> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Senandung Kawuli Alit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senandung Kawuli Alit. Tampilkan semua postingan

Razia Penambang Pasir di Kediri



  • Diwarnai Aksi Protes

Kediri, PrigiBeach.com

Razia penambangan pasir mekanik yang digelar petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Satpol PP Kabupaten Kediri dan Polres Kediri di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri diwarnai aksi protes, Rabu (4/11/2009)
pagi.

Sri Toyah (48), pemilik disel menolak ditertibkan dengan alasan telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Jatim. "Kami punya izin pak. Kami juga memiliki konsultan hukum," ujar Sri Toyah, sambil menunjukkan dokumen izin atas usaha koperasi dari Pemprov Jatim.

Antara petugas dan Sri pun akhirnya terlibat perdebatan. Namun, setelah diperiksa secara seksama oleh petugas, ternyata izinnya sudah habis sejak tahun 2005 silam, dan belum diperpanjang. Akhirnya wanita berjilbab kuning ini pasrah.

Sri Toyah memilih masuk rumah, karena tak mampu melihat mesin disel dan conveyor diobrak-abrik petugas. Peneriban penambang pasir ini juga sempat menarik perhatian. Masyarakat sekitar menyaksikan puluhan petugas menarik disel dan conveyor milik Sri, untuk dibawa ke truk petugas.

"Ini merupakan instruksi khusus dari Gubernur Jatim Soekarwo, atas surat pengaduan penanganan penambang pasir liar yang sudah merusak lingkungan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Gembong Sujatmiko," ujar Kasi Operasional Satpol PP Provinsi Jatim Suleman, ditemui di lokasi.

Suleman membantah jika penerjunan personil Satpol PP Provinsi Jatim ke Kediri ini karena Satpol PP Kabupaten/Kota Kediri tidak mampu dalam mengatasi penambang yang kian menjamur. "Penertiban tidak hanya dibebankan oleh satu instansi saja, melainkan semuanya terkait," pungkasnya. (ary).


Read more..

Puluhan Warga Blitar Terserang Chikungunya


Blitar, PrigiBeach.com

Puluhan warga dari 3 Rukun Tetangga (RT) di Dusun Sentuul, Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar terserang chikungunya. Mereka mengeluhkan panas tinggi disertai pusing, dan ngilu-ngilu pada seluruh persendian. Bahkan, sejumlah orang mengaku kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan.

Sulikah (35) salah satu korban mengatakan, serangan ini sudah berlangsung sekitar semingguan. "Anak dan suami saya juga terserang. Mereka mengeluh sakit di persendian, panas tinggi, dan susah bergerak," ujar Sulikah, Selsa (3/11/2009) siang.

Imbuh Sulikah, hasil pemeriksaan petugas medis puskesmas setempat, dinyatakan jika penyakit itu diakibatkan oleh nyamuk Chikungunya. Namun, belum diketahui secara pasti dari mana asal nyamuk ini berkembang biak.

Meski tidak mematikan, penyebaran chikungunya yang berlangsung cepat, cukup mencemaskan warga. Sebab, kondisi lumpuh sementara membuat warga tidak bisa bekerja. (ary)


Read more..

Warga Sidorame-Semampir Bongkar Sendiri Bangunan Liarnya

Surabaya, PrigiBeach.com

Puluhan warga pemilik bangunan tanpa IMB menghadang petugas Satpol PP yang berniat membongkar paksa bangunan di sepanjang jalan Sidorame-Semampir, Surabaya, Kamis (22/10). Warga memanfaatkan power kaum ibu, yang mereka anggap lebih berani dan layak meneriakkan hak-hak rakyat kecil. "Kami ingin pemerintah jangan bancinde bancilatan. Bangunane wong cilik dirobohkan, sementara punya mereka yang gede-gede dibiarkan saja" ujar Rohmah, ibu rumah tangga dan ikut dalam aksi itu sambil menyusui anaknya yang masih kecil.

Pasukan warga yang menghadang membuat petugas menunda proses pembongkaran bangunan liar tersebut. Walaupun demikian, M. Ilyas, Kasi Trantib Kecamatan Semampir meminta agar warga melakukan sendiri pembongkaran bangunan. "Kami lakukan penertiban sepanjang jalan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan sepadan jalan di kawasan Sidorame dan Sidotopo" katanya.

Jalur Sidorame-Sidotopo ini adalah akses penting ke Suramadu. Untuk itu semua bangunan harus dibersihkan dan Pemkot ingin mengembalikan fungsi tanah sepadan untuk taman, bahu jalan untuk trotoar dan transportasi.

Dalam operasi ini Pemkot menurunkan 108 personel gabungan dari Satpol PP Semampir yang dibantu 6 Satpol PP kecamatan di Surabaya dan Dinas Perhubungan. Sasaran operasi sebanyak 37 bangunan liar. Sebelumnya, 2 bulan lalu pemkot sudah melakukan sosialisasi dan meminta warga membongkar sendiri bangunan tersebut. Namun sampai hari ini, mereka masih ada yang bandel.

Meski sempat bersitegang dengan petugas, berkat langkah persuasif petugas, sebagian pemilik bangunan akhirnya membongkar sendiri bangunannya. Tapi tak urung, akibat aksi hadang dari warga tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas dari arah Sidotopo menuju Sidorame.(ded)

Read more..

Kelompok Tani Kalijogo Panen Perdana Buah Melon


Ir Surya Atmaja Wisnubroto, Kadis pertanian saat panenmelon


Lezaaaat …: Buah melon-ditimbang (Dok. PrigiBeach.com)


Trenggalek, PrigiBeach.com

Selasa, 20/10, sejak pukul 08.00 WIB, Kelompok Tani Sunan Kalijogo melakukan panen perdana buah Melon. Kelompok Tani dari dusun Kalipang, Desa Kendalrejo, Durenan, Trenggalek, beranggotakan 20 orang ini diketuai oleh Nasokan, 34, warga Kendalrejo, Durenan. Mereka menggarap lahan seluas 1,5 Ha, dengan sponsor PT East West Indonesia dari Purwakarta, Jawa Barat.

PT East West Indonesia adalah produsen benih unggul sayur-sayuran yang sudah kondang di Indonesia, dalam kegiatan ini sudah mensupport Kelompok Tani Sunan Kalijogo dengan bibit Melon Unggul yang disebut Melon Amanta.

Lahan seluas 1,5 Ha yang digarap kelompok Tani Sunan Kalijogo menghasilkan melon Amanta seberat total 12,3 ton. Tiap satu biji buah melon Amanta rata-rata memiliki bobot 3 Kg. Menurut asisten Bidang Pertanian dan Perekonomian dr. H. Ubaidillah, SKM, MM, hasil panen kelompok ini cukup membanggakan, dan akan secepatnya dipromosikan serta dimasyarakatkan agar para petani buah melon bisa mengikuti jejak mereka. “Kami secara proaktif dan dinamis terus melakukan pembinaan terhadap semua kelompok tani di daerah ini. Dan berusaha agar target meningkatkan penghasilan petani di daerah ini bisa dicapai secara signifikan”, demikian Ubaidillah.

Selanjutnya, keluhan masyarakat tentang infrastruktur jalan yang menjadi akses petani dan menjadi transportasi pendukung utama produksi pertanian, ditanggapi oleh Ubaidillah bahwa pemerintah Kabupaten Trenggalek sudah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan infastruktur tersebut. “Insyaallah pada tahun anggaran akan datang, seluruh jalan yang merupakan jalur utama penunjang laju perekonomian pedesaan akan dibangun”, katanya.

Terpisah, Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, melalui Kabid Holtikultura Ir. Didik Susanto, menegaskan bila pengembangan buah-buahan dan sayur-sayuran sekarang memang sengaja digalakkan di Trenggalek. Hal ini diharapkan agar ada penambahan income petani, sebab ketika musim kemarau seringkali petani membiarkan tanah sawahnya tidak ditanami ataupun jika ditanami hanya terpaku pada jenis tanaman yang kurang produktif.
“Kalau di Ngadisuko, Durenan, terkenal dengan semangkanya, kita harapkan Kendalrejo menjadi sentra Melon. Justru, kami sudah mengembangkan jenis tanaman ini ke kecamatan Gandusari dan Karangan”, jelasnya.(pbc)

Read more..

