> Brutal! Siswi SMPN 3 Trenggalek Dibakar Hidup-hidup! | Prigibeach Trenggalek

Brutal! Siswi SMPN 3 Trenggalek Dibakar Hidup-hidup!

Trenggalek (prigibeach.com) – Masyarakat Desa Karangsuko, Trenggalek, Jawa Timur dibuat geger oleh peristiwa brutal yang dilakukan seorang pemuda tak dikenal. Sekitar pukul 19.00, Juma’at (15/7), warga RT 8 Desa Karangsuko tiba-tiba dikejutkan oleh jeritan salah seorang warga bernama Teguh (32), yang meminta tolong. Dalam waktu singkat, belasan warga langsung datang ke rumah di mana peristiwa tragis sedang berlangsung. Di rumah pasangan suami isteri Suprapto dan Harniyati, nampak asap mengepul sementara seorang gadis nampak berusaha berlarian jatuh bangun ke luar dari rumah dalam kondisi mnengenaskan, berusaha menyelamatkan diri dari kejadian yang diduga kebakaran.

Gadis berwajah manis yang berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran itu adalah puteri dari suami isteri Suprapto dan Harniyati, bernama Ajeng (14) yang masih duduk di bangku sekolah kelas II SMPN 3 Trenggalek. Menurut penuturan Purwanto (33) yang masih kerabat dekat dari Suprapto, dia tidak tahu persis awal kejadian. Ketika mendengar teriakan dari Teguh yang juga masih keluarganya, Purwanto langsung ke TKP.

“Saya sempat melihat Ajeng (korban) tertatih-tatih berusaha lari ke rumah tetangga. Kemudian kami bersama warga memberikan pertolongan.,” ujar Purwanto.

Selanjutnya, Purwanto memperkirakan Ajeng telah dijotosi oleh pelaku yang saat itu belum diketahui identitasnya. “Saat Ajeng ditanya, dia sempat mengatakan bila telah dijotosi mukanya dan dicekik oleh seorang pemuda. Saya kira, kemudian dia pingsan. Mungkin saja ketika itu si pelaku menduga Ajeng sudah mati, maka kemudian dibungkus dan digulung dengan kasur lalu dibakar oleh pelaku tersebut,” tambah Purwanto.

Dalam keadaan pingsan Ajeng tidak mengetahui apa yang terjadi, barangkali karena panasnya kasur yang terbakar telah membuat Ajeng tersadar dari pingsannya, kemudian berusaha bangun dengan sempoyongan dan tertatih-tatih menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan. Jeritan Ajeng ini didengar oleh Teguh, yang juga ikut berteriak mencari pertolongan sehingga warga RT 8 berdatangan. Selanjutnya ada warga yang menghubungi pihak yang berwajib, sedang sebagian lain langsung mengevakuasi Ajeng ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan pertolongan dengan kendaraan Basarnas Trenggalek yang lokasi kantornya berseberangan dengan TKP.

Pada saat kejadian orang tua Ajeng sedang bersilaturrakhmi ke rumah salah satu keluarga di Kecamatahn Tugu, Ajeng ditinggal sendirian di rumah. Begitu terjadi peristiwa nahas, Purwanto menghubungi Suprapto melalu selularnya. “Saya dan bapaknya sedang di Tugu, kami tidak tahu kejadiannya. Tanya saja nanti pada bapaknya yang sekarang masih di rumah (TKP),” ujar Harniyati ibu kandung Ajeng saat menunggui Ajeng di UGD RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Tidak lama berselang, pukul 21.27 (WIB) Harniyati menerima telepon dari suaminya Suprapto, yang mengatakan bahwa pelaku penganiayaan terhadap Ajeng sudah berhasil ditangkap oleh Tim Buser Polres Trenggalek. “Pelakunya sudah tertangkap, namanya David warga Bendo,” ujar Harniyati, sembari menambahkan bila dia tidak terima atas pelakuan yang dialami anaknya. “Kami akan menuntut agar pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya”.

Ketika ditanya, apakah puterinya itu memiliki pacar. Harniyati menyangkal dan menegaskan bahwa setahunya Ajeng belum memiliki pacar, usianya baru 14 tahun, jadi belum berpacaran.

Kondisi Ajeng nampak lemas lunglai tak berdaya. Di wajahnya terlihat lebam-lebam pada bagian mata kanannya, sedangkan lengan kanan ada luka bakar akibat perlakuan brutal pemuda yang diduga bernama David asal Bendo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek.

Foto: Kapolres Trenggalek (berbaju putih di tengah) saat menjenguk Ajeng di UGD RSUD Trenggalek (15/7)

Kasus ini cepat direspon oleh Polres Trenggalek, sehingga pelaku dalam waktu singkat bisa disergap. Bahkan Kapolres Trenggalek AKBP Totok Suharyanto, S.Ik.M.Hum, malam itu langsung datang menjenguk Ajeng di RSUD dr. Soedomo. Kapolres yang gentle dan ramah itu, memberikan instruksi kepada anggotanya agar tidak buru-buru mewawancarai Ajeng. “Korban sempat mengirim sms pada pacarnya, nah, sebaiknya segera dilacak melalui SIM Card-nya, untuk identifikasi,” demikian antara lain Kapolres mengatakan kepada salah seorang petugas intel dari Polres Trenggalek.

Sampai berita ini diturunkan masih belum diketahui motif tindakan brutal yang dilakukan oleh David asal Bendo. Pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Trenggalek untuk dimintai keterangan.(Haz).

4 Komentar:

Mohamad Helmi mengatakan...

kebetulah rumahku di perumnas asabri karangsoko...sekitar 200 m dari tempat perkara..Braninya mukulin cewek...Lo emang banci...Sini lawan aku..

una gunadi mengatakan...

pastinya sampai d RSUD dr.soedomo g cepat d tangani,seribu alasan d lontarkan

una gunadi mengatakan...

pastinya sampai d RSUD dr.soedomo g cepat d tangani,seribu alasan d lontarkan

jokopriyono mengatakan...

Yg bener bro ntar lo yg lari....

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.