HUT Bhayangkara Ke-65: Polri Siap Mewujudkan Pelayanan Prima
KORPRI Peduli Kartini - Beri Bantuan Rp.5 juta dan Kursi Roda
![]() |
| Kartini yang menderita lumpuh |
Serombongan Pengurus KORPRI itu telah mengunjungi kediaman Kartini guna menyerahkan bantuan paket sembako dan uang senilai Rp 5 juta, Selasa (28/6). Rombongan tersebut antara lain adalah Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Ir. Ekanto Malipurbowo, MM., Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Kusprigianto, MM., Kepala Dinas Nakertransos Ir. Surya Admadja Wisnubrata, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Machfud Effendi, SH. MM., serta Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Agus Yahya SE. M.Si.
Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian. Banyaknya anak yang putus sekolah, maraknya prostitusi, perampokan dan pencurian yang merajalela, hingga sakit menahun karena tidak mampu berobat merupakan dampak turunan dari masalah sosial ini.
Kartini yang tinggal di Dusun Krajan Desa Gondang Kecamatan Tugu, wanita yang saat ini berusia 40-an tahun namun kelihatan lebih tua tersebut sudah lama tidak bisa berjalan akibat kelumpuhan yang dialami oleh kedua kakinya. Menurut penuturan keponakannya, Sunarsih, kelumpuhan yang dialami oleh Kartini ini bukanlah bawaan dari lahir.
Diceritakan oleh Sunarsih bahwa kelumpuhan diawali ketika saat remaja Kartini diajak pergi ke Desa Duren Kecamatan Tugu dengan mengendarai bus. Ketika pulang, Kartini merasa payah dan dipangku oleh seorang lelaki tua. “Sejak saat itulah, Kartini merasakan demam yang sangat panas dan lama kelamaan kedua kakinya menjadi lumpuh”, cerita Sunarsih. Sayangnya, pihak keluarga pada saat itu tidak segera memeriksakan Kartini ke dokter ataupun rumah sakit karena takut akan tingginya biaya berobat. “Dulu waktu awal menderita sakit, pernah diobati dengan jampi-jampi”, lanjut Sunarsih.
Foto : Cipto Wiyono memberikan bantuan kepada SunarsihTidak hanya Kartini, ibu dan juga kakak perempuannya saat ini juga sedang menderita sakit. Ibunya menderita katarak, sedangkan kakak perempuannya menderita sakit akibat buruknya cuaca akhir-akhir ini. Sehingga hanya Sunarsih beserta suaminya, Ginanto, yang menjadi tulang punggung keluarga. Sunarsih sendiri saat ini memiliki 4 orang anak.
Kepada putra pasangan Ginanto - Sunarsih nomor dua yang saat ini akan memasuki jenjang SMA/SMK, Cipto Wiyono mengharapkan untuk dimasukkan ke SMK saja. Mengingat usai SMK para siswa telah dibekali keterampilan untuk bekerja. Bahkan Cipto Wiyono berjanji membelikan sepeda dengan syarat mau menggunakan sepeda ke SMK yang ada di Kota Trenggalek. “Saya juga bisa menjadi Sekda seperti ini juga karena dulu menggunakan sepeda”,ujar pria yang juga tinggal di Desa Gondang ini.(haz).
Kades Se-Kecamatan Pule Terima BLM Rp. 60 juta
Sebelum mengibarkan bendera start, Bupati dalam sambutan singkatnya menyatakan bahwa acara yang baru pertama kali ini dilaksanakan ini perlu diteruskan pada tahun berikutnya. Karena selain untuk untuk syiar dan dakwah Islam, juga dapat memberikan hiburan yang positif bagi masyarakat.
Seusai memberangkatkan pawai taaruf, Bupati kembali ke Kantor Camat Pule untuk meneruskan rapat kerja sekaligus pembinaan bagi para perangkat desa dan kepala unit kerja lingkup Kecamatan Pule. Merespon laporan Camat Pule, Drs. Edy Supriyanto, bahwa di Kecamatan Pule banyak infrastruktur yang rusak, seperti jalan dan jembatan, Bupati menyatakan bahwa hal tersebut akan segera ditangani. Namun karena anggaran terbatas, maka akan ditangani secara bertahap dan jembatan yang putus akan diutamakan.
Sedangkan untuk jalan-jalan desa yang rusak, Bupati meminta agar ditangani Pemerintah Desa. Karena pada tahun anggaran 2011 ini, selain Alokasi Dana Desa [ADD], tiap desa juga akan mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat [BLM] yang besarnya Rp. 60.000.000,- Dana tersebut bisa digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. Alternatif lain adalah dengan mengajukan bantuan stimulan, misalnya asphalt dan sement, kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Karena pada tahun anggaran 2011 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan kembali bantuan stimulan yang sekarang dikelola oleh Bappemas Kabupaten Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Peny Mulyadi, memberikan bantuan secara simbolis kepada 11 orang korban bencana tanah longsor masing-masing semen 10 zak dan bantuan biaya pengobatan kepada putra Kades Sukokidul yang sedang sakit.(Haz).
KORPRI Berikan Bantuan Sembako Bagi Korban Baniir Bandang
Camat Suruh, Zahid Isroni,sangat berterimakasih atas kepedulian seluruh anggota KORPRI. Serta tanggap bencana dari Pemkab yang diwujudkan antara pada malam hari setelah terjadi bencana, Pemerintah Kabupaten Trenggalek langsung membuka dapur umum dan Puskesmas yang berada di daerah bencana. Langsung bergerak saat terjadi bencana seperti pemberian kaporit di sumur-sumur warga dan pemberian pengobatan gratis kepada warga selama 1 minggu pasca bencana.
Wilayah Suruh juga tertimpa bencana tanah longsor pada Kamis (6/1) kemarin yakni di Desa Puru yang mengakibatkan 8 rumah rusak. Empat rumah telah ditinggalkan penghuninya karena kondisi rumahnya sangat membahayakan dan 4 rumah lainnya tembok dan pondasinya putus karena tanahnya bergerak.
Cipto Wiyono, selaku Sekda mengatakan bahwa seingatnya Desa Kerjo Kecamatan Karangan belum pernah terkena banjir, namun kali ini juga dilanda banjir. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan alam telah berubah dan bencana alam bisa terjadi dimana saja.
"Oleh karena itu, kita harus instrospeksi dan selalu waspada. Banjir yang banyak membawa lumpur menandakan bahwa hutan kita telah gundul, demikian juga dengan lingkungan kita, sehingga kita harus menghijaukan kembali alam kita", demikian Cipto.
Total bantuan sembako yang diberikan oleh KORPRI sejumlah 2.140 paket dan masing-masing paket senilai Rp. 60.300,- dengan total keseluruhan 130 juta rupiah. Dalam setiap paket tersebut terdiri dari 4 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 botol kecap, dan 7 bungkus mie instan.
Untuk kecamatan Suruh, bantuan yang diberikan sejumlah 410 paket yang akan diperbantukan ke 3 desa yaitu Desa Suruh sejumlah 300 KK, Desa Mlinjon 75 KK dan Desa Nglebo 35 KK. Warga Desa Suruh yang akan mendapatkan bantuan datang ke Aula Kecamatan Suruh, sedangkan untuk korban banjir warga Desa Mlinjon dan Desa Nglebo diserahkan kepada Kepala Desanya masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada yang berhak.
Sedangkan untuk Kecamatan Karangan, diberikan bantuan sejumlah 1.726 paket untuk 7 desa yakni Desa Jati 450 KK, Desa Karangan 450 KK, Desa Kerjo 354 KK, Salamrejo 100 KK, Kedungsigit 10 KK, Sumberingin 251 KK, dan Desa Sukowetan 111 KK. Untuk desa-desa di Kecamatan Karangan yang mendapat bantuan, paket bantuan diambil oleh Kepala Desa masing-masing di Kantor Kecamatan Karangan untuk selanjutnya dibagikan kepada warganya yang terkena banjir
Menurut hasil rekapitulasi data kerugian akibat banjir tanggal 2 dan 3 Januari 2011 yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, total kerugian yang berupa prasarana infrastruktur akibat bencana banjir tersebut adalah senilai 14,35 Miliar Rupiah, yang terdiri dari 13 jembatan kabupaten dan 1 jembatan nasional, 3 ruas jalan desa, tembok penahan jalan maupun bangunan serta tangkis-tangkis sungai sebanyak 15 paket serta kerusakan pada sarana sumber daya air sejumlah 4 paket.
Sementara itu, Suyatin (55) warga Desa Kedungsigit mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan dari Pemkab.
"Kami dapat 4 kg beras, 1 botol kecap, 7 bungkus mie instan, dan satu liter minyak goreng," ujarnya pada prigibeach.com. (haz)
Sony Joss Jakarta Akan Meriahkan Sambut Tahun Baru 2011 di Pendopo Agung Trenggalek
Trenggalek (prigibeach.com) - Mengantarkan kepergian Tahun 2010 dan menyambut kehadiran Tahun Baru 2011, Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, menyelenggarakan acara yang rutin digelar setiap penghujung tahun. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi, kepanitiaan sudah dibentuk dan merekalah yang bertanggungjawab atas pelaksanaan gebyar acara tahun baru tersebut. "Panitia akan menggelar antara lain pentas musik dengan bintang tamu Sony Joss dari Jakarta. Pagelaran ini akan digelar pada hari Jumat, 31 Desember 2010 mulai pukul 20.00 WIB bertempat di Pendopo Kabupaten Trenggalek", demikian Yoso Mihardi ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Selasa (28/12).
Selain itu, di lokasi yang sama, pergantian tahun 2010 ke 2011 akan dimeriahkan dengan Pesta Kembang Api. Sedangkan di alon-alon Trenggalek juga akan didirikan pangggung hiburan yang akan dimeriahkan oleh Band Merah Putih dan Khayangan.(Haz)
Trenggalek: Pimpinan Daerah Muhammadiyah Selenggarakan Musda
Drs. Muyoto selaku pimpinan Daerah Muhammadiyah Cabang Trenggalek dalam sambutannya mengatakan setiap 5 tahun sekali Muhammadiyah mengadakan musyawarah dengan agenda utama memilih Ketua dan mengurus program-program untuk 5 tahun ke depan. Lebih lanjut dikatakan marilah kita ikuti Musda ini dengan seksama agar menghasilkan pengurus yang berkualitas untuk memajukan organisasi Muhammadiyah.
Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR, mengatakan pengabdian Muhammadiyah dalam perkembangannya sampai saat ini masih bisa kita rasakan, terbukti begitu banyaknya tempat pendidikan dan tempat pengobatan yang didirikan oleh Muhammadiyah. Ini merupakan sumbangan yang sangat besar artinya bagi perjuangan bangsa.
Lebih lanjut dikatakan program-program Pembangunan Trenggalek yang akan diprioritaskan adalah pelayanan prima, perluasan lapangan kerja, peningkatan dan pemerataan pembangunan, peningkatan kemampuan melalui UMKM dan pemberdayaan perempuan (gender). (haz)



