> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Gerak Jalan Putera 17 KM Diikuti 51 Peleton

H.Mulyadi WR kibarkanBendera Start, melepas Peleton I Kehormatan yang dikomandani Sekda Trenggalek, Cipto Wiyono

Trenggalek (prigibeach.com) - Gerak Jalan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke-66 memasuki hari ketiga, Kamis (28/7) untuk kelompok putra. Gerak jalan ini terbagi menjadi 3 tingkat yaitu SMP/MTs 13 peleton, SMA /SMK/MA 20 peleton serta tingkat Umum yang berasal dari Dinas/Instansi lingkup Pemkab Trenggalek dan masyarakat sebanyak 51 peleton. Sehingga keseluruhan peserta gerak jalan kali ini berjumlah 84 peleton.

Jarak yang ditempuh sejauh 17 km dengan start/finish di Pendopo Agung Trenggalek, Jawa Timur. Sebelum memberangkatkan peserta gerak jalan, dalam sambutannya Bupati Trenggalek Mulyadi WR, mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang telah berpartisipasi dalam gerak jalan ini.

"Sehingga Merupakan kebanggaan bagi penyerlenggara karena saudara peduli terhadap kemerdekaan bangsa ini," demikian antara lain disampaikan oleh Bupati, sambil menambahkan pesan agar selama dalam perjalanan semua peserta tetap menjaga ketertiban lalu lintas.

Gerak jalan ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dan 3 peleton awal yang nerupakan peserta kehormatan diberangkatkan oleh Bupati Trenggalek H. Mulyadi WR. Selanjutnya secara bergiliran Wakil Bupati Trenggalek, Komandan Kodim Trenggalek, Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek, Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek dan Kapolres Trenggalek memberangkatkan peleton peserta. Tiga peleton peserta kehormatan adalah 2 peleton dari para Kepala SKPD maupun Kepala Bagian dengan Komandan Peleton I Sekretaris Daerah Ir. Cipto Wiyono, M.Si dan Komandan Peleton II Kabag Hukum, Bambang Setiaji, SH. Sedangkan peleton kehormatan ketiga dari Kodim 0806 Trenggalek.

Rute yang ditempuh mulai dari Depan Pendopo Agung Trenggalek - Jl. Hasyim Ashari - Jl. P. Sudirman - Jl. Yos Sudarso - Jl. Raya Trenggalek-Ponorogo - Pertigaan Desa Nglongsor Belok Kiri - Pertigaan Banger Belok Kiri - Jl. Raya Salamrejo - Kelutan - Perempatan Balai Desa Kelutan Belok Kiri - Jl. Soekarno Hatta - Jl. P. Sudirman - Jl. Hasyim Ashari dan finish di Depan Pendopo.(tg-ys/pbc/m-12)

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Gerak Jalan 8 KM Puteri Diikuti 79 Peleton

Trenggalek (prigibeach.com) - Peringatan HUT Proklamasi RI dan Hari Jadi Trenggalek, Jawa Timur, Tahun 2011, Rabu (27/7) dimeriahkan gerak jalan 8 KM Puteri yang diikuti 79 peleton. Gerak jalan ini ada tiga katagori yakni siswi SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan Umum dengan rincian 21 peleton dari SMP/MTs, 23 peleton SMA/MA/SMK serta 35 peleton dari umum. Start dan finish di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Sebelum memberangkatkan peserta gerak jalan, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang turut serta memeriahkan peringatan HUT RI ke-66 dan Hari Jadi Kab. Trenggalek ke-817 dengan mengikuti lomba gerak jalan. Selain itu, Cipto Wiyono berpesan kepada para peserta untuk tidak memaksakan diri jika memang merasa tidak kuat. "Terutama bagi ibu-ibu", candanya.

Diawali Sekretaris Daerah, Cipto Wiyono, kemudian disusul para Kepala SKPD yang hadir di panggung kehormatan, secara bergantian mengibarkan bendera start sebagi tanda pemberangkatan. Gerak jalan diawali oleh pasukan kehormatan yaitu peleton para istri Kepala SKPD atau anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek sebanyak 3 peleton, di dalamnya termasuk Ny. Hanik Kholiq, istri Wakil Bupati Trenggalek. Kemudian disusul dengan barisan dari SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan diakhiri dengan barisan dari umum. Untuk peserta dari kategori umum, selain dari peleton SKPD, peserta juga berasal dari Bhayangkari, Persatuan Istri Tentara (Persit), bahkan dari Lingkungan di desa-desa.

Gerak jalan berjalan lancar, walaupun ada beberapa peserta yang jatuh pingsan karena kelelahan dan langsung ditangani oleh petugas kesehatan yang telah disiagakan. Sesampai di finish, peserta disambut oleh Sekretaris Daerah, para Kepala SKPD dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Trenggalek, Ny. Cipto Wiyono.(okt/ys/pbc/M-12)
Read more..

Kusprigianto: Tidak Ada Titipan Untuk PSB di Sekolah Favorit

Trenggalek (prigibeach.com) – Rumor tentang adanya kasus dan keluhan masyarakat menyangkut penerimaan siswa baru di Trenggalek, Jawa Timur, ditepis oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kusprigianto dengan mengatakan “Itu tidak benar. Tidak ada istilah titipan anak pejabat atau anak siapapun untuk bisa diterima di sekolah favorit tanpa melalui sistem yang sudah ditetapkan”.

Selanjutnya, dia menegaskan bahwa sistem penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Trenggalek, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga SMU dan SMK sudah diatur dalam petunjuk pelaksanaan yang berpedoman pada peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama, yang selanjutnya dituangkan dalam peraturan sesuai hasil musyawarah jajaran pendidikan di daerah ini.

“Dan untuk menjamin pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2011/2012 berasas objektif, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif, telah kami susun pedoman pelaksanaan penerimaan siswa baru (PSB) di Kabupaten Trenggalek, mulai dari jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan SMK tahun pelajaran 2011/2012”, katanya.

Kusprigianto menambahkan, bahwa model PSB mengakomodir minat dan kompetensi calon peserta didik pada jenjang tertentu sesuai kemampuannya serta daya tampung yang dimiliki sekolah. Model PSB yang digunakan yaitu : PSB Jalur Khusus, Tes Pengendali Mutu (TPM), Tes Kemampuan Akademik (TKA)/ Reguler dan Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Untuk meminimalisir kerawanan dan unsur subyektivitas sekolah pada pelaksanaan PSB maka pelaksanaannya dilakukan oleh Tim yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan Trenggalek, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, serta pemandu bakat.

Di beberapa sekolah, selain mempergunakan nilai hasil ujian nasional, juga ada yang dipadukan dengan nilai rata-rata raport kelas terakhir. “Yang jelas, sistem tersebut sudah kami terapkan di semua sekolah. Jadi, issu adanya titipan siswa baru di sekolah tertentu, adalah tidak benar. Bila ada masyarakat yang mengetahui, silakan lapor, kami akan menindak lanjuti kecurangan tersebut dengan membatalkan murid yang sudah diterima melalui cara itu”, tegas Kusprigianto di ruang kerjanya, Rabu (6/7).

Terkait adanya pungutan biaya pendaftaran yang memberatkan wali murid, Kusprigianto mengakui memang ada sekolah yang melakukan hal itu. Namun semuanya sudah melalui persetujuan dari Komite Sekolah. “Khusus untuk sekolah menengah atas dan kejuruan, itu bisa dilakukan karena mereka tidak disubsidi dana BOS (Biaya Operasional Sekolah). Sementara untuk jenjang SMP bisa saja mereka memungut biaya untuk –misalnya- pakaian seragam, mamun harus melalui persetujuan Komite Sekolah dan walimurid yang baru,” katanya.

Kendati demikian, Kusprigianto mengaku telah menginstruksikan semua Sekolah agar menekan seminim mungkin cost pendidikan. “Bila ada iuran untuk seragam dan lain sebagainya hendaknya tidak bersamaan dan seyogyanya bisa dicicil oleh wali murid,” katanya. Menurut Kusprigianto, cost pendidikan di daerah ini terhitung paling rendah dibandingkan dengan daerah kabupaten lain. Oleh sebab itu, dia menghimbau kepada masyarakat dan wali murid menyadari nya dan memberikan toleransi.

Untuk pendidikan dasar sudah ada dana BOS, namun itu tidak berarti bahwa biaya sekolah jenjang ini 100% gratis. Sebab, penggunaan dana BOS sudah ada aturannya dan hanya cukup untuk menutupi biaya operasional sekolah.

“Walaupun demikian untuk siswa yatim dan siswa yang memang sungguh-sungguh tidak mampu, diberikan fasilitas khusus dengan gratis 100%. Sehingga dengan demikian yang bersangkutan dapat menyelesaikan pendidikan dasar tanpa biaya sepeser pun, bahkan bila perlu diberikan biaya transportasi pulang pergi dari rumah ke sekolah,” kata Kusprigianto. (haz).
Read more..

Puncak HAN 2011: 201 Mobil Dengan 2.764 Anak Ikuti Karnaval PAUD

Bupati dan peara pejabat teras Kabupaten Trenggalek
Trenggalek (prigibeach.com) – Puncak Hari Anak Nasional di Trenggalek, Jawa Timur,  Selasa (14/6), dimeriahkan dengan Pawai “pasukan”  PAUD yang diikuti 13 Kecamatan. Satu kecamatan absen karena kondisi jalan jurusan wilayah ini masih dalam perbaikan, yakni kecamatan Munjungan. Terhitung jumlah peserta pawai ada 201 unit mobil aneka jenis, dengan ribuan anak peserta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Kendaraan tersebut dihiasi pernik-pernik khas daerah dan anak-anak berdandan dengan ciri Nusantara.


Karnaval berpusat di sekitar Lapangan Sumbergedong Trenggalek. Ribuan anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) berpakaian adat berkumpul bersama orang tua dan guru pendamping mereka. Dengan menaiki kendaraan yang sudah dihias dengan bermacam-macam tema, mereka terlihat antusias, ceria, bahagia untuk mengikuti serangkain pawai yang akan mengambil finish di halaman  Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Pawai tersebut diselenggarakan atas prakarsa Himpunan PAUD Indonesia (Hiimpaudi) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek sebagai puncak acara peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Trenggalek.  Pawai  diberangkatkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Drs. Kusprigianto, MM  yang  diawali  kontingen  dari Kecamatan Watulimo. Dengan mengambil start di depan SDN Sumbergedong, Trenggalek.
     
Setelah  berkeling Kota Trenggalek, peserta  pawai PAUD tersebut disambut oleh Bupati Trenggalek, H. Mulyadi, WR beserta  Ny. Peny Mulyadi di  finish, depan Pendopo Kabupaten Trenggalek. Yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir.Cipto Wiyono,M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Kusprigianto, MM dan kepala SKPD serta pejabat teras lingkup Pemkab.

Peserta pawai tidak kurang dari 2.764 anak dari lembaga PAUD seluruh Kabupaten Trenggalek, mereka berusaha menampilkan kendaraan pawai dengan berbagai tema. Dengan menaiki kendaraan yang sudah dihias menyerupai kapal, Kontingen PAUD dari Kecamatan Watulimo  menunjukkan ciri khas Kecamatan Watulimo yang terkenal sebagai kota wisata bahari. Rupanya PAUD kecamatan Watulimo mengambil tema  kelautan dalam pawai kali ini.

Mereka ceria, bahagia, menatap masa depan
Lain halnya dengan kontingen Kecamatan Bendungan yang mengangkat tema Pertanian. Tak mau kalah dengan kecamatan Watulimo, PAUD Kecamatan Bendungan juga sudah menyiapkan kendaraan pawai yang dihiasi dengan hasil pertanian. Semakin menyemarakkan acara, lembaga PAUD dari Kecamatan Trenggalek menampilkan tema Bhinneka Tunggal Ika. Tema yang diambil berusaha diwujudkan dalam 57 kendaraan yang  sudah dihias menyerupai rumah adat dari beberapa wilayah di Indonesia.
    
Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Kusprigianto,MM mengungkapkan bahwa pawai hari ini diadakan sebagai puncak acara dari serangkaian peringatan Hari Anak Nasional  tahun 2010  di Kabupaten Trenggalek. “Sebelumnya, serangkaian acara telah dilakukan dan puncak acaranya adalah hari ini", ungkap Drs. Kusprigianto. Untuk menunjang kreatifitas anak, lanjutnya, serangkaian acara telah digelar yang merupakan kerjasama antara Himpaudi dengan Dinas Pendidikian diantaranya lomba mewarnai dan mendongeng. Khusus untuk pemenang lomba mendongeng akan diikutkan dalam seleksi tingkat Nasional yang akan diselenggarakan 19 Juli mendatang. Sedangkan untuk melihat seberapa jauh wawasan guru PAUD juga telah digelar lomba cerdas cermat antar guru.

Kusprigianto menambahkan, sesuai dengan petunjuk Bupati Trenggalek, pihaknya diminta untuk mengapresiasi dan memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan pendidikan anak seusia PAUD. “Anak-anak itu ketika lahir laksana kertas putih yang masih polos dan bersih. Pendidikan karakter dapat diawali dari lembaga PAUD, sehingga ketika mereka menjelang remaja hingga menginjak dewasa, sudah tertanam dasar-dasar karakter yang telah diajarkan saat duduk di PAUD”, katanya.

Selanjutnya, Kusprigianto mengatakan bahwa Dinas Pendidikan akan memperhatikan para tenaga pengajar dan pengelola PAUD di seluruh Kabupaten Trenggalek. “Pemkab akan mencoba mengapresiasi dan memberikan berbagai bentuk kepedulian terhadap guru di PAUD. Umumnya, mereka adalah pendidik yang sungguh-sungguh ikhlas mengabdi, kendati hanya dengan bekal ijazah setara SMA atau Diploma kependidikan, dan bahkan dengan honor yang minim”, ujarnya.(Haz).
Read more..

Bunda Peny Mulyadi Gandeng Drs. Sri Mince, SH,MM Bantu Penderita Cacat

Bunda Peny bersama Sri Mince, menyerahkan kursi roda pada Toha.

Trenggalek (prigibeach.com)
- ''Tiada pernah ada kata ‘'sesal dihati'' tatkala kita bisa membantu meringankan beban saudara kita yang dilanda duka bencana dan nestapa''. Sekelumit bait kata yang penuh makna inilah yang mengawali acara yang dihelat oleh Lembaga Sosial Kemanusiaan "Srikandi Peduli" yang dinakhodai Bunda Peny Mulyadi yang bertempat di Gedung Pertemuan Mekarsari Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (11/06).

Lembaga yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK ini fokus bekerja untuk kegiatan sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang kehidupannya mengalami nasib yang kurang beruntung diantaranya adalah memberi bantuan kepada: masyarakat yang tidak mampu, biaya perbaikan rumah, penderita cacat bawaan, biaya pendidikan, yatim piatu / lansia, korban bencana alam, korban KDRT, bantuan penderita gizi buruk dll.

"Kami merasa bangga sekali, hari ini telah disepakati kerjasama antara Yayasan Srikandi Peduli, dengan Bapak Drs. Sri Mince, SH. MM., Dosen Ubaya sekaligus Ketua Dewan Penasihat Paguyuban Aura Pusaka Kabupaten Trenggalek. Beliau inilah yang sudah mengetuk hati para putra daerah yang telah sukses di Kota Surabaya, termasuk WNI keturunan", ujar Bunda Peny.

"Saya mewakili saudara-saudara kita asal Trenggalek, yang kini berdomisili di Surabaya, juga merasa bangga dan terharu, bisa bergabung dengan Yayasan Srikandi Peduli. Ide, gagasan, dan manfaat dari bergabung di sini sangat luar biasa bagi mereka yang membutuhkan," ujar Sri Mince di sela-sela acara.

Acara yang ramah bernuansa night party dan dihadiri oleh sekitar 200 orang undangan ini memang sangat menyentuh, karena Bunda Peny menayangkan gambar-gambar pasien yang memang sangat membutuhkan uluran tangan kita lewat slide show yang tersedia di Restaurant Mekar Sari. Para undangan yang hadir tampak ikut larut dalam suasana tersebut, termasuk Ny. Anis Akbar Abas, Ny. Mikhlasiati wakil Ketua DPRD Trenggalek, beberapa anggota dewan, dan para pengurus GOW (Gerakan Organisasi Wanita) Kabupaten Trenggalek.

Diujung acara, Bupati Trenggalek H Mulyadi WR, yang berkenan hadir, mengatakan bahwa Sri Mince adalah penyambung lidah rakyat Trenggalek (mengingatkan kita pada pidato proklamator Republik Indonesia Bung Karno). "Beliau sangat bangga dengan lembaga ini karena sudah menolong banyak orang yang memang sangat membutuhkan", katanya.

Dalam kesempatan yang sangat monumental tersebut, Bupati beserta Bunda Peny dan Sri Mince secara simbolis menyerahkan bantuan langsung berupa Sepeda yang digerakkan dengan tangan kepada Toha (32) warga RT 06 / RW 02 Sambirejo, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Toha adalah penderita cacat fisik, mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan di Kerengpane Kalimantan Selatan tahun 2005 dan telah ditinggal istrinya karena kelumpuhannya.

Acara malam itu ditutup dengan Dinner Party yang bertempat di Dinner Room Mekarsari Resto. Semoga kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi umat manusia yang yang memang sangat membutuhkan. (DJ)
Read more..

Operasi Gabungan Polres dan Dinas Pendidikan
Razia Kontent Handphone

Perwira Operasi Gabungan dan Koorwas Dinas Pendidikan
Trenggalek (prigibeach.com) - Sejak Selasa (8/2) hingga hari ini Kamis (10/2), Polres Trenggalek, Jawa Timur, melakukan operasi pembinaan terhadap para pelajar di sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Operasi dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polres dan Dinas Pendidikan Trenggalek, dengan sasaran sekolah-sekolah yang siswanya diperkirakan sudah sangat akrab dengan handphone maupun piranti teknologi informasi seperti Laptop, Iphone atau jenis iPad with Wi-Fi + 3G Connect.

"Kami lakukan operasi ini dengan sangat rahasia,
sekolah sasaran tidak kami beritahu. Juga kelas yang akan kami sweeping akan kami tetapkan begitu sampai di lokasi target", ujar Aiptu Adit Suparno dari Satuan Bina Mitra Polres Trenggalek.


Hari pertama target adalah SMP Negeri 1, 2 dan 3 Trenggalek. Di ketiga sekolah ini tidak ditemui adanya siswa yang menyimpan konten pornografi maupun yang semi pornografi. Bahkan untuk SMP Negeri 2 dan 3 para siswa ternyata tidak ada satu pun yang membawa Handphone, karena tata tertib sekolah tidak mengijinkan.

"Sudah dua tahun ini kami terapkan larangan bawa Hp. Dan ini sesuai dengan komitmen kami dengan Komite Sekolah dan wali murid," kata Drs. Rohmat, MM., Kepala SMP Negeri 3 Trenggalek.

Sedang di SMP Negeri 1 Trenggalek sebagai sekolah RSBI, siswa memang diperbolehkan bawa Hp. "Tapi pihak sekolah senantiasa melakukan razia rutin, sehingga tidak ada siswa yang berani melakukan itu", ujar salah seorang guru menerangkan. 

Tim Operasi Gabungan sedang Koordinasi
dengan pihak sekolah
Hari kedua, target sasaran adalah SMA Negeri 1 dan 2 Trenggalek, diteruskan ke SMA Negeri 1 Durenan. Di ketiga sekolah ini Tim Gabungan Polres dan Dinas Pendidikan juga tidak menemukan adanya indikasi siswa yang menyimpan konten pornografi, baik di Hp maupun pada harddisk laptop yang mereka bawa.

Menurut Drs. Anwarduddin, operasi ini sudah pernah dilakukan beberapa kali bekerja sama dengan pihak Polres Trenggalek maupun Satpol-PP. "Kami sudah lama mengantisipasi hal itu, dan sudah berkali-kali kami lakukan sweeping baik di sekolah, maupun ketika di jalan (saat operasi siswa bolos/Red), sejak tahun 2008 lalu. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar memperketat tata tertib, dan selalu menjalin kerja sama yang harmonis dengan pihak Komite Sekolah maupun wali murid", ujarnya.

Terpisah, kemarin Rabu (9/2), operasi serupa juga digelar oleh pihak Satpol-PP bersama Diknas dengan target sasaran SMP Negeri 4 Trenggalek dan SMK Negeri 1 Trenggalek. Namun dalam operasi tersebut hasilnya juga nihil. Sementara pada hari ini Kamis (10/2), Tim Gabungan Polres Trenggalek bersama Diknas menyisir SMA Negeri 1 Karangan, SMP Negeri 1 dan 2 Durenan. Rencananya juga akan men-sweeping SMK Negeri 1 Pogalan, namun batal karena sekolah sedang mengadakan kegiatan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW.

"Di SMA Negeri 1 Karangan tidak ditemukan adanya siswa yang menyimpan konten pornografi, namun ada satu siswa yang saat tim datang tengah asyik online FB (facebook) dengan laptop-nya," ujar Adit Suparno, dan menambahkan bahwa Tim hanya memperingatkan kepada pihak sekolah untuk membatasi akses internetnya dan agar selalu mengawasi siswa agar jangan sampai terpengaruh pada hal-hal yang negatif terkait transparansi dan globalisasi informasi.(Haz)
Read more..

Video Mesum Pelajar SMP Beredar di Masyarakat - Rekaman Bulan Oktober 2010

Trenggalek (prigibeach.com) - Sebuah file video format 3GP berdurasi 6 menit 2 detik berjudul: SMP Trenggalek, beredar di Trenggalek, Jawa Timur. File video ini diperankan oleh dua pelajar sekolah menengah pertama. Keduanya nampak sedang beradegan ciuman dengan berbagai gerakan penuh birahi.

Adegan sepasang muda mudi dengan masih mengenakan pakaian lengkap tampak sedang asyik ciuman di sebuah ladang. Tragisnya, adegan itu dilakukan di depan teman yang bahkan merekamnya menggunakan kamera handphone. Kedua ABG tersebut tampak melakukan french kiss dengan berbagai posisi, mulai dari duduk, saling tindih dan berdiri. Tak jarang sesekali mereka saling memegang kemaluan dan organ intim pasangannya.

Meski dilakukan tanpa mengenakan seragam, kedua pemeran video itu diketahui sebagai siswa dan siswi salah satu SMP Negeri di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menurut beberapa remaja yang memiliki rekaman tersebut, file video ini sudah beredar sejak minggu lalu, dan banyak ditrasfer melalui bluetooth.

"Beberapa counter handphone di kota Trenggalek punya file ini, Mas. Saya dapat dari salah satu counter HP sewaktu mau ngisi lagu MP3," ujar Rohadi, warga Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek. "Sudah banyak kok yang punya. Kalau mau cari datang saja ke counter handphone yang melayani service atau isi lagu, biasanya ada disana," tambahnya, Kamis (3/2/2011).

Drs. Catur Winarno, MM, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Trenggalek ketika dikonfirmasi wartawan situs ini  Kamis (3/2), juga membenarkan bahwa 2 sejoli  pemeran video tak senonoh itu adalah pelajar sekolahnya. Pemeran perempuan berinisial DK (14), sementara pasangannya adalah GL (15), pelajar dari sekolah yang sama namun beda kelas.

"Itu sebenarnya video lama, Mas, terjadi Oktober 2010 kemarin, saya sudah menindaklanjuti dan mungkin baru sekarang saja beredar di masyarakat. Saya tegaskan, kedua anak yang menjadi pemerannya sudah keluar dari sekolah kami atas permintaan orang tuanya sendiri," terang Catur kepada wartawan yang mengkonfirmasinya melalui sambungan telepon seluler.

Catur juga mengaku sudah melakukan upaya prefentif di sekolahnya, menekan kemungkinan peredaran video tersebut ke anak didik lainnya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya video lain dengan pemeran sesama pelajar.

"Kami juga sudah undang seluruh orang tua wali murid. Intinya kami minta kasus itu dijadikan pelajaran, untuk meningkatkan pengawasan ke anak-anaknya," pungkas Catur.(Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

UDW Dan PMI Trenggalek Gelar Donor Darah

Trenggalek (prigibeach.com) - Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan ke-38 dan HUT Dharma Wanita  Persatuan ke-11 bekerjasama dengan PMI Cabang Trenggalek, Selasa (11/1) menggelar kegiatan donor darah di Graha Bhawarasa  Pendopo Agung Trenggalek, Jawa Timur. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi, mengatakan bahwa kegiatan donor darah akan berlangsung selama dua hari tanggal 11 sampai dengan 12 Januari 2011. Sampai hari ini telah terdaftar 125 pendaftar baik dari karyawan-karyawati lingkup Pemkab Trenggalek maupun dari masyarakat umum.

Ny. Penny Mulyadi juga menjelaskan bahwa rata-rata kebutuhan darah di Kabupaten Trenggalek setiap bulannya sekitar 300-400 bag. Kebutuhan tersebut akan bertambah bila penyakit demam berdarah menyerang. Selain itu, kegiatan donor darah seperti ini juga akan sangat membantu korban kecelakaan, korban bencana alam dan ibu melahirkan. Sebagaimana dikatakan orang bijak, setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia.

Menurut Ketua PMI cabang Trenggalek, Drs. Suparman, kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh TP PKK kali ini dilihat dari segi peserta dinilai sangat berhasil. Lebih lanjut, Drs. Suparman menjelaskan bahwa selama tahun 2010 persediaan darah di PMI cabang Trenggalek baru mencukupi 80% dari total kebutuhan darah.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si menyatakan bahwa Kabupaten Trenggalek adalah daerah yang rawan bencana. Selain itu juga merupakan daerah endemik demam berdarah. Angka kematian ibu ketika melahirkan masih cukup tinggi, untuk tahun 2010 angka kematian ibu mencapai 10 orang dari 8000 kelahiran hidup dan 7 diantaranya meninggal karena perdarahan.

Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Trenggalek, untuk tahun 2010 persediaan darah di PMI mencapai 2050 bag/kantong dan itu baru mencapai 80% dari kebutuhan. Sedangkan kebutuhan darah yang paling banyak adalah golongan darah O dan golongan darah yang paling susah dicari adalah golongan darah AB. 

Idealnya, persediaan darah di suatu daerah adalah 2% dari jumlah penduduk. Sehingga bila penduduk Kabupaten Trenggalek 714.070 jiwa, persediaan darah yang ideal dalam satu tahun sebanyak 14.281 kantong/bag.

Oleh karena itu Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya para PNS untuk aktif menjadi pendonor darah. Karena dengan menjadi pendonor aktif banyak menfaat yang akan kita peroleh, antara laian sebagai sarana amal tanpa mengeluarkan materi, pendonor aktif jarang terkena penyakit dan mencegah stroke. Lebih lanjut Bupati  menjelaskan kaum pria lebih rentan terkena stroke, sedangkan wanita tidak, karena wanita rutin mengeluarkan darah melalui haid. Maka saran terbaik bagi kaum pria untuk menghindari stroke adalah melalui donor darah secara rutin.

Dalam kesempatan tersebut, Ny, Penny Mulyadi memberikan bingkisan kepada Ny. Eni Sehat karena telah56 kali mendnorkan darahnya
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek (prigibeach.com) - Tunjangan profesi guru Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Trenggalek Semester II siap dicairkan, demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Cipto wiyono. Pembayaran Tunjangan Profesi guru dan tambahan penghasilan Guru PNSD tersebut untuk bugget bulan Juli hingga Desember 2010.

Berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang telah diterbitkan oleh Bendahara Umum Daerah [BUD] Kabupaten Trenggalek, tunjangan profesi guru akan ditransfer langsung ke rekening guru-guru penerima sebesar gaji pokok selama 6 bulan. Sedangkan tambahan penghasilan bagi guru PNSD yang belum sertifikasi akan dibayarkan melalui bendahara Pengeluaran pembantu Gaji pada Unit Kerja yang bersangkutan sebesar Rp. 250.000,00 per- bulan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Tambahan Penghasilan Guru PNSD akan dikenai pajak sebesar 15 %.

Di Trenggalek ada sebanyak 2.155 PNSD yang terdiri dari 1947 guru Golongan IV, 207 guru Golongan III serta 1 guru golongan II yang telah bersertifikasi akan menerima pembayaran tunjangan profesi guru PNSD. Berdasar keputusan Direktur jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Nasional tentang Penerima Tunjangan profesi bagi Guru dalam hal ini sebanyak 2.155 PNSD akan menerima pembayaran sebesar 33.286.248.400 sebelum dikenai pajak sebesar 15%.

Selanjutnya sebanyak 4.023 orang guru dengan perincian 1.634 Gol.IV, 1.927 Gol.III, 462 Gol.II akan menerima pembayaran tambahan penghasilan bagi guru PNSD dengan jumlah keseluruhan sebelum dipotong pajak sebesar 6.025.000.000,00.

Pelaksanaan pembayaran penghasilan bagi guru PNSD dan tunjangan profesi guru PNSD Semester II Tahun Anggaran 2010 didasarkan pada peraturan Menteri Keuangan Nomor 117/PMK.07/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Sementara Tunjangan Profesi guru Pegawai Negeri Sipil daerah kepada Daerah provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2010 serta peraturan menteri Keuangan Nomor 119/PMK.07/2010 tanggal 14 Juni 2010 tentang Pedoman Umum dan alokasi Sementara Dana Tambahan Penghasilan Guru pegawai negeri sipil Daerah kepada daerah kepada Daerah provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2010.

"Pembayaran tunjangan profesi guru PNSD telah diterbitkan melalui BUD dalam hal ini Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [DPPKAD] per-hari ini 27 Desember 2010 dan bisa diterima paling lambat akhir bulan ini", Kabag Humas, Yoso Mihardi. (Haz)


Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek: Tasyakuran Sambut Kedatangan Jamaah Haji Tahun 1431 H.

Trenggalek (prigibeach.com) - Kantor Kementerian Agama bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menyambut kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Trenggalek, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas pelaksanaan Ibadah Haji Tahun ini, mengadakan Tasyakuran Haji. Acara digelar dopo Kabupaten Agung Trenggalek, Senin (27/12). Hadir dalam acara Mubaligh dari Blitar DR. KH. Moh. Najib, M.Pd., M.Si, Bupati dan Jajaran Forpimda Kabupaten Trenggalek, Kepala SKPD serta seluruh Jamaah Haji Tahun 2010.

Kepala Kementerian Agama, Drs. H. Ngudiono, M.Ag dalam laporannya menyampaikan bahwa Jamaah Haji Trenggalek merupakan jamaah haji paling tertib saat di Asrama Haji Sukolilo dan ketika menunaikan Ibadah Haji di Makkah. Hal ini terbukti dengan tidak adanya satupun jamaah haji yang terkena dam (denda).

Bupati Trenggalek dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh Jamaah Haji yang kesemuanya dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar sehingga diharapkan dapat menjadi haji yang mabrur. "Walaupun pelaksanaan haji tahun 2010 ini berlangsung dengan lancar namun ada beberapa hal yang perlu dievaluasi misalnya dalam hal kesehatan jamaah haji serta kurangnya pembimbing haji yang kompeten," lanjutnya.

Selain itu, Bupati Trenggalek juga menyampaikan bahwa salah satu Visi Misi Pemerintahan MK adalah Kesholehan Sosial yang masuk di dalamnya kegiatan-kegiatan keagamaan. Sehingga dapat dipastikan Pemerintahan Kabupaten Trenggalek di tahun-tahun mendatang tetap akan melakukan upaya maksimal untuk kelancaran pelaksanaan Jamaah Haji.
Pada kesempatan ini pula, Bupati Trenggalek mengharapakan kepada Jamaah Haji untuk segera bergabung dengan IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Trenggalek serta aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang ada di lingkungan masing-masing. Tasyakuran Haji ini diakhiri dengan Ceramah Keagamaan oleh DR. KH. Moh. Najib, M.Pd., M.Si, yang mengambil tema Mewujudkan Haji yang Mabrur.(haz)

Read more..

Trenggalek : Rekor Angka Perceraian Tertinggi Dipegang Oleh TKW

Trenggalek (prigibeach.com) - Angka perceraian di Pengadilan Agama Trenggalek terus mengalami peningkatan rata rata 15 pesen per tahun. Badawi Ashari, Wakil Panitera Pengadilan Agama Trenggalek mengatakan , tahun 2009 jumlah perkara yang masuk mencapai 1535 ,naik dibanding tahun 2008 sebanyak 1359 perkara,sedangkan sampai bulan september 2010 jumlah perkara yang masuk mencapai 1030.

"Kasus perceraian di Trenggalek terus mengalami peningkatan, tahun 2009 ada 1535, kemudian tahun ini sampai bulan Nopember saja sudah ada 1130, nah ini sampai akhir 2010 bisa saja melebihi tahun 2009", kata Badawi Ashar.

Sementara itu dari perkara yang masuk di tahun 2009 hanya 62 yang dicabut, sedangkan yang gugur 11 perkara dan 8 ditolak oleh majelis hakim. Artinya, dalam satu tahun muncul 1420 janda baru. "Dari 1535 itu yang diputus 1512 dan yang dikabulkan 1420" imbuh Badawi.

Lebih lanjut ia menjelaskan perkara perceraian yang diajukan didominasi oleh gugatan dari pihak istri yang tidak terima dengan kondisi ekonomi yang berikan oleh suaminya serta munculnya percekcokan secara terus menerus.

"Kebanyakan yang mengajukan itu perempuan, yakni cerai gugat, jadi justru yang banyak tidak terima itu pihak perempuan", katanya.

Rekor Perceraian Didominasi TKW

Selain menyumbang devisa bagi negara dan daerah, ternyata tenaga kerja indonesia (TKI/TKW) yang bekerja diluar negeri juga memberikan kontribusi terbesar dalam kasus perceraian di Kabupaten Trenggalek.

Badawi Ashari,Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Trenggalek mengatakan, faktor perceraian yang berlatar belakang Rumah Tangga TKI/TKW mencapai 60 persen dari total perceraian yang ada .

"Biasanya salah satu pihak, apakah yang dirumah atau yang pergi kemudian berbuat nggak bener, yang akhirnya terjadi cekcok dan berujung perceraian" katanya.

Menurutnya,keharmonisan hubungan rumah tangga pasti akan terganggu apabila salah satu pihak pergi dalam kurun waktu yang lama. Terlebih apabila sebelum merantau sudah memiliki permasalahan rumah tangga. "Yang namanya nafkah kan nggak hanya uang saja ,tapi nafkah batin itu juga perlu," imbuhnya.

Badawi menambahkan, permasalahan yang dialami oleh tenaga kerja indonesia hingga terjadi perceraian terkadang juga dipengaruhi oleh ketidak-siapan menghadapi perubahan ekonomi.

"Dari perubahan ekonomi yang biasa-biasa saja, kemudian tiba-tiba merasa punya uang, sedangkan melihat kenyataan ekonomi di rumah kok nggak karu-karuan, nah, kemudian punya keinginan untuk bercerai," ucap Badawi.

Sedangkan dari data yang di Pengadialan Agama Trenggalek, sebagian TKI yang mengajukan gugatan cerai lebih memilih menggunakan jasa pengacara, karena dinilai lebih efektif dan tidak perlu pulang ke Indonesia.

"Mereka biasanya mengajukan gugatan menggunakan jasa advokad, sehingga proses perceraianya hanya diwakilkan saja" papar Badawi. Bahkan tak jarang beberapa perkara yang diajukan ke pengadilan agama tanpa diketahui oleh pihak suami atau istri yang ada di Indonesia. "Jadi tahu-tahu dapat penggilan ke PA untuk sidang cerai, padahal sebelumnya merasa gak ada masalah" ucap Badawi Ashari.

Melihat meningkatnya angka perceraian di wilayah Trenggalek, Pengadilan Agama berupaya semaksimal mungkin melalui proses persidangan dengan melakukan upaya pendamaian sehingga keluarga yang dibina tetap utuh. "Unsur utama pengadilan agama adalah mendamaikan diantara kedua belah pihak, tapi kalau dari berbagai upaya pendamaian itu tetap tidak ada titik temu ya proses jalan terus," demikian Badawi. (Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Idul Adha 1431 H: H. Mulyadi WR, Berkurban dan Mendonorkan Darahnya

Mulyadi WR di Mimbar Masjid Agung

Trenggalek - Sholat Idul Adha tahun 1431 Hijriah  di Masjid Agung Baiturahman Trenggalek, Jawa Timur, seperti biasa dibanjiri jama'ahnya yang meluber hingga ke Aloon-aloon. Kali ini untuk pertama kalinya sejak dilantik, Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR berjama'ah di sini diikuti sejumlah Anggota Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Trenggalek..

Mulyadi WR serahkan hewan kurban
Dalam sambutan yang disampaikan sebelum pelaksanaan sholat, mengajak masyarakat untuk meneladani apa yang dilakukan keluarga Nabi Ibrahim yang tulus iklas melaksanakan perintah Alloh SWT, khususnya dalam berkorban. Hal ini sangat relevan karena saat ini banyak terjadi musibah yang menimpa saudara-saudara kita di luar daerah yang tentunya memerlukan pengorbanan kita untuk membantu mereka. Selain itu, Bupati mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada, mengingat wilayah Kabupaten Trenggalek potensial terjadi bencana alam, baik banjir dan tanah longsor, apalagi dalam situasi cuaca tidak menentu seperti sekarang ini.

Bertindak sebagai imam dalam sholat Idul Adha ini K.H. Mastur Ali, Rois Syuriah NU Trenggalek sedangkan sebagai khotib Drs. Akhmad Muntafa, MH dari Pengadilan Agama Trenggalek yang mengambil tema khutbah "Belajar Dari Perilaku Keluarga Nabi Ibrahim as".

Mulyadi WR didampingi Ibu Peny mendonorkan darah
Setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Agung Baiturahman Trenggalek, Bupati Trenggalek, Dr. Ir. Mulyadi WR, MMT didampingi Kapolres, Dandim, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek secara simbolis menyerahkan bantuan hewan korban bertempat di halaman pendopo. Total hewan korban yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek pada Idul Adha tahun ini  sejumlah 1 ekor sapi dan 60 ekor kambing. Untuk hewan korban berupa sapi oleh Bupati diserahkan kepada Takmir Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek, sedangkan hewan kurban lainnya diserahkan kepada sejumlah takmir masjid atau mushola yang sebelumnya telah mengajukan permohonan.  Setelah itu, Bupati Trenggalek beserta Ny. Peny Mulyadi menghadiri undangan dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Trenggalek bertempat di Masjid Taqwa Sumbergedong dalam acara Khitanan Massal dan Donor darah memperingati hari Idul Adha yang merupakan agenda rutin tiap tahun. Untuk tahun ini,  jumlah anak yang dikhitan 93 orang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyempatkan diri mendonorkan darahnya.(humas)
Read more..

Trenggalek : Upacara Sumpah Pemuda, YPC Trenggalek Raih Juara I Nasional PIK

Trenggalek (prigibeach.com) - Tema Sumpah Pemuda ke-82 tahun ini adalah "Bangun Karakter Pemuda demi Bangsa Indonesia yang Maju dan Bermartabat" mengandung pesan bahwa langkah menuju Indonesia yang maju dan bermartabat sangat bergantung pada karakter pemuda yang kokoh di atas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. Karakter yang kokoh ini bercirikan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar, wawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, keperdulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuanya dinaungi oleh nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian H. Mulyadi WR, Bupati Trenggalek, Jawa Timur, membacakan sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang dibacakan oleh Bupati Trenggalek menyatakan bahwa hari Sumpah Pemuda selalu memicu inspirasi dan motivasi baru untuk memajukan bangsa Indonesia.

Upacara berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek, hari ini Kamis, (28/10), diikuti pelajar dan mahasiswa, organisasi kepemudaan, korpri, TNI dan POLRIb dengan Inspektur Upacara, Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR.

Dalam akhir sambutan, Bupati berharap semoga keluhuran dan keteladanan pemuda-pemuda pada kongres Pemuda Indonesia kedua di Tahun 1928 terus mengilhami pemuda Indonesia untuk berjuang demi bangsanya di hari dan masa depan.

Dalam kesempatan itu, diserahkan penghargaan kepada Kesehatan reproduksi Remaja Youth Partnership Center, Pusat Informasi dan Konseling Tongkrongan Informasi dan Konsultasi remaja sebagai Juara I PIK Remaja Tingkat nasional Tahap tegar. Diserahkan pula mobil dinas penerangan Keluarga Berencana kepada Badan Pemberdayaan Perembuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek. (haz)

"Bangun Karakter Pemuda 
Demi Bangsa Indonesia Yang Maju dan Bermartabat"



 
Read more..

Trenggalek : Siap Berangkatkan 380 Calon Haji

Trenggalek (prigibeach.com) - Demi keselamatan dan kelancaran perjalanan Jama'ah Calon Haji (JCH), Pemerintah kabupaten Trenggalek menggelar Istigotsah sekaligus pelepasan JCH pada hari Selasa, 26 Oktober 2010 bertempat di Pendopo kabupaten Trenggalek. Hadir dalam acara tersebut, Forum Pimpinan Daerah Trenggalek, Bupati Trenggalek, dan kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek.

Menurut laporan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Trenggalek, Drs. Ngudiono, jumlah JCH dari Kabupaten Trenggalek untuk tahun ini adalah 380 orang terdiri dari 190 jama'ah putra dan 190 jama'ah putri. Jumlah jama'ah terbanyak berasal dari Kecamatan Trenggalek yaitu 62 orang dan jumlah paling sedikit dari Kecamatan Dongko sejumlah 6 orang. Sedangkan untuk Kecamatan Pule dan Bendungan untuk tahun ini tidak ada yang berangkat ke Tanah Suci.

Selanjutnya, Drs. Ngudiono juga melaporkan bahwa pada tahun ini peserta tertua berasal dari Desa Masaran Munjungan atas nama Ibu Tumilah dengan usia 91 tahun, dan peserta termuda berasal dari Kec. Trenggalek atas nama Anis Sholihah dengan usia 26 tahun. Pada tahun 2010 ini, pemondokan haji untuk Kabupaten Trenggalek yang masuk kloter 67 berada pada ring 1 dengan jarak 2 km dari Masjidil Haram. Direncanakan pada tanggal 23 Nopember mendatang JCH berangkat bersama-sama dari Pendopo pada pukul 04.30 WIB dan pada pukul 05.40 WIB JCH terbang dari Bandara Juanda, Surabaya.

Bupati Trenggalek,  Mulyadi WR dalam sambutannya menyatakan bahwa meningkatnya jumlah JCH menandakan bahwa kesejahteraan masyarakat dan kesadaran akan ibadah haji juga meningkat. Tetapi Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT menyayangkan atas kosongnya JCH dari Kecamatan Pule dan Bendungan. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek memerintahkan kepada Kepala KUA setempat untuk lebih meningkatkan sosialisasi diwilayahnya.

Bupati juga menghimbau para Kepala SKPD yang hadir pada kesempatan tersebut untuk segera mendaftarkan diri sebagai JCH, karena saat ini perlu antri yang cukup lama untuk mendapat panggilan. Sedangkan kepada para jamaah, Mulyadi WR,  berpesan agar selama di Tanah Suci selalu menjaga kesehatan karena suhu di sana sangat ekstrim. Disarankan pula kepada para Jama'ah untuk tidak memaksakan diri untuk mencapai hajar aswad, karena yang terpenting adalah memelihara kerukunan selama di sana. Dan kepada petugas, diminta untuk serius mengurusi para Jama'ah. Selain istigotsah, pada kesempatan tersebut juga disampaikan santapan rohani kepada JCH oleh Kepala MUI Tulungagung yang juga Ta'mir Masjid Al-Munawar Tulungagung, Drs. Abu Sofyan.(haz)
Read more..

Trenggalek : Menengok Pelaksanaan MOS di SBI SMPN 1 Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Sebagai sekolah berstandar Internasional, SMP Negeri 1 Trenggalek melaksanakan MOS sesuai dengan petunjuk dari Kantor Dinas Pendidikan yang mengacu pada peraturan Kemendiknas terkait penerimaan peserta didik baru dan Masa Oerientasi Siswa Tahun 2010.

Ada yang beda dari sekolah ini dibanding dengan sekolah lainnya. Selama masa orientasi siswa baru, untuk murid kelas VIII dan IX masih tetap masuk dan kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung sebagaimana biasanya pada hari-hari efektif.

"Kami memang harus memberikan penonjolan dan keistimewaan dari status lembaga sebagai sekolah berstandar internasional", kata Drs. Catur Winarno, MM, Kasek SMP Negeri 1 Trenggalek. Selanjutnya
dia menambahkan bahwa dalam MOS tahun 2010 ini dewan guru lebih menitik-beratkan pada pengenalan lapangan dan sosialisasi kurikulum yang akan diterima oleh siswa baru. Terutama menyangkut larangan  dan kewajiban mereka selama duduk di sekolah ini, seperti larangan berkenalan dengan miras, narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.


MOS di sekolah ini berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Senin (12/7) hingga hari Rabu (14/). Kegiatan yang dijadwalkan cukup padat. Walaupun demikian, terlihat para siswa baru mengikuti seluruh kegiatan dengan antusias dan gembira. Hal ini disebabkan susunan acaranya yang tertata rapi berselang-seling antara "keseriusan" dan "kegembiraan" seperti olahraga gembira, seni, outbond dan game.

Tidak Mengenal KKN Dalam PPDB

Pagu siswa SMP Negeri 1 Trenggalek sebanyak 70, terbagi dalam 9 kelas. Tidak ada satu pun siswa yang
diterima melalui "jalur khusus", alias tidak mengenal KKN.

"Sudah sejak lama sekolah ini tidak mengenal istilah KKN dalam penerimaa siswa baru, Mas. PPDB melalui seleksi prosedural", kata Catur pada prigibeach. Sambil menambahkan bahwa dewan guru sepakat untuk menjunjung nilai-nilai profesionalisme dan kualitas pendidikan, sehingga tidak akan menerima siswa melalui "jalur khusus", sekalipun itu putera kandung dari guru di sekolah ini.

Dalam pada itu, Dra. Mihartati selaku wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum menegaskan, bahwa dalam
MOS kali ini siswa baru diharapkan dapat lebih mengedepankan kemampuan berbahasa Inggeris, setelah penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 
 
 
Serta metode tekonologi informasi merupakan hal paling urgens dan sejak dini diperkenalkan pada para peserta didik yang baru.

"Selain itu MOS di sini ada yang berbeda dari sekolah lain ialah adanya materi "matrikulasi", yang memberikan penekanan khusus pada mata pelajaran MIPA, Matematika, dan Sains yang disampaikan dalam Bahasa Inggeris", kata Mihartati.(Haz)
Read more..

Trenggalek : Diknas Distribusikan Bantuan Untuk Korban Banjir








Trenggalek (prigibeach.com) - Senin (10/05), sebuah truck masuk ke halaman parkir Kantor Dinas Pendidikan Trenggalek. Ternyata truck itu bermuatan peralatan sekolah yang dikirim oleh Kementerian Pendidikan Nasional, Dirjen Manajemen Dikdasmen, Jakarta.

Menurut Sutadi, staf yang mengurusi barang inventaris dan distribusi Dinas Pendidikan Trenggalek, barang-barang yang dikirim langsung dari Jakarta tersebut adalah hibah yang akan didistribusikan pada siswa di sekolah-sekolah korban bencana alam dan kerusuhan.

Rincian sumbangan bencana banjir untuk siswa SD dan SMP adalah sebagai berikut :

  1. Peralatan Siswa, perpaket terdiri dari satu stel seragam, 1 buah tas, 10 eksemplar buku tulis (isi 38), pensil 3 buah, rautan 1 buah, penghapus 1 buah, penggaris 1 set, pulpen (khusus SMP) 3 buah dan tempat pensil 1 buah. Dengan total : Tas untuk SD 2.750, Tas untuk SMP 1.250, buku tulis 40.000 ribu eksemplar, pensil 12.000 buah, penghapus, penggaris, tempat pensil, dan rautan masing-masing 4.000 buah/set, sedangkan pulpen untuk siswa SMP sebanyak 3.750 buah.
  2. Seragam SD pria sebanyak 1.100 stel;
  3. Seragam SD wanita sebanyak 1.650 stel;
  4. Seragam SMP pria sebanyak 550 stel;
  5. Seragam SMP wanita sebanyak 749 stel;
Masing-masing seragam terbagi dalam berbagai ukuran mulai dari S (kecil), M (menengah), L (besar) dan XL (lebih besar).
Read more..

Trenggalek : Gelar Upacara Hardiknas dan Hari Otda


Trenggalek (prigibeach.com) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh tiap tanggal 2 Mei dan Hari Otonomi Daerah (Otoda) yang diperingati tiap tanggal 25 April ditandai dengan Upacara Bendera yang diselenggarakan pada Senin, (3/5), di Halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Trenggalek H. Soeharto.

Dalam sambutannya Bupati Soeharto menjelaskan bahwa dalam konteks otonomi daerah, pelimpahan wewenang pengelolaan pendidikan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah digagas dan diawali dengan diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999 dan disempurnakan dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yang berisi tentang penyerahan sejumlah wewenang yang semula menjadi urusan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, termasuk di dalamnya pengelolaan bidang pendidikan. Pelimpahan wewenang ini diteruskan dengan dikeluarkan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang bertujuan memberdayakan dan meningkatkan kemampuan perekonomian daerah, menciptakan sistem pembiayaan yang adil, transparan dan bertanggung jawab.

Adanya UU Otonomi Daerah dan UU Perimbangan Keuangan Pusat Daerah ini semakin membantu dan memberi kesempatan kepada Pemerintah Daerah untuk seluas - luasnya mengelola pendidikan sebaik mungkin. Realisasi dari UU ini tentunya mengarah pada tanggung jawab Pemerintah Daerah yang semakin meningkat dan semakin luas, termasuk dalam manajemen pendidikan. Pemerintah Daerah dengan legitimasi UU ini diharapkan senantiasa meningkatkan kemampuannya dalam berbagai tahap pembangunan pendidikan, sejak mulai tahap perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan sampai pada tingkat pengawasan di daerah masing - masing sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional.

Dan terkait dengan dunia pendidikan, lanjut Bupati Soeharto, Hardiknas merupakan hari yang mempunyai makna bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, utamanya para pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik, baik jalus pendidikan formal, non formal maupun informal. Demikian pula dengan Hari Otoda yang telah ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996 juga patut kita kenang dan kita hargai.

Oleh karena itu, ada tiga makna penting yang perlu kita pahami dalam peringatan Hardiknas dan Hari Otoda kali ini yakni, pertama, berkaitan dengan momentum untuk merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. Ini merupakan cita - cita awal yang dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri untuk memberikan lebih dari kewajbannya dan untuk menerima kurang dari hak - haknya. Semangat itu kiranya masih relevan untuk selalu dikumandangkan.

Kedua, sebagai upaya intropeksi diri dari apa yang sedang kita jalankan dalam berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap masa depan yang lebih baik dalam menjamin pelayanan pendidikan secara nondiskriminatif kepada semua anak usia sekolah di Indonesia. Dan ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam konstitusi dan diamanatkan pula dalam system perundangan dalam upaya mencerdaskan bangsa secara utuh.

Pada titik ini, Hardiknas bukan hanya diperingati untuk kegiatan seremonial semata tapi justru untuk lebih memompa semangat, oleh karena itu peringatan Hardiknas harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualisasikan sesuai dengan masanya tidak hanya sebatas pada peringatan secara seremonial, demikian pungkas Bupati Soeharto. humas/hab

Read more..

Trenggalek : Hasil UN Diumumkan, SMAN 1 Pule Pecahkan Rekor Tidak Lulus 100%



Drs. Abdu Mansur,Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek


Trenggalek (prigibeach.com) - Hari ini, Senin, 26 April 2010, hasil Ujian Nasional tingkat SLTA serentak diumumkan di seluruh Indonesia. Ada dua parameter yang disyaratkan untuk kelulusan, jika terdapat nilai mata pelajaran yang kurang dari 4.00 dan siswa yang memiliki nilai rata-rata enam mata pelajarannya kurang dari 5.50 dipastikan harus mengulang.


Ujian Nasional (UNAS) SMA/MA dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 Se-Kabupaten Trenggalek sebanyak dari 4.059 peserta sebanyak 276 siswa dinyatakan tidak lulus. Siswa SMK paling banyak tidak lulus yakni 168 siswa dari 2.298 siswa, dan dipastikan mereka akan mengikuti ujian ulang. Sementara dari 2.037 peserta SMA/MA, 96 siswa dinyatakan tidak lulus.


Peserta ujian SMA dari jurusan IPA ada 9 siswa dinyatakan tidak lulus, yakni SMAN 1 Dongko (1 siswa), SMAN 1 Panggul (1 siswa), SMAN 1 Pule (2 siswa) dan SMAN 1 Tugu (5 siswa).


Jurusan IPS, ada sekitar 8 SMA di Trenggalek yang dipastikan akan mengikuti ujian ulang. Dari 1.209 peserta ujian 71 siswa dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah tersebut SMAN 1 Pule memegang rekor tertinggi yakni 39 siswanya harus mengikuti ujian ulang atau 100 persen peserta didiknya dinyatakan tidak lulus.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Drs. Abu Mansur, ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus akan diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 14 Mei mendatang. "Mereka yang dinyatakan tidak lulus hanya akan mengikuti ujian ulangan untuk mata pelajaran yang nilainya kurang dari standar kelulusan, misalnya tidak lulus Bahasa Indonesia maka yang diulang hanya Bahasa Indonesia", jelasnya pada wartawan.


Kemudian untuk teknisnya seperti tempat penyelenggaraan ujian ulang, juga telah ditentukan. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan melalui Kabid SMP/SM, Drs. Suwatno, SMAN 2 Trenggalek menjadi prioritas pilihan yang akan ditunjuk menjadi tempat pelaksanaan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus. Dengan pertimbangan lokasi sekolah itu mudah dijangkau dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Trenggalek seperti Kecamatan Pogalan dan Kecamatan Trenggalek menjadi alasan utama terpilihnya sekolah tersebut.


"Sementara beberapa daerah yang jauh dari Trenggalek seperti Pule, Dongko dan Munjungan, masih akan kami bicarakan besok kamis," ujar Drs. Suwatno.


Untuk tahun ini, nilai tertinggi baik dari jurusan IPA dan IPS diraih oleh siswa dari SMAN 1 Trenggalek. Kedua siswa tersebut yakni Yenise Novitasari dengan nilai 55.00 dari enam mata pelajaran IPA dan Praditya Wicaksono dengan nilai 52,20 dengan 7 mata pelajaran yang diujikan dari jurusan IPS. Nilai tertinggi untuk SMK berhasil diraih oleh Agung Cahyono dari SMKN 1 Pogalan dengan nilai 45,39.(Hab)



Read more..

Trenggalek : Ujian Nasional 2010







Bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek siang tadi diselenggarakan Rapat Kesiapan Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA dan SMK se-Kabupaten Trenggalek. Acara diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Trenggalek. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Abdu Mansur berserta jajarannya, Kepala Kementerian Agama, Kapolres Trenggalek yang diwakili oleh Kabag Bina Mitra, Kompol Jumadi, dengan pasukan Kapolsek se Trenggalek, Ketua Tim Pemantau Independen, Yudi Setiyono, S.H.,M.H. (Ketua STKIP PGRI Trenggalek)dan seluruh Kepala SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Penyelenggara Ujian Nasional.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat-rapat sebelumnya, dengan tujuan utama memantapkan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini. Selain membahas tentang berbagai fenomena tindak kecurangan yang kemungkinan terjadi, para pembicara dan semua peserta sepakat untuk menindak-tegas setiap penyelewengan yang dapat berdampak negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dan hasil-hasilnya.

Dalam kesempatan itu juga dilangsungkan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk pelaksanaan Ujian Nasional 2010. Bagi Anda yang membutuhkan materi pembicaraan para tokoh kita yang berperan dalam forum tersebut bisa mendownloadnya di sini. Dalam file tersebut tertera jadwal Ujian, nilai-nilai kelulusan dari setiap jenjang dan jurusan pendidikan.

Semoga bermanfaat, dan mari kita sama berdoa semoga Ujian Nasional di daerah Trenggalek bisa berlangsung lancar, sesuai dengan peraturan-perundangan yang ditetapkan oleh Pemerintah, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi generasi penerus bangsa asal Kota Kripik Tempe ini. Amin.....


Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts