> TKI Trenggalek Sumbang Devisa Rp. 7,8 M | Prigibeach Trenggalek

TKI Trenggalek Sumbang Devisa Rp. 7,8 M



Foto : H. Soeharto, Bupati Trenggalek dan Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat

Trenggalek, PrigiBeach

Sabtu, (12/9) Bupati H. Soeharto menerima kunjungan tim Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, dalam rangka Safari Ramadhan Ke-2 . Kesempatan silaturrakhmi ini dimanfaatkan oleh Bupati untuk menyampaikan harapan dan program Pemkab terkait masalah TKI. Soeharto bertekad untuk meningkatkan skill dan ketrampilan Tenaga Kerja Indonesia asal Kabupaten Trenggalek sehingga daerah ini lebih banyak menempatkan TKI skill dan ketrampilan, bukan melulu TKI sektor Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

“Peningkatan penempatan TKI formal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemasukan bagi pemeritah daerah tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Trenggalek. Saya berharap lulusan Sekolah Perawat bisa bekerja ke luar negeri,” pinta Bupati Trenggalek H. Soeharto. Menurut Bupati, dari animo warga Trenggalek untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi sampai saat ini tercatat jumlah TKI Trenggalek mencapai 2.472 orang, yang tersebar di delapan negara. Sedang Calon TKI yang kini mendaftarkan keberangkatan sebanyak 3.114 orang.

“50 Persen TKI Trenggalek menjadi TKI Penata Laksana Rumat Tangga (PLRT), 20 persen operator pabrik, 20 persen tukang kebun dan 10 persen jasa toko dan restaurant,” papar Bupati. Dari 2.472 TKI Trenggalek, kata H. Soeharto, remitansi tahun 2008 yang masuk menurut laporan Bank Indonesia mencapai Rp7,5 miliar.

Kepada Kepala BNP2TKI, Bupati berharap ada peningkatan penempatan TKI formal di masa mendatang. Apalagi di daerahnya kini terdapat 34.958 usia kerja yang masih menganggur. “Kami juga berharap lulusan Akademi Perawat di Trenggalek bisa bekerja di luar negeri,” kata H. Soeharto.

Menanggapi harapan Bupati Trenggalek, Moh Jumhur Hidayat , Kepala BNP2TKI mengatakan bahwa penempatan TKI formal memang merupakan prioritas badan yang dipimpinnya selama ini. Bahkan komitmen itu telah dicanangkan tahun 2009 ini sebagai tahunnya penempatan TKI formal. BNP2TKI telah membuka pasar kerja di banyak negara, baik negara tradisional, yaitu Timur Tengah Saudi dan Malaysia, maupun negara-negara baru seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada dan Eropa. Oleh sebab itu, Jumhur berharap calon TKI asal Trenggalek supaya membekali diri dengan Bahasa Inggris yang baik.

Menjawab pertanyaan Suhardi, Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) Trenggalek, Jumhur mengatakan bahwa soal maraknya pemalsuan dokumen TKI seperti Kartu Tanda Penduduk, dan Kop Surat Kecamatan sudah merupakan persoalan di banyak daerah embarkasi TKI. “Selama kita belum mempunyai Standar Nasional Identitas Kependudukan (SIAK), maka pemalsuan dokumen akan terus berlangsung,” paparnya. Jumhur berharap program SIAK ini bisa berhasil dilakukan di tahun 2011, sehingga bisa mengatasi pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh para calo atau sponsor TKI selama ini.(Haz)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.