> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label PIlbup 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PIlbup 2010. Tampilkan semua postingan

MK Dipastikan Pimpin Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Mulyadi WR-Kholiq (MK), sebagai peraih suara terbanyak dalam pilkada pada 2 Juni 2010.

Penetapan dilakukan setelah melalui proses rekapitulasi suara secara menyeluruh oleh KPU Kabupaten Trenggalek, Sabtu (5/5). Pasangan calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meraih 174.566 suara atau sekitar 54,36 persen.

Sementara itu, pasangan calon dari jalur independent Mahsun Ismail-Joko Irianto (Mahir), menduduki peringkat kedua dengan meraup 74.611 suara (23,23 persen). Disusul pasangan Suharto-Samsuri (Harsam) dari koalisi sembilan partai politik di parlemen yang hanya memperoleh 71.818 suara (22,36 persen).

"Hasil penghitungan suara pilkada ini bersifat final dan akan kami gunakan sebagai acuan untuk menetapkan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih," kata Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Patna Sunu. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan KPU Kabupaten Trenggalek Nomor 81 Tahun 2010 yang ditandatangani lima anggota KPU, Panwas Pilkada, dan masing-masing saksi pasangan calon.

Proses penghitungan suara yang digelar secara terbuka di aula sebuah hotel di Trenggalek itu, berlangsung tertib dan aman. Nyaris tidak ada interupsi, baik dari perwakilan saksi tim pemenangan Mulyadi-Kholiq, maupun dari dua perwakilan tim pemenangan pasangan calon lain yang kalah, dalam penghitungan itu.

"Kami sebenarnya sempat menyayangkan proses penghitungan ulang yang tanpa disertai bukti surat suara. Namun kami tak ingin mempermasalahkan karena hasil rekapitulasi ini sudah benar, tidak beda jauh dengan hasil rekapitulasi kami," papar perwakilan saksi pasangan Suharto-Samsuri.

Hal senada juga disampaikan kubu Mahsun Ismail-Joko Irianto. Melalui sekretaris tim pemenangannya, Mahdi Haris, Mahsun menyatakan menerima seluruh hasil rekapitulasi akhir yang dilakukan KPU.

"Setelah penetapan hasil penghitungan suara ini, KPU memberi kesempatan tiga hari kepada masing-masing pasangan calon, jika ingin mengajukan gugatan pilkada ke MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Sunu.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada pasangan calon yang melayangkan gugatan pilkada, lanjut Sunu maka KPU akan langsung melakukan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Sebaliknya, jika ada kubu pasangan calon yang menggugat maka KPU akan memberi waktu tambahan selama 14 hari hingga putusan MK atas gugatan pilkada keluar.

Sebagaimana hasil rekapitulasi akhir KPU tersebut, konfigurasi perolehan suara antara pasangan Mulyadi-Kholiq, Mahsun Ismail-Joko Irianto, dan Suharto-Samsuri di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek nyaris sama dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Mulyadi yang dikalahkan Suharto dalam Pilkada 2005 itu unggul di semua kecamatan dengan perolehan suara siginifikan dalam Pilkada 2010. Di Kecamatan Trenggalek yang semula diprediksi menjadi ladang suara Bupati Suharto, justru dimenangkan Mulyadi-Kholiq dengan 14.767 suara. Suharto-Samsuri hanya meraup 10.178 suara, sedangkan Mahsun-Joko dengan 7.122 suara. Padahal, di TPS 6 Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek, tempat Mulyadi mencoblos, Mahsun-Joko justru unggul.

Bupati Trenggalek periode 2000-2005 yang pada Pilkada 2010 berpasangan dengan Ketua DPC PKB Trenggalek, Kholiq, itu di TPS 6 hanya meraup 133 suara, sedangkan Mahsun-Joko mampu mendulang 144 suara. Meskipun demikian, Mulyadi-Kholiq berjaya di kecamatan yang sebelumnya dikenal sebagai basis massa Suharto-Samsuri dan Mahsun-Joko, seperti di Durenan, Watulimo, Pule, dan Munjungan. Perolehan suara Mulyadi-Kholiq bahkan selalu berada di atas angka 10 ribu, sementara dua kompetitornya selalu di bawah angka tersebut.

Bahkan di beberapa kecamatan lainnya suara dua pasangan tersebut tidak mencapai sepertiga suara Mulyadi-Kholiq, kecuali di Kecamatan Watulimo Suharto-Samsuri sempat memberikan perlawanan sengit. Di tempat kelahiran Cawabup Samsuri itu, pasangan Suharto-Samsuri mendapat dukungan hingga 11.690 suara. Namun jumlah itu masih berada di bawah perolehan Mulyadi-Kholiq dengan 14.702 suara.

Secara keseluruhan, dari total 336.069 surat suara yang direkapitulasi, terdapat 321.085 surat suara dinyatakan sah, selebihnya 14.984 surat suara tidak sah. "Sementara tingkat ketidakhadiran pemilih dalam Pilkada 2010 sekitar 39 persen," kata Sunu menambahkan. (kompas/haz)
Read more..

Pasangan MK Menang Telak
















Pasangan Mulyadi WR dan Kholik dalam pemilukada Rabu, 2 Juni 2010, menurut hitungan sementara dari KPUD berhasil keluar sebagai pemenang. Sampai dengan pukul 20.00 (WIB) dari jumlah pemilih 573.197 suara, dengan total TPS 1.413, diperoleh data kehadiran pemilih sebesar 327.988 atau 57,22%. Suara sah 316.077, tidak sah 11.911 (3,63%).


Kubu pasangan Nomor urut 1 H. Soeharto-H.Samsuri (Harsam) memperoleh 70.998 suara (21,65), pasangan Nomor urut 2 Mahsun Ismail-Joko Irianto (Mahir) mendapatkan 72.633 suara (22,15%), sedangkan pasangan Nomor urut 3 Dr. Ir.Mulyadi WR, MMT-Kholik,SH,M.Si, (MK) berhasil meraup 172.446 suara atau (52,58%)

Pasangan Mulyadi-Kholik yang dijagokan PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa mengklaim sudah menguasai Trenggalek lewat pemilihan calon bupati dan wakil bupati kali ini. Tim kampanye Mulyadi di kantor PDIP Trenggalek membeberkan hasil perhitungan mereka, ketika masih pukul 18.00, sudah 750 tempat pemungutan suara atau TPS dari 1.413 TPS di Trenggalek yang datanya masuk ke sistem penghitungan cepat.

Total pemilih mencapai 573.197 jiwa yang tersebar di 157 desa/kelurahan dalam 14 kecamatan. Dari 750 TPS itu, total suara sah yang dihimpun mencapai 220.180 suara dari total daftar pemilih di seluruh Kabupaten Trenggalek yang mencapai 573.197 orang.

Pasangan calon Mulyadi-Kholik mengklaim mendapatkan suara sebanyak 89.960 atau sekitar 54 persen dari suara sah. Pasangan ini sempat menghadirkan Wakil Bupati Tangerang, Rano Karno, saat musim kampanye. Rano juga berkuasa berkat sokongan PDIP.


Read more..

Trenggalek : Partisipan Cabup batal - Sekretariat Dewan Akui Kurang Setuju

Tunggu komitmen Cabup: Sucipto (kiri) dan Slamet (doc.Ra-Tu)














Trenggalek (prigibeach.com) - Surat dari DPRD Trenggalek yang meminta dana partisipasi dari tiga calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup), yang nilainya masing-masing Rp 57 juta, kemarin (14/5) dibatalkan dengan berbagai alasan. Sekretaris DPRD Trenggalek Mahfud Efendi mengaku, surat permintaan dana partisipan dibatalkan karena alasan utama soal keamanan dan ketersediaan biaya. Lanjut Mahfud, memang awalnya penarikan dana itu karena dalam kampanye mengundang masa lebih banyak. Rencananya, kampanye perdana masing-masing calon diperkenankan membawa 500 pendukung sehingga total undangan ada dua ribu orang.

Dengan adanya massa ribuan, maka dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Konflik antarpendukung kan rawan," terangnya. Selain itu, dengan mendatangkan ribuan orang, dana yang dibutuhkan juga banyak. Termasuk untuk konsumsi, cetak undangan, publikasi dan lainnya. Pertimbangan lain, kata Mahfud, daya tampung gedung dewan sendiri tidak cukup. Juga tingkat keefektifan penyampaian visi misi dari masing-masing calon belum tentu bisa tersampaikan ke seluruh masyarakat Trenggalek.

Sebagai gantinya, acara paripurna dengan agenda penyampaian visi misi masing-masing cabup dan cawabup pada Minggu (16/5), dengan berbagai pertimbangan tersebut akhirnya hanya mengundang 600 orang. Dan acara tersebut menggunakan dana pos anggaran kesekretariatan DPRD Trenggalek sebesar Rp 15 juta. Dia menjelaskan, keputusan meminta uang partisipan dari masing-masing calon sebenarnya mengacu pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Trenggalek 2005. Dimana masing-masing calon juga dimintai dana partisipan.

Namun untuk jumlahnya dia tidak mengetahui secara persis. Lantas bagaimana prosedur pembatalan surat permintaan itu? Dia menegaskan, akan menyerahkan kepada Ketua DPRD Trenggalek, langkah apa yang akan diambil. "Karena dari semula kami memang tidak setuju dengan surat tersebut,"tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek Akbar Abbas ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin sekitar pukul 10.00, tidak berada di tempat. "Hari ini memang belum kelihatan," ujar salah satu pegawai DPRD Trenggalek.

Begitu pula ketika dihubungi ke nomor selulernya, tidak ada jawaban hanya terdengar nada sambung. Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Trenggalek mengirim surat ke masing-masing cabup dan cawabup yang ditandatangani Ketua DPRD Trenggalek, Akbar Abbas. Surat dengan nomor 900/682/406.046/2010 itu tentang rencana anggaran biaya kampanye pertama sebesar Rp 57 juta untuk keperluan konsumsi, transportasi, publikasi, serta lainnya.(Ra-Tu/haz)

Read more..

Sutarman, Kandidat Cabup Independen Serahkan KTP Dukungan



Trenggalek (prigibeach.com) - Mantan Komandan Kodim (Dandim) 0806 Trenggalek Letkol Inf. (Purn) Sutarman, Selasa, tadi siang, menyerahkan sekitar 11 ribu lembar salinan KTP dukungan untuk memuluskan pencalonannya sebagai Bupati Trenggalek melalui jalur independen.

Seluruh berkas disampaikan langsung ke sekretariat KPU setempat dalam dua tahap. Pertama dilakukan Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB dengan menyerahkan lampiran berkas dukungan sebanyak 4.700 salinan KTP. Sisanya yang berjumlah 6.700 salinan KTP diserahkan sekitar pukul 14.00 WIB.

"Penyerahan kekurangan berkas dukungan sebagaimana dipersyaratkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini merupakan bukti komitmen saya bersama Pak Rahmad untuk tetap maju dalam Pilkada Trenggalek melalui jalur independen," kata Sutarman.

Dia optimistis bakal lolos verifikasi akhir yang akan dilakukan KPU, Jumat (16/4) mendatang. Selain telah memenuhi syarat kekurangan minimal sebanyak 9.011 suara, dia bersama tim suksesnya telah melampirkan salinan KTP untuk dukungan cadangan sekitar 3.000 lembar.

"Kelebihan dukungan itu untuk mengantisipasi jika masih ada fotokopi KTP yang dinyatakan tidak lolos oleh KPU," kata purnawirawan TNI-AD asal Porong, Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Meski begitu, Sutarman mengaku tidak ingin memaksakan diri. Seandainya hasil verifikasi akhir KPU tidak meloloskan dirinya untuk maju Pilkada Trenggalek pada 2 Juni mendatang, Sutarman mengaku menerima keputusan itu. "Kami `positif thinking` saja kepada KPU," katanya menuturkan.

Pencalonan Sutarman bersama pengusaha lokal Trenggalek Rahmad Purwadi melalui jalur independen sempat terganjal, karena data pendukungnya dianggap bermasalah oleh KPUD.

Meski mendapat banyak dukungan dari sebagian masyarakat pedesaan di Kabupaten Trenggalek, lampiran sebanyak 33 ribu salinan KTP dukungan yang diserahkan ke sekretariat KPU sejak 26 Maret lalu, tidak sepenuhnya lolos uji verifikasi faktual. Ada sekitar 10.011 dukungan yang dinyatakan tidak lolos verifikasi.

Akibatnya, jumlah dukungan untuk pencalonannya merosot tajam menjadi tinggal sekitar 23 ribu suara. Jumlah itu jauh lebih sedikit bila dibanding syarat minimal dukungan yang ditetapkan KPU Kabupaten Trenggalek, yakni 31.463 suara.

"Kami tidak ingin mempermasalahkan apa yang sudah diputuskan KPU. Kami realistis saja, yang penting sekarang kami sudah berupaya untuk membenahi sisa kekurangan dukungan tersebut berikut cadangan dukungannya," kata Imam Tulus, anggota Tim Sukses Sutarman-Rahmad Purwadi.

Read more..

Jelang Pilkada : Warna-warni Baliho H. Soeharto Sang Incumbent (Bagian 3)


Biodata Incumbent H. Soeharto

Nama : H. SOEHARTO

Tempat & Tanggal Lahir : Trenggalek, 09 Desember 1949
Alamat : Jl. Pemuda No.1 RT. 4 RW. 1 Kelurahan Surodakan Trenggalek
Telp. : 0355-794066 HP:08121104831
Email : madhepmanteb@yahoo.com

Nama Istri : Hj. Wahyu Purwantiningsih
Jumlah Anak : 4 ( empat ) Orang
  1. Retno Wulanjari Soeharto
  2. Agung Bhramanti Soeharto
  3. Bayu Swandhani Soeharto
  4. Dyah Miranti Soeharto

Riwayat Pendidikan :

  1. SR SR NEGERI 2 TRENGGALEK 1962
  2. SMP SMP NEGERI 2 MOJOKERTO 1965
  3. SMA SMA NEGERI TRENGGALEK 1969
  4. D1 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1971
  5. D2 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1976
  6. D3 PUSDIKTEL TELKOM BANDUNG 1985
  7. S1 STT TELKOM BANDUNG 1993

Riwayat Pekerjaan

  1. TELKOM SEMARANG TEKNIK SROSS 1971 - 1974
  2. SBB UJUNG PANDANG OPTEK SKSD 1976 - 1983
  3. TELKOM SCPC REPAIR CENTRE PENGENDALI SATELIT 1985- 1986
  4. TELKOM PERLENGKAPAN WILOP SKSD JAKARTA 1986- 1990
  5. TELKOM WASLAKPEM DIVPEM JAKARTA 1994 - 1995
  6. TELKOM WASLAKPEM WITELSAT JAKARTA 1996 - 1997
  7. TELKOM BIDPEMLOG DIVNET JAKARTA 1998
  8. TELKOM KALIMANTAN PROYEK DMW 1998 - 1999
  9. TELKOM SUMSEL PROYEK FIBER OPTIK 1999 - 2001
  10. TELKOM PROYEK TV CABLE JAKARTA 2001 - 2002
  11. TELKOM PROYEK FIBER OPTIC KABEL LAUT BATAM -SINGAPURA -THAILAND 2003
  12. TELKOM FUNGSIONALIS PERUSAHAAN 2003
  13. EMKAB TRENGGALEK BUPATI 2005 - 2010


Pengalaman di Organisasi

1. KORPRI PELINDUNG 2005 - 2010
2. PRAMUKA PELINDUNG 2005 - 2010
3. YAYASAN AL - HIDAYAH BOGOR KETUA 2004 - SEKARANG

Pengalaman Dalam Bidang Profesi:


1. TELKOM - 1971 - 2004 PENSIUN TAHUN 2004

Pengalaman / Keahlian Khusus :


1. SARJANA ELEKTRO / TEKNIK TELEKOMUNIKASI
2. PEMERINTAHAN


Penghargaan Yang Pernah diterima :

  1. PIAGAM MASA KERJA 15 TAHUN PT. TELKOM 1987
  2. PIAGAM MASA KERJA 20 TAHUN PT. TELKOM 1991
  3. PROJECT MERCURY TELCOM FOR UNTAC TELCOM AUSTRALIA / OTC AUSTRALIA 1993
  4. PARTISIPASI DUKUNGAN TEAM OLIMPIADE ATLANTA USA KONI PUSAT DAN CITIBANK 1996
  5. PIAGAM APRESIASI KARYA BHAKTI 30 TAHUN PT. TELKOM 2001
  6. PURNA BHAKTI PT.TELKOM 2003
  7. PIAGAM PENGHARGAAN ATAS KEPEMIMPINAN DAN KOMITMENNYA DALAM MEMANTAPKAN KEBERLANSUNGAN PROGRAM KB NASIONAL BKKBN PROVINSI JAWA TIMUR 2006
  8. PIAGAM DAN PENGANUGERAHAN PLAKAT DAERAH PAHLAWAN DEVISA MANAJEMEN GRAPARI TELKOM KEDIRI 2007
  9. TANDA PENGHARGAAN LENCANA PANCAWARSA KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA 2008
  10. "ADIBAKTI MINA BAHARI" BIDANG PESISIR UNTUK KATEGORI PEJABAT PEMBINA DARI MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN RI 2008
  11. TANDA PENGHARGAAN LENCANA DHARMA BHAKTI" KETUA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA 2008
  12. PIAGAM SEBAGAI NARASUMBER PADA SEMINAR PEMBANGUNAN PEDESAAN BAPPENAS 2009
  13. CERTIFICATE PADA SEMINAR INTEGRATED ACTION FOR IMPROVING QUALITY LIFE USAID ( RAKYAT AMERIKA ) 2009
  14. PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBICARA PADA SEMINAR "MEMAKSIMALKAN POTENSI PANGAN LOKAL SEBAGAI WUJUD KEDAULATAN PANGAN NASIONAL" IPB BOGOR 2009
  15. PIAGAM PENGHARGAAN SEBAGAI PEMBICARA PADA SEMINAR PEMBANGUNAN PEDESAAN BERBASIS KETAHANAN PANGAN BAPPENAS 2009
  16. PIAGAM PENGHARGAAN "MANGGALA KARYA BAKTI HUSADA ARUTALA" MENTERI KESEHATAN 2009
  17. PENGHARGAAN SEBAGAI "TOKOH PEDULI BUDAYA INDONESIA 2009" MENTERI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 2009

(tim prigibeach.com/adv)

Read more..

Trenggalek : Demokrasi Adalah Suara Hati Nurani Rakyat


Demokrasi Adalah Suara Hati Nurani Rakyat

Oleh : Hamzah Abdillah


Ada pola dalam ragam peristiwa sepanjang ingatan manusia yang tampaknya acak itu. Pola itulah yang kemudian membentuk hukum-hukum sejarah. Sejarah digali agar bisa berulang, atau sebaliknya agar tidak lagi pernah terjadi. Dalam kehidupan politik bangsa kita, segalanya jadi berbeda sejak Reformasi Mei 1998. Terutama setelah rakyat Indonesia bisa relatif lebih bebas untuk mengaktualisasikan dirinya, dalam korridor politik dan sosial budaya.

Rabu, 2 Juni 2010, kita akan menyelenggarakan pesta demokrasi, berupa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk menentukan sang Pemimpin, yakni Pasangan Bupati dan wakilnya. Lantas, apa sajakah pola-pola yang akan diterapkan Tim Sukses atau Parpol pengusung kandidat calon Bupati?

Suara Partai Bukan Jaminan Mutlak

Memori pemilih di daerah ini cenderung pendek, sehingga masa kurang dari 125 hari menjelang Pilkada bagi pemerintah dan partai politik merupakan fase paling krusial. Aktivitas lawan politik/pemerintah (oposisi) akan meningkat dan menjadi tren karena dipandang strategis untuk mengumpulkan modal politik bagi pilkada tersebut. Politisi akan kembali memperkuat partainya, sehingga partai menjadi faktor terpenting dalam pengambilan kebijakan publik.

Berdasarkan fakta, Partai Politik sebagai Organisasi Politik yang sudah memiliki jaringan sampai ke level akar rumput (grass root), sangat dibutuhkan oleh para kandidat. Pertama sebagai persyaratan administratif dalam UU Politik Indonesia bahwa salah satu yang berhak -disamping calon independen- mencalonkan Kepala Daerah adalah Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memiliki 15% perolehan suara atau perolehan kursi DPRD pada Pemilu legislatif.

Kedua, sebagai aset strategis dan mesin politik untuk menggerakkan dan menjalankan strategi dan program pemenangan dengan sumberdaya yang dimiliki oleh Partai seperti jaringan, SDM, citra maupun strukturnya sampai tingkat yang terbawah.

Akan tetapi mengandalkan kekuatan Partai saja belumlah cukup. Apalagi kalau menggunakan logika matematika hasil suara Partai pada Pemilu Legislatif yang lalu, untuk mengukur kemenangan pada Pilkada. Sekalipun PDI-P Trenggalek sudah berkoalisisi dengan PKB, dengan akumulasi kursi di DPRD Trenggalek sebanyak 15 berbanding 30 anggota dari partai lain, bisa saja terjadi justru Mulyadi menjadi pemenangnya. Atau mungkin akan merupakan kejutan bila tiba-tiba calon independent seperti Mahsun Ismail yang akan duduk sebagai Bupati Trenggalek periode 2010-2015!

Posisi Motivasi Partai dan Figur Sang Kandidat

Banyak faktor yang menentukan kemenangan kandidat Kepala Daerah, disamping hasil perolehan suara Partai pada Pileg/Pilpres yang lalu, efektifitas dan daya gerak sumber daya manusia Partai yang diistilahkan dengan mesin politik partai dengan Tim Suksesnya lebih menentukan. Kemudian dari itu yang sangat penting berikutnya adalah citra dan popularitas kandidat di mata pemilih, strategi marketing, strategi public relation, lama waktu kandidat memperkenalkan dirinya ketengah masyarakat, kinerja dan track recordnya selama ini, frekuensi dan kualitas penampilan kandidat di media massa, performance, kompetensi, pesona fisik maupun "aura" yang dipancarkan oleh kandidat yang mempengaruhi pasar politik yang terdiri atas tiga bagian yaitu : pemilih, kelompok berpengaruh (influencer groups) dan media massa.

Satu hal yang menjadi modal utama dari para kandidat yang sekarang ramai di bursa calon. Mulyadi WR yang diprediksi akan berpasangan dengan Samudi(saudagar sukses) adalah sosok yang pernah menjabat Bupati Trenggalek Periode 2000-2005. Mulyadi lengser dari posisinya sebagai Bupati terbukti tanpa cela/aib baik di mata hukum maupun politik dan birokrasi. Selanjutnya, kekalahan Pasangan Mulyadi dari pasangan Soeharto pada Pilbup 2005, hanya selisih beberapa digit. Itu artinya, Mulyadi sudah tenar di masyarakat, serta menjadi tokoh yang layak diusung, sebagai figur yang pantas kembali menduduki kursi kekuasaan di daerah ini.

Soeharto yang besar kemungkinan akan berpasangan dengan Cipto Wiyono (Sekkab Trenggalek), adalah Bupati Trenggalek Periode 2005-2010 alias incumbent. Masyarakat sudah mahfum siapa figur yang satu ini. Kiprahnya di blantika birokrasi dan kekuasaan memang baru menonjol tatkala dia terpilih sebagai Bupati pada Pilbup 2005 lalu. Sebelumnya, dia banyak menghabiskan masa produktifnya di luar kota sebagai seorang staf teknis di Telkom. Namun, penampilannya selama menjabat Bupati cukup "mempesona" bagi rakyat kecil utamanya di pedesaan. Tokoh kelahiran Trenggalek, 09 Desember 1949, ini disebut-sebut cukup bijaksana dan merakyat.

Mahsun Ismail yang sudah memastikan berpasangan dengan Joko Irianto (Camat Pule), adalah sosok yang humanis, seorang muslim yang sanggup bersikap netral terhadap berbagai issu-issu agamis, politik maupun organisasi. Sejak muda sudah tenar oleh kepiawaiannya dalam berorasi, berolah vokal serta berani mengambil sikap yang saat itu terbilang kontroversial dalam pandangan kiyai sepuh. Tokoh GP Anshor, berangkat dari bawah sebagai anggota Banser.

Jangan anggap enteng kandidat yang satu ini, sebab kendati PKB berkoalisasi dengan PDI-P mendukung Mulyadi WR, ada kemungkinan massa Anshor (NU dan PKB) pada akar rumput di pelosok justru tidak mematuhi keputusan elite politik/organisasinya. Terlebih lagi, selama menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek pada masa berduet dengan Mulyadi WR hingga sekarang bersama dengan incumbent H. Soeharto, terpeta jelas di mata masyarakat bahwa Mahsun Ismail sangat humanis. sosial, jujur dan transparan. Juga aktivis gerakan Pramuka, PMI dan berbagai organisasi sosial masyarakat. Bahkan semasa mudanya dulu pernah menjadi TKW di Malaysia, sehingga merupakan modal baginya untuk selalu mawas diri dan peduli pada rakyat jelata.

Selanjutnya, Sutarman -mantan Dandim Trenggalek- juga akan tampil sebagai Cabup/Cawabup. Tentang figur yang satu ini, belum banyak tahu. Saat ini para pendukung dan tim suksesnya sedang sibuk menggalang dukungan dari calon pemilih. Dia akan berangkat dengan tiket independent. Warga Trenggalek belum banyak yang mengenal, barangkali hanya di kalangan TNI/Kodim dan anggota kepolisian angkatan tua saja yang masih mengingatnya. Walapun demikian, bagi para kandidat yang disebutkan terdahulu, sebaiknya nama Sutarman juga diperhitungkan sebagai saingan yang cukup "ulet" dan bisa meraup suara pemilih cukup besar.

Strategi Kampanye dan Penjaringan Simpatisan

Pilkada kali ni, perlu diterapkan beberapa pola yang pada intinya melakukan tiga hal utama:
Pertama, menentukan isu-isu yang dinilai penting oleh segmen calon pemilih (biasanya berdasar jajak pendapat). Kedua, membuat analisis penentuan isu yang paling menguntungkan individu kontestan dan mengabaikan isu-isu persoalan lain (meski itu dalam platform partai merupakan isu sentral sekalipun). Ketiga, merekayasa citra kontestan sesuai isu persoalan yang dipilih, merancang pesan dan simbol yang diperlukan, serta merencanakan pemanfaatan media, semuanya untuk mengusahakan agar calon pemilih terfokus pada isu yang telah dilekatkan pada kontestan.

Strategi kampanye dari Tim Sukses yang diterapkan bisa beragam, namun umumnya diawali dengan analisis positioning, atau analisis "posisi pasar" partai atau kontestan, yang hasilnya kemudian dipergunakan untuk menentukan langkah strategis selanjutnya. Kontestan yang menempati posisi pasar sebagai nicher (unggul di segmen pemilih tertentu), contohnya, akan menerapkan langkah-langkah strategis hingga taktik serta teknik kampanye yang berbeda dengan kontestan yang menempati posisi sebagai market leader, challenger, dan sebagainya.

Kampanye juga bisa mengarah pada kondisi di mana rekayasa citra individu Mulyadi yang dihasilkan para champaign manager, atau pesona kandidat menjadi lebih penting daripada platform dan isu yang diperjuangkan partai.

Tim Sukses dan Pola Kampanye

Bagi para kandidat yang ada, bisa difigurkan dalam kemasan seorang pahlawan dari masa lalunya. Semuanya dimungkinkan oleh penerapan strategi, taktik, dan teknik komunikasi pemasaran yang sistematis dan rasional. Kreativitas, ide dan karya-karyanya maupun kearifan serta kebijaksanaan masing-masing tatkala menjabat pimpinan Trenggalek hingga menjadi tokoh birokrasi di tingkat propinsi atau sewaktu menjabat sebagai motor dalam berbagai organisasi, adalah umpan paling efektif untuk menjaring simpatisan pemilih.

Salah satu bahan utama untuk pemenangan lainnya adalah Riset Politik. Menurut Johnson (2001), dalam sistem Pemilu yang demokratis, riset politik merupakan alat yang vital. Kandidat akan sulit memenangkan persaingan jika tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing, perilaku pemilu pemilih, segmentasi pemilih, peta wilayah dan faktor lainnya. Kampanye dan propaganda menurut kandidat semata, akan menyebabkan berpalingnya pemilih ke kontestan lain karena, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan aspirasi pemilih. Atau kalaupun kandidat mengetahui apa aspirasi pemilih, namun jika tidak mengetahui cara-cara yang tepat untuk penempatan substansi yang diinginkan, sangat mungkin akan menimbulkan mispersepsi atau pengaburan makna dari pesan yang disampaikan. Atau boleh jadi juga pesaing melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda namun lebih efektif, bisa juga dengan cara yang sama pesaing dapat menggagalkan kemenangan kita karena mereka melakukannya dengan lebih baik.

Oleh karenanya, untuk mengantisipasi kemungkinan itu Tim Sukses sang kandidat perlu melakukan riset untuk mengetahui kekuatan dan strategi pesaing. Beberapa kegunaan utama dari riset politik antara lain: pertama, untuk menyusun strategi dan taktik.

Adman Nursal (2004) mengatakan Strategi kampanye politik tanpa riset bagaikan orang buta yang berjalan tanpa tongkat. Sebaliknya riset tanpa sumber daya strategis seperti desain strategi, orang, dana dan sumber daya lainnya ibarat orang lumpuh yang memahami jalan dan peta akan tetapi tidak memiliki kendaraan untuk menuju tempat yang diinginkannya. Kedua, riset untuk memonitor hasil penerapan strategi. Implementasi sebuah strategi, akan menimbulkan respon dari pesaing. Reaksi para pemilih perlu diketahui untuk menerapkan strategi berikutnya. Riset monitor politik berorientasi pada tindakan dan reaksi terhadap kondisi saat ini. Jika hasil riset adalah begini, maka apa tindakan yang akan dilakukan.

Salah satu metode riset yang paling populer adalah dengan poling atau survei. Menurut Kavanagh bahwa penyelenggaraan polling memberi input informasi yang relevan untuk membuat strategi marketing politik, diantaranya adalah : membangun citra, menyusun kebijakan, tracking atau memantau kelemahan dan kekuatannya dari waktu ke waktu dan menetapkan pemilih sasaran yang berdasarkan karakter tertentu yang menjadi targetnya. Menurut Shea dan Burton (2001), kita perlu melakukan riset terhadap profil data pesaing. Riset mengenai data pesaing sangat bermanfaat dalam menyusun strategi marketing politik. Riset yang dilakukan adalah untuk memperkirakan apa yang ditawarkan pesaing untuk masa depan (evaluasi prospektif) dan bagaimana reputasinya dimasa silam (evaluasi introspektif).

Pemanfaatan Jaringan Pertemanan dan Media Informasi

Dewasa ini jaringan facebook, twitter, media massa cetak maupun elektronik juga menjadi senjata yang sangat produktif untuk menangguk suara pemilih. Oleh sebab itu, kandidat dan pasangannya (cawabup) sebaiknya senantiasa aktif berkecumpung di dunia ini. Suatu keuntungan besar bila ternyata Mulyadi dan Mahsun Ismail bersama istri masing-masing ternyata sudah memiliki account facebook atau acount twitter, bahkan mungkin juga YM (yahoo massenger) dan lainnya.

Akan lebih mudah lagi bila pasangan ini memiliki web blog/situs pribadi untuk mensosialisasikan aktulitasnya di mata para netter. Serta secara berkala senantiasa mengekspos figur kandidat kita di media cetak maupun elektronik hingga menjelang hari "H".

Politik Uang dan Pembunuhan Karakter

Kesiapan dan kemauan kandidat kita untuk menerapkan hasil riset yang dilakukan Tim Sukses hendaknya bersinergi. Kandidat dan Tim Sukses sangatlah arif dan bijaksana apabila melakukan cara-cara kampanye dan pemenangan dengan langkah-langkah yang cerdas, dan bukan dengan membodohi pemilih melalui cara-cara yang tidak mendidik seperti menyogok pemilih dengan uang (money politics).

Atau dengan politik yang kotor seperti melakukan fitnah terlebih yang menjurus pada pembunuhnan karakter terhadap pesaingnya. Sebaliknya mengungkapkan track record negatif/jelek pesaing dalam artian sebenarnya supaya menjadi bahan pertimbangan publik boleh saja sebagai alat kontrol sosial.

Politik uang bukan cara yang halal, bahkan sangat menjijikkan dalam sebuah pertarungan demi meraih tampuk kekuasaan. Pembunuhan karakter adalah fitnah yang akan berujung pada kasus hukum bila kemudian diangkat oleh lawan politik yang dihujat. Passtinya, kedua cara tersebut, sangat tidak mendidik bahkan mengancam dinamika politik dan eksistensi demokrasi di daerah Trenggalek.

Inti dari obrolan Cah Nggalek ini, adalah menghimbau agar semua kandidat yang akan maju dalam pemilihan bupati tanggal 2 Juni 2010 nanti, agar bersikap arif, bertindak bijaksana dengan mengedepankan nasib masyarakat Trenggalek untuk jangka panjang. Marilah kita junjung tinggi hukum, peraturan dan perundang-undangan. Demokrasi bukan alat untuk merebut kekuasaan semata, namun di dalam demokrasi ada suara hati nurani rakyat yang bercita-cita untuk menyongsong hari depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Demokrasi untuk mencerdaskan rakyat demi mencapai kehidupan yang sejahtera lahir dan bathin.



Read more..

Trenggalek/Pilkada 2010 : Warna-warni Baliho H. Soeharto Sang Incumbent (Bagian 2)





Sementara itu, sesuai dengan visi misinya saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati di PDI-P maupun di PKB beberapa waktu lalu, H. Soeharto menunjukkan antusiasmenya untuk kembali memimpin Trenggalek.

"Saya sangat antusias dan berniat dengan sungguh-sungguh untuk kembali mengabdikan diri bagi kesinambungan pembangunan di daerah ini. Masa lima tahun terasa singkat bagi saya untuk mewujudkan berbagai program yang mungkin masih belum maksimal," katanya saat diwawancarai tim khusus prigibeach.com.


"Mewujudkan masyarakat Trenggalek yang sejahtera lahir bathin bukanlah hal yang begitu saja bisa terlaksana. Banyak faktor internal maupun eksternal, teknis maupun administratif serta benturan kepentingan lain yang mendesak, sehingga capaian target belum sesuai dalam beberapa indikator"tambahnya.


Visinya ke depan adalah terwujudnya Pelayanan Prima di segala Bidang sendi kehidupan masyarakat Kabupaten Trenggalek demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang semakin mandiri & maju bertumpu pada kemampuan sendiri serta berlandaskan Iman dan Taqwa.


Selama lima tahun ini, kebijakan yang dia usung antara lain meningkatkan penyediaan berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan ekonomi pedesaan, seperti sarana dan prasarana berupa jalan, pasar tradisional, fasilitas agrobis dan kemudahan pemberian kredit modal usaha kelas bawah melalu berbagai lembaga dengan dukungan dana dari APBN maupun APBD dan hibah dari lembaga ekonomi internasional seperti Bank Dunia, dll.(bersambung)

(tim prigibeach.com/adv)

Read more..

Trenggalek/Pilkada 2010 : Warna-warni Baliho H. Soeharto - Sang Incumbent (Bagian 1)








Trenggalek (prigibeach.com) - Wajah Calon Bupati H. Soeharto dan para tokoh / partai pendukungnya maupun kalimat yang tertulis di baliho tersebut tidak berubah, alias sama. Tapi latar belakang foto H. Soeharto yang berubah, apakah ini mengandung makna? Menurut para pendukung Calon Bupati ini, warna-warni yang menjadi background foto H. Soeharto adalah lambang bahwa incumbent H. Soeharto siap melayani segala lapisan masyarakat Trenggalek.

"Bila H. Soeharto terpilih kembali jadi Bupati Trenggalek, beliau akan mengabdi bagi semua golongan dan semua lapisan masyarakat. Termasuk juga untuk bersikap adil dan bijak walaupun kepada warga yang tidak memilih dirinya," ujar salah seorang tokoh partai Golkar yang enggan disebutkan namanya.(bersambung)

(tim prigibeach.com/adv)


Read more..

Trenggalek : Partai Demokrat Selektif Dalam Pencalonan Kandidat Cabup/Cawabup 2010


Trenggalek (prigibeach.com) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, rencananya akan melakukan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Trenggalek maksimal hingga awal Januari 2010.

"Akhir bulan ini rumusan mekanisme penjaringan masih akan kami bahas dulu dengan Tim 9," kata Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Titis Handoyo, pekan lalu.


Rapat internal Partai Demokrat membahas persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Trenggalek sejauh ini memang belum pernah dilakukan.


Titis beralasan, selain menunggu tahapan pelaksanaan pilkada yang masih sebulan lagi (sekitar Januari 2009), rapat internal bersama Tim Sembilan harus menunggu kedatangan Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek Lamudji yang masih perjalanan pulang dari Tanah Suci, Mekkah.


Meski terkesan mepet dengan jadwal pilkada, Titis memastikan hal itu tidak akan menjadi masalah. Sebab, proses penjaringan nama calon atau pasangan calon dari Partai Demokrat rencananya tidak akan dilakukan dalam tempo lama.


"Paling lama seminggu. Hasilnya bagaimana nanti akan kami sampaikan ke pengurus pusat," kata Bobot, salah satu anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat,.


Siapa yang akhirnya menjadi calon yang akan diajukan dalam Pilkada 2010, Bobot mengatakan semua kewenangan itu ada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat.


DPC Partai Demokrat melalui Tim 9 dalam konteks Pilkada Trenggalek 2010 hanya sebatas melakukan proses penjaringan, memberi rekomendasi calon yang memenuhi kriteria serta memiliki popularitas baik di masyarakat Trenggalek.


"Siapapun yang mendapat rekomendasi dari pusat, itu yang akan kami dukung," kata Bobot seperti dikutip Antara.


Lalu siapa saja nama-nama kandidat yang selama ini telah melakukan pendekatan atau komunikasi politik dengan partai pemenang Pemilu 2009 ini? Baik Titis maupun Bobot enggan menyebutnya secara spesifik.


Kedua pengurus partai berlambang segitiga berlian ini hanya mengisyarakatkan bahwa ada salah satu kandidat yang selama ini santer dibicarakan masyarakat, yakni mantan Bupati Trenggalek periode 1999-2004, Moelyadi.


Sementara itu, Lamudji, Ketua PD Trenggalek yang baru saja pulang dari Tanah Suci, mengatakan pihaknya akan membuka pintu seluas-luasnya kepada warga Trenggalek yang berminat untuk mencalonkan diri.


"Kendati demikian, kami akan senantiasa bersikap selektif dan hati-hati, sebab kandidat Cabum/Wacabup yang kami usung harus memenuhi beberapa kriteria sesuai dengan visi dan misi partai kami. Serta, kami tidak ingin kandidat dari partai kami nantinya dikalahkan oleh calon yang lain dalam Pilbup," katanya, Minggu (27/12) saat dihubungi.


Read more..

Trenggalek : Dua Bakal Calon Bupati Ditetapkan PDI-P


































(1) Tim Penjaringan dan Verifikasi menunjukkan SK Bacabup/Bacawabup yang lolos verifikasi. (2) Bacabup yang lolos Verifikasi. (dok. prigibeach.com)

Trenggalek (prigibeach.com)
- Seluruh bakal calon bupati (balocabup) dan calon wakil bupati yang mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan rabu (23/12) mengikuti rapat kerja cabang khusus (rakercabsus), aula gedung DPC PDIP Jl. Mayjen. Sungkono 31 Trenggalek.


Hasil rapat pleno Pimpinan Cabang memutuskan dua calon bupati dan satu wakil bupati yang lolos penjaringan dari lima orang yang telah mengambil formulir. Dua calon lainnya satu dicoret karena tidak bisa memenuhi syarat adminitrasi dan satu mengundurkan diri.

"Dua calon bupati yang lolos adalah Ir.H Mulyadi WR dan H. Soeharto, sedangkan untuk calon wakil bupati Drs.H. Mukhsin Mpd," ujar Martono Ketua Tim Penjaringan dan Verifikasi sambil menambahkan bila Drs. H. Muksim, M.Pd saat ini masih aktif menjabat sebagai Kepala SMUN Panggul.


Agenda Rakercabsus dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus 14 PAC se-Kabupaten Trenggalek, Fraksi PDIP, pengurus DPC, Perwakilan DPD Jatim, tokoh sepuh PDIP, serta seluruh badan PDIP dan undangan dari tokoh masyarakat. Raker dipimpin Sekjen DPD PDIP Jawa Timur Kusmadi itu dengan agenda penyampaian visi dan misi para bacabup Trenggalek 2010-2015.


"Visi-misi dari setiap bakal calon penting kami analisa, agar kami bisa membandingkan satu dengan lainnya, demi terjadinya sinergitas dan kesamaan visi dan misi mereka dengan kami," demikian Hamzah Abdillah salah saeorang anggota Tim Verifikasi.


Ketua DPC PDIP Trenggalek, Akbar Abbas SE.MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa visi misi yang disampaikan oleh para calon bupati dan wakil bupati dihadapan para kader PDI-P adalah untuk mencari calon bupati yang nantinya bisa pro rakyat,


"Mengingat partai PDIP identik dengan partainya wong cilik maka pada prinsipnya bakal calon bupati yang akan diusung oleh PDIP adalah calon bupati yang bisa berpihak kepada rakyat cilik serta mau berjuang untuk masyarakat Trenggalek khususnya," kata Abbas.


Soeharto Lanjutkan Perjuangan


Bakal calon Bupati H.Soeharto (incumbent) mendapat giliran pertama untuk menyampaikan visi dan misinya. Dia mengatakan bahwa dalam masa kepimpinannya selama empat tahun Trenggalek sudah banyak kemajuan serta peningkatan semisal sudah dicapaianya nilai IPM yang diatas rata-rata Jawa Timur, IHH yang masuk dalam lima besar Jawa Timur, meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dari target Rp.20 Miliar pada tahun 2005 hingga Rp. 35 miliar pada tahun 2008 serta berbagai penghargaan dari pemerintah seperti dicapainya surplus pangan pada tahun 2007.


Sedangkan misinya, mewujudkan masyarakat sejahtera berdaya saing dan mandiri, pembangunan berwawasan lingkungan, pemerintahan yang profesional. Visi dan misi H Soeharto merupakan penajaman dari visi dan misi pada 2005-2010 yakni membangun dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat trenggalek.


"Kalau nantinya kami masih dipercaya oleh rakyat kami akan terus melanjutkan program-program yang belum terselesaikan seperti terus menekan angka kemiskinan, meningkatan pendapatan masyrakat kecil, memberi kesempatan lapangan kerja dengan memberikan subsidi kepada usaha kecil mikro dalam bentuk subsidi bunga bank hingga 60 %," ujar Soeharto dalam visi misinya.


Mulyadi Ingin Perubahan dan Reformasi Birokrasi


Sementara Ir. H.Mulyadi WR dalam visi misinya, lebih menekankan terjadinya perubahan dalam segala bidang. Antara lain bidang kesehatan yang saat ini masih dinilainya kurang dalam pelayanan terhadap warga miskin, bentuk pelayanan prima yang juga dinilai masih dibawah standart serta masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Mulyadi juga menengarai selama ini pemerintah sekarang masih sangat kurang memperhatikan hal-hal tersebut.


Selain itu, Mulyadi berjanji akan lebih menggiatkan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pembangunan kebersihan serta keindahan kota dan perdesaan, penyederhanaan perizinan, dan peningkatan promosi guna mendatangkan investor.


"Intinya kalau memang Trenggalek ingin lebih baik lagi kita harus melakukan reformasi birokrasi," tutur mantan Bupati Trenggalek periode 2000-2005 ini yang disambut aplaus oleh peserta rakercabsus.


Sedang Drs.H.Muksin Mpd bakal calon wakil bupati dalam visi dan misinya tidak terlalu banyak yang disampaikan hanya pada dasarnya dirinya akan mendukung siapapun yang nantinya bakal menjadi bupati, dengan mengikuti setiap kebijakan yang dicanangkan.


"Karena saya adalah pendatang baru di PDIP. Kenapa saya memilih partai PDIP karena saya merasa cocok dengan hati saya, semoga nantinya warga PDIP berkenan untuk medukung saya menjadi calon Wakil Bupati," katanya berharap.


Rakercabsus semula dikhawatirkan akan terjadi banyak interupsi, ternyata berjalan sangat lancar. semua peserta terlihat mengamini kinerja Tim Verifikasi, yang menelorkan keputusan ketiga bakal calon. Saat para bakal calon menyampaikan visi misinya nyapun, seluruh peserta rapat terlihat antusias mendengarkannya.


Ketika pimpinan rapat diambil alih oleh Kusnadi Sekjend DPD PDI Perjuangan Jatim, seluruh peserta rapat menyatakan setuju, ketiga bakal calon di usulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan untuk mendapatkan rekomendasi, siapa calon yang akan diusung oleh partai tersebut dalam Pilkada 2010. Acara Rakercabsus berjalan dengan lancar dan ditutup oleh pimpinan rapat Kusmadi tepat waktu pada pukul 13.00 WIB.(hab)



Read more..

Mulyadi WR Akhirnya Merapat ke PDI Perjuangan




Minta Untuk Tidak Di Korankan

PDI Perjuangan partai pemenang pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Trenggalek ternyata tetap menjadi lirikan para bakal calon Bupati yang akan memperebutkan kursi AG 1 periode 2010-2015.

Setelah salah satu kader dari sayap PDI Perjuangan itu sendiri ada yang mengambil formulir pendaftaran yaitu Suryanto Sampir dari Kawulo Alit, kemarin Minggu (13/12) ada juga pengurus Cabang PDIP Trenggalek yaitu Agung Supriyono, SE datang ke sekretariat pendaftaran di Jalan Mayjen Sungkono 31 Tamanan. kader yang sekarang duduk di Ketua Komisi 2 DPRD Trenggalek ini datang sendiri tanpa di dampingi Tim sukses.

Selang satu jam kemudian sekira pukul 12.30 Wib, Ir. Mulyadi WR, MMT mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 yang saat ini menduduki jabatan Asisten di Propinsi Jatim juga hadir di Sekretariat Pendaftaran. Pak Mul datang tanpa pengawalan siapapun dan hanya dengan sopir pribadi saja. S, Akbar abas Ketua DPC PDIP langsung menyambut kedatangannya pria yang berdomisil di Jalan wachid hasyim Trenggalek tersebut.

Selain Abas, kedatangan calon itu juga di sambut seluruh fungsionaris DPC dan langsung ditemui di ruangan Ketua. Banyak hal yang di sampaikan Mulyadi berkaitan dengan pencalonan mantan orang nomor 1 Trenggalek itu. Mulai dari kegiatannya di Surabaya sampai pernyataan yang mengejutkan.

"Tolong ini jangan diekspose dulu karena saya belum minta restu kepada Gubernur maupun Sekdaprop, sebab ini menyangkut kode etik," ujarnya mewanti-wanti. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan para wartawan untuk mengejar statmen calon yang selama ini di tunggu-tunggu masyarakat .

Setelah selesai mengisi formulir pendaftaran, Mulyadi langsung dipersilakan masuk ke ruangan rapat. Seluruh Ketua PAC (Pimpinan Anak Cabang) setingkat Kecamatan sudah bersiap mendengarkan statmen mengenai pencalonannya.

"Yang paling penting kehadiran saya ini silaturahmi dan saya minta untuk dievaluasi tentang kinerja saya selama memimpin Trenggalek," tegas Mulyadi di depan para Fungsionaris PAC se-Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu S, Akbar Abas Ketua DPC PDIP Trenggalek secara tegas menyatakan keterbukaannnya dalam mengemban tugas partai dalam hal ini penjaringan Cabup maupun cawabup periode 2010-2015.

"Yang penting bagi PDIP adalah Bupati yang bisa memajukan Trenggalek, siapapun Bupatinya baik kader sendiri maupun non kader " Ujar Abas di hadapan ketua-ketua PAC.

Read more..

Trenggalek : DPC PDI-P, Terima Pendaftaran Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati



Trenggalek (prigibeach.com) - Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2010, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan telah membuka pintu bagi setiap warga Trenggalek yang ingin mencalonkan diri sebagai kandidat Calon Bupati/Wakil Bupati.

Menurut Akabar Abas, partainya siap menerima siapa saja yang memiliki niat untuk maju dalam Pilbup tersebut, tapi dengan beberapa syarat antara lain harus memiliki visi dan misi yang sama dengan partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut.

"Kami tidak akan menerima bakal calon yang berbeda misi dan visi perjuangannya dengan garis partai kami. Dalam lima tahun ke depan, kami inginkan derap dan dinamika pertumbuhan kesejahteraan masyarakat harus lebih baik dari sekarang," katanya.

Untuk itu, kepada setiap bakal calon hendaknya segera mendaftarkan diri dengan membawa berbagai persyaratan yang ditentukan, ke kantor sekretariat DPC PDI-P Trenggalek. Bakal Calon harus datang sendiri, bersama pasangannya dan tidak boleh diwakilkan, demikian Abas menambahkan.(haz).

Read more..

PILBUP TRENGGALEK 2010: SIAPAKAH KANDIDATNYA?




Oleh : Hamzah Abdillah

Agustus 2010 akan datang, KPUD Trenggalek akan menggelar Pilihan Bupati masa jabatan 2010-2015. Sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Trenggalek mulai menghitung berapa dana yang diperlukan untuk hajatan demokrasi ini, para kandidat yang kemungkinan bakal maju menjadi bakal calon Bupati sudah pula "mensosialisasikan" diri pada masyarakat. Terutama untuk sang incumbent (H. Soeharto), yang nampak selalu kunker (Kunjungan Kerja) dan bersafari ke desa-desa, bisa dipastikan akan kembali "macung" di pesta demokrasi tersebut.

Dalam pada itu, mantan Bupati Trenggalek masa jabatan 2000-2005, Ir. Mulyadi WR, MMT., yang pada Pilbup 2005 lalu dikalahkan dengan nilai sangat tipis oleh pasangan H. Soeharto dan Mahsun Ismail, niscaya pula akan mencoba peruntungannya lagi untuk mengabdi kepada Bumi Menak Sopal melalui kemegahan Pendopo Agung sebagai penguasa tunggal. Wacana yang bisa dibaca dari gencarnya iklan-iklan pribadi dan keluarganya dalam beberapa media di berbagai event menarik, dan gelegar aktivitasnya setahun terakhir ini yang peduli rakyat Trenggalek. Hasrat majunya Mulyadi WR sebagai bakal calon Bupati banyak dibicarakan publik dan para tokoh.

Mahsun Ismail, S.Ag.,MM., yang sekarang menjabat Wakil Bupati Trenggalek juga telah menggebyarkan lampu kuning pada segenap jajaran Ansor dan ulama Nahdiyin. Sejak setahun lalu, wacana ini sudah merebak, namun "panglima" Pemuda Ansor Trenggalek ini senantiasa menghindar dan berusaha berstatus-quo. Alasannya, karena sudah dua kali menjabat sebagai Wakil Bupati, ada kemungkinan dirinya akan terganjal oleh peraturan. Baru pada bulan Ramadhan yang lalu, warga nahdiyyin memperoleh tanda-tanda bahwa Mahsun Ismail akan mencalonkan diri.

Kandidat lain, mungkin banyak yang belum menyangka. Belum lama ini ternyata beredar kasak-kusuk, bahwa DPC PDI-P Trenggalek akan mengajukan bakal calon Bupati 2010-2015 dari salah seorang kadernya. Siapakah dia? Tidak lain dan tidak bukan, sudah tentu Ketua DPC yang sekarang menjabat Ketua Sementara DPRD Trenggalek : Drs. Akbar Abbas,MM. Bahkan, dari salah seorang petinggi Partai berlambang Banteng ini, Akbar Abas akan maju dengan perkiraan kepastian 90% (baca: sembilan puluh prosen). Artinya, untuk mencapai 100% dia hanya memerlukan 10% saja lagi, yang akan dia peroleh 1% dari Tangan Ilahi, yang 9% prosen lagi dari restu DPP PDIP dan Propinsi plus dukungan dari 14 Kecamatan yang ada di Trenggalekini.

Rumor lain yang beberapa bulan terakhir mencuat, Sekretaris Kabupaten Trenggalek Ir. Cipto Yuwono, barangkali juga tak mau ketinggalan untuk memeriahkan bursa kandidat bakal calon Bupati Trenggalek. Namun, tokoh yang satu ini terkesan tertutup dan hati-hati. Mungkin mengingat posisinya sebagai bawahan sang incumbent.

Lantas, kira-kira kelima kandidat tersebut akan naik "kereta kencana" berbendera apa untuk menuju ke Pendopo Agung? H. Soeharto tak mungkin mendapat dukungan dari PKS, PPP, Golkar, atau PDI-P. Sedang PKB, jika Mahsun Ismail pasti maju, tentu akan menolaknya pula. Ada kemungkinan, incumbent akan menaiki "kereta kencana" berbendera Demokrat berkoalisi dengan PAN. Mulyadi WR sekali lagi mengandalkan bendera Golkar dan koalisinya. Mahsun Ismail dengan PKB dan warga NU, plus PKS. Akbar Abas dengan PDI-P yang bergandeng tangan dengan Patriot (itu bila Patriot tak segan “bentrok” dengan koalisinya dalam fraksi di Dewan -karena masih merasa punya hubungan emosional dengan PDI-P tatkala Pilpres lalu). Sementara Cipto Yuwono, masih harus mencari-cari "kendaraan" yang memenuhi nilai tawar atau bargaining yang disepakati.

Apabila prediksi ini mendekati kebenaran, siapa yang mungkin akan muncul sebagai Bupati Trenggalek 2010-2015? Apakah Sang Incumbent H. Soeharto? Mulyadi WR? Mahsun Ismail? Akbar Abas? Ataukah justru Cipto Yuwono? (Masih terlalu dini untuk berspekulasi!?)

Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts