> Satu Suara Iwan Fals untuk Hutan | Prigibeach Trenggalek

Satu Suara Iwan Fals untuk Hutan



Aksi Sosial Iwan Fals dalam upaya penyelamatan hutan






Selasa, 3 November 2009 | 18:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi gaek, Iwan Fals, bersuara untuk penyelamatan hutan. Apa katanya?

"Hari baru datang menjelang
Kehidupan terus berjalan
Pohon-pohon jadikan teman
Kehidupan agar tak berhenti
Buka hatimu, rentangkan tanganmu
Bumi luas terbentang
Satukan hati, tanam tak henti
Pohon untuk kehidupan
Alam lestari, hidup tak bakal berhenti
Sampai esok kiamat tiba
Tanam pohon jangan berhenti."

Petikan syair lagu "Pohon Kehidupan" itu dilantunkan Iwan dengan suara lantang, saat melakukan aksi sosial untuk penyelamatan hutan gambut yang terdapat di Semenanjung Kampar, Riau. Aksi sosial digelar di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/11) sore.

"Terkadang, ada kontradiksi kehidupan sehari-hari dengan ketika kita ingin bersahabat dengan alam," ungkap Iwan mengawali pengantar lagunya.

Dalam aksi sosial yang juga digawangi Greenpeace tersebut, Iwan menyanyikan empat lagu yang seluruhnya menyuarakan kepeduliannya akan alam, yaitu Ini Bukan Mimpi, Robot Bernyawa, Pohon Kehidupan dan Siram Tanam.

Aksi sosial ini menjadi awal dari konser bulanan Iwan Fals Band pada November 2009 ini. Konser bertajuk "Pohon Kehidupan" akan dilangsungkan Iwan pada 14 November 2009 mendatang, di kediamannya, Leuwinanggung, Bogor, Jawa Barat. Kenapa mengambil tema tentang alam?

"Kami ingin agar menjadi inspirasi pihak lain. Dan mudah-mudahan Presiden juga mendengar dan bisa menggagas aksi untuk bumi," ujar manajemen Iwan Fals, Kresnowati.

Dengan menyuarakan penyelamatan alam, khususnya hutan, Iwan Fals cs berharap bisa membangun kepedulian luas dari masyarakat untuk memerangi perusakan hutan. Hutan Gambut di Semenanjung Kampar sendiri merupakan daerah dengan gambut dalam dengan wilayah karbon stok terbesar. Hutan ini memiliki luas sekitar 700 ribu hektar yang berada di dua wilayah yakni Kabupaten Pelalawan dan Meranti. Namun, kelestarian Semenanjung Kampar ini semakin terancam dan diperkirakan 300 hektar hutan di kawasan itu telah beralih fungsi menjadi perkebunan akasia dan sawit.

"Suatu saat, sesekali saya ingin juga kesana untuk memberikan dukungan moral kepada warga setempat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang menjadi ekosistem hidup bersama," kata Iwan.


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.