> Imam Prasodjo Cium Kebohongan Soal Keberadaan Anggodo | Prigibeach Trenggalek

Imam Prasodjo Cium Kebohongan Soal Keberadaan Anggodo


Sosiolog UI Imam B Prasodjo heran mengamati simpang siur keberadaan Anggodo Widjojo. Imam mencium kebohongan.

"Saya belum tahu siapa yang bohong. Ada dua kemungkinan, itu advokatnya (Bonaran Situmeang) atau Kepolisian karena mendapat reaksi keras dari Tim 8," kata Imam saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (5/11/2009).

Salah satu yang mencolok, menurut Imam, statement Kapolri yang menyatakan Anggodo Widjojo masih di Mabes. Menurut Imam ini adalah efek dari reaksi keras tim 8 yang kecewa karena mendengar kabar Anggodo dilepas.

"Kalau melihat statement Kapoli, masuk akal berubah pikiran melihat reaksi Tim 8. Ini membuat saya belum tahu mana yang mencla-mencle," ungkap Imam.

Sebelumnya, Bonaran Situmeang mengatakan jika Anggodo telah dilepas Polri tadi malam. Bonaran juga sempat mengira jika kliennya itu sedang bersantai di rumahnya. Namun tak berapa lama, Bonaran melarat pernyataannya setelah polisi menyatakan Anggodo masih berada di Mabes Polri.

Berita keluarnya Anggodo semalam menjadi headline mayoritas koran Ibukota edisi hari ini. Anggodo disebut bebas. Dua kameraman televisi juga menangkap keluarnya Anggodo. Informasi ini menyebabkan anggota Tim 8 kecewa dan mengancam mundur.

Kapolri Jenderal BHD lantas memastikan Anggodo masih di Mabes Polri, belum pernah keluar sejak diperiksa pada Selasa malam. Namun anak buahnya, Kombes Raja Erizman menyatakan, Anggodo sempat keluar dari Mabes Polri untuk mengambil barang bukti, lalu kembali lagi dan hingga kini masih di Mabes Polri.

Cukup Bukti Menahan

Imam menyayangkan kalau ternyata Anggodo dibebaskan. Menurutnya Polri sudah memiliki cukup bukti untuk menahan Anggodo.

"Rekaman sudah dibuka dan gamblang, kok dibilang belum ada bukti. Kan aneh," kata Imam.

Imam berharap Presiden SBY memperhatikan kejadian ini. Ini adalah saat yang baik untuk melakukan reformasi di tubuh Kepolisian.

"Kalau seandainya SBY mau, ini entry point melakukan reformasi Polri, mumpung masyarakat secara blak-blakan melakukan dukungan. Selagi intervensi tidak untuk hal-hal negatif orang akan approve," tandasnya.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.