PR Yang Belum Pernah Tuntas : Kekuasaan Hukum dan Mafia Peradilan

Oleh : Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2009, SBY, kembali dilantik sebagai Presiden kita. Dalam sebuah upacara di Jakarta dihadiri oleh para pemimpin Australia, Malaysia, Singapura dan Timor Timur, serta utusan negara sahabat, yang disiarkan ke seluruh kepulauan Nusantara, SBY bersumpah di bawah Keagungan Quran, kitab suci Islam. Pria berpostur "Manusia Indonesia Masa Depan" ini punya komitmen populer -Indonesia Bisa- dan Indonesia Bebas Korupsi.

Susilo Bambang Yudhoyono dilantik untuk masa jabatannya yang kedua, dipercaya oleh sebagian besar rakyat Indonesia untuk memimpin negeri yang populasi Muslimnya terpadat di dunia. Dia meraih kemenangan gemilang dalam Pilpres bulan Juli 2009, dengan meraih 60,8% suara, 34% lebih banyak dari penantang terdekatnya, Megawati Soekarnoputri, mantan presiden dan putri pahlawan kemerdekaan kita Ir. Soekarno. SBY terpilih sebagai Presiden di tengah posisinya yang terjepit oleh issu korupsi di kabinet dan birokrasi, maupun dalam dunia peradilan kita.

Harus diakui, di awal kemimpinannya, institusi dan gerakan anti-korupsi telah tumbuh dengan sangat cepat dan kian tegar. Namun, menjelang akhir masa jabatannya yang pertama hingga menjelang dirinya dilantik, terjadi gejolak dalam berbagai kebijakannya yang menyangkut hukum dan gerakan anti korupsi. Walaupun demikian, karena pergolakan itu muncul setelah dirinya memenangkan Pilpres, maka tetap saja hari ini, Selasa 20 Oktober 2009, SBY dan Budiono dilantik menjadi Presiden RI yang ke-7.

Para analis telah mengatakan SBY harus menunjuk teknokrat dan profesional daripada politisi karier untuk mengisi kabinet barunya, antara lain bertujuan untuk menarik investasi asing yang akhir-akhir ini terasa lesu. Namun ada yang lebih didambakan lagi oleh rakyat Indonesia, yakni reformasi birokrasi dan undang-undang perburuhan serta perbaikan infrastruktur di negara ini. Semua itu sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi negara, yang tahun ini diperkirakan sekitar 4% saja.

Hal itu dijawab SBY dalam pidato sambutannya yang singkat padat, dengan antara lain menegaskan untuk menegakkan konstitusi. "Inti dari program kami selama lima tahun adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat demokrasi dan sistem hukum," katanya.

Tidak lupa SBY juga sempat terkontaminasi narsisme dengan ungkapannya "Di tengah-tengah krisis ekonomi, Indonesia masih dapat tumbuh secara positif. Tapi kita tidak bisa tinggal diam, karena tugas kita jauh dari selesai." Krisis keuangan global melanda Indonesia namun tidak seburuk yang dialami negara-negara tetangga kita, pertumbuhan ekonomi kita terbilang masih positif. Walaupun demikian, dia sadar ke depan masih menghadapi banyak tantangan dan rintangan seperti masalah terorisme, akibat bencana alam, pengangguran yang tinggi dan jutaan penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan.(Bersambung)

PR Yang Belum Pernah Tuntas

Read more..

TKW Asal Pule, Trenggalek, Tewas


Jasad Sriyati TKW yang tewas, akan diotopsi di RSUD dr. Sudomo Trenggalek (PrigiBeach))

Trenggalek, PrigiBeach.com

Diduga karena mengalami perlakuan kasar dan disiksa oleh majikannya di Taiwan perempuan asal Trenggalek yang menjadi Tenaga Kerja Wanita masih beberapa bulan ini akhirnya tewas. Nasib naas itu dialami Sriyati, 26, perempuan asal Dsn Ngledok Desa Tanggaran Kecamatan Pule Trenggalek. TKW ini awalnya diberangkatkan PT Jabung Perkasa Jakarta melalui UP3 Trenggalek saat pertengahan Puasa kemarin. Belum genap tiga bulan wanita malang yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga ini dikabarkan kepada pihak keluarganya mengalami sakit parah dan sedang menjalani perawatan di RS Dr. Sukanto Jakarta Timur sejak Minggu (11/10) lalu. Rekam medis dari rumah sakit di Jakarta itu korban mengalami serangan Typus, radang otak dan gejala TBC. Tapi maut tak dapat ditolak, hari Kamis (15/10) korban menghembuskan nafas yang terakhir. Duka keluarga korban tak terelakkan saat itu, jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Trenggalek esoknya untuk meyakinkan penyebab kematian korban.

Dr Vonita yang menangani dan selaku pihak RSUD Dr Sudomo Trenggalek sendiri langsung melakukan otopsi dengan disaksikan petugas dari Mapolres Trenggalek. Menurutnya tidak ada atau tidak ditemukan luka memar maupun luka bekas penganiayaan. Ketika ada yang mengetahui luka yang sedikit memar pada kaki dan tangan seperti bekas pukulan, buru-buru Vonyta mengelak. Alasan Dokter senior ini, luka tersebut karena jeratan tali pocongan kain kafan korban ketika di pulangkan dari Jakarta.

Kesempatan yang sama Jaenal Arifin, 29, suami korban mengaku hanya pasrah akan musibah yang menimpa istrinya tersebut. Bahkan, sebelum meninggal dunia, ibu satu anak itu sempat mengeluh kepada Zaenal Arifin (29), suaminya, bahwa ia kekurangan makan. "Dalam telponnya, satu hari pernah hanya dikasih makan satu bungkus mie saja. Padahal, persoalannya sepele, yaitu karena salah dalam bekerja," ujar Zaenal Arifin, kepada sejumlah wartawan, Jumat (16/10/2009).

Harapan laki-laki yang bekerja serabutan ini agar pemerintah bisa mengupayakan gaji istrinya yang sampai sekarang belum diterima. Pihak keluarga berharap hak-hak Sriyati bisa diberikan, termasuk adanya tali asih dari pihak PT, sebagai PJTKI yang memberangkatkannya. Pemerintah juga sebisa mungkin membantu biaya perawatan serta obat selama Sriyati dirumah sakit. “Melas mas, dia telpon katanya selama satu bulan bekerja di sana hanya dikasih makan mie satu kali sehari saja, makanya sewaktu pulang saya lihat dia sangat kurus sekali“ ujar Jaenal mengulangi ucpannya sambil menggendong anak semata wayangnya.

Korban Sriyati TKW naas tersebut berpulang ke rahmatullah meninggalkan satu orang anak laki-laki bernama Rifan, 2,5, dan suami Jaenal Arifin. Atas persetujuan keluarga dan orang tua korban yakni Sero, 49, dan Tuminem, 42, korban di bawa pulang untuk di makamkan. Keluarga menolak untuk diotopsi ulang di RSUD dr. Sutomo Surabaya karena alasan tidak ada biaya.(pbc)

Read more..

Wanita Stress Nekad Nyemplung Sumur


Trenggalek PrigiBeach.com

Sial bagi Erna Puji Astuti (39) anak perempuan Sari Supipah(70) warga RT 02 RW 01 Desa Karangan Kecamatan Karangan Trenggalek ini, pasalnya aksi nekadnya untuk menghabisi nyawanya sendiri alias bunuh diri keburu ketahuan tetangganya. Perempuan yang belum pernah menikah ini nekat bunuh diri dengan masuk sumur miliknya.

Rabu (7/10) sekitar pukul 17.30 Wib, wanita yang dikenal lingkungannya mengalami gangguan kejiwaan atau stress ini tiba-tiba diketahui sudah masuk di dalam lubang sumur rumahnya. Awal mula yang mengetahui adalah Sugito (50) dan Waluyo (42) yang masih tetangga Erna. Menurut sumber Memo di TKP ketika itu muncul suara seperti orang yang sedang “ciblon” (belajar berenang–red) , juga secara bersamaan ada suara seperti orang kesakitan. Dua orang tetangga tersebut langsung mencari sumber suara. Kaget ketika suara itu arahnya justru dari lubang sumur milik Sari Supipah (70) yang tidak lain adalah ibu korban. Begitu melihat ke dalam sumur, Erna sudah mengambang di atas air dalam sumur. Akhirnya keduanya langsung berteriak minta tolong kepada warga yang lain. Gemparlah seluruh desa kala itu, ada yang membantu menaikkan dengan tampar, adapula yang mencarikan tangga bambu untuk mengevakuasi korban. Ketika Erna sudah bisa ditolong dari sumur, langsung dirujuk ke Puskesmas Karangan. Heran tidak ada luka yang serius pada diri korban, namun direkomendasi oleh pihak Puskesmas Erna harus menjalani rawat jalan.

Dijelaskan AKP Yasir Kapolsek Karangan kepada Memo Erna ini sudah lama mengalami gangguan jiwa, makanya sampai umur yang sudah tergolong “kasep”, wanita malang ini belum pernah menikah. Saudaranya menurut keterangan Polisi banyak pergi ke Pulau Kalimantan untuk mencari nafkah, malahan juga jarang sekali pulang ke Jawa hanya untuk menengok saja. “Kasihan, Mas, mereka keluarga tidak mampu “ ucap Yasir.

Kapolres Trenggalek AKBP Drs. Desmawan Putra SH,Mhum melalui Kabag Bina Mitra Kompol Jumadi membenarkan adanya peristiwa tersebut . “Karena ini murni atas inisiataif korban dan si korban ini mengalami gangguan jiwa atau stress maka kami juga menunggu hasil peyidikan dari Polsek setempat “ kata Jumadi.(pbc).

Read more..

Kakek Renta Tewas Mengenaskan


Trenggalek, PrigiBeach.com

Saeran (90) warga Rt 05 Rw 02 Desa Ngembel Kecamatan Watulimo ditemukan tewas mengenaskan di lokasi hutan milik Perhutani petak 33 masuk Desa Jajar Kecamatan Gandusari Trenggalek. Senin (3/10) sekitar pukul15.00 Wib.

Peristiwa yang mengejutkan warga itu berawal pagi hari sekitar pukul 07.00, kakek yang sudah sangat renta tersebut berpamitan keluarganya pergi ke ladangnya yang berada di kawasan hutan perhutani Desa Jajar Gandusari. Namun hingga pukul 15.00 belum pulang kerumah. Karena merasa khawatir mengingat kesehatanya, akhirnya keluarga yang dibantu oleh warga sekitar berangkat mencarinya di hutan tersebut. Selang satu jam pencarian membuahkan hasil, kakek tersebut ditemukan sudah meninggal dengan posisi tengkurap di bawah pohon pinus.

Kabag Binamitra Polres Trenggalek Kompol Jumadi membenarkan peristiwa tersebut, saat ini jenasahnya sudah di semayamkan keluarganya, kakek tersebut meninggal karena serangan penyakit asma selain sudah sangat tua dan sakit sakitan, jelasnya. (Tet/pbc)

Read more..

Bingkisan Lebaran Untuk Abang Becak



Trenggalek, PrigiBeach

Kemarin pagi, ratusan tukang becak telah mengantri di halaman kantor PKK Kabupaten Trenggalek. Mereka membawa selembar kupon dari Panitia yang dibentuk Pemerintah Kabupaten awal Bulan Ramadhan. Dengan kupon itu, mereka berhak menerima bingkisan Lebaran dari Pemkab melalui PKK Trenggalek. Menurut, Drs. H. Muhti Ahmadi, Kabag Kesra Trenggalek, kegiatan ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2001.

Para abang becak ini dengan wajah sumringah, sabar mengantri. Apalagi dengan penjagaan pihak Satpol PP dan Satuan Polres Trenggalek yang ketat, mereka harus menunggu giliran hingga kesempatannya tiba untuk dilayani oleh ibu-ibu cantik. Satuan keamanan disiapkan oleh Panitia untuk mengantisipasi kericuhan yang mungkin akan terjadi akibat berjubelnya abang becak, sekalipun Panitia sudah menetapkan jumlah penerima bingkisan dan siapa saja yang berhak sejak 7 hari sebelum hari pembagian.

Kupon jatah bingkisan lebaran dibagikan oleh Panitia melalui kelompok tukang becak di pelosok kota Trenggalek. Tiap kelompok terdiri dari 10 orang, dan tahun ini Panitia menyiapkan 1.000 kupon. “Tahun lalu kami membagikan 800 kupon, sekarang bertambah 200 menjadi 1.000 kupon. Setiap tahun jumlah tukang becak di kota ini bertambah, dan kami tidak bisa memastikan banyaknya. Oleh sebab itu, meskipun kupon yang kami berikan 1.000 lembar, bingkisan cadangan juga kami siapkan sebanyak 100 buah, ini untuk mereka yang belum terdaftar atau tidak kebagian kupon,” kata Drs. H. Muhti Ahmadi.

Menurut pengamatan PrigiBeach, mereka yang datang membawa kupon ada puluhan orang yang bukan tukang becak sungguhan, melainkan tukang becak “pacak-an” (menyamar/red). Mereka itu adalah kenalan dekat para ketua kelompok atau keluarga mereka sendiri. Ini dapat dilihat dari kedatangan mereka yang membawa becak sama dengan milik temannya yang sudah mendapatkan jatah, juga sesuai keterangan dari beberapa orang tukang becak lainnya. “Biasa, Mas, ketua kelompok kadang ada yang nakal. Sehingga tukang becak beneran seperti saya ini gak dapat jatah kupon dengan alasan sudah habis. Untungnya oleh ibu-ibu tadi saya bertiga masih tetap diberi,” kata Dipo, tukang becak asal Ndarang Tamanan tapi biasa mangkal di Terminal Bus. Dia tahu kalau ada “lebaran Bupati” dikabari temannya tadi pagi. Bingkisan lebaran yang diperlihatkan Dipo nilainya setara Rp.50 ribu dirupakan kain sarung, gula, teh dan kecap Sementara mereka yang tidak kebagian jatah karena sudah habis terpaksa pulang dengan nelangsa. Pukul 11.15 WIB kantor PKK ditutup dan ibu-ibu yang melayani sudah pulang.(Haz)

Read more..

Seorang Ibu Ajak Anak Minum Racun Tikus

  • Lebaran Serba Minim, Ibu di Blitar Ajak Anak Minum Racun Tikus
Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, PB.Com

Ketenangan warga Dusun/Desa Minggirsari RT 1/RW 5, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar terusik. Setelah, terdengar kabar kematian Wiji Utami (27), warga setempat setelah meminum racun tikus merk timex. Yang sangat mengenaskan, aksi bunuh diri ibu rumah tangga (RT) itu dilakukan bersama Danang Wahyu, anak semata wayangnya yang masih berusia 8 tahun. Utami tidak mampu bertahan saat perjalanan ke RSUD Mardi Waluyo, Blitar. Sementara, Danang berhasil diselamatkan, meski kini masih tidak sadarkan diri, dengan mulut berbusa. Danang yang kini masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar (SD) itu masih terkulai lemah, dan menjalani perawatan intensif di RSUD Mardi Waluyo Blitar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dari para tetangganya korban, perbuatan nekat Utami itu terjadi Kamis (10/9/2009) sore. Bermula, ketika warga yang sempat mencuriga rumahnya karena terus tertutup, menemukan istri dari Triman (27) alias Gendut dan anaknya dalam keadaan terkapar di kamarnya.

Saat kejadian berlangsung, suaminya pergi bekerja sebagai kuli bangunan di Srengat. Warga pun langsung menolong keduanya, lalu mebawanya ke rumah sakit. Sayang, Utami tidak mampu bertahan, sedangkan Danang masih dapat diselamatkan.

Menurut keterangan Sutinem (48), ibu dari Utami (korban, red) mengaku sempat dicurhati oleh anaknya mengenai kesusahan hidupnya. Keterbatasan ekonomi yang tengah dialami anaknya, imbuh Sutinem termasuk persiapan lebaran mendatang. Bahkan, korban kerap bertengkar dengan suaminya, ketika membahas masalah ekonomi.

“Omongan tidak enak sedikit membuat mereka mudah bertengkar dalam keadaan hidup berkekurangan. Apalagi sekarang hendak lebaran. Sudah seminggunan, mereka pisah ranjang. Utami sempat mengungsi ke rumah neneknya, Sementara suaminya hidup bersama Danang, “ ujar Sutinem Jumat (11/9/2009).

Lebih lanjut dikatakan Sutinem, selama pisah ranjang, anaknya mengaku selalu dilarang Triman untuk menemui anaknya (Danang). Yang sangat disesalkan lagi, Utami tidak diperbolehkan memberi sesuatu apapun kepada Danang.

Triman yang ditemui di RSUD Mardi Waluyo mengaku mengetahui secara persis kejadian tersebut. Triman hanya dihubungi oleh tetangganya untuk segera pulang. Tiba di rumah, Triman langsung terjatuh dan tak sadarkan diri, setelah melihat istrinya terbujur kaku tak bernyawa.

Triman membenarkan jika sebelum musibah itu terjadi ia dengan istrinya terlibat pertengkaran. Menurut Triman, cekcok itu dipicu niat korban hendak menjual instalasi listrik rumah mereka. "Saya larang saat Utami hendak menjual instalansi listrik 900 watt sebesar Rp 2 juta untuk menutup kebutuhan hidup, termasuk persiapan lebaran. Akhirnya, kita berdua bertengkar," ungkap Triman

Kapolsek Kanigoro AKP Rusmin mengatakan masih melakukan penyelidikan termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti. "Dugaan awal bunuh diri korban bermotif ekonomi. Namun kita masih terus melakukan pengembangan penyelidikan termasuk juga akan kita mintai keterangan suaminya, “ pungkas AKP Rusmin. (nng/Haz)
Read more..

H. Soeharto Safari Ramadhan di Sukowetan



Foto: (1) Bupati Soeharto saat membuka Lomba Tabuh Bedug;


(2) Lurah Sukowetan dan Sekdesnya,

(3) Jalan Desa Akses ke SMPN 3 Karangan, lebar aspal tikungan ditambah
(dok.: PrigiBeach.com)

• Jalan Penghubung SKPD dan Ekonomi Adalah Prioritas Pembangunan Infrastruktur di Desa-Desa

Trenggalek, PB.com

Selama Bulan Suci Ramadhan tahun ini, Bupati H. Soeharto menetapkan 3 agenda “silaturrahmi-publik”, yang pertama adalah lomba Tabuh Bedug tanggal 22-30 Agustus, namun meski lomba sudah usai kegiatan tabuh bedug berlangsung terus hingga hari Lebaran, yang kedua adalah bazar –pasar murah- yang dibuka sampai menjelang lebaran tiba. Kedua agenda tersebut dilaksanakan di depan Pendopo Agung Trenggalek, di jalan Pemuda. Agenda ketiga ialah safari silaturrahmi ke 14 kecamatan. Safari Ramadan ini dimulai Selasa (25/8) dan akan berakhir Kamis (17/09) mendatang.

Rabu (9/9) kemarin giliran masyarakat Kecamatan Karangan menerima kunjungan Bupati Soeharto, di tempatkan di Masjid Al-Huda, dusun Suru, Desa Sukowetan. Kemarin, tepat pukul 16.00 kurang 9 menit, diiringi kepala SKPD, muspida dan para Camat se-Kabupaten Trenggalek – H. Soeharto tiba di lokasi. Selain rombongan dari Pemkab, hadir pula kepala UPT, Ulama dan Kades se-kecamatan itu, serta seluruh tokoh Desa Sukowetan. Panitia sedikit jengah karena undangan dari tuan rumah ternyata belum hadir sementara Bupati dan rombongan telah tiba sesuai jadwal pukul 16.00 (WIB).

Menurut Joko Setyono Kabag Humas Pemkab Trenggalek, biasanya usai ceramah dilakukan diskusi atau dialog dengan warga, itulah sebabnya pejabat Tehnis juga dihadirkan. Namun kali ini dialog ditiadakan, karena Bupati ingin menyampaikan rasa terima kasih pada masyarakat Kecamatan Karangan yang telah memberikan partisipasi aktif dan konsisten dalam mendukung program Pemkab sekaligus membeberkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan Pemkab hingga tahun 2010 bagi masyarakat dan wilayah Karangan .

H. Soeharto juga menyinggung tentang keharusan warga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan utamanya menyangkut kebiasaan untuk berpola hidup sehat. Selanjutnya dia bertekad untuk konsisten meneruskan pembangunan infrastruktur pertanian serta jalan penghubung SKPD dan jalan penunjang perekonomian di desa-desa khususnya yang ada di Kecamatan Karangan. “Pemkab menyadari akan pentingnya infrastruktur jalan bagi penunjang laju perekonomian masyarakat pedesaan dan roda pemerintahan. Oleh sebab itu jalan penghubung antar SKPD dan penunjang ekonomi menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di desa-desa”, katanya. “Dalam hal itulah, antara lain saat ini di Desa Sukowetan sedang dilakukan pengaspalan jalan demi mempermudah akses masyarakat menuju ke SMP Negeri 3 Karangan”.

Jalan yang dimaksud H. Soeharto adalah jalan desa yang menjadi jalur utama penghubung antara desa Sukowetan-Jatiprahu-Sumberingin (ke Utara) dan desa Sukowetan-Mlinjon-Karangan (ke Selatan). Pengaspalan jalan dikerjakan oleh CV Kanjeng Jimat Trenggalek, dengan volume 2.500 meter kali 3 meter, alokasi dana senilai Rp. 489 juta. Menurut masyarakat Sukowetan, pengerjaan jalan oleh CV Kanjeng Jimat ini cukup baik dan nampaknya lebih berkualitas dibanding pengaspalan jalan sebelumnya. “Pak Sukadi (direktur CV Kanjeng Jimat/red) sangat komunikatif dan selalu merespons keinginan masyarakat sesuai dengan spesifikasi proyeknya”, kata Kidi Prawoto, Ketua LMDH Desa Sukowetan.

Seusai acara Buka bersama, rombongan Bupati meluncur pulang melalui jalan tersebut. Menurut Drs. Sunani LS - Camat Karangan, pemkab akan mengkaji aspirasi masyarakat untuk secepatnya melanjutkan pengaspalan jalan ini hingga menembus desa Mlinjon dan Karangan. “Itu bukan hanya keinginan masyarakat, namun juga kepentingan pemerintah. Insyaallah masalah ini akan kami ajukan dalam PAK tahun 2009”, katanya, sambil menambahkan bahwa peserta yang menghadiri safari Ramadhan di Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan jauh lebih banyak dibanding dengan di kecamatan lain. Selain tuan rumah, diperkirakan yang hadir lebih dari 300 tamu dengan kendaraan roda empat yang dihitung oleh Panitia sebanyak 31 buah.(Haz)

Read more..

CURI CELANA DALAM WANITA, DI KECREK POLISI

Marwanto, tersangka

Trenggalek, Memo

Ketahuan mencuri celana dalam wanita milik tetangganya yang berada di tali jemuran, Marwanto (32) warga Rt 38 Rw 11 Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Trenggalek, kamis (16) sekitar pukul 10.00 wib diarak warga ke Balai Desa dan akhirnya diserahkan ke Polsek Kampak. Kejadian berawal pada hari rabu (15/7) sekitar pukul 23.00 Wib, pelaku mencuri celana dalam milik Sukarti (32) yang masih berada ditali jemuran. Keesokan harinya warga ramai membicarakan tentang hilangnya celana dalam wanita tersebut, lantas sekitar pukul 10.00 pelaku berniat mengembalikan celana dalam itu ke tempatnya semula, namun diketahui pemiliknya.

Dari situlah akhirnya pelaku beramai-ramai diarak warga ke Balai Desa. Saat ditanyai oleh perangkat desa pelaku diam saja, sehingga kemudian terpaksa diserahkan ke Polsek. Dihadapan petugas bapak dua anak ini mengaku terus terang, “saya mencuri karena senang sama pemiliknya, saya juga tidak bisa berhubungan dengan istri jika tidak memakai celana dalam wanita lain”, jelas korban sambil menundukkan kepala.

Kapolres Trenggalek AKBP Drs. Desmawan Putra melalui Kabag Binamitra AKP Jumadi membenarkan pihaknya telah menahan tersangka pencuri celana dalam wanita, saat ini tersangka masih dalam penyidikan, ungkapnya singkat.(Haz)
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts