> Prigibeach Trenggalek
Tampilkan postingan dengan label Ronda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ronda. Tampilkan semua postingan

Petinju Dunia - M Rahman Dilaporkan Istri Ke Polisi


Blitar, PrigiBeach.com

Sudah jatuh terpimpa tangga pula. Ungkapan ini sepertinya yang dialami petinju dunia M. Rachman, asal Blitar. Pasalnya, setelah gagal meraih juara, ia malah dilaporkan ke polisi oleh Ninik Eko Widyasih (28), istrinya. "Benar, kami telah menerima laporan kekerasan dalam rumah tangga yang dialam oleh Ninik, istri M Rachman, seorang petinju. Dalam keterangannya, korban mengaku telah dianiaya dengan cara dijambak, dan diseret oleh terlapor," ujar Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Mustofa, Jumat (16/10/2009)

Lebih lanjut dijelaskan AKP Mustofa, korban mengaku penganiayaan itu terjadi pada Kamis (15/10/2009) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban tengah masak di dapur. Awalnya, korban bertanya sesuatu kepada suaminya, namun dijawab dengan kata-kata kasar. Korban pun kemudian marah dan berteriak-teriak, membuat M. Rahman berang, lalu berusaha memukul. Beruntung, korban berhasil menghindar. Mengetahui pukulannya bisa dihindari, M. Rahman makin emosi, kemudian berupaya menjambak rambut, dan menyeret korban, hingga kesakitan.

Berdasar laporan korban, Polisi pun langsung memanggil M. Rahman untuk diperiksa. Tapi, saat menjalani pemeriksaan, justru dia balik melaporkan sang istri, Ninik Eko Widyasih, dengan kasus yang sama yakni KDRT. Rachman mengaku telah dicakar lebih dulu oleh isterinya, sampai membekas di wajahnya. Akhirnya polisi mengambil tindakan dengan memeriksa keduanya, serta membawa mereka ke rumah sakit untuk divisum.

Jika terbukti melakukan KDRT, AKP Mustofa menegaskan pihaknya akan menjerat tersangka dengan UU No 23/2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga, ancaman hukumannya sesuai pasal 44 paling ringan 4 bulan dan paling berat bisa sampai 15 tahun jika sampai menyebabkan kematian korban.(pbc)

Read more..

Peternak Sapi Perah di Kabupaten Kediri, Resah

  • Harga Susu Turun, Peternak Sapi Perah Terpaksa Mengencangkan Ikat Pinggan

Kediri, PrigiBeach.com

Para peternak Sapi Perah di Kabupaten Kediri terpaksa harus mengencangkan ikat pinggangnya. Pasalnya, disaat sulitnya mencari pakan ternak, mereka harus dihadapkan dengan persoalan baru, yaitu menurunnya harga susu.

Salah satu peternak Sapi Perah asal Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan Agus Suyadi (40), mengaku penurunan harga susu sapi perah mencapai 10 persen, dan terjadi sejak sepekan lalu. "Dari harga sebelumnya Rp 3200/liter, kini hanya Rp 2.950/liter, itupun kualitas A," terang Agus Suyadi, Senin (12/10/2009)

Padahal, imbuh Agus Suyadi, saat ini pakan ternak sulit dicari. Dan apabila dapatpun dengan harga yang mahal. "Pokonya, pengeluaran kami, mulai biaya pakan, kemudian perawatan sapi, dan lain-lain kini menjadi Rp 500 ribu/ekor dalam satu bulan," beber Agus Suyadi, peternak yang memiliki dua ekor Sapi Perah ini.

Lebih lanjut dikatakan oleh Agus Suyadi, dengan pengeluaran sebesar itu, satu ekor sapinya hanya menghasilkan susu 15-19 liter/hari. "Kalau kalkulasi dalam satu bulannya hanya sekitar Rp 800 ribu, jadi hanya tersisih Rp 300 ribu, untuk ongkos tenaganya," imbuh Agus Suyadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehewaan Kabupaten Kediri dr Hewan Sri Suparmi membantah telah ada kebijakan menurunkan harga susu. Kalau toh ada penurunan, kata Suparmi, karena pengarus kualitas susu yang dihasilkan peternak.

"Sampai saat ini kayaknya belum ada. Kalaupun ada perbedaan harga, mungkin karena dipengaruhi kualitas susu. Jadi, jika susu yang baik harganya dapat mencapai Rp 3000/liter lebih, tapi kalau susu dengan kualitas dibawahnya bisa dibawah harga Rp 3000/liter," imbuh Suparmi.

Lebih lanjut dikatakan Suparmi, untuk produksi susu Kabupaten Kediri saat ini mencapai 49.000 liter per harinya. "Produksi susu kita saat ini mengalami kenaikkan sebesar 10 persen, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (nng/pbc)

Read more..

Upah Pembantu Penghulu di Kota Kediri Minim


Kediri, PrigiBeach.com

Ironis, puluhan Pembantu Penghulu di Kota Kediri digaji sangat minim, tidak sebanding dengan tugas yang mereka emban. Bayangkan, dalam 3 bulan gaji mereka hanya menerima kurang dari Rp 500 ribu. Kepala Seksi Urusan Agama Islam Departemen Agama (Depag) Kota Kediri Mu'amal mengataku, di Depag Kota Kediri ada 83 pembantu penghulu. Mereka diberi upah alias honor yang telah ditentukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah kecamatan masing-masing. Sedangkan, untuk upah penghulu melekat dengan gaji yang disebut sebagai tunjangan.

Lebih lanjut dikatakan Mu'ama, untuk wilayah Kota Kediri ada 9 orang penghulu, 6 orang khusus penghulu dan 3 kepala KUA yang berperan juga menjadi penghulu. Salah seorang pembantu penghulu di wilayah Kecamatan Mojoroto yang enggan disebutkan namanya mengaku upahnya sangat minim, jika dibandingkan tugasnya siang sampai malam harus melayani warga yang hendak melangsungkan pernikahan.

Apalagi, ditambahkan oleh pria yang mengaku sudah 3 tahun menggeluti pekerjaan seputar pernikahan itu, upah yang diterimanya tidak setiap bulan. Malainkan hanya dapat diambil dengan cara direpel selama 3 bulan sekali. Ia berharap adanya peningkatan upah atau honor. (nng/pbc)

Read more..

Pungli Retribusi Parkir

  • 'Peti Eskan' Kasus Pungli Retribusi Parkir, Polresta Blitar Didemo

Blitar, PrigiBeach.com

Senin (12/10) puluhan massa melakukan aksi demo di Polres Blitar. Mereka tergabung dalam aliansi aktivis Komite Rakyat Pembrantas Korupsi (KRPK), yang mempertanyakan informasi SP3 (Surat Penghentian Pemeriksaan Perkara) dari kasus yang telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp 500 juta. Dan menilai pihak kepolisian berusaha menutupi alias 'memeti eskan' kasus pungutan liar (pungli) retribusi parkir berlangganan.

Moh Triyanto, selaku koordinator aksi mengatakan, kasus tersebut ditengarai dipermainkan karena tidak ada tindak lanjut dari kepolisian, padahal bukti-bukti telah didapatkan polisi yakni berupa, karcis berlangganan, stiker, kuitansi dan keterangan 20 orang saksi sejak Juni 2008 lalu

“Berdasarkan informasi telah terbit SP3 kasus itu. Oleh karena itu, kita datang kemari untuk menanyakan alasan membekukan kasus ini, “ kata Triyanto yang mengaku sangat aneh terhadap kasus yang terungkap sejak tahun 2008 lalu itu.

Sekedar diketahui, tindakan Dinas Perhubungan Pemkot Blitar menarik retribusi parkir berlangganan kepada masyarakat sejak tahun 2003 hingga 2007, adalah ilegal. Hal itu mengingat Peratutan Daerah (Perda) No 11 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Retribusi Parkir di Tepi jalan Umum, baru terbit pada tahun 2007. Begitu juga dengan Peraturan Walikota No 17 Tahun 2007 yang mengatur soal itu.

Massa yang datang langsung ditemui Kasat Reskrim Polresta Blitar Ajun Komisaris Polisi Purdiyanto. Mantan Kasat Reskrim Polresta Kediri itu membantah adanya SP3. Menurut perwira yang sempat menjadi pengawas penyidik Polwil Kediri ini, kasus dugaan pungli retribusi parker masih berjalan, walau diakui belum ada tersangka. (nng/pbc)

Read more..

KPU Retour Dana Pelantikan Presiden


Jakarta, PrigiBeach.com

Dana yang dianggarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk penyelenggaraan upacara pengucapan sumpah/janji presiden dan wakil presiden masa jabatan 2009-2014 sebesar Rp 1,2 miliar akan dikembalikan pada negara. Menurut anggota KPU Syamsulbahri di Jakarta, Kamis (8/10), pihaknya telah mendapat kepastian bahwa penyelenggara upacara pengucapan sumpah/janji presiden adalah MPR, bukan KPU. “Untuk itu anggaran (KPU) berarti kembali ke kas negara,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Awalnya KPU menganggarkan dana untuk pengucapan sumpah/janji presiden terpilih pada 20 Oktober 2009, karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang pilpres, upacara pengucapan sumpah/janji termasuk bagian dari tahapan pemilu yang harus dilaksanakan oleh KPU.

Namun, mengacu pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, penyelenggaraan upacara pengucapan sumpah/janji presiden menjadi kewenangan MPR. “Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009, pasal 32 disebutkan bahwa MPR yang melantik presiden dan wapres terpilih,” ujar Syamsul.

KPU, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan sekretariat MPR mengenai penyelenggaraan acara. KPU, katanya, hanya akan menjadi pihak yang diundang untuk menghadiri pengucapan sumpah/janji. “Sudah positif yang menyelenggarakan adalah sekretariat MPR, jadi KPU tidak lagi menangani,” katanya.

Sesuai dengan agenda ketatanegaraan, Presiden dan Wapres terpilih yakni SBY - Boediono akan diambil sumpah dan janjinya pada Selasa (20/10) mendatang. Pasangan dengan nomor urut dua dalam pemilu presiden ini telah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2009 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan KPU Nomor 373/Kpts/KPU/2009 tertanggal 18 Agustus 2009.(ant)

Read more..

Kaukus Daerah Tertinggal Terbentuk


Jakarta, PrigiBeach.com

Sejumlah anggota DPD dan DPR dari daerah tertinggal mendeklarasikan terbentuknya Kaukus Parlemen Untuk Daerah Tertinggal yang akan berfungsi mendorong terencana dan terfokusnya pembangunan yang dilaksanakan di daerah tersebut. Kalangan anggota DPD yang hadir dalam acara deklarasi itu di ruang wartawan DPR Jakarta, Kamis (8/10) itu diantaranya Farouk Muhammad (NTB), Jacob jack Ospura (Maluku), Abraham Liyanto (NTT), Mervin Sadipun Komber (Papua). Sementara untuk anggota DPR yang hadir diantaranya Saleh Husein (Fraksi Hanura/NTT).

Menurut Farouk, kehadirannya di parlemen membawa amanat masyarakat setempat yang mengharapkan adanya perubahan nasib dan kesejahteraan. “Kondisi riil masyarakat setempat, seperti di NTB, NTT, Papua atau Maluku, hingga saat ini masih terkategori termiskin di negara ini. Di lain pihak, sumber daya alam dari daerah-daerah ini telah banyak dikuras,” katanya.

Jadi, ia menambahkan, pasti ada yang salah dalam pengelolaan negara ini dan kaukus yang digagas pembentukkannya saat ini akan berupaya memecahkan persoalan itu sekaligus mendorong perubahan yang lebih baik lagi. Dikemukakannya pula bahwa kaukus akan menjadi mitra kerja pemerintah dalam membangun daerah-daerah tertinggal dengan pola pembangunan yang lebih terintegrasi dan fokus pada kebutuhan masing-masing daerah tersebut. “Kita harus ikut dalam proses pembangunan didaerah tertinggal itu, muali dari proses perencanaan hingga evaluasinya,” ujar Farouk.

Senada dengan Farouk, Jacob Jack Ospura mengatakan bahwa pola pembangunan di daerah-daerah tertinggal yang dilakukan pemerintah sejak dulu hingga saat ini ternyata masih belum berubah, yakni selalu dengan pendekatan “top-down”. Karenanya, ia menambahkan, program-program pembangunan wilayah yang dilakukan seperti di daerah terisolasi di Maluku atau Papua masih belum menyentuh rakyat disana. “Pembangunan kedepan tidak boleh lagi untuk semua, tetapi harus oleh semua. Artinya rakyat setempat harus dilibatkan dalam proses pembangunan itu,” ujarnya.(ant)

Read more..

GP Ansor Kirim Tim Peduli Gempa Sumbar

  • Kirim Tenaga Pengobatan Alternatif dan Konstruksi Bangunan ke Padang

Kediri, PrigiBeach.com

GP Ansor Kabupaten Kediri akan segera mengirimkan puluhan relawannya untuk memulihkan kondisi wilayah Padang, Sumatra Barat (Sumbar), paska insiden gempa. Bantuan sosial (Bansos) tersebut terdiri dari, tenaga rekonstruksi bangunan, pengobatan alternatif dan dana sosial. Ketua GP Ansor Kabupaten Kediri Abdul Hasyim mengatakan, bahwa saat ini GP Ansor Kabupaten Kediri tengah menyusun kepanitiaan dari relawannya yang membantu masyarakat Padang.

"Kami tengah membentuk kepanitiaan sambil menunggu adanya peran serta dari semua kalangan. Baik, dari organisasi masyarakat (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media maupun masyarakat luas yang akan ikut," terang Abdul Hasyim, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (6/10/2009) siang.

GP Ansor Kabupaten Kediri sendiri, imbuh anggota Fraksi PKB ini, telah mempersiapkan relawannya dari kalangan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) se-Kabupaten Kediri.

"Banser kita tersebar di 26 kecamatan. Minimal ada 2 orang relawan dari masing-masing kecamatan, jadi jumlah keseluruhan ada 52 orang yang sudah siap untuk dikirim ke Padang," tandas Anggota dewan yang menyukai ilmu supranatural ini.

Sementara itu, saat ditanya jumlah relawan yang akan dikirim untuk membantu, Abdul Hasyim menjawab tergantung dari besarnya dana yang diperoleh dari hasil penggalangan. "Semuanya tergantung dari besarnya dana. Meski mereka bekerja secara sosial, namun tetap butuh akomodasi untuk keperluan selama di sana," terang Abdul Hasyim.

Lebih lanjut dijelaskan Abdul Hasyim, tenaga pengobatan alternatif yang akan dikirimkan bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi mental dari masyarakat korban gempa, sedang tenaga konstruksi bangunan, untuk membantu pembenahan permukiman warga yang rusak tergoyak gempa berskala 7,6 SR. (nng/pbc)

Read more..

Video Porno Pelajar SMA Menghebohkan Kediri


  • Pemilik Warung Kopi Diperiksa Polisi

Kediri, PrigiBeach.com

Sumijan, pemilik warung kopi lesehan yang diketahui sebagai tempat pembuatan video porno dengan pemeran mantan siswa-siswi SMA Negeri 6 Kediri, Rabu (7/10/2009) siang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kediri.

Sumijan datang didampingi oleh Suliasih, koordinator warung di bukit Lebak Tumpang, Kelurahan Pojo, Kecamatan Mojoroto, Kediri. "Saya mendampingi pak Sumijan, karena sebagai koordinato warung. Namun, saya dilarang oleh petugas untuk masuk di ruang pemeriksaan," ujar Suliasih, kepada PrigiBeach.com.

Terkait pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk Sumijan diakui oleh Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan. "Setidaknya sudah ada 3 orang saksi yang kami mintai keterangan terkait kasus peredaran video porno pelajar SMA," ujar Rastra Gunawan, ditemui di Mapolresta Kediri.

Disinggung, apakah ada indikasi Sumijan terlibat dan akan dijatuhi sangsi hukum, Rastra Gunawan belum bisa menjawabnya, dengan dalih masih menunggu hasil pemeriksaan selesai. "Kita juga masih fokus mengejar 'produser' atau pengambil gambar video prono tersebut," tandas Rastra Gunawan.

Tambah Rastra Gunawan, ARY, aktor atau pemeran laki-laki dalam video pelajar SMA yang kini tengah mendekam di sel tahanan Mapolsekta Kediri dalam kasus pencurian HP itu diduga kuat terlibat sebagai penyunting gambar.

Rastra Gunawan juga menyinggung EST, aktris alias pemeran wanitanya. Polisi juga berencana memeriksa, siswi yang kini dikabarkan berada di sebuah pondok pesantren (ponpes) Probolinggo, tempat asalnya tersebut. "Ya, akan kita periksa semuanya, termasuk si ceweknya," kata Rastra menjelaskan

Sementara itu, saat ditanya perlunya mendatangkan seorang saksi ahli, atau sebut saja pakar Telematika Roy Suryo, Rastra Gunawan menegaskan sampai sejauh ini dirasakan tidak. "Tidak perlu lah itu, kita cukup tangani sendiri. Tapi jika memang nanti butuh seorang saksi ahli, akan kita carikan," kata Rastra

Sebagaimana diberikan sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Kediri berhasil mengetahui lokasi pengambilan gambar video porno mantan siswa-siswi SMA N 6 Kediri, setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak). Diknas berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap siswanya dengan mengomtimalkan peran serta guru BP. (nng/pbc)

Read more..

Prihatin Kondisi Ruang Tahanan, Kapolresta Ajak Walikota Sidak


Kediri, PrigiBeach.com

Sel tahanan Polresta Kediri sungguh sangat memperihatinkan. Selain, overload alias muatannya melebihi ambang kapasitas, kondisi bangunan juga sudah rusak. Oleh karena itu, Rabu (7/10/2009), Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan mengajak Walikota Kediri dr Samsul Ashar melakukan inspeksi mendadak (sidak).

"Ya, kita lihat-lihat saja sambil bertemu dengan Kapolresta saja. Kalau masalah rehabilitasi ruangan, tanya langsung saja ke Kapolresta Kediri lah, jangan saya," ujar Walikota Kediri dr.Samsul Ashar, saat keluar dari ruangan.

Dari pantauan PrigiBeach.com, saat berada di dalam ruangan tahanan, Walikota juga sempat memeriksa ruangan yang rusak, melihat plafon ruangan yang sebelumnya dijebol tahanan untuk kabur, serta menyapa sejumlah tahanan. "Apakah kalian semua baik-baik saja, dan tidak ada yang sakit, kan,?" tanya dr. Samsul Ashar kepada sejumlah tahanan.

Terpihsah, Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan mengatakan, kondisi ruang tahanan Mapolresta Kediri memang sudah berada diluar ambang kewajaran. "Idealnya, satu ruangan hanya untuk 15 orang tahanan, namun kenyataanya sekarang digunakan oleh 17 orang tahanan. Jangan sampai kita mengabaikan Hak Asasi Manusia (HAM)," terangnya.

Sementara itu, saat ditanya masalah rencana rehab ruangan tahanan, Rastra Gunawan enggan menyebutkan nominal dana yang dipersiapkan. Rastra hanya berharap renovasi itu segera dapat terealisasi.

Selain melakukan sidak di ruangan tahanan, Walikota Kediri dr Samsul Ashar juga melihat-lihat sejumlah barang bukti hasil sitaan Satuan Narkoba Polresta Kediri. Walikota sempat bercanda dengan sejumlah perwira saat memegangi sejumlah alat bantu seks alias sex toys. Selain itu juga memeriksa beberapa obat-obatan terlarang juga obat keras jenis daftar G. (nng/pbc)

Read more..

Swalayan Diva Terbakar

Kediri, PrigiBeach

Swalayan Diva di Jl Raya 18-20 Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jumat (25/9/2009) siang terbakar. Kobaran api yang berasal dari gudang kardus itu membesar, dan sudah meluluh lantakkan bangunan di lantai II. Kanit Reskrim Polsek Ngadiluwih Aiptu Sarwo Edi di lokasi kejadian, beruntung Mobil Pemadam Kebakaran (PMK) berhasil menjinakkan api yang sudah membakar bangunan dua lokal dan berlantai dua milik Sigit, seorang Asosiasi Pengusaha Tebu Rakyat

"Untuk sementara api diketahui berasal dari tumpukan kardus yang ada di gudang. Diketahui oleh salah seorang saksi dan melapor ke polsek. Kami masih berusaha memadamkannya," ujar Sarwo Edi.

Lebih lanjut dikatakan oleh Sarwo Edi, tiupan angin dan terik matahari membuat kobaran api semakin besar, dan sulit untuk dijinakkan. Namun, petugas masih terus berusaha. Sementara itu, untuk barang-barang yang terbakar, belum bisa ditotal, termasuk kerugiannya. Warga setempat memadati lokasi, untuk mengetahui secara dekat, juga telah menghambat aktivitas pedtugas pemadam kebakaran.(nng/haz)
Read more..

Rombongan Pengantin Terperosok Ke Jurang

* Sopir Pick Up Tak Luput Dari Musibah

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, PrigiBeach

Sampai saat ini, petugas dari Satuan Lalu-lintas Polres dibantu Polsek Munjungan masih melakukan Olah Tempat Kejadian Pekara (TKP). Namun, polisi belum dapat memintai keterangan terhadap Suwito, pengemudi Pick Up Nopol AG 9628 Y yang memuat rombongan pengantin dan terperosok ke jurang, memingat kondisi sopir masih belum sadar.

Dikonfirmasi melalui ponselnya, Kapolsek Munjungan AKP Tri Basuki mengatakan, penumpang yang terluka akibat kejadian itu sebanyak 17 orang. Delapan orang mengalami luka bebrat, dan sembilan orang luka ringan. Sementara jumlah pasti dari rombongan sebanyak 25 orang berasal dari Desa Masaran menuju ke Desa Bangun, Kecamatan Munjungan.

"Kami sudah mengamankan mobil pick upnya dan kini berada di Mapolsek Munjungan, sebagai barang bukti. Akan tetapi, kami belum bisa memintai keterangan kepada sopir, karena mengalami luka berat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Trenggalek," terang AKP Tri Basuki, Kamis (24/9/2009).

Tri membenarkan jika kondisi jalanan di daerah tersebut memang rawan terjadi kecelakaan. Mengingat, medannya yang menanjak dan berkelok-kelok, sehingga sangat berbahaya untuk dilewati, terlebih kendaraan yang melebihi muatan. Tri Basuki menilai, sopir pick up kurang hati-hati dan tidak mempedulikan keselamatan penumpangnya. (nng/haz)

Read more..

nJambret , Kabur, Tewas Nabrak Pohon

  • Jambret HP, Hantam Tiang Telpon, Kepala Remuk, Tulang-belulang Patah,
Reporter : Nanang Masyhari


1 Tewas, 1 Kritis

Trenggalek, PrigiBeach

Tamat sudah petualangan Indra Mawan (20), pemuda asal Dusun Bandungan, Desa Kedung Rejo, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Jambret kambuhan itu, Kamis (17/9/2009) tewas setelah sepeda motor Yamaha Vega R nopol AG 2421 VA yang dinaikinya menghantam tiang telepon pinggir jalan. Indra Mawan tewas seketika di tempat kejadian perkara yaitu, di Jl Raya Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjung Anom dengan kondisi mengeaskan. Kepalanya remuk dan tulang-belulangnya patah. Sementara, Agus Budi Utomo, teman jambretnya terluka parah, dan kini tengah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Nganjuk.

Menurut keterangan Sasmianto (20), pacar dari Lia (16), korban penjambretan asal Dusun Sumber Agung, Desa Banjar Anyar, Tanjung Anom, ketika mereka melintas di jalan umum Dusun Jarakan, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjung Anom tiba-tiba dihampiri dua pemuda tidak dikenal.

Sasmianto yang asli warga Dusun Jaruman, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjung Anom mengaku terkejut. "Tiba-tiba, seorang merampas HP dari tangan Lia, lalu langsung kabur," terang Sasmianto, kepada sejumlah wartawan, di Mapolres Nganjuk.

Tidak ingin dipencundangi di depan sang pacar, Sasmianto pun nekat mengejar dua pelaku dengan Honda Supra miliknya. Sehingga, mereka terlibat aksi kejar-kejaran. Begitu juga dengan pelaku, mereka kian menambah laju kecepatan sepeda motornya.

Karena saking kencangnya, pelaku tidak dapat mengendalikan laju sepeda motornya. Sesampainya di jalanan agak menikung di Dusun Pengkol, Desa Warujayeng, Tanjung Anom, pelaku tidak berhasil membanting setirnya. Braaak....! Dua penjahat ingusan itu menghantam tiang telpon bersama sepeda motornya.

Indra Mawan membentur pohon Juwar di dekat tiang telpon, dan langsung tewas seketika. Sementara Agus Budi Santoso tersungkur di aspal, dan tertimpa sepeda motornya. Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar. Warga berlarian ke arah korban, dan mendapati Irwan sudah tidak bernyawa.

"Saya meminta warga melaporkan kejadian itu ke polisi. Dan tidak berselang lama petugas datang ke lokasi," kata Sasmianto, menceritakan kejadian yang baru saja menimpa ia dan pacarnya. Jenazah Indra dibawa ke kamar mayat, sedangkan Agus Budi dibawa ke ICU RSUD Nganjuk untuk menjalani perawatan intensif.

Kapolsek Tanjung Anom AKP Mas Herly mengaku dalam catatan kepolisian, kedua pelaku sebenarnya adalahTO (target operasi) petugas, dalam kasus pencurian, yang kini tengah diburu.(nng)

Read more..

Tanggal 17 September, GG Bagikan Zakat


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, PrigiBeach

Kabag Binamitra Polresta Kediri Kompol Abraham Gurgurem, Senin (14/9/2009) sore mengungkapkan, managemen Pabrik Rokok PT Gudang Garam Tbk Kediri tidak akan memberikan zakat dalam bentuk uang secara luas.

"Berdasarkan surat resmi yang baru saja kami terima, managemen PT Gudang garam Tbk akan mengubah mekanisme pemberian zakat," ujar Kompol Abraham Gurgurem, dikonfirmasi PrigiBeach. Yang dimaksud merubah mekanisme yaitu, semua warga darimanapun asalnya tahun-tahun sebelumnya dapat menerima zakat dari pabrik rokok terbesar di Jawa Timur itu. Namun, sekarang tidak demikian. Gudang garam hanya akan memberi masyarakat tidak mampu di sekitar pabrik secara langsung. Sedangkan, pelaksanaan pemberian zakat itu akan dilakukan pada tanggal 17 September nanti.

Sementara itu, saat ditanya alasan PT GG dalam surat resmi yang dikirim ke Polresta Kediri, Kompol Abraham menegaskan, karena ingin mengutamakan keselamatan warga. Manajemen GG tidak ingin tragedi pemberian zakat yang berakhir kematian seperti di yang terjadi Pasuruan.

"Meski demikian, kami tetap akan melakukan pengamanan. Baik dengan pemantauan, maupun penjagaan langsung di lokasi. Ini dilakukan ntuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," beber Abraham Gurgurem.

Terpisah, Bagian Humas GG Vidya Budi Rahayu saat dikonfirmasi melalui ponselnya belum bersedia memberikan komentar terkait hal itu. Bahkan, bagian humas lainnya, yaitu Nina memilih untuk mengelak memberikan keterangan.

Sekedar diketahui, setiap tahun, khusunya mendekati lebaran, PT Gudang garam selalu memberikan zakat. Masyarakat dari berbagai daerah selalu datang mengantre pemberian zakat tersebut.(nng/hazs)

Read more..

Surat Edaran Mendagri Berpotensi Rugikan Negara

Jumat, 4 September 2009 | 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 555 Tahun 2009 dinilai berpotensi merugikan keuangan negara triliunan rupiah. Surat edaran ini juga dinilai melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan.

Penilaian itu disampaikan Koalisi Gerakan Tuntut Pengembalian Tunjangan (Gugat), yang terdiri dari Indonesia Budget Center (IBC), Initiative Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Parliamentary Center (IPC), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Transparency International Indonesia (TII), Kamis (3/9) di Jakarta. Mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur Menteri Dalam Negeri Mardiyanto karena surat edaran (SE) itu dipandang melampaui kewenangannya dan mengantarkan Presiden pada posisi yang berbahaya.

Pada 18 Agustus 2009, Mendagri mengeluarkan SE kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Inti SE Nomor 555/3032/SJ yang ditandatangani Mardiyanto adalah untuk membatalkan ketentuan dalam SE yang dikeluarkan sebelumnya, Nomor 700/08/SJ tertanggal 5 januari 2009.

Fahmi Badoh dari ICW membeberkan isi SE Mendagri Nomor 700/08/SJ poin 3 yang menyebutkan, Apabila sampai batas waktu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2007 dan Peraturan Mendagri Nomor 21 Tahun 2007, pimpinan dan anggota DPRD yang belum juga melunasi penyelesaian pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dan Bantuan Penunjang Operasional (BPO) akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

”Hingga kini banyak anggota DPRD yang belum mengembalikan dana TKI dan BPO ini. PP No 21/2007 mensyaratkan pengembalian paling lambat satu bulan menjelang habis masa jabatan. Jika tidak, anggota DPRD yang belum mengembalikan akan dikenai sanksi pidana. Tetapi, justru di SE Mendagri No 555/2009, sanksi pidana ditiadakan. Ini pelanggaran hukum karena tidak menempatkan SE semestinya,” kata Fahmi.

Fahmi mengatakan, SE Mendagri itu melanggar PP No 21/2007, Permendagri No 21/2007, dan UU No 10/2004. ”SE Mendagri tidak termasuk dalam jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti dimaksud UU No 10/2004. SE tidak punya kekuatan hukum, apalagi jika melanggar aturan hukum di atasnya,” jelasnya.

Arif Nur Alam dari IBC menjelaskan, SE Mendagri No 555/2009 bisa mengakibatkan negara mengalami kerugian. ”Setiap tahun negara dirugikan Rp 1,4 triliun. Kalau selama tiga tahun, negara rugi Rp 5,84 triliun. Ini legalisasi korupsi dan berpotensi membuat kerugian negara yang sangat besar,” kata dia.

Arif dan Fahmi mencurigai ada tekanan politik di balik keluarnya SE Mendagri No 555/2009. ”Kami mendengar kabar, DPRD melakukan tekanan politik ke Presiden,” kata Fahmi. (vin/Haz)

Read more..

Dua Unit Diesel Disita Petugas Gabungan


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Kediri dan anggota polisi dari Polres Kediri yang diterjunkan dalam razia penambang pasir illegal hanya dapat mengamankan dua buah disel, Jumat (4/9/2009). "Penertiban yang kami lakukan merupakan terusan dari operasi simpatik yang telah kami lakukan beberapa hari sebelumnya. Razia ini untuk mengantisipasi eksodur penambang pasir mekanik dari Wilayah Kota Kediri yang kini dijaga ketat," tutur Agung Joko Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kediri.

Ditambahkan Agung, meski hanya menyita dua buah disel saja, namun pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lokasi. Petugas, juga tidak segan-segan mengambil disel milik penambang yang tetap nekat beroperasi.

Dalam razia tersebut, kurang lebih 30 petugas terjun ke lokasi. Mereka menyisir titik-titik penambangan pasir mekanik yang berada di Desa Jong Biru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Selain mengamankan 2 diesel, petugas juga menyita 1 pompa, untuk dibawa ke Pemkab Kediri.

Lebih parahnya lagi, petugas juga tidak dapat memberikan sanksi terhadap para pemilik disel tersebut dengan alasan peraturan daerah (perda) galian C yang mengatur adalah perda pemerintah Propinsi Jawa Timur. Ditambah lagi, belum adanya penyidik pegawai negeri sipi, yang dapat menanganinyal.

"Bukan Pemerintah Kabupaten Kediri yang dapat memberikan sangsi kepada mereka, melainkan pemerintah propinsi. Pemkab Kediri, sebagai pemerintah daerah hanya ikut menertibkan lokasi tepi Sungai Brantas dari penambangan pasir mekanik yang dapat merusak lingkungan," pungkas Agung. (nng/Haz)

Read more..

Polwil Kediri Grebek Produsen Miras Oplosan


* Bekuk Wanita Keturunan Cina, Sita Ratusan Botol

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Satuan Reskoba Polwil Kediri menggerebek sebuah rumah pembuat minuman keras (miras) oplosan di Dusun Susuhbango, Desa/Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Kamis (3/9/2009) malam. Dari rumah milik Indriai (49), seorang wanita keturunan Cina itu, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, ratusan miras berbagai merk, seperangkat alat pembuat miras, bahkan belasan kembang api.

Menurut keterangan Kapolwil Kediri KOmbes Pol Drs Heru Purwanto diwakili Kasubbag Reskrim Polwil Kediri Kompol Andri Wewengkang mengatakan, penggerebekan rumah pembuat miras oplosan tersebut berdasarkan pengintaian Tim Buru Sergap beberapa hari sebelumnya.
"Sayang, suami dari Indriani kabur dalam penggerebekan, dan kini sedang dalam pengejaran anggota," ujar Kompol Andris Wewengkang, dalam gelar di Mapolwil Kediri, Kamis malam, kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut dituturkan Andris Wewengkang, Andriani tengah menjalani pemeriksa di ruang penyidikan Reskoba Polwil Kediri. Andriani akan dijerat dengan perda tentang penjualan miras tanpa izin, dan UU darurat karena telah menjual kembang api.

Sementara itu, Andriani saat dikonfirmasi di Mapolwil Kediri mengaku usaha oplosan mirasnya telah ia lakukan sejak satu tahun terakhir. Hal itu dilakukan, karena suminya tidak bekerja, sementara itu harus menghidupi ketiga orang anaknya yang masih sekolah.

Di hadapan wartawan, Andriani menuturkan cara mengoplos miras yang ia jual tersebut. "Saya campur sejumlah minuman keras, antara lain anggur, Tomy Stainley, dan cairan jeruk atau buah lainnya sebagai aroma. Kemudian, saya jual dalam kemasan botol, juga gelasan," beber Andriani

Pada kemasan botol, Andriani menjual dengan harga Rp 12 ribu/botol, sedangkan gelas hanya Rp 3 ribu/gelas. Barang bukti yang diamankan polisi berupa 10 dos Anggur merah, 2 dos Tomy Stainley, 4 dos Factor, 5 dos Jenjang Jempol, 4 dos putihan, dan seperangkat alat pembuat miras terdiri dari baskom, ember, botol, dan alat pengaduk. (nng/Haz))

Read more..

Warga Tugurejo Blokir Ases Jalan Pabrik "Trison" dan "Singa"


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Akses jalan masuk ke dua perusahaan yakni, Pabrik Daur Ulang Kertas PT. Trison Paperindo Jaya dan Gudang Distribusi Kopi Singa di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mendadak diblokir paksa warga setempat. Penutupan itu dilakukan warga karena dua perusahaan tersebut tidak juga menepati janji untuk memperbaiki kerusakan jalan yang menghubungkan Dusun Loksongo, Desa Tugurejo dengan Dusun Balong, Desa Gogorante, akses jalan desa yang dilewati truk-truk pabrik.

Ketua RT III/ RW VI Sucipto menegaskan, aksi blokir jalan masuk ke dua perusahaan itu wujud dari puncak dari kejengkelan warga yang merasa dipermainkan oleh janji-janji perusahaan. Sementara, jalan dibiarkan terus dalam keadaan rusak. Bahkan, batas tepi jalan runtuh, dan pipa air PAM hancur. "Sebelumnya, pabrik telah berulang kali berjanji akan memperbaiki jalan dengan memaving, namun hingga kini belum juga terealisasi," terang Sucipto, Selasa (1/9/2009)

Janji dua perusahaan untuk mempaving jalan itu, imbuh Sucipto, terjadi dalam kesepakan bersama pada pertemuan sebelumnya, antara warga Loksongo, pabrik kertas PT. Trison, gudang Kopi Singa dan pihak Desa Tugurejo yang langsung dihadiri Kepala Desa Totok. "Kami telah melakukan apa yang diminta perusahaan, seperti menebang Pohon Randu di pinggir jalan. Tapi, justru perusahaan, tidak juga memperbaiki jalan tersebut," tutur Sucipto.

Terpisah, Kepala Dusun Loksongo Supriyadi mengatakan, aksi warga memblokir jalan tidak ada pemberitahuan ke perangkat. Namun, Supriyadi membenarkan jika aksi itu dilakukan karena warga jengkel dengan perusahaan yang tidak kunjung memperbaiki jalan yang setiap hari dilalui truk-truk mereka dengan kapasitas muatan hingga 20 ton, terlebih setelah Pipa PAM hancur karena terlindas.

"Saya tahu jalan sudah dalam kondisi terblokir," kata Supriyadi. Lebih lanjut dijelaskan Supriyadi, terkait kesepakatan sebelumnya, memang benar jika dua perusahaan berjanji akan memaving jalan, secara bersama. "Seingat saya, dari PT. Trison dibebankan 60 persen, dan Gudang Kopi Singa 40 persen," terus Supriyadi. Sebagaimana diketahui, dalam seharinya, jalan tersebut dilalui sebanyak 9-12 truk pembawa limbah kertas dari PT. Tjiwi Mojokerto, dan truk gandeng Kopi Singa.

Usai pemblokiran jalan di Dusun Loksongo, Tugurejo oleh warga, truk-truk dua perusahaan itu beralih melalui akses jalan Dusun Balong, Desa Gogorante, atau sebelah barat perusahaan. (nng/Haz)

Read more..

Dirazia, Eksodus Penambang Pasir Liar Kota Kediri Dilepas Kembali


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Satuan Polisi (Sapol) PP Kabupaten Kediri melepas kembali 15 mesin disel milik penambang pasir liar 'eksodus' wilayah Kota Kediri yang kini dijaga super ketat. Disel-disel itu berasal dari dua titik lokasi penambangan illegal di Desa Jongbiru dan Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo.

Kepala Sat Pol PP Kabupaten Kediri Gembong Sujatmiko mengaku, mengembalikan disel-disel hasil razia itu karena merasa kasian kepada penambang pasir. " Kita kasian kepada mereka, harga satu disel bisa mencapai Rp 15 juta. Kami kembalikan, agar mereka bisa menjualnya ke pasar," terang Gembong Sujatmiko, ditemui Memo-online, Selasa (1/9/2009) siang.

Lebih lanjut dijelaskan Gembong Sujatmiko, bentuk penanganan penambang pasir liar di Sungai Brantas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kediri, berbeda dengan Pemerintah Kota Kediri. "Jika kami tidak mungkin untuk melakukan penjagaan ketat, dan razia besar seperti Kota Kediri, namun lebih cenderung untuk mengawasi mereka setiap hari, lalu mengambil disel mereka. Selain biayanya murah, juga efektif," terang Gembong Sujatmiko.

Dengan upaya pengawasan dan pengambilan disel setiap hari, ungkap Gembong Sujatmiko, para pemilik tambang yang notabene masyarakat kecil, dengan sendirinya akan beralih. Pasalnya, dalam sekali menurunkan mesin disel ke sungai, biaya yang mereka keluarkan cukup tinggi yakni, dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Jika, kegiatan itu dilakukan terus menerus, imbuh Gembong, para penambang akan rugi, dan memilih berhenti sendiri.

Data yang ada pada Satpol PP Kabupaten Kediri, saat ini jumlah penambang pasir mekanik yang masih bertahan sebanyak 59 penambang. Padahal, sebelumnya mencapai 249 penambang. Menurut Gembong Sujatmiko, mereka banyak yang berhenti, karena tidak bisa bertahan. (nng/Haz).

Read more..

Polisi Bubarkan Demonstran Pelantikan DPRD Blitar


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Sedikitnya 50 demonstran yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dibubarkan paksa oleh polisi, ketika hendak menggelar aksi unjuk rasa pelantikan anggota DPRD Kabupaten Blitar pereode (2009-2014), Kamis (27/8/2009) siang. Aktivis mahasiswa yang datang dengan maksud menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat baru agar bersih dari kasus korupsi hanya tertahan di Bundaran Jl A Yani Kota Blitar, sekitar 50 meter dari gedung DPRD Kabupaten Blitar yang diberi pagar betis personil kepolisian.

"Dewan jangan hanya mengobral janji saja. Tetapi, harus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik selama masa 5 tahun," tutur Mukhlis, koordinator lapangan, dalam orasinya bersama puluhan pendemo lain.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.30 Wib. Sesaat setelah itu, beberapa personil petugas kepolisian mendatangi mereka dan meminta bubar. "Sebaiknya anda membubarkan diri. Karena keberadaan anda disini tanpa izin, " ultimatum salah seorang petugas, kepada massa.

Sekedar diketahui, pelantikan anggota DPRD Kabupaten Blitar 2009-2014, sampai saat ini belum berlangsung. Sesuai jadwalnya, pelantikan ke-50 orang anggota dewan itu akan dimulai pukul 16.00 Wib. (nng/haz)

Read more..

Pulang Mudik, Dibius, Harta Dikuras, lalu Dibuang


Reporter : Nanang Masyhari
Trenggalek, Memo

Pulang mudik dari Kalimantan, seