> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

Gebyar Budaya Bumi Sopal di Taman Budaya Jawa Timur


H. Mulyadi WR memukul terbang tanda dimulainya gelar budaya Bumi Sopal


Surabaya (prigibeach.com) - Sebagian potensi budaya Kabupaten Trenggalek telah ditampilkan dalam Gelar Seni Budaya Daerah Jatim di Taman Budaya Jawa Timur, suatu UPT (Unit Pelaksa Teknis) di Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Selain sebagai sarana untuk mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat Trenggalek di berbagai di Surabaya dan sekitarnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT). Yang lebih spesial dalam Gelar Seni Budaya kali ini, dua pejabat Pemprov Jatim yang membidangi kesenian dan budaya juga merupakan warga asli Kabupaten Trenggalek, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Jariyanto, M.Si. serta Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno.

Berbagai tarian daerah asli Kabupaten Trenggalek seperti Tari Beksan Asri, Teleng Kencono, Rampak Kucing dan Turonggo Yakso ditampilkan dalam Upacara Pembukaan. Selain itu juga terdapat stand pameran yang diisi berbagai macam potensi asli Trenggalek, ada kerajinan marmer, konveksi, kuliner serta berbagai macam hasil kerajinan tangan. Bupati, H. Mulyadi WR, beserta Ny. Penny Mulyadi, Wabup Kholiq, beserta Ny. Hanik Kholiq , Ketua DPRD S. Akbar Abas, beserta Ibu serta beberapa Kepala SKPD menyempatkan diri hadir dalam acara ini. Tampak hadir pula beberapa mantan Bupati Trenggalek yaitu Bapak Soedarso, Drs. Slamet dan Drs. Ernomo.

Ketua DPRD & Bupati meninjau stand pameran

Berdasarkan laporan Ketua UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno saat upacara pembukaan menyatakan bahwa gelar budaya ini telah digelar mulai hari Jumat (15/7) dengan menampilkan pertunjukan terbang sholawatan dan campursari dari Kabupaten Trenggalek. Selain itu juga digelar pameran produk unggulan, pariwisata, serta pemutaran multi media potensi Kabupaten Trenggalek yang terbuka untuk umum. Untuk memeriahkan acara ini, pada hari minggu (17/7) juga digelar senam aerobik yang dilanjutkan dengan sarapan pagi gratis untuk 500 peserta, selain itu juga ada pengundian doorprize bermacam-macam hadiah. “Oleh karena itu, segenap warga IKAT yang tinggal di wilayah Surabaya dan sekitarnya diharapkan untuk hadir pada hari minggu beserta keluarga, bahkan kalau bisa para tetanggapun juga ikut diajak”,lanjut pria yang berasal dari Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ini.

Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR. tidak menyia-nyiakan event ini untuk mempromosikan segenap potensi yang dimiliki Kabupaten Trenggalek khususnya di bidang pariwisata. “Kabupaten Trenggalek mempunyai sejumlah pantai yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain, ada Pantai Pelang di Kecamatan Panggul, Pantai Blado di Kecamatan Munjugan dan Pantai Karanggongso di Kecamatan Watulimo. Namun sayangnya potensi wisata itu saat ini belum bisa dikemas menjadi satu paket wisata, dikarenakan akses transportasi yang masih sulit”, ucap Bupati. “Semoga dengan dibangunnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang rencananya akan selesai pada tahun 2013, permasalahan itu bisa diatasi”, harap Bupati.

Selain itu, di Kabupaten Trenggalek juga ada goa terpanjang se Asia Tenggara, yaitu Goa Lowo. “Goa ini mempunyai stalaktit, stalagmit dan relief yang sangat menawan, namun masih terdapat kekurangan yaitu terkait masalah pencahayaan (lighting)”,tutur Bupati. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk dapatnya membantu Pemkab Trenggalek guna melengkapi fasilitas pencahayaan di Goa Lowo.

Tari Beksan Asri


Bupati juga mengharapkan partisipasi segenap anggota IKAT yang ada di Surabaya dan sekitarnya untuk turut mempromosikan dan mencarikan investor guna mengelola potensi yang ada di Kabupaten Trenggaleki . “Bahkan saya akan sangat bangga jika ada warga asli Trenggalek yang mau menanamkan modalnya untuk mengelola potensi sumber daya alam di Kabupaten Trenggalek”, ungkap Bupati.

Drs. Jarianto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian terhadap seni budaya khususnya yang berada di Jawa Timur. “Dulu Jawa Timur memiki Kerajaan Majapahit yang berjaya, namun saat ini budaya-budaya itu seakan luntur tidak berbekas. “Oleh karena itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya para seniman-seniman yang untuk turut memajukan kesenian yang ada di Provinsi Jawa Timur”, ungkap Jarianto.

Pembukaan Gelar Budaya Bumi Sopla secara resmi dilakukan Sabtu siang, (16/7) yang ditandai dengan pemukulan terbang oleh Bupati Trenggalek bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim. Acara dilanjutkan dengan meninjau stan pameran yang dilakukan oleh Bupati dan seluruh rombongan dari Pemkab Trenggalek.

Gelar Seni Budaya Daerah ini merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim yang diikuti bergilir oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pada tahun 2011 ini ada 6 Kabupaten/Kota yang menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing. Sebelum Kabupaten Trenggalek, juga tampil Kesenian dari Kabupaten Pacitan, Sumenep dan Banyuwangi. Disusul pada Bulan Oktober 2011 nanti dengan pergelaran seni dari Kabupaten Ponorogo dan ditutup pada Bulan Nopember 2011 dengan penampilan dari Kabupaten Tuban. (Haz).
Read more..

Restaurant Mekar Sari: Investasi Bermutu, Waralaba Nomor Satu


Pertama kalinya dalam sejarah Trenggalek ada Ayam Goreng yang berani unjuk kedigdayaan sebagai usaha waralaba dan siap untuk Go International. Grand Opening Restaurant Mekar Sari Trenggalek sekaligus Launching Bussiness Franchise/Waralaba, berlangsung Rabu, 1 Juni 2011, sangat meriah dan full house. Restaurant Mekar Sari yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 Trenggalek Jawa Timur, berdiri sejak Agustus 1995. Menurut Bambang Wahyu (47), pemilik restaurant, awal berdirinya Resaturant Mekar Sari masih menempel di samping rumahnya, yakni menempati ruang garasi dengan pelindung tenda dan kanopi yang cangat sederhana.

"Awal berdiri, kami hanya menempati ruang garasi dengan perabotan yang sangat sederhana. Baru pada tahun ketiga, bangunan kami renovasi. Namun masih belum berani membangun se-permanen seperti sekarang ini," ujar Bambang yang didamping sang isteri, Sri Wahyuni. 

Pasangan suami isteri pemilik Restaurant Mekar Sari, malam itu dengan ramah dan penuh kebahagiaan menerima para tamu dan undangan yang datang menghadiri acara Grand Opening dan Launching Bussiness Franchise Ayam Goreng Mekar Sari. Sang isteri Sri Wahyuni yang memakai gaun putih, nampak anggun sementara Bambang Wahyu dengan setelan jasnya terlihat sangat elegant. Keduanya memang serasi dan berjodoh, kendati sampai saat ini hanya dikaruniai satu putera laki-laki yang sekarang berusia 23 tahun dan menyandang gelar sarjana, bernama Dhani Wahyu.

Rumah Makan Mekar Sari, yang sekarang berganti nama Restaurant Mekar Sari, sangat kesohor di Trenggalek. Menu Ayam Goreng khas Mekar Sari sangat digandrungi oleh pelanggannya. Konsumennya bukan hanya dari daerah kabupaten Trenggalek, namun sudah merambah di kawasan Karesidenan Kediri dan Madiun. Para pelancong dari luar daerah, akan merasa dirugikan dan pasti menggembol kekecewaan apabila tidak mampir mencicipi Ayam Goreng Khas Mekar Sari. Sementara masyarakat Trenggalek yang memiliki hajat merayakan ulang tahun, pernikahan, atau khitanan pasti lebih memilih memesan menu yang ada di Resaturant Mekar Sari untuk menjamu para tamu mereka. Di kalangan birokrat dan politisi Ayam Goreng Mekar Sari menjadi hidangan yang wajib untuk saling traktir atau ketika ada moment-moment massal, terlebih lagi ketika harus menjamu para pejabat tinggi dari luar daerah.

Tua muda, besar kecil bahkan anak-anak sekolah mulai jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, sangat menggandrungi menu yang disediakan oleh Restaurant Mekar Sari. "Keluarga saya paling suka dengan Ayam Goreng Mekar Sari. Rasanya sangat gurih, empuk, lezat dan khas. Sangat lezat dan tidak ada duanya, Mas," ujar salah seorang pejabat yang hadir sarimbit bersama seorang anaknya yang mungkin masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dalam Grand Opening, Bambang Wahyu menjelaskan berbagai fasilitas yang kini disediakan di Resaturant Mekar Sari. Selain resto dengan fasilitas plus Catering dengan berbagai menui pilihan berkualitas dan standar, ada live music hiburan akhir pekan. Tersedia Mushola dengan tempat wudlu yang luas dilengkapi dengan toilet yang bersih dan wangi. 

"Kami siap memanjakan pelanggan, dan melayani tamu bak raja. Bukan basa-basi, dan bukan sekedar reklame. Menu kami senantiasa segar (fresh), penuh cita rasa yang lezat dan khas. Kami sediakan "function Hall" berkapasitas 150 orang dan 80 orang dengan meja dan kursi, full AC dilengkapi LCD Proyektor Wide Screen, Sound System, stage (panggung), dan ruang prasmanan", ujar Bambang Wahyu.

Function Hall cocok untuk acara pertemuan  (meeting), atau pesta-pesta seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan dan khitanan. Selain itu ada juga ruang VIP (Very Important Person) berkapasitas 50 dan 25 meja/kursi, full AC, juga dilengkapi LCD Proyektor serta Sound System untuk berkaraoke ria.

Menu yang disajikan di Restaurant Mekar Sari beraneka masakan dengan cita rasa yang lezat dan khas. Ada sop buntut, ayam lodho, ayam bakar, rawon dan juga ada soto ayam. "Pokoknya, menu kami adalah kesempurnaan cita rasa ayam goreng Nusantara, yang khas Mekar Sari Trenggalek", kata Bambang membanggakan.
Malam Grand Opening Restaurant Mekar Sari dan Launching Bussiness Franchise, dihadiri oleh ratusan tamu dan undangan. Di antara mereka nampak para pejabat dan politisi, serta pengusaha di Trenggalek. Drs. Catur Budi Prasetyo, M.Si, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparibud) Trenggalek yang hadir malam itu, memberikan sambutan mewakili pihak Pemerintah Daerah.

"Selama ini, perkembangan usaha swasta di daerah Trenggalek telah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) setara dengan 12%, dan itu didominasi oleh para pengusaha konstruksi. Semoga, dengan dibukanya usaha waralaba Restaurant Mekar Sari, kontribusi dari jenis usaha di luar jasa kontruksi akan makin berkembang", demikian Catur dalam sambutan sebelum acara puncak "tabuh Gong" peresmian Restaurant Mekar Sari.

"Kami ingin berbagi rejeki kepada saudara-saudara kita di mana pun berada yang berminat menjadi mitra bisnis kami. Mekar Sari memperluas usaha dan pemasaran dengan memberi LISENSI untuk menggunakan merek dan membuat/menjual produk disertai memberi bantuan pengoperasian usaha dengan membangun dukungan SISTEM yang terstandarisasi dengan baik", kata Bambang Wahyu melalui konsultannya yang berasal dari Jakarta, Agung Putro Utomo pemilik perusahaan On The Bussiness yang terkenal.

Selain itu, Bambang Wahyu bertujuan menjadikan Ayam Goreng Mekar Sari sebagai ICON Kota Trenggalek dan sebagai usaha waralaba Nasional yang menguntungkan dan terpercaya dengan produk ayam goreng yang memiliki citarasa khas tradisional dan mendunia dengan kekuatan support system rumah makan berstandar Internasional.

Selanjutnya Bambang menjelaskan beberapa hal terkait usaha waralabanya, dengan perincian sebagaimana tabel Paket Waralaba berikut ini
.

 

"Investasi awal belum termasuk biaya sewa tempat/bangunan, pembelian bahan baku dan ijin pendirian usaha. Tapi sudah termasuk pembelian kendaraan operasional motor dan mobil sesuai kebutuhan cabang. Perjanjian waralaba berlaku untuk jangka waktu selama 5 tahun. Royalty Fee 5% dari omzet kotor cabang per bulan. Marketing Fee 1,5% dari omzet kotor cabang per bulan" ujar Bambang.

Ayam Goreng Mekar Sari juga menyediakan master franchise.  Franchisee yg meliputi wilayah tertentu dan dapat menjualkan lagi hak franchise yang dimilikinya kepada franchisee di wilayah tersebut. Yakni:
  • Paket A, Franchise Fee Rp 250 Juta dengan Wilayah operasional dalam satu propinsi dan meliputi kota-kota dalam area pulau Jawa, Bali dan Sumatera. Dan 
  • Paket B, Franchise Fee Rp 200 Juta, Wilayah operasional dalam satu propinsi dan meliputi kota-kota diluar paket A.
Keuntungan Master:
  • Berhak menggunakan merek dan sistem untuk pembukaan 1 paket Resto, Mall atau All In One.
  • Berhak melakukan penjualan Waralaba Ayam Goreng Mekar Sari dalam satu daerah operasionalnya          (dalam 1 PROPINSI). 
  • Berhak mendapat Marketing Franchise Fee sebesar 25% dari nilai franchisee fee yang diperoleh.
  • Berhak menjadi penyalur produk yang akan disuplai pusat kepada outlet cabang dan mendapat laba dari selisih harga jual produk.
  • Berhak mendapat diskon franchise fee sebesar 25%   untuk membuka 1 cabang baru milik sendiri.
Bagi Anda yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha rumah makan yang suskses atau berminat untuk menjadi mitra Bambang Wahyu, segeralah mengajukan pendaftaran kepada Bambang Wahyu. Jangan lupa, dan jangan sampai ketinggalan. Tidak semua pendaftar akan diterima. Sebab, bagi Bambang bukan penyertaan modal yang diutamakan, melainkan kesungguhan dan kegigihan calon mitra. Karena itu, semua pendaftar akan diseleksi secara profesional dan transparan. Ikutilah cara pendaftaranya berikut ini:

Read more..

Trenggalek : Mitos Siap Gelar Event Se-Karesidenan Kediri, 20 November 2010

Trenggalek (prigibeach.com) - Club Mio Trenggalek Owners Society disingkat Mitos, begitu anak muda Trenggalek, Jawa Timur, yang gemar berkendara sepeda motor merk Yamaha ini menyebut klub kebanggaannya . Ada sejumlah 100-an anggota yang tergabung dalam kelompok kuda besi ini yang setiap malam Minggu cangkrukan di Alon-alon Trenggalek. Beranggotakan dari semua golongan, baik tua ataupun muda. Dari pejabat sampai penjual es keliling, semua tidak ada perbedaan, mereka kompak.

Dheby Debleng Ketua Klub Mitos kepada prigibeach.com mengatakan jika klubnya bersama panitia event akan mengundang para bikers Mio se-Eks Karesidenan Kediri pada hari Sabtu (20/11) nanti untuk kegiatan amal. Bertempat di alon-alon Kota Trenggalek, event ini akan diisi dengan kegiatan donor darah bersama dengan penggalangan dana untuk korban bencana di Indonesia saat ini.  "Pastinya kegiatan ini untuk Pray Indonesia, jadi bukan hura-hura," ujar pemuda kreatif yang kesehariannya membuka usaha bengkel.

Sementara itu Wira Cheping yang menakhodai Event organizer kegiatan tersebut mengaku telah mempersiapkan lebih dari 200-an undangan dan panggung atraksi untuk menghibur bikers yang hadir.  "Kemungkinan kita akan kebanjiran peserta, oleh sebab itu kita sudah bekerjasama dengan sponsor agar event ini sukses, Trenggalek tidak boleh memalukan," kata pimpinan "Eksist" event organizer ini dengan didampingi Dwiyan Panut manajernya.

Baik MITOS maupun EKSIST berharap pemerintah Kabupaten mendukung kegiatan tersebut. "Apapun ini natinya akan lebih memperkenalkan Kota Trenggalek kepada para bikers dari daerah lain termasuk potensi wisata Pantai Prigi," Pungkas Dheby. (haz)
Read more..

Panji Patrem Selenggarakan Pameran Tosan Aji 1000 Pusaka

Trenggalek (prigibeach.com) - Memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2010 sekaligus dikaitkan dengan momentum Sumpah Pemuda, Paguyuban Panji Patrem akan selenggarakan Pameran Tosan Aji, dengan thema Gebyar 1000 Pusaka. Acara akan digelar mulai tanggal 10 hingga 14 Nopember 2010 bertempat di Gedung Serba Guna Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Jawa Timur. 

Panji Patrem adalah paguyuban para penggemar benda-benda pusaka (tosan aji), diprakarsai dan dimotori oleh tokoh-tokoh muda yang peduli pada eksistensi nilai-nilai budaya tradisional yang ada di daerah Trenggalek. Anggota paguyuban ini paling sedikit memiliki dan menyimpan 5 buah benda pusaka dari jenis besi (wesi-tosan) baik berupa keris, tombak maupun bentuk lain yang lebih spesifik dan jarang dikenal oleh masyarakat.

"Namun kami juga membuka diri dan menerima anggota yang secara pasif menggemari benda-benda pusaka peninggalan nenek moyang, sekalipun yang bersangkutan sama sekali tidak meiliki tosan aji", demikian Mukti Harsaya, Sekretaris Panitia Pameran Gebyar 1000 Pusaka. 

Pecahkan Rekor MURI 

Pemaran kali ini diselenggarakan dengan dana swadaya hasil urunan dari anggota. Bertujuan untuk memperkenalkan berbagai bentuk dan jenis tosan aji yang ada di Trenggalek dan seluruh Indonesia. Peserta pameran bukan hanya lokal, tetapi juga datang dari daerah seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, Ponorogo, Pacitan, Magetan, bahkan dari Madiun, Solo dan Surakarta, juga paguyuban lain di luar Jawa, yakni Bali, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara. Diperkirakan ada 25 Paguyuban penggemar Tosan Aji seluruh Indonesia sudah menyatakan siap untuk hadir. Serta tujuh kolektor benda pusaka terkenal di Indonesia, akan mengikuti pameran secara total dengan mengeluarkan semua koleksi benda pusaka mereka yang sudah terbilang sangat langka.

"Kami berharap pameran ini bisa menggugah rasa nasionalisme dan kebanggan terhadap nilai-nilai budaya bangsa sendiri. Sehingga masyarakat tidak begitu saja terpolusikan oleh kemajuan teknologi modern yang memang semakin canggih", kata Mukti Harsaya. Selanjutnya, dia dan seluruh anggota Paguyuban Tosan Aji Panji Patrem, sangat mengharapkan uluran kepedulian dari pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek. 

"Paling tidak dukungan moril berupa pemberian kemudahan administrasi, fasilitas dan sosialisasi tentang perlunya masyarakat kita untuk mempertahankan dan memelihara benda-benda pusaka. Dukungan nyata dari instansi pemerintah daerah melalui Dinasi Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Budaya (Disporaparibud). Sesuai dengan undang-undang dan peraturan kepurbakalaan yang diberlakukan oleh pemerintah kita", katanya.

"Kami sangat antusias, pameran ini akan bisa memecahkan rekor MURI  (Museum Rekor Indonesia) sebagai pameran Tosan Aji terbesar, koleksi terlengkap dan terlangka, serta terpopuler. Selanjutnya, kami juga ingin pameran semacam ini akan menjadi agenda rutin dalam pameran budaya daerah yang setiap tahun diselenggarakan," tambahnya.

Sementara itu terpisah, Ketua Panitia, Mamba Udin mengatakan "Memecahkan rekor MURI masih wacana sebab Kabupaten Wonogiri pernah pameran 1000 pusaka, Nah, jika nantinya Pameran Gebyar 1000 Pusaka mencapai kuota lebih maka akan menjadi rekor MURI," ujarnya melalui email. 
Panji Patrem adalah satu-satunya paguyuban Tosan Aji di Trenggalek yang sudah terdaftar di Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI). Oleh sebab itu, pada upacara pembukaan pameran akan hadir dan memberikan sambutan adalah Ketua Bidang Organisasi (KBO) Sekretariat Nasional Indonesia, Santosa Adi Wibowo dan Muyoko, KORWIL SNKI Jatim Selatan.(haz)
Read more..

Nelayan Munjungan Selenggarakan Upacara Adat "Longkangan"

Trenggalek (prigibeach.com) - Para nelayan di Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur kemarin menggelar Upacara Adat Labuh Laut "Longkangan" yang merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Pantai Munjungan. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh Pemkab Trenggalek, dipusatkan di Pantai Blado pada hari Minggu, 24 Oktober 2010. Bupati Trenggalek H. Mulyadi WR. hadir sarimbit dengan ibu Penny Mulyadi dan beberapa kepala SKPD seusai menghadiri acara "Sembonyo" di Pantai Prigi pada pagi harinya.

Upacara ini dimulai pukul 14.30 WIB dengan Kirab Tumpeng Agung dari Pendopo Kecamatan Munjungan sampai di Pantai Blado dipimpin langsung oleh Camat Munjungan diiringi Kepala Desa se-Kecamatan Munjungan yang berpakaian adat Jawa serta para dayang disusul rombongan jaranan. Masyarakat Munjungan berduyun-duyun menyaksikan Upacara Adat ini dan mengelu-elukan sepanjang jalan yang dilewati rombongan Kirab sampai di Pantai Blado. Upacara Labuh Laut Longkangan ini diakhiri dengan menghanyutkan sesajin Tumpeng Agung ke tengah samudera.

Camat Munjungan Joko Susanto menyampaikan terima kasih atas telah diperbaikinya jalan akses Kampak-Munjungan, dan menyampaikan harapan masyarakat Munjungan agar Pemkab Trenggalek memperbaiki jalan antar kecamatan yang sampai sekarang masih rusak parah. Jalan yang dimaksud melewati tiga desa,  Craken, Ngulungkulon dan Sobo.

Bupati Trenggalek memastikan bahwa potensi wisata  Munjungan sangat luar biasa namun kurang berkembang antara lain karena akses jalan ke Munjungan masih sulit. Untuk itu diharapkan dengan pembangunan Jalan Lintas Selatan ( JLS ) yang direncanakan selesai pada tahun 2013, pariwisata di Kecamatan Munjungan dapat berkembang pesat. Program utama Pemkab Trenggalek pada tahun 2011 yaitu Pemerataan Pembangunan, utamanya pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Bupati Trenggalek memohon dukungan dari masyarakat untuk kelancaran pelayanan KTP dan Catatan Sipil lainnya yang pada awalnya hanya dapat dilayani di Dinas Catatan Sipil, namun mulai awal bulan Nopember 2010 akan mulai dibuka pelayanan di Kantor Kecamatan masing-masing. "Pelayanan KTP mulai Nopember cukup di Kantor Kecamatan", katanya.
Read more..

Trenggalek : Upacara Adat Larung Sembonyo Menanti Uluran Investor

Trenggalek (prigibeach.com) - Setiap tahun peristiwa ini akan selalu dilangsungkan di sini, upacara tradisaional Larung Sembonyo di pantai Prigo Kecamatan Watulimo, Trenggal;ek, Jawa Timur. Tahun ini kegiatan berlangsung pada hari Minggu (24/10). dan seperti biasa ribuan warga sekitar ikut serta memeriahkan dan menyaksikan.

Prosesi diawali dari balai Desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, sebuah tumpeng berukuran raksasa dengan sesajian diarak oleh puluhan tokoh desa setempat dan sekitarnya. Para pengiring memakai busana adat Jawa, berjalan menuju lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Di TPI Prigi prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sejarah terjadinya tradisi Larung Sembonyo; Sementara di lokasi yang sama namun terpisah dari tempat prosesi digelar kesenian khas daerah berupa Langen Tayub, Kuda Lumping, dan tari-tarian.

Setelah prosesi adat selesai, tumpeng agung serta sesaji yang telah disiapkan tersebut dinaikan di atas rakit yang telah disiapkan, untuk kemudian ditarik menggunakan kapal motor menuju ketengah laut dan dilarung (dibiarkan hanyut)ke tengah samudera.

Bupati Trenggalek Mulyadi WR mengatakan, acara Larung Sembonyo ini bukan hanya menjadi agenda warga pesisir pantai Prigi atau Watulimo dan sekitarnya saja, namun sudah menjadi agenda tahunan sebagai asset budaya dan pariwisata Kabupaten Trenggalek.

"Saya ingat, dulu acara ini hanya dilakukan oleh warga sekitar sini, kemudian saya berinisiatif untuk mengangkat acara ini menjadi daya tarik wisata dan Alhamdulillah sampai sekarang masih tetap dilaksanakan," kata Mulyadi mengenang masa ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai Bupati Trenggalek periode 2000-2005.

Dengan adanya Sembonyo tersebut, diharapkan musim paceklik ikan segera berakhir dan hasil panen nelayan dan petani menjadi melimpah. selain itu Mulyadi juga mayampaikan, ditahun 2013 nanti Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saaat ini sedang dibangun, sudah bisa menghubungkan antara kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, sampai Kabupaten Malang. Dengan demikian diharapkan perekonimian masyarakat pesisir selatan jawa lebih meningkat.

"Tadi pak Lurah mengatakan saat ini kondisi tangkapan ikan masih memprihatinkan karena adanya cuaca buruk, dengan Larung Sembonyo ini, semoga hasil tangkapan ikan nelayan menjadi bertambah melimpah," imbuh Bupati yang pernah menjabat sebagai PLT Walikota Mojokerto ini.
Dia berharap, masa akan datang pantai Prigi semakin berkembang dan merupakan andalan wisata di Jawa Timur. "semoga nanti ada investor yang mau bekerjasama, sehingga pantai Prigi bisa lebih maju, seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Kabupaten Lamongan, yang saat ini menjadi andalan wisata di Jawa Timur," ujar Mulyadi.

Dalam pada itu, Akbar Abas secara terpisah menegaskan, bahwa bila ad ainvestor yang berminat mengelola obyek wisata pantai Prigi, maka Pemkab Trenggalek akan memberikan kemudahan baik dalam hal birokrasi maupun dukungan fasilitas prasarana yang diperlukan. "Kami akan memberikan prioritas dan kemudahan-kemudahan khusus, sehingga pembangunan obyek wisata ini dapat terwujud dan bisa menjadi andalan regional Jawa Timur", katanya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..
Jakarta Puteri Indonesia Lingkungan 2008, Ayu Dyandra Sari, akan berbusana berbelahan dada rendah di ajang Miss International Beauty Pageant 2009. Menurut Ayu, walau berdada rendah namun busananya memegang penuh adat.

"Belahan rendah dan terbuka, artinya mulai terbuka terhadap orang dan budaya lain tapi tetap memegang teguh adat," jelasnya saat ditemui di Royal Heritage Spa, Jl KH wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2009).

Busana berbelahan dada rendah yang dimaksud Ayu ialah batik Bali kontemporer yang akan dikenakannya nanti di Miss International Beauty Pageant yang akan digelar di Chengdu, Cina. Ayu membantah kalau busana tersebut merendahkan martabat perempuan Indonesia.

"Ini untuk mengenalkan budaya dan pariwisata Indonesia di sana," tuturnya.

(fjr/fjr)
Read more..

Polda Jatim Berhasil Sita 38 Satwa Langka



Polda J
atim Berhasil Sita 38 Satwa Langka

Malang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, dibantu oleh ProFauna Indonesia dan Humane Society International (HSI), berhasil menyita sebanyak 38 satwa langka yang diperdagangkan secara ilegal di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Juru bicara ProFauna Indonesia, Radius Nursidi, yang membantu pihak Polda Jatim dalam penyitaan itu, Kamis, melalui keterangan persnya di Kota Malang mengatakan, satwa langka yang disita meliputi, 21 ekor kukang (Nycticebus coucang), 15 ekor lutung jawa (Trachypithecus auratus), 1 ekor elang laut (Haliaeetus leucogaster) dan 1 ekor kucing hutan (Felis bengalensis) .

Dikatakannya, satwa-satwa langka itu disita dari Jalan Raya Ngawi dekat Tugu Monumen R Soerjo. Sebelumnya, di sepanjang jalan itu dikenal sebagai lokasi perdagangan primata seperti kukang dan lutung.

"Primata yang dilindungi undang-undang itu selama bertahun-tahun dijual bebas di tepi jalan raya Ngawi," katanya.

Ia menjelaskan, Polda Jatim melakukan penyitaan setelah mendapat laporan dari ProFauna Indonesia. Dengan laporan dan penyitaan ini, diharapkan aparat dapat menghentikan perdagangan satwa yang dilindungi di Ngawi.

Selain menyita puluhan satwa, Polda Jatim juga menahan seorang tersangka pelaku perdagangan satwa dilindungi bernama Sumadi.

"Pedagang ini sering menjual primata dilindungi seperti kukang dan lutung per ekor dengan harga sekitar Rp75 ribu hingga Rp250 ribu, sedangkan lutung Jawa dijual seharga Rp200 ribu," katanya.

Dia menjelaskan, ProFauna menyambut baik tindakan tegas dan cepat dari Polda Jatim untuk menangani perdagangan satwa di Ngawi tersebut.

Perdagangan satwa dilindungi, melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Jadi, tindakan Polda Jatim menyita dan menahan tersangka adalah sebuah tindakan yang tepat dan patut dihargai," katanya.

Sementara itu, berdasarkan survei laporan terakhir ProFauna Indonesia di 70 pasar burung di Pulau Jawa, menunjukan bahwa perdagangan satwa dilindungi masih tinggi. Salah satunya, di Pasar Kabupaten Ngawi ini.


Read more..

Satu Suara Iwan Fals untuk Hutan



Aksi Sosial Iwan Fals dalam upaya penyelamatan hutan






Selasa, 3 November 2009 | 18:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi gaek, Iwan Fals, bersuara untuk penyelamatan hutan. Apa katanya?

"Hari baru datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak berhenti
Buka hatimu, rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang
Satukan hati, tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan
Alam lestari, hidup tak bakal berhenti
Sampai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan berhenti."

Petikan syair lagu "Pohon Kehidupan" itu dilantunkan Iwan dengan suara lantang, saat melakukan aksi sosial untuk penyelamatan hutan gambut yang terdapat di Semenanjung Kampar, Riau. Aksi sosial digelar di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/11) sore.

"Terkadang, ada kontradiksi kehidupan sehari-hari dengan ketika kita ingin bersahabat dengan alam," ungkap Iwan mengawali pengantar lagunya.

Dalam aksi sosial yang juga digawangi Greenpeace tersebut, Iwan menyanyikan empat lagu yang seluruhnya menyuarakan kepeduliannya akan alam, yaitu Ini Bukan Mimpi, Robot Bernyawa, Pohon Kehidupan dan Siram Tanam.

Aksi sosial ini menjadi awal dari konser bulanan Iwan Fals Band pada November 2009 ini. Konser bertajuk "Pohon Kehidupan" akan dilangsungkan Iwan pada 14 November 2009 mendatang, di kediamannya, Leuwinanggung, Bogor, Jawa Barat. Kenapa mengambil tema tentang alam?

"Kami ingin agar menjadi inspirasi pihak lain. Dan mudah-mudahan Presiden juga mendengar dan bisa menggagas aksi untuk bumi," ujar manajemen Iwan Fals, Kresnowati.

Dengan menyuarakan penyelamatan alam, khususnya hutan, Iwan Fals cs berharap bisa membangun kepedulian luas dari masyarakat untuk memerangi perusakan hutan. Hutan Gambut di Semenanjung Kampar sendiri merupakan daerah dengan gambut dalam dengan wilayah karbon stok terbesar. Hutan ini memiliki luas sekitar 700 ribu hektar yang berada di dua wilayah yakni Kabupaten Pelalawan dan Meranti. Namun, kelestarian Semenanjung Kampar ini semakin terancam dan diperkirakan 300 hektar hutan di kawasan itu telah beralih fungsi menjadi perkebunan akasia dan sawit.

"Suatu saat, sesekali saya ingin juga kesana untuk memberikan dukungan moral kepada warga setempat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang menjadi ekosistem hidup bersama," kata Iwan.


Read more..

Pesona Trenggalek di Taman Mini

Sendratari Menak Sopal Krida, Sabtu malam ini (24/10) pukul 19.00 dipentaskan di anjungan Jatim di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara tahunan ini adalah promosi seni budaya Jatim yang kali ini diwakili oleh Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan yang sama juga dipentaskan tarian khas Trenggalek, Tari Turangga Yaksa dan Tari Teleng Kencana serta pameran produk unggulan industri kecil dari Trenggalek.

Sendratari garapan Bambang Wibisono itu mengisahkan keprihatinan kisah pertengahan abad XVI, tentang sosok Menak Sopal terhadap sawah-sawah yang kering dan gagal panen di daerahnya. Masyarakat setempat kemudian diajak menaikkan air kali Bagong untuk membuat bendungan (dam). Namun usaha ini selalu gagal. Bendungan itu runtuh setiap kali hampir selesai dibangun. Menak Sopal mendapat wangsit agar mencari tumbal Gajah Putih, yang kebetulan dimiliki oleh mbok Rondo Krandon. Tahu akan dijadikan tumbal, ternyata Gajah Putih marah, minta keadilan pada Adipati Trenggalek.

Singkat cerita, pembangunan bendungan itu berlanjut hingga selesai dan berfungsi sampai sekarang. Setiap tahun diselenggarakan Bersih Dam dengan mengorbankan hewan kerbau bule yang diidentikkan dengan Gajah Putih. Ritual tradisi ini diselenggarakan setiap Jum’at Pon bulan Sela (Jawa), dan menjadi atraksi wisata budaya kabupaten Trenggalek.

Sedangkan Tari Turangga Yaksa sudah dikenal sebagai tari tradisi khas Trenggalek, berupa jaranan (kuda kepang) namun terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Bagian kepalanya berupa raksasa berambut lebat.

Tari Teleng Kencana adalah sebuah tari kreasi baru. Teleng adalah ketela atau tepung ketela, kencana adalah emas. Jadi tarian ini mengambil inspirasi dari proses pengolahan ketela pohon menjadi tepung kasava.

Narasumber: Drs. Arief Rofiq, MSn, Kepala Seksi Kesenian, Bidang Seni Budaya dan Film, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Surabaya, 23 Oktober 2009

Henri Nurcahyo
Semacam Humas

Read more..

Miss Indonesia tidak Hapal Sumpah Pemuda

  • Kemarin, bangsa kita telah memperingati hari Sumpah Pemuda ke-81

VIVAnews - Seluruh rakyat Indonesia telah memperingati hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2009 kemarin.

Sebagai bangsa yang mengaku cinta akan Tanah Air, sudah seharusnya kita meresapi makna yang terkandung dalam hari bersejarah ini.

Setidaknya, kita harus menghormati dan menghargai pengorbanan dan perjuangan para pahlawan di medan perang. Akan lebih baik, jika kita mengetahui, hapal dan mengerti makna yang terkandung dalam isi teks Sumpah Pemuda.

Saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, 28 Oktober 2009 kemarin, Miss Indonesia 2009, Kerenina Sunny Halim, diburu sejumlah wartawan untuk diwawanccari seputar makna hari Sumpah Pemuda.

Ironisnya, ketika para juru warta meminta dara cantik ini untuk menyebutkan isi teks Sumpah Pemuda, dengan terbata-bata, Kerenina menjawab," Saya tahu hari ini hari Sumpah Pemuda. Saya tahu isi teksnya, "satu bangsa, bangsa Indonesia, satu bahasa Indonesia," kemudian ia lama terdiam dan menengok ke arah ibu Liliana Tanoesuedibjo, ketua yayasan Miss Indonesia, yang berada duduk disampingnya.

Ia menambahkan,"Mungkin karena saat ini saya rada grogi, jadi nggak bisa mengingat keseluruhan teksnya."

• VIVAnews

Read more..

Peni Suparto, Banyak Arca Dititipkan di Hotel



Klojen-Surya- Arca dan benda-benda purbakala lain yang ada di hotel-hotel di Kota Malang ternyata merupakan titipan. Ini dilakukan karena Museum Empu Purwa milik Pemkot Malang tak mampu lagi menampung dan merawat benda-benda purbakala itu.
Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP, mengungkapkan ini ketika ditemui Surya di Balai Kota, Kamis (29/10). ”Selain itu untuk perawatan benda-benda purbakala itu butuh anggaran yang besar,” kata Peni.

Ditanya berapa besar anggaran untuk perawatan benda purbakala di Kota Malang, Peni mengaku tak hapal. ”Ya, sebesar anggaran untuk Museum Empu Purwa itu. Soal berapa besarnya, kalau sudah menyangkut angka saya tak hapal,” papar Peni.

Diungkapkan Peni, penitipan benda purbakala di hotel-hotel itu sangat efektif untuk menjaga kelestarian. Sebab, di tempat itu benda-benda purbakala benar-benar terawat. ”Kami sudah memantau dan melihat langsung benda-benda yang dititipkan di hotel benar-benar terawat. Kalau sampai tidak dirawat pasti akan kami tarik,” jelas Peni.

Ditambahkan Peni, penitipan itu ada nota kesepahamnnya, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan arca maupun benda purbakala itu dapat ditarik.

Terkait pemeliharaan situs-situs purbakala, termasuk situs Dinoyo yang baru saja ditemukan, menurut Peni masalah itu sudah masuk ke ranah tugas Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan. Namun, pemeliharaan dan perawatan situs itu biasanya sulit karena berbagai kendala. Di antaranya, lahan tempat ditemukan situs itu sudah menjadi hak milik.

Peni mencontohkan Candi Badut yang kini berimpitan dengan permukiman. Padahal, beberapa tahun lalu candi itu masih jauh dari pemukiman penduduk. ”Ini sulit dihindari dan untuk membebaskan lahan situs itu jelas membutuhkan ganti rugi yang sangat besar,” ungkap Peni.(ekn)

Read more..

TULUNGAGUNG PENYAJI TERBAIK FESTIVAL UPACARA ADAT





Tulungagung, PrigiBeach.com


Pementasan Kabupaten Tulungagung yang menampilkan upacara adat Manten Kucing pada urutan pertama di hari kedua (Sabtu, 17/10) sangat memukau penonton. Selain supporter yang memadati Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa yang selalu sorak gegap gempita, memang penampilan pemain-pemainnya yang sangat menarik dan penuh penjiwaan, ingat-ingat sebagian besar pemain adalah pedhotan pemain kethoprak Siswa budaya yang dulu pernah tenar seiring dengan Kethoprak Mataram Sapta Mandhala Jogyakarta.
Setelah pementasan kedua, Kabupaten Magetan yang menampilkan Ritual Labuh Sesaji Sarangan, dilanjutkan pementasan ketiga dari Kota Blitar upacara adat Boyongan Omah dan terakhir penampilan Kabupaten Nganjuk dengan upacara adatnya Wedhak Ripih.


Dari hari pertama pementasan (Jum'at, 16/10) sampai berakhirnya festival, para dewan juri merasa sangat bingung menentukan siapa dan mana yang terbaik. "Kami bertiga (dewan juri-NR) sangat bingung menentukan yang terbaik, semuanya luar biasa, sama-sama rumpun Mataram. Makanya kami harus menentukan BOB, best of the best", jelas ketua dewan juri Prof. Dr.H. Ayu Sutarto, MA. sebelum menyampaikan hasil pengamatan dan penilaian.


Sayangnya semua pementasan yang ditampilkan dalam festival dengan durasi 30 menit (setiap peserta) tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga hanya terlihat dominan sebagai tontonan bukan upacara adat yang penuh kesakralan. "Saya merasa yang tampil dari awal hingga akhir dominan pada kemasan tontonan, ruh-nya hilang. Tidak bisa membuat merinding," lanjut Ayu Sutarto.


Ketua panitia sebelum menutup festival ini juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemkab Tulungagung sebagai tuan rumah yang baik dan bangga kepada pelaku seni dari masing-masing peserta. "Saya juga merasa terharu sekaligus bangga dengan melibatkan adik-adik untuk pentas, ini adalah sebagai wujud komitmen yang luar biasa." Ungkap Drs. Pribadi Agus Santosa, MM.


Akhirnya dipenghujung acara dewan juri memutuskan yang berhak sebagai 5 penyaji terbaik non ranking adalah: Kab. Blitar, Kab. Tulungagung, Kab. Magetan, Kab. Trenggalek dan Kota Blitar. Masing-masing mendapatkan piagam dan trophy. (humas)



Read more..

Julia Robert Diterima Di Indonesia




Bali, PrigiBeach.com

Ketika Maria Ozawa alias Miyabi akan hadir di Indonesia, publik banyak menolak, namun kedatangan megabintang Hollywood, Julia Robert, tampaknya justru mendapat tanggapan positif. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah sibuk mewawancarai dan memberikan arahan bagi para calon menterinya pun sempat berkomentar. Menurut mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Sabtu (17/10) malam, Presiden menyambut positif kedatangan Julia Robert ke Bali guna keperluan pengambilan gambar untuk film Eat, Pray, and Love.

"Presiden mengatakan, film ini dapat mengangkat nama Indonesia di dunia internasional," ujar Jero seusai mengikuti wawancara serta uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon menteri. Jero adalah mantan Menbudpar yang pada awal bulan lalu mundur dari jabatannya untuk dilantik menjadi anggota DPR. Jero tampaknya akan kembali diberi pos Menbudpar dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

Pengambilan gambar film yang akan dirilis pada 2011 ini berlokasi di Banjar Bentuyung, Ubud, Gianyar, Bali. Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang perjuangan Elizabeth Gilbert dalam mencari kesejatian hidup.(pbc)

Read more..

Pantai Prigi Obyek Wisaya Bertaraf Internasional

Pantai Prigi dan Pasir Putih Karanggongso Masih Jadi Idaman Wisatawan


Foto: Pantai Karanggongso nan indah dengan perahu wisata yang ditawarkan (Dok.PrigiBeach.com)

Trenggalek, PrigiBeach

Suharto Bupati yang asli kelahiran Trenggalek, kecil dan besar di Trenggalek tersebut memang sangat getol berupaya membangun citra, sehingga investor dapat dengan mudah menanamkan modalnya untuk membuka usaha di daerah yang sudah lama dikenal dengan daerah agraris ini.

Sesuai dengan visi dan misi Bupati Suharto yang mengacu pada RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) dan kermudian di-break down dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang ditarik dari sebuah Musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) lalu diakumulasi di tingkatan Kecamatan sampai disimpulkan di Tingkat Kabupaten. Hal tersebut masih pula dipandang perlu oleh sosok Bupati yang dikenal dengan kaca mata dan senyum khasnya ini yaitu dengan mensinergikan hasil kegiatan Jaring Asmara yang dilakukan Fraksi Partai-partai yang tentunya punya basis massa dan konstituen di mana rakyat ikut dilibatkan dalam konsep pembangunan. Ini berguna sekali supaya tidak akan ada pembangunan yang tidak tepat sasaran.

Pariwisata adalah salah satu Potensi Trenggalek dalam mendongkrak PAD ( Pendapatan Asli Daerah) yang sampai saat ini masih diproses Renstranya (Rencana Strategis) oleh Dinas terkait. Sebelum Pemerintahan Suharto, potensi ini masih belum serius tergarap. Bahkan dalam agenda Nasional Visit Indonesian Years 2008, yang seharusnya potensi wisata Pantai Prigi dan Guwo Lowo mampu disandingkan dengan tempat wisata unggulan Kabupaten lain, harus tertinggal karena beberapa infrastruktur, mulai fasilitas yang ada di lokasi sampai akses jalan yang masih amburadul.

Semangat berbenah diri dilakukan Suharto dengan tujuan andalan PAD, mampu dihasilkan dari Wisata ini. Penggarapan pariwisata laut, mulai Pantai Karanggonso yang masih di wilayah Kecamatan Watulimo, bagaimana Dinas Lintamben (Lingkungan Hidup Pertambangan Dan Energi) selalu giat dalam membersihkan pantainya yang terkenal dengan Pasir Putihnya. Sekarang inipun masyarakat Watulimo semakin aktif menyadarkan dirinya bahwa penghasilan hidup tidak hanya mengantungkan dari sektor pertanian belaka.

Fasilitas yang lain seperti yang di sampaikan Suharto dalam dialog itu tentang Pelabuhan Nusantara yang pada saat itu sudah secara resmi dicanangkan penggunaannya pada era Presiden Megawati sebelum Pemilu 2009 menjadi acuan bagi investor dalam melakukan transportasi sebagai jalan keluar masuk Trenggalek hasil bumi dan sumber daya alamnya. Artinya kesiapan alat pendukung bagi terwujudnya investas yang aman, nyaman dan tentunya wujud keberhasilan sudah di persiapkan oleh Suharto.

Drs. Kusprigianto,MM. Kepala Dinas Pariwisata Trenggalek menjelaskan tentang bagaimana melonjaknya kunjungan wisata ke pantai Prigi dan pasir putih Karanggongso pada saat liburan hari Raya Idul Fitri kemarin .” Silakan ambil data di Kabid-nya, nanti anda tahu “ Jawab Kuspri ketika dikonfirmasi lewat ponselnya.(PB).

Read more..

GOA LOWO

Goa Lowo terletak di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, sekitar 30 KM dari kota Trenggalek dan satu jalur menuju pantai Prigi. Goa yang indah dengan stalagtit dan stalagmit ini terdiri dari 9 ruang yang tinggi dan luas. Untuk menyaksikan keindahannya telah dibangun jembatan dan lampu penerangan di dalam goa. Sedangkan, sarana di luar goa berupa lapangan parkir, sarana bermain anak-anak, panggung hiburan, mushola dan MCK.
Menurut para ahli goa dari Perancis, Mr. GILBERT MANTHOVANI dan Mr. ROBERT KINGTONE KHO berdasarkan penelitiannya tahun 1985, Goa Lowo merupakan goa terluas, terpanjang dan terindah.
RUANG UTAMA, Ruang ini merupakan ruang utama Guo Lowo yang menyerupai hall. Pahatan alami pada langit-langit ruang ini sangat eksotik.
STALAGTIT & STALAGMIT GOA LOWO
PINTU MASUK, Ini merupakan ruangan pertama dan pintu masuk Guo Lowo. Keindahan ruangan ini menggugah rasa penasaran Anda untuk mengetahui Guo Lowo lebih jauh. BATU KEPALA ULAR, Batu kepala ular ini merupakan salah satu ornamen Guo Lowo yang mengisyaratkan betapa indahnya Goa ini.

Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts