> April 2010 | Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : KPU Bedakan Reklame dan Alat Peraga Kampanye



Reklame Maju Mapan, dari kubu Har-Sam

Trenggalek (prigibeach.com) - Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah (Panwas Pilkada) Trenggalek dipastikan tidak akan menertibkan berbagai atribut pasangan calon yang saat ini bertebaran di jalan-jalan maupun tempat umum.

Toleransi itu diberikan setelah Kamis (22/4) lalu, KPU, Panwas, dan perwakilan tim pemenangan pasangan calon menyepakati adanya pembedaan secara spesifik antara reklame dengan alat peraga kampanye. Reklame, sebagaimana keterangan yang disampaikan Pokja Kampanye KPU Trenggalek Zaenal Abidin, diatur berdasar keputusan/peraturan bupati (Perbup) nomor 28 tahun 2007.

“Reklame lebih berisi promosi,” kata Zaenal. Masalahnya, KPU Trenggalek tidak mengatur mekanisme pemasangan berbagai alat promosi yang masuk kategori reklame tersebut. Sebaliknya, yang diatur oleh KPU itu adalah alat peraga kampanye.

“Walaupun substansinya barangnya sama tapi esensinya berbeda,” ujarnya. Aktivis senior GP Ansor Trenggalek ini lalu memberi gambaran mengenai perbedaan spesifik antara reklame dengan alat peraga kampanye. Reklame yg diatur keputusan bupati dipasang tidak dalam rangka mengajak orang untuk memilih calon kepala daerah tertentu.

“Tapi mereka memasang bukan dalam rangka mengajak orang kan?! bukan dalam rangka mengajak memilih, kan menurut Peraturan Bupati, namun hanya dalam rangka promosi. Nah, itu yg tidak masuk dalam kategori alat peraga versi KPU,” terang Zaenal panjang lebar.

Zaenal menambahkan, alat peraga kampanye sebagaimana diatur dalam peraturan KPU nomor 69 tahun 2009 adalah suatu benda bisa dikatakan sebagai alat peraga kampanye jika berisi ajakan memilih atau penyampaian visi-misi calon. Bentuknya bisa berupa tanda gambar, symbol-simbol, bendera, umbul-umbul atau penjor, panji-panji, stiker, spanduk, poster, ataupun baliho. Ada/tidaknya muatan ajakan untuk memilih pasangan calon tertentu, penawaran program kerja inilah yang kemudian dijadikan dasar pembedaan antara alat peraga kampanye dengan reklame.

“Dari situ tadi itu sudah dibedakan, bahwa yang terpasang sekarang ini adalah reklame yang diatur menggunakan paraturan bupati nomor 28 tahun 2007. KPU, panwas, dan pemerintah daerah juga sudah ada kesepahaman yang sama mengenai hal ini,” paparnya. Sesuai jadwal yang diatur KPU Trenggalek, pemasangan alat peraga kampanye hanya boleh dilakukan selama masa kampanye, yakni terhitung mulai tanggal 16 Mei hingga 29 Mei atau tiga hari sebelum pemilihan berlangsung.(kpud/hab)


Read more..

Trenggalek : Hasil UN Diumumkan, SMAN 1 Pule Pecahkan Rekor Tidak Lulus 100%



Drs. Abdu Mansur,Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek


Trenggalek (prigibeach.com) - Hari ini, Senin, 26 April 2010, hasil Ujian Nasional tingkat SLTA serentak diumumkan di seluruh Indonesia. Ada dua parameter yang disyaratkan untuk kelulusan, jika terdapat nilai mata pelajaran yang kurang dari 4.00 dan siswa yang memiliki nilai rata-rata enam mata pelajarannya kurang dari 5.50 dipastikan harus mengulang.


Ujian Nasional (UNAS) SMA/MA dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 Se-Kabupaten Trenggalek sebanyak dari 4.059 peserta sebanyak 276 siswa dinyatakan tidak lulus. Siswa SMK paling banyak tidak lulus yakni 168 siswa dari 2.298 siswa, dan dipastikan mereka akan mengikuti ujian ulang. Sementara dari 2.037 peserta SMA/MA, 96 siswa dinyatakan tidak lulus.


Peserta ujian SMA dari jurusan IPA ada 9 siswa dinyatakan tidak lulus, yakni SMAN 1 Dongko (1 siswa), SMAN 1 Panggul (1 siswa), SMAN 1 Pule (2 siswa) dan SMAN 1 Tugu (5 siswa).


Jurusan IPS, ada sekitar 8 SMA di Trenggalek yang dipastikan akan mengikuti ujian ulang. Dari 1.209 peserta ujian 71 siswa dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah tersebut SMAN 1 Pule memegang rekor tertinggi yakni 39 siswanya harus mengikuti ujian ulang atau 100 persen peserta didiknya dinyatakan tidak lulus.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Drs. Abu Mansur, ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus akan diselenggarakan pada tanggal 10 hingga 14 Mei mendatang. "Mereka yang dinyatakan tidak lulus hanya akan mengikuti ujian ulangan untuk mata pelajaran yang nilainya kurang dari standar kelulusan, misalnya tidak lulus Bahasa Indonesia maka yang diulang hanya Bahasa Indonesia", jelasnya pada wartawan.


Kemudian untuk teknisnya seperti tempat penyelenggaraan ujian ulang, juga telah ditentukan. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan melalui Kabid SMP/SM, Drs. Suwatno, SMAN 2 Trenggalek menjadi prioritas pilihan yang akan ditunjuk menjadi tempat pelaksanaan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus. Dengan pertimbangan lokasi sekolah itu mudah dijangkau dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Trenggalek seperti Kecamatan Pogalan dan Kecamatan Trenggalek menjadi alasan utama terpilihnya sekolah tersebut.


"Sementara beberapa daerah yang jauh dari Trenggalek seperti Pule, Dongko dan Munjungan, masih akan kami bicarakan besok kamis," ujar Drs. Suwatno.


Untuk tahun ini, nilai tertinggi baik dari jurusan IPA dan IPS diraih oleh siswa dari SMAN 1 Trenggalek. Kedua siswa tersebut yakni Yenise Novitasari dengan nilai 55.00 dari enam mata pelajaran IPA dan Praditya Wicaksono dengan nilai 52,20 dengan 7 mata pelajaran yang diujikan dari jurusan IPS. Nilai tertinggi untuk SMK berhasil diraih oleh Agung Cahyono dari SMKN 1 Pogalan dengan nilai 45,39.(Hab)



Read more..

Senyumlah agar Panjang Umur

Ilustrasi tersenyum

Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama.

Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup.

Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua. Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier.

Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman. Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).

Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan, 184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori "tanpa senyum" hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun.

Di antara kelompok "senyum parsial', harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang senyumnya paling lebar memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang "jarang senyum".

Riset juga menemukan bahwa "senyuman palsu" tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles.

Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut.

Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur!

(Sumber : Kompas-kesehatan)


Read more..

Sutarman, Kandidat Cabup Independen Serahkan KTP Dukungan



Trenggalek (prigibeach.com) - Mantan Komandan Kodim (Dandim) 0806 Trenggalek Letkol Inf. (Purn) Sutarman, Selasa, tadi siang, menyerahkan sekitar 11 ribu lembar salinan KTP dukungan untuk memuluskan pencalonannya sebagai Bupati Trenggalek melalui jalur independen.

Seluruh berkas disampaikan langsung ke sekretariat KPU setempat dalam dua tahap. Pertama dilakukan Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyerahkan lampiran berkas dukungan sebanyak 4.700 salinan KTP. Sisanya yang berjumlah 6.700 salinan KTP diserahkan sekitar pukul 14.00 WIB.

"Penyerahan kekurangan berkas dukungan sebagaimana dipersyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini merupakan bukti komitmen saya bersama Pak Rahmad untuk tetap maju dalam Pilkada Trenggalek melalui jalur independen," kata Sutarman.

Dia optimistis bakal lolos verifikasi akhir yang akan dilakukan KPU, Jumat (16/4) mendatang. Selain telah memenuhi syarat kekurangan minimal sebanyak 9.011 suara, dia bersama tim suksesnya telah melampirkan salinan KTP untuk dukungan cadangan sekitar 3.000 lembar.

"Kelebihan dukungan itu untuk mengantisipasi jika masih ada fotokopi KTP yang dinyatakan tidak lolos oleh KPU," kata purnawirawan TNI-AD asal Porong, Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Meski begitu, Sutarman mengaku tidak ingin memaksakan diri. Seandainya hasil verifikasi akhir KPU tidak meloloskan dirinya untuk maju Pilkada Trenggalek pada 2 Juni mendatang, Sutarman mengaku menerima keputusan itu. "Kami `positif thinking` saja kepada KPU," katanya menuturkan.

Pencalonan Sutarman bersama pengusaha lokal Trenggalek Rahmad Purwadi melalui jalur independen sempat terganjal, karena data pendukungnya dianggap bermasalah oleh KPUD.

Meski mendapat banyak dukungan dari sebagian masyarakat pedesaan di Kabupaten Trenggalek, lampiran sebanyak 33 ribu salinan KTP dukungan yang diserahkan ke sekretariat KPU sejak 26 Maret lalu, tidak sepenuhnya lolos uji verifikasi faktual. Ada sekitar 10.011 dukungan yang dinyatakan tidak lolos verifikasi.

Akibatnya, jumlah dukungan untuk pencalonannya merosot tajam menjadi tinggal sekitar 23 ribu suara. Jumlah itu jauh lebih sedikit bila dibanding syarat minimal dukungan yang ditetapkan KPU Kabupaten Trenggalek, yakni 31.463 suara.

"Kami tidak ingin mempermasalahkan apa yang sudah diputuskan KPU. Kami realistis saja, yang penting sekarang kami sudah berupaya untuk membenahi sisa kekurangan dukungan tersebut berikut cadangan dukungannya," kata Imam Tulus, anggota Tim Sukses Sutarman-Rahmad Purwadi.

Read more..

Trenggalek : Bukit Longsor, Jalur Trenggalek - Pacitan Terputus



Trenggalek (prigibeach.com) - Jalur utama Trenggalek-Pacitan terputus karena tertutup material tanah dan batu sepanjang 30 meter, Senin (11/4). Material tanah serta batu merupakan longsoran tebing jalan akibat hujan yang terus turun dalam sepekan terakhir ini. Kendaraan besar seperti bus dan truk tertahan sementara kendaraan kecil dialihkan melewati jalan perkampungan.

Menurut warga, longsor awalnya terjadi di sekitar tebing cukup kecil. Setelah petugas Dinas Pekerjaan Umum setempat melakukan pembersihan justru tebing setinggi 70 meter di atasnya longsor hingga menutup akses jalan. Sejumlah kendaraan besar terjebak dan harus menunggu hingga jalan bisa dilalui.

"Sudah dua jam antre menunggu pembersihan longsoran," kata seorang sopir.

Menghindari kemacetan panjang, sejumlah warga berinisiatif memberikan jalur alternatif melalui perkampungan untuk kendaraan kecil baik motor maupun mobil angkutan pedesaan. Sementara sejumlah tangki pengangkut bahan bakar minyak untuk Panggul dan Pacitan juga tertahan. Petugas masih melakukan pembersihan material longsoran menggunakan alat berat.

Keadaan tak jauh berbeda juga terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Ahad dini hari tadi, memicu terjadinya tanah longsor. Peristiwa tersebut membuat satu rumah warga rusak, dan jaringan listrik putus akibat tersambar petir.

(Sumber : Liputan6.com/sctv)


Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts