> Bingkisan Lebaran Untuk Abang Becak | Prigibeach Trenggalek

Bingkisan Lebaran Untuk Abang Becak



Trenggalek, PrigiBeach

Kemarin pagi, ratusan tukang becak telah mengantri di halaman kantor PKK Kabupaten Trenggalek. Mereka membawa selembar kupon dari Panitia yang dibentuk Pemerintah Kabupaten awal Bulan Ramadhan. Dengan kupon itu, mereka berhak menerima bingkisan Lebaran dari Pemkab melalui PKK Trenggalek. Menurut, Drs. H. Muhti Ahmadi, Kabag Kesra Trenggalek, kegiatan ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2001.

Para abang becak ini dengan wajah sumringah, sabar mengantri. Apalagi dengan penjagaan pihak Satpol PP dan Satuan Polres Trenggalek yang ketat, mereka harus menunggu giliran hingga kesempatannya tiba untuk dilayani oleh ibu-ibu cantik. Satuan keamanan disiapkan oleh Panitia untuk mengantisipasi kericuhan yang mungkin akan terjadi akibat berjubelnya abang becak, sekalipun Panitia sudah menetapkan jumlah penerima bingkisan dan siapa saja yang berhak sejak 7 hari sebelum hari pembagian.

Kupon jatah bingkisan lebaran dibagikan oleh Panitia melalui kelompok tukang becak di pelosok kota Trenggalek. Tiap kelompok terdiri dari 10 orang, dan tahun ini Panitia menyiapkan 1.000 kupon. “Tahun lalu kami membagikan 800 kupon, sekarang bertambah 200 menjadi 1.000 kupon. Setiap tahun jumlah tukang becak di kota ini bertambah, dan kami tidak bisa memastikan banyaknya. Oleh sebab itu, meskipun kupon yang kami berikan 1.000 lembar, bingkisan cadangan juga kami siapkan sebanyak 100 buah, ini untuk mereka yang belum terdaftar atau tidak kebagian kupon,” kata Drs. H. Muhti Ahmadi.

Menurut pengamatan PrigiBeach, mereka yang datang membawa kupon ada puluhan orang yang bukan tukang becak sungguhan, melainkan tukang becak “pacak-an” (menyamar/red). Mereka itu adalah kenalan dekat para ketua kelompok atau keluarga mereka sendiri. Ini dapat dilihat dari kedatangan mereka yang membawa becak sama dengan milik temannya yang sudah mendapatkan jatah, juga sesuai keterangan dari beberapa orang tukang becak lainnya. “Biasa, Mas, ketua kelompok kadang ada yang nakal. Sehingga tukang becak beneran seperti saya ini gak dapat jatah kupon dengan alasan sudah habis. Untungnya oleh ibu-ibu tadi saya bertiga masih tetap diberi,” kata Dipo, tukang becak asal Ndarang Tamanan tapi biasa mangkal di Terminal Bus. Dia tahu kalau ada “lebaran Bupati” dikabari temannya tadi pagi. Bingkisan lebaran yang diperlihatkan Dipo nilainya setara Rp.50 ribu dirupakan kain sarung, gula, teh dan kecap Sementara mereka yang tidak kebagian jatah karena sudah habis terpaksa pulang dengan nelangsa. Pukul 11.15 WIB kantor PKK ditutup dan ibu-ibu yang melayani sudah pulang.(Haz)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.