanggapi hal itu dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek Jum'at malam (17/12) bertempat di Gedung DPRD menyatakan bahwa proporsi yang tidak seimbang antara belanja tidak langsung dengan belanja langsung memang harus dicermati dengan sangat hati-hati. Sikap yang terlalu cepat mengambil kesimpulan pro rakyat atau tidak dengan hanya memakai indikator proporsi tersebut kadang tidak tepat.
"Sesuai Rancangan APBD yang telah kami sampaikan nota keuangannya beberapa hari yang lalu, proporsi belanja tidak langsung kita terhadap total belanja sebesar 76,54%, sedang proporsi belanja langsung terhadap total belanja sebesar 23,46%. Asumsi bahwa belanja tidak langsung identik peruntukannya yang ditujukan bukan untuk rakyat adalah tidak tepat, apalagi tanpa mencermati sasaran didalamnya. Dari Alokasi anggaran belanja tidak langsung RAPBD 2011, untuk jenis belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial belanja bantuan keuangan peruntukkan dan sasarannya adalah dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat", demikian Mulyadi.
Selanjutnya berkaitan dengan alokasi belanja pegawai yang mendapat proporsi terbesar dalam belanja tidak langsung tidak tepat juga apabila hanya dialokasikan bagi PNS saja. Dari Rencana belanja pegawai sebesar 581 Milyar 815 Juta 213 Ribu 694 Rupiah termasuk didalamnya adalah untuk uang representasi, belanja penunjang komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD, tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru serta biaya pemungutan PBB yang akan dialokasikan untuk pemerintah desa.
Secara keseluruhan jawaban/tanggapan eksekutif tersebut berjumlah 62 halaman dan dibacakan bergantian masing-masing 31 halaman oleh Bupati Trenggalek dan Wakil Bupati, Kholiq, SH., M.Si. dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Trenggalek yang dipimpin oleh Samsul Anam, SH, MM. Rapat paripurna yang dimulai pukul 20.30 WIB tersebut berakhir 22.30 WIB(haz)
Trenggalek (prigibeach.com) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Depok Kec. Bendungan, Trenggalek, Jawa Timur, telah membuahkan hasil berupa satu jalur jalan rabatan dengan sebuah jembatan baru. Kemarin, Rabu (15/12) proyek itu diresmikan dengan dihadiri Kepala Satuan Kerja terkait, Muspika Bendungan, Tokoh Masyarakat dan warga setempat.
Menurut Kepala Desa Depok, Sugeng Asmoro, kegiatan ini merupakan wujud syukur masyarakat atas telah diselesaikannya pembangunan jalan rabat dan jembatan di desa tersebut. Pembangunan Jalan rabat sepanjang 800 meter, lebar 3 meter dan jembatan sepanjang 12 x 2,5 meter dengan tinggi 4 meter telah menghabiskan dana sebesar 357 juta yang berasal dari PNPM-MP sejumlah 330 juta dan swadana sejumlah 27 juta rupiah. Jematan ini menghubungakan RT 1 dan RT 4 dan 5 di dusun Suko Desa Depok.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng Asmoro juga mengungkapkan aspirasi rakyat diantaranya meminta perbaikan dan pemeliharaan Jalan Depok-Bendungan yang telah mengalami kerusakan selama 6 tahun. Selain itu, di dusun Joho desa Depok terdapat sekolah dasar terpencil yaitu SDN 2 Depok, dan alkses jalan menuju SD tersebut sulit untuk dilalui.
"Selanjutnya kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten untuk memperbaiki jalan tersebut untuk memperlancar Proses Belajar Mengajar. Demikian juga rencana Jalan lingkar Suko-Gilang-Jaban mohon untuk diteruskan. Sedangkan untuk dusun Banaran dan Joho yang hingga saat ini belum teraliri arus listrik", demikian Sugeng Asmoro.
Sekretaris Daerah, Cipto Wiyono, menyatakan kebanggaannya atas pelaksanaan program PNPM karena hasilnya sangat bagus, baik jalan rabatnya maupun jembatannya. Khusus untuk jembatannya kualifikasinya sudah seperti Kabupaten. Menurut Sekda bila memakai jasa pemborong maka dana yang dihabiskan bisa mencapai 500 juta.
"Sebagai wujud penghargaan kami bagi masyarakat di sini, sekaranag juga saya memerintahkan kepada Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan, yang sekarang juga hadir, untuk memperbaiki Jalan Depok-Bendungan pada Tahun Anggaran 2011. Bila tidak cukup secara keseluruhan, bisa dilakukan secara bertahap Cipto Wiyono.
Terkait dengan jalan menuju SD terpencil di desa tersebut, Sekda berharap agar menggunakan dana yang masuk ke desa yaitu melalui PNPM atau bantuan langsung dari masyarakat. Dan untuk memperbaiki bangunan SD yang rusak, Sekda meminta Dinas Pendidikan agar mangalokasikan dana untuk hal tersebut. Karena untuk tahun 2011 telah disediakan dana sejumlah 73 Milyar dari DAK untuk rehab sekolah.(Haz)
Trenggalek (prigibeach.com) - Bupati H. Mulyadi WR menyampaikan Nota Penjelasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Mota itu dibacakannya di hadapan Rapat Paripurna DPRD Trenggalek, Rabu (3/11). Rapat Paripurna dipimpin S. Akbar Abbas dan dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Wakil Bupati Trenggalek, Kepala Pengadilan Negeri Trenggalek, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Kepala SKPD lingkup serta 29 orang dari 44 anggota dewan.
Bupati H. Mulyadi WR menyatakan bahwa masyarakat Trenggalek sangat menginginkan adanya perubahan yang mendasar yakni perubahan ke arah yang lebih baik serta sesuai Musrenbang RPJPD tanggal 21 Oktober 2010, maka visi Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005-2025 adalah "Mewujudkan Kabupaten Trenggalek Sejahtera dan Berakhlak".
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah memiliki misi :
(1) Mengembangkan Perekonomian Berbasis Pertanian dengan Mengutamakan Agrobisnis; (2) Mewujudkan SDM yang Berkualitas, Berakhlak Mulia dan Berbudaya; (3) Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan dan Kemudahan Masyarakat Memperoleh Akses untuk Meningkatkan Kualitas Hidup; (4) Mengoptimalkan Pemanfaatan SDA dengan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup; (5) Mengembangkan Infrastruktur yang Mempunyai Nilai Tambah Tinggi; (6) Mengembangkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan Berorientasi pada Pelayanan Publik yang Prima; dan (7) Mewujudkan Kabupaten Trenggalek berperan penting dalam Lingkungan Nasional.
Demi terlaksananya visi dan misi tersebut perlu ditetapkan tahapan 5 tahunan. Kebijakan program dan kegiatan pada masing-masing tahapan mempunyai skala prioritas yang berbeda tetapi tetap berkesinambungan mulai dari penataan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, dan pemantapan serta penyelarasan.
Rapat DPRD juga membentuk Pansus Peraturan Daerah tentang RPJPD tersebut yang beranggotakan 13 orang. Pansus diberi waktu 5 hari mulai tanggal 4 November hingga 9 November 2010 untuk menyelesaikan tugasnya.(Haz)
Trenggalek (prigibeach.com) -Dalam rangka menyusun Rencana Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005 – 2025 dan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010 – 2015, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) 2010 pada hari Kamis, 21 Oktober 2010 bertempat di Pendopo kabupaten Trenggalek. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Trenggalek dan dihadiri oleh Kepala Bakorwil I Madiun dan seluruh Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
Dalam laporannya, Kepala BAPPEDA, Imam Suprapto, SH menyatakan bahwa Musrenbang kali ini dilaksanakan guna mencari masukan dan saran untuk membangun Trenggalek ke depan. Sedangkan keluaran yang diharapkan yaitu berupa masukan dan saran untuk mengubah konsep RPJPD dan RPJMD.
Kepala Bakorwil I Madiun, Ir. Priyo Dharmawan, M.Sc berharap kepada stake holder agar aktif memberI sumbang saran sehingga dapat memperbaiki konsep RPJPD dan RPJMD. Dalam kesempatan tersebut Kepala Bakorwil I Madiun juga menyampaikan visi dan misi Provinsi Jawa Timur 2010 – 2015.
Setelah program Suramadu selesai, Pemerintah provinsi Jawa Timur akan berkonsenterasi untuk menyelesaikan program Jalan Lintas Selatan (JLS). Diharapkan Program JLS ini mendapatkan perhatian khusus sehingga akan menjadikan Trenggalek sebagai salah satu Kawasan Pertumbuhan ekonomi yang baru. Demikian diantaranya disampaikan Kepala Bakorwil I Madiun.
Bupati Trenggalek, Mulyadi WR, menyatakan bahwa Rencana RPJPD merupakan acuan untuk menyusun RPJMD. RPJPD hasil Musrenbang ini akan dikirim ke DPRD untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah dan RPJMD akan disahkan menjadi Peraturan Bupati. Untuk pembangunan 5 tahun kedepan, Bupati Trenggalek akan menggunakan motto “NOTO ROSO, AMONG ROSO, MIJIL TRISNO AGAWE KARYO” yang berarti Bekerja dengan hati, menata diri terlebih dahulu, masyarakat sebagai subjek bukan objek.
Isu strategis yang menjadi perhatian Bupati saat ini adalah pelayanan publik. Bupati bertekad akan mempermudah masyarakat untuk memproses KTP, KK, dan juga masalah perijinan. Karena banyak keluhan dari masyarakat mengenai hal tersebut. Selain itu, Bupati Trenggalek juga mengungkapkan bahwa akan dilaksanakan reformasi birokrasi. Dalam hal ini akan dicari dari mana masalah timbul. Apakah sistemnya atau pelakunya. Bila sistemnya yang salah, maka akan segera diganti.
Ke depan, Pembangunan di Kabupaten Trenggalek tidak hanya berkonsenterasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusia-nya. Selain itu dna stimulant juga akan dihidupkan kembali. “Mohon dukungan dari semua pihak,” ungkap Bupati Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bantuan kepada Desa yang terkena bencana dan asuransi kepada Kepala Desa yang meninggal dunia.(haz)
Trenggalek (Prigibeach.com) - Wacana pembangunan Bendungan Nglinggis di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu semakin menguat. Dalam pertemuan antara tim Provinsi Jawa Timur, Pemkab Trenggalek dengan DPRD Kabupaten Trenggalek kemarin Senin(9/8) direncanakan, 2011 mendatang proses pembebasan lahan mulai dilaksanakan. Selain masalah pembebasan lahan, pemerintah daerah juga dibebani menyelesaikan dampak sosialnya.
”Sesuai kesepakatan seperti itu. Tapi, semua kan masih perencanaan,” ujar Mugianto Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek.
Tidak hanya itu. Seluruh biaya pembebasan lahan sepenuhnya dibebankan pemerintah daerah. Diperkirakan total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 11 miliar.”Itu hitungan kasarnya. Masih akan dirinci kembali,” kata Mugianto.
Sementara untuk pembangunan fisik bendungan, sepenuhnya dibebankan pemerintah pusat melalui dana APBN. Perkiraan awal, proses pembangunan Bendungan Nglinggis membutuhkan anggaran Rp 300 miliar.”Kalau itu bukan tanggungan kita. Pusat yang menyediakan,” terang legislator yang akrab dipanggil Obeng ini.
Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah(Bappeda) Pemkab Trenggalek Imam Suprapto menyampaikan, ada empat alternative yang ditawarkan terkait pembangunan. Setelah melalui berbagai pertimbangan, disepakati pembangunan Bendungan Nglinggis mengunakan alternative ketiga.”Semuanya masih sebatas perencanaan. Untuk prasyarat, makanya kami sampaikan kepada tim dari provinsi,” paparnya.
Alasannya, menurut Imam Suprapto alternative ketiga secara finansial tidak terlalu besar. Sebab, hanya sekitar 77 kepala keluarg(KK) dengan 60 unit rumah yang akan direlokasi. Begitu pula dengan lahan pertanian berupa tegal, sawah atau sejenisnya.”Kalau ditimbang memang demikian. Tapi, masih akan kami telaah lebih jauh lagi,” kata Imam.
Begitu pula soal keuntungan ekonomis yang akan diperoleh. Kabupaten Trenggalek akan lebih banyak memperoleh debet air dari Bendungan Nglinggis. Sebab, areal bendungan lebih banyak berada di wilayah Kabupaten Trenggalek.”Memang. Keuntungannya lebih besar daripada alternative lainnya. 74 Persen airnya lebih banyak ke kita,” Imam lagi.
Ditambahkan Imam, untuk alternative I, dari segi teknis menguntungkan. Namun, secara ekonomis Kabupaten Trenggalek sebagai daerah yang punya gawe merugi. Sebab, wilayah yang akan dijadikan bendungan begitu pula pemanfaatan airnya lebih banyak Kabupaten Ponorogo. Begitu pula alternative kedua. Berdasar hitungan teknis, merugi. Tak terkecuali alternative keempat. Selain keuntungan teknis yang dinikmati Kabupaten Trenggalek sangat minim, dampak social yang menjadi tanggungan pemerintah daerah sangat besar. Sebab, setidaknya lebih dari 300 KK yang harus direlokasi. Belum lagi beberapa persoalan lain.(kar/haz)
Trenggalek (prigibeach.com) - Seksi Kewanitaan PPHBN bekerjasama dengan Kementerian Agama Kab. Trenggalek dan Wardah menyelenggarakan Seminar Kecantikan Muslimah dengan Tema Cantik dan Modis tanpa meninggalkan Syari’ah. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Senin, 9 Agustus 2010 bertempat di Pendopo Kab. Trenggalek.
Seminar ini dibuka oleh Koordinator Seksi Kewanitaan PPHBN Kab. Trenggalek, Ny. Wahyu Purwatiningsih Soeharto dan diikuti oleh 225 peserta dari seluruh organisasi wanita di Kab. Trenggalek.
Dalam sambutannya, Ny. Wahyu Purwatiningsih Soeharto mengatakan bahwa kegiatan merupakan wahana pendidikan bagi muslimah untuk mengetahui, memahami dan memaknai cara berpakaian bagi muslim sesuai dengan syari’ah. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang halal, aman dan cocok untuk kulit.
Menurut Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Kab. Trenggalek, Drs. H. Mundir berpenampilan cantik dan modis adalah sebuah kebutuhan, khususnya bagi perempuan. Tetapi janganlah berpenampilan hanya karena ikut mode atau trend tanpa memaknai nilai-nilai jilbab yang dikenakan dan memilih kosmetik yang bisa cantik secara instan dan kurang aman. Karena tujuan utama berbusana yaitu menutup aurot dan berhias.Kegiatan ini diakhiri dengan mendemokan bagaimana cara berhias ala artis, berhias untuk pesta dan berhias dalam keseharian yang baik dan benar dengan menggunakan make up “wardah” pada 3 (tiga) orang model.(Haz)
Trenggalek (prigibeach.com) - Setelah melakukan peninjauan lokasi bencana banjir di Kecamatan Munjungan, Bupati Trenggalek, H. Soeharto, beserta rombongan langsung menuju Dusun Karangsono, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Jumat 7 Mei 2010. Kedatangan Bupati di Desa Karanggandu ini adalah untuk memulai pembukaan jalan tembus yang menghubungkan Dusun Karangsono, Desa Karanggandu dengan Dusun Tenggong, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo.
Kepala Desa Karanggandu, Siswoyo, S.Pd, melaporkan bahwa jalan tembus yang menghubungkan dua desa ini memiliki panjang 1.300 meter, dan rencananya akan dibuat dengan lebar empat meter. Dengan adanya jalan tembus warga Karanggandu yang terkenal sebagai petani durian dapat dengan mudah memasarkan hasil-hasil pertaniannya, khususnya buah durian. Dengan kemudahan akses jalan tersebut, maka secara langsung akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Saat ini warga Karanggandu jika bepergian harus menempuh jalan yang jauh dan melingkar dengan kondisi yang cukup sulit.
Selanjutnya, Siswoyo, S.Pd mewakili warga Desa Karanggandu, berharap nantinya jalan tembus tersebut mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten sehingga, tidak hanya makadam namun juga diaspal.
Menanggapi permintaan warga tersebut, Bupati Trenggalek, H. Soeharto, berjanji berusaha mewujudkan keinginan warga Karanggandu tersebut. Bupati berpesan agar masyarakat menggunakan dan memelihara jalan tersebut dengan baik, demi kepentingan dan kesejahteraan bersama.
Belajar dari pengalaman berbagai bencana yang baru saja terjadi di berbagai wilayah Trenggalek, Bupati mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya. "Jangan hanya mau menebang, tapi juga harus mau menanam," kata Bupati mengakhiri sambutannya. humas/hab
Trenggalek (prigibeach.com) - Setelah berhasil meraih juara satu lomba Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja [PIKR] tingkat Provinsi Jawa Timur, PIKR Kabupaten Trenggalek, yang biasa disebut Tikar [Tongkrongan Informasi dan Konsultasi Remaja] selanjutnya mewakili Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Penilaian lomba tingkat nasional telah dilaksanakan hari Sabtu, 1 Mei 2010 yang lalu.
Secara resmi Tim Penilai dari BKKBN dan KNPI Pusat yang dipimpin oleh Drs. Syaifudin, MBA diterima oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana [BKKB], Drs. Ali Mustofa, M.Si. atas nama Bupati Trenggalek bertempat di Graha Bhawarasa. Bupati Trenggalek dalam sambutan yang dibacakan Drs. Ali Mustofa menyatakan bahwa potensi remaja berusia 15 - 21 tahun yang menjadi sasaran PIKR mencapai 93.090 orang. Melalui PIKR ini diharapkan kualitas dan kesehatan remaja dapat ditingkatkan, terbebas dari NAPZA, penyakit seksual menular [PSM] maupun HIV/AIDS. Yang tidak kalah pentingnya, dengan PIKR remaja dapat menunda usia perkawinan hingga usia ideal untuk menikah.
Ketua Tim Penilai, Drs. Syaifudin, MBA dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa kedatangan timnya ke Kabupaten Trenggalek adalah untuk melihat sejauh mana keberhasilan PIKR di Kabupaten Trenggalek. Selain itu untuk membandingkan profil tentang PIKR Kabupaten Trenggalek yang telah diterima, yaitu dalam bentuk dokumen, foto dan CD dengan kenyataan sebenarnya di lapangan. Ditambahkan Drs. Syaifudin, PIKR Kabupaten Trenggalek merupakan nominasi 5 terbaik nasional. Diakhir sambutannya Ketua Tim Penilai berharap agar PIKR Kabupaten Trenggalek akan semakin berkembang sehingga menjadi rujukan atau tempat study banding kabupaten lainnya.
Setelah mendapatkan paparan tentang PIKR Kabupaten Trenggalek dari Ketua Tikar Trenggalek, Istingadah, Tim Penilai selanjutnya mengadakan penilaian di lapangan, yaitu di markas Tikar Trenggalek, Jl. Dr. Sutomo 29 Trenggalek. humas/hab
Trenggalek (prigibeach.com) - Forum SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas program dan kegiatan pembangunan hasil musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) kecamatan dengan SKPD atau gabungan SKPD, serta untuk menyusun dan menyempurnakan Rencana Kerja SKPD.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S. Ag., MM., saat membuka Forum SKPD Kabupaten Trenggalek, bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu 3 Maret 2010. Hadir dalam acara ini Pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ketua Komisi dan Fraksi DPRD Kabupaten Trenggalek, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa dan Ketua BPD, serta perwakilan LSM yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Forum SKPD memiliki posisi strategis dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah karena dalam forum ini mempertemukan kelompok masyarakat sektoral dan kewilayahan. Dalam forum ini, juga dilakukan penyelarasan usulan antara hasil-hasil musrenbang kecamatan dengan draft Rencana Kerja SKPD, serta memberikan kesempatan kepada kelompok sektoral untuk memberikan masukan sekaligus usulan kegiatan untuk mengatasi persoalan pembangunan yang ada.
Wakil Bupati menambahkan bahwa permasalahan dan tantangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Trenggalek ke depan masih cukup berat karena masih tingginya angka pengangguran sebagai dampak dari kurangnya lapangan kerja, yang pada akhirnya berakibat pada kurangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Sebenarnya Kabupaten Trenggalek masih terbentang peluang untuk mengatasi permasalahan pengangguran dan kemiskinan mengingat sebagian besar potensi maupun masyarakatnya berada pada sektor agraris, sehingga perlu upaya mengarah kepada peningkatan kesempatan kerja di sektor agraris atau pertanian dalam arti luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut Mahsun Ismail, S. Ag.,MM.
Dengan berdasar permasalahan dan tantangan tersebut, serta berbagai program pembanguan yang telah kita laksanakan maka tema Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Trenggalek pada tahun 2011 adalah "Memperkuat Perekonomian Pedesaan Dalam Rangka Menuju Terwujudnya Otonomi Desa".
Berdasar tema di atas, maka kebijakan pembangunan Kabupaten Trenggalek Tahun 2011 diarahkan dalam sembilan program prioritas pembangunan, yaitu: pengurangan pengangguran/penciptaan lapangan kerja; peningkatan pendidikan dan pelatihan; peningkatan pelayanan kesehatan; revitalisasi pertanian dan peternakan; pengembangan kelautan dan perikanan; percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan; pelestarian sumber-sumber mata air; upaya terus-menerus terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa; serta pemberdayaan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja.
Pada akhir sambutannya Wakil Bupati Trenggalek, Mahsun Ismail, S.Ag.,MM. menghimbau agar penyelenggaraan Forum SKPD dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Trenggalek tahun 2011 diarahkan pada peningkatan pembangunan pertanian dalam arti luas, sehingga dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi desa, maka dengan sendirinya akan berdampak pada kuatnya otonomi desa.
Pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek, selaku pihak eksekutif, akan mengusulkan kepada DPRD untuk mendapatkan persetujuan Dana BLM sebesar Rp 100 juta, guna pembangunan infrastruktur perdesaan bagi setiap desa/kelurahan, yang mengarah kepada pembangunan pertanian dalam arti luas untuk meningkatkan pembangunan desa.(humas/hab)
Ada pola dalam ragam peristiwa sepanjang ingatan manusia yang tampaknya acak itu. Pola itulah yang kemudian membentuk hukum-hukum sejarah. Sejarah digali agar bisa berulang, atau sebaliknya agar tidak lagi pernah terjadi. Dalam kehidupan politik bangsa kita, segalanya jadi berbeda sejak Reformasi Mei 1998. Terutama setelah rakyat Indonesia bisa relatif lebih bebas untuk mengaktualisasikan dirinya, dalam korridor politik dan sosial budaya.
Rabu, 2 Juni 2010, kita akan menyelenggarakan pesta demokrasi, berupa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk menentukan sang Pemimpin, yakni Pasangan Bupati dan wakilnya. Lantas, apa sajakah pola-pola yang akan diterapkan Tim Sukses atau Parpol pengusung kandidat calon Bupati?
Suara Partai Bukan Jaminan Mutlak
Memori pemilih di daerah ini cenderung pendek, sehingga masa kurang dari 125 hari menjelang Pilkada bagi pemerintah dan partai politik merupakan fase paling krusial. Aktivitas lawan politik/pemerintah (oposisi) akan meningkat dan menjadi tren karena dipandang strategis untuk mengumpulkan modal politik bagi pilkada tersebut. Politisi akan kembali memperkuat partainya, sehingga partai menjadi faktor terpenting dalam pengambilan kebijakan publik.
Berdasarkan fakta, Partai Politik sebagai Organisasi Politik yang sudah memiliki jaringan sampai ke level akar rumput (grass root), sangat dibutuhkan oleh para kandidat. Pertama sebagai persyaratan administratif dalam UU Politik Indonesia bahwa salah satu yang berhak -disamping calon independen- mencalonkan Kepala Daerah adalah Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memiliki 15% perolehan suara atau perolehan kursi DPRD pada Pemilu legislatif.
Kedua, sebagai aset strategis dan mesin politik untuk menggerakkan dan menjalankan strategi dan program pemenangan dengan sumberdaya yang dimiliki oleh Partai seperti jaringan, SDM, citra maupun strukturnya sampai tingkat yang terbawah.
Akan tetapi mengandalkan kekuatan Partai saja belumlah cukup. Apalagi kalau menggunakan logika matematika hasil suara Partai pada Pemilu Legislatif yang lalu, untuk mengukur kemenangan pada Pilkada. Sekalipun PDI-P Trenggalek sudah berkoalisisi dengan PKB, dengan akumulasi kursi di DPRD Trenggalek sebanyak 15 berbanding 30 anggota dari partai lain, bisa saja terjadi justru Mulyadi menjadi pemenangnya. Atau mungkin akan merupakan kejutan bila tiba-tiba calon independent seperti Mahsun Ismail yang akan duduk sebagai Bupati Trenggalek periode 2010-2015!
Posisi Motivasi Partai dan Figur Sang Kandidat
Banyak faktor yang menentukan kemenangan kandidat Kepala Daerah, disamping hasil perolehan suara Partai pada Pileg/Pilpres yang lalu, efektifitas dan daya gerak sumber daya manusia Partai yang diistilahkan dengan mesin politik partai dengan Tim Suksesnya lebih menentukan. Kemudian dari itu yang sangat penting berikutnya adalah citra dan popularitas kandidat di mata pemilih, strategi marketing, strategi public relation, lama waktu kandidat memperkenalkan dirinya ketengah masyarakat, kinerja dan track recordnya selama ini, frekuensi dan kualitas penampilan kandidat di media massa, performance, kompetensi, pesona fisik maupun "aura" yang dipancarkan oleh kandidat yang mempengaruhi pasar politik yang terdiri atas tiga bagian yaitu : pemilih, kelompok berpengaruh (influencer groups) dan media massa.
Satu hal yang menjadi modal utama dari para kandidat yang sekarang ramai di bursa calon. Mulyadi WR yang diprediksi akan berpasangan dengan Samudi(saudagar sukses) adalah sosok yang pernah menjabat Bupati Trenggalek Periode 2000-2005. Mulyadi lengser dari posisinya sebagai Bupati terbukti tanpa cela/aib baik di mata hukum maupun politik dan birokrasi. Selanjutnya, kekalahan Pasangan Mulyadi dari pasangan Soeharto pada Pilbup 2005, hanya selisih beberapa digit. Itu artinya, Mulyadi sudah tenar di masyarakat, serta menjadi tokoh yang layak diusung, sebagai figur yang pantas kembali menduduki kursi kekuasaan di daerah ini.
Soeharto yang besar kemungkinan akan berpasangan dengan Cipto Wiyono (Sekkab Trenggalek), adalah Bupati Trenggalek Periode 2005-2010 alias incumbent. Masyarakat sudah mahfum siapa figur yang satu ini. Kiprahnya di blantika birokrasi dan kekuasaan memang baru menonjol tatkala dia terpilih sebagai Bupati pada Pilbup 2005 lalu. Sebelumnya, dia banyak menghabiskan masa produktifnya di luar kota sebagai seorang staf teknis di Telkom. Namun, penampilannya selama menjabat Bupati cukup "mempesona" bagi rakyat kecil utamanya di pedesaan. Tokoh kelahiran Trenggalek, 09 Desember 1949, ini disebut-sebut cukup bijaksana dan merakyat.
Mahsun Ismail yang sudah memastikan berpasangan dengan Joko Irianto (Camat Pule), adalah sosok yang humanis, seorang muslim yang sanggup bersikap netral terhadap berbagai issu-issu agamis, politik maupun organisasi. Sejak muda sudah tenar oleh kepiawaiannya dalam berorasi, berolah vokal serta berani mengambil sikap yang saat itu terbilang kontroversial dalam pandangan kiyai sepuh. Tokoh GP Anshor, berangkat dari bawah sebagai anggota Banser.
Jangan anggap enteng kandidat yang satu ini, sebab kendati PKB berkoalisasi dengan PDI-P mendukung Mulyadi WR, ada kemungkinan massa Anshor (NU dan PKB) pada akar rumput di pelosok justru tidak mematuhi keputusan elite politik/organisasinya. Terlebih lagi, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek pada masa berduet dengan Mulyadi WR hingga sekarang bersama dengan incumbent H. Soeharto, terpeta jelas di mata masyarakat bahwa Mahsun Ismail sangat humanis. sosial, jujur dan transparan. Juga aktivis gerakan Pramuka, PMI dan berbagai organisasi sosial masyarakat. Bahkan semasa mudanya dulu pernah menjadi TKW di Malaysia, sehingga merupakan modal baginya untuk selalu mawas diri dan peduli pada rakyat jelata.
Selanjutnya, Sutarman -mantan Dandim Trenggalek- juga akan tampil sebagai Cabup/Cawabup. Tentang figur yang satu ini, belum banyak tahu. Saat ini para pendukung dan tim suksesnya sedang sibuk menggalang dukungan dari calon pemilih. Dia akan berangkat dengan tiket independent. Warga Trenggalek belum banyak yang mengenal, barangkali hanya di kalangan TNI/Kodim dan anggota kepolisian angkatan tua saja yang masih mengingatnya. Walapun demikian, bagi para kandidat yang disebutkan terdahulu, sebaiknya nama Sutarman juga diperhitungkan sebagai saingan yang cukup "ulet" dan bisa meraup suara pemilih cukup besar.
Strategi Kampanye dan Penjaringan Simpatisan
Pilkada kali ni, perlu diterapkan beberapa pola yang pada intinya melakukan tiga hal utama: Pertama, menentukan isu-isu yang dinilai penting oleh segmen calon pemilih (biasanya berdasar jajak pendapat). Kedua, membuat analisis penentuan isu yang paling menguntungkan individu kontestan dan mengabaikan isu-isu persoalan lain (meski itu dalam platform partai merupakan isu sentral sekalipun). Ketiga, merekayasa citra kontestan sesuai isu persoalan yang dipilih, merancang pesan dan simbol yang diperlukan, serta merencanakan pemanfaatan media, semuanya untuk mengusahakan agar calon pemilih terfokus pada isu yang telah dilekatkan pada kontestan.
Strategi kampanye dari Tim Sukses yang diterapkan bisa beragam, namun umumnya diawali dengan analisis positioning, atau analisis "posisi pasar" partai atau kontestan, yang hasilnya kemudian dipergunakan untuk menentukan langkah strategis selanjutnya. Kontestan yang menempati posisi pasar sebagai nicher (unggul di segmen pemilih tertentu), contohnya, akan menerapkan langkah-langkah strategis hingga taktik serta teknik kampanye yang berbeda dengan kontestan yang menempati posisi sebagai market leader, challenger, dan sebagainya.
Kampanye juga bisa mengarah pada kondisi di mana rekayasa citra individu Mulyadi yang dihasilkan para champaign manager, atau pesona kandidat menjadi lebih penting daripada platform dan isu yang diperjuangkan partai.
Tim Sukses dan Pola Kampanye
Bagi para kandidat yang ada, bisa difigurkan dalam kemasan seorang pahlawan dari masa lalunya. Semuanya dimungkinkan oleh penerapan strategi, taktik, dan teknik komunikasi pemasaran yang sistematis dan rasional. Kreativitas, ide dan karya-karyanya maupun kearifan serta kebijaksanaan masing-masing tatkala menjabat pimpinan Trenggalek hingga menjadi tokoh birokrasi di tingkat propinsi atau sewaktu menjabat sebagai motor dalam berbagai organisasi, adalah umpan paling efektif untuk menjaring simpatisan pemilih.
Salah satu bahan utama untuk pemenangan lainnya adalah Riset Politik. Menurut Johnson (2001), dalam sistem Pemilu yang demokratis, riset politik merupakan alat yang vital. Kandidat akan sulit memenangkan persaingan jika tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing, perilaku pemilu pemilih, segmentasi pemilih, peta wilayah dan faktor lainnya. Kampanye dan propaganda menurut kandidat semata, akan menyebabkan berpalingnya pemilih ke kontestan lain karena, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan aspirasi pemilih. Atau kalaupun kandidat mengetahui apa aspirasi pemilih, namun jika tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk penempatan substansi yang diinginkan, sangat mungkin akan menimbulkan mispersepsi atau pengaburan makna dari pesan yang disampaikan. Atau boleh jadi juga pesaing melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda namun lebih efektif, bisa juga dengan cara yang sama pesaing dapat menggagalkan kemenangan kita karena mereka melakukannya dengan lebih baik.
Oleh karenanya, untuk mengantisipasi kemungkinan itu Tim Sukses sang kandidat perlu melakukan riset untuk mengetahui kekuatan dan strategi pesaing. Beberapa kegunaan utama dari riset politik antara lain: pertama, untuk menyusun strategi dan taktik.
Adman Nursal (2004) mengatakan Strategi kampanye politik tanpa riset bagaikan orang buta yang berjalan tanpa tongkat. Sebaliknya riset tanpa sumber daya strategis seperti desain strategi, orang, dana dan sumber daya lainnya ibarat orang lumpuh yang memahami jalan dan peta akan tetapi tidak memiliki kendaraan untuk menuju tempat yang diinginkannya. Kedua, riset untuk memonitor hasil penerapan strategi. Implementasi sebuah strategi, akan menimbulkan respon dari pesaing. Reaksi para pemilih perlu diketahui untuk menerapkan strategi berikutnya. Riset monitor politik berorientasi pada tindakan dan reaksi terhadap kondisi saat ini. Jika hasil riset adalah begini, maka apa tindakan yang akan dilakukan.
Salah satu metode riset yang paling populer adalah dengan poling atau survei. Menurut Kavanagh bahwa penyelenggaraan polling memberi input informasi yang relevan untuk membuat strategi marketing politik, diantaranya adalah : membangun citra, menyusun kebijakan, tracking atau memantau kelemahan dan kekuatannya dari waktu ke waktu dan menetapkan pemilih sasaran yang berdasarkan karakter tertentu yang menjadi targetnya. Menurut Shea dan Burton (2001), kita perlu melakukan riset terhadap profil data pesaing. Riset mengenai data pesaing sangat bermanfaat dalam menyusun strategi marketing politik. Riset yang dilakukan adalah untuk memperkirakan apa yang ditawarkan pesaing untuk masa depan (evaluasi prospektif) dan bagaimana reputasinya dimasa silam (evaluasi introspektif).
Pemanfaatan Jaringan Pertemanan dan Media Informasi
Dewasa ini jaringan facebook, twitter, media massa cetak maupun elektronik juga menjadi senjata yang sangat produktif untuk menangguk suara pemilih. Oleh sebab itu, kandidat dan pasangannya (cawabup) sebaiknya senantiasa aktif berkecumpung di dunia ini. Suatu keuntungan besar bila ternyata Mulyadi dan Mahsun Ismail bersama istri masing-masing ternyata sudah memiliki account facebook atau acount twitter, bahkan mungkin juga YM (yahoo massenger) dan lainnya.
Akan lebih mudah lagi bila pasangan ini memiliki web blog/situs pribadi untuk mensosialisasikan aktulitasnya di mata para netter. Serta secara berkala senantiasa mengekspos figur kandidat kita di media cetak maupun elektronik hingga menjelang hari "H".
Politik Uang dan Pembunuhan Karakter
Kesiapan dan kemauan kandidat kita untuk menerapkan hasil riset yang dilakukan Tim Sukses hendaknya bersinergi. Kandidat dan Tim Sukses sangatlah arif dan bijaksana apabila melakukan cara-cara kampanye dan pemenangan dengan langkah-langkah yang cerdas, dan bukan dengan membodohi pemilih melalui cara-cara yang tidak mendidik seperti menyogok pemilih dengan uang (money politics).
Atau dengan politik yang kotor seperti melakukan fitnah terlebih yang menjurus pada pembunuhnan karakter terhadap pesaingnya. Sebaliknya mengungkapkan track record negatif/jelek pesaing dalam artian sebenarnya supaya menjadi bahan pertimbangan publik boleh saja sebagai alat kontrol sosial.
Politik uang bukan cara yang halal, bahkan sangat menjijikkan dalam sebuah pertarungan demi meraih tampuk kekuasaan. Pembunuhan karakter adalah fitnah yang akan berujung pada kasus hukum bila kemudian diangkat oleh lawan politik yang dihujat. Passtinya, kedua cara tersebut, sangat tidak mendidik bahkan mengancam dinamika politik dan eksistensi demokrasi di daerah Trenggalek.
Inti dari obrolan Cah Nggalek ini, adalah menghimbau agar semua kandidat yang akan maju dalam pemilihan bupati tanggal 2 Juni 2010 nanti, agar bersikap arif, bertindak bijaksana dengan mengedepankan nasib masyarakat Trenggalek untuk jangka panjang. Marilah kita junjung tinggi hukum, peraturan dan perundang-undangan. Demokrasi bukan alat untuk merebut kekuasaan semata, namun di dalam demokrasi ada suara hati nurani rakyat yang bercita-cita untuk menyongsong hari depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Demokrasi untuk mencerdaskan rakyat demi mencapai kehidupan yang sejahtera lahir dan bathin.
Trenggalek (prigibeach.com) - Seiring dengan program pemerintah dalam rangka menghijaukan hutan dan ditunjang dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan maka kini telah terwujud hutan yang hijau kembali setelah rusak akibat dampak dari eforia reformasi. Salah satu daerah yang berhasil menjaga kelestarian hutan dan menjadi pelopor pelestarian hutan adalah Desa Pakel Kecamatan Watulimo. Oleh karena itu sangat pantas jika desa ini melalui kelompok tani "Suka Maju" beberapa waktu yang lalu mendapat penghargaan dari Menteri Kehutanan.
Berkaitan dengan hal tersebut pada hari Sabtu tanggal 13 Pebruari 2010 Bupati Trenggalek H. Soeharto berkenan meninjau kegiatan masyarakat dan kelompok tani "Suka Maju" Desa Pakel kec. Watulimo. Dalam kesempatan tersebut hadir Muspika Watulimo, Asisten I, II, dan III, Kepala Bappeluh, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Bupati Trenggalek H. Soeharto dalam kata sambutannya menyatakan rasa gembiranya atas penghargaan yang diterima oleh masyarakat Desa Pakel. Namun yang terpenting bukan penghargaan itu tetapi wujud kesadaran masyarakat sehingga menerima penghargaan. Hal ini menunjukka bahwa pemikiran masyarakat Desa Pakel telah jauh ke depan dalam rangka menyelamatkan bumi dengan menjaga dan melestarikan hutan.
Dalam kesempatan itu diserahkan penghargaan kepada Mukani, salah seorang warga setempat yang berhasil menjadi juara nasional kontes pohon sengon. Juga diserahkan penghargaan desa pelopor pelestari lingkungan, serta kelompok tani "Suka Maju" yang sangat intens dalam memelopori penghijauan kembali hutan. Bupati Trenggalek juga menyerahkan bantuan pohon untuk penanaman kembali lahan yang masih kosong. Masing-masing pohon Jabon, Suren, dan Jati Putih.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan untuk melihat pohon sengon hasil penanaman Mukani. Juga ditanam secara simbolis sebagai tanda memelopori Gerakan nasional penanaman satu milyar pohon. Acara diakhiri dengan peninjauan peternakan kambing PE.
Bupati berharap bahwa kepeloporan masyarakat desa Pakel ini hendaknya terus berkelanjutan dan dapat dicontoh oleh desa-desa lain yang bnerada di sekitar hutan. Dengan demikian kelak hasilnya akan dapat dirasakan bersama dan bahkan hingga anak cucu keturunan kita.(humas/hab)
Tegal (prigibeach.com) - Jaminan kesejahteraan guru swasta dan guru honorer selama ini masih relatif rendah sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah, kata anggota Komisi X DPR, Rohmani.
"Selama ini perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru swasta masih rendah, mereka masih dianggap seperti anak tiri. Padahal dalam Undang-Undang Sisdiknas semua guru baik PNS maupun swasta menjadi ujung tombak pendidikan," katanya di Tegal, Minggu.
Hingga kini, katanya, masih banyak guru honorer yang hanya mendapatkan gaji sekitar Rp200 ribu per bulan padahal mereka harus mencukupi kebutuhan keluarganya.
Ia mengatakan, Komisi II, VIII, dan X DPR akan membahas pengangkatan mereka menjadi pegawai negeri untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Jumlah guru honorer yang terdata di Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekitar 920 ribu orang.
Angka tersebut, katanya, perlu divalidasi lagi oleh dinas pendidikan di setiap provinsi.
"Validasi harus dilakukan, kami minta dinas pendidikan provinsi untuk memvalidasi data guru dan tenaga honorer," katanya.
Ia mengatakan, rencana pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS masih dalam pembahasan Komisi II, VIII, dan X DPR, Kementerian Pendidikan Nasional, BKN, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
Rencananya, katanya, ada dua pendekatan kepada mereka yaitu pendekatan status dan kesejahteraan.
"Pendekatan status diberlakukan kepada guru honorer yang memenuhi persyaratan sebagai CPNS dan pendekatan kesejahteraan diberlakukan bagi yang tidak memenuhi syarat seperti karena usia sudah melebihi batas," katanya.
Ketua Umum Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia, Ani Agustina, mengatakan, pemerintah sedang membahas revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005 dan PP Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer.
"Namun prinsip pengangkatan tenaga honorer jilid dua ini hendaknya tetap dilakukan dengan menggunakan peraturan sebelumnya," katanya.
BERTARUH NYAWA: Pengendara motor melewati jembatan Nglinggis yang nyaris patah kemarin.(Ra-Tu)
Trenggalek (prigibeach.com) - Sudah dua tahun ini jembatan di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, rusak. Jembatan sepanjang sekitar 15 meter ini patah di salah satu bagian. Akibatnya, jembatan sangat rawan dilewati.
Pani, salah satu warga sekitar mengatakan, meski rusak berat, masih banyak warga yang memanfaatkan jembatan tersebut. "Ya, warga dari dusun seberang, sampai ke Desa Duren biasa lewat sini. Kalau tidak ada jalan tapi memutar jauh," ucap Pani.
Jembatan ini usianya memang sudah tua. Terlihat bangunannya, seperti peninggalan zaman Belanda. Warga berharap akan segera ada perbaikan jembatan tersebut. "Kabarnya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang kok belum. Tepi sungainya juga terus terkikis. Warga khawatir akan terus menggerus ke rumah mereka," ucap Pani. (tin/her/jpnn)
Trenggalek (prigibeach.com) - DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Trenggalek ganti nakhodah. Serah terima jabatan Ketua DPC Akli dilangsungkan kemarin bertempat di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek.
Serah terima jabatan ketua dari Tri Santoso,ST., kepada Nursalim, S.Ag. berlangsung lancar. Hingga acara pelantikan Nursalim sebagai Ketua DPC AKLI Trenggalek yang baru.
Lahir di Trenggalek 38 tahun lalu, Nursalim,S.Ag, sudah cukup dikenal oleh pengusaha bidang kelistrikan di daerah ini. Dia telah lama berkiprah dalam dunia jasa konstruksi di kota Kripik Tempe. Dan mulai tahun ini, pria berperawakan tegap ini dan merupakan sesepuh salah satu perguruan silat tersebut, melirik dunia kelistrikan dengan menjadi Ketua DPC Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Trenggalek.
Nursalim bertekad untuk mewujudkan cita-citanya mengabdi bagi masyarakat Trenggalek. Selama ini dia sangat prihatin dengan tingginya biaya pasang baru jaringan listrik yang mencapai jutaan rupiah. Dan melalui DPC Aklindo ini, diharapkan menjadi solusi kesulitan masyarakat Trenggalek khususnya dalam rangka melakukan pasang baru jaringan listrik.(hab)
Trenggalek (prigibeach.com) - Mengawali tahun 2010, bertempat di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Bupati Trenggalek, H. Soeharto menyerahkan 72 Pas Kecil/Pas Tahunan (tanda kebangsaan kapal) dan sertifikat kapal kepada nelayan Pantai Prigi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi, SH., melaporkan bahwa penyerahan pas kecil dan sertifikat kapal ini merupan pertama kalinya di Kabupaten Trenggalek. Sebanyak 72 pas kecil dan sertifikat kapal yang diserahkan, semuanya untuk nelayan di Kecamatan Watulimo, sedangkan untuk nelayan kecamatan pesisir seperti Kecamatan Munjungan dan Panggul, belum ada yang memiliki pas kecil dan sertfikat kapal tersebut.
Bupati H. Soeharto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para nelayan yang telah mengurus pas kecil dan sertifikat kapal. Pas kecil dan sertifikat kapal ibaratnya STNK dan BPKB bagi kendaraan darat yang merupakan bukti sah kepemilikan kapal bagi para nelayan, lanjut Bupati.
Bupati berharap kepada nelayan di Kabupaten Trenggalek segera mengurus Pas Kecil dan Sertifikat Kapal, karena saat ini pengurusan ijin tersebut tidak dipungut biaya sama sekali. Kepemilikan pas kecil dan sertifikat kapal akan memberikan jaminan penjualan atas hasil laut yang akan di ekspor, karena negara-negara Uni Eropa dan beberapa negara lainnya hanya mau menerima hasil produksi laut yang benar-benar legal, yang salah satu bentuk legalitasnya adalah dokumen berupa pas kecil dan sertifikat kapal.
Selanjutnya Bupati Trenggalek H. Soeharto, mengingatkan bahwa laut yang sangat luas dan kaya merupakan milik anak cucu, sehingga pemanfaatannya harus berwawasan lingkungan.
"Mengambil udang dengan potasium, mengambil ikan dengan bahan pledak, merusak terumbu karang, merusak hutan bakau, jangan dilakukan, karena bukan saja berurusan dengan penegak hukum, namun kita juga akan berdosa bagi anak cucu kita", kata Bupati.(hab)
Makna Sebuah Mahar
-
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai
pemberian dengan penuh kerelaan...
Malware
-
*Susah payah* juga untuk menghilangkan viruss yang bandel ini. berhari-hari
konsentrasi mencari dan beraksi bagaimana virus yang bikin jengkel ini bisa
hen...
Doraemon's Magical Pink Bandana
-
Being pursued by deadline but my brain is clogged. It has been happening
to me since three weeks ago. I have to finish a manuscript soon but I face ...
Bermain Sulap Kartu Ala David Coperfiel
-
Lama banget gak update blog, sibuk dengan urusan skul yang bikin aku
pontang-panting. Guru-guru dan Kepala Sekolah semua pada mengkhawatirkan
aku, sementa...
mySanta surprise visit to my world this moment
-
It is fun time guys.. Santa is on the way to meet you for the surprise
gift! Yes, the wonderful start of the festival season will be ended only
when our fa...
Pertolongan Pertama Cedera Mata
-
Halo teman-teman semua, maaf nih baru sempat posting lagi untuk P*ertolongan
Pertama*. Kali ini kita akan berbagi pengetahuan tentang Pertolongan
Pertama C...
Hadiah Dari Kontes Ferdys-aja
-
Selamat Pagi kakak *Blogger* semuanya..!!
Setelah lama gak nulis lagi (*hampir 3 minggu lebih*),ahir nya sekarang
saya bisa kembali posting.
Sebuah perminta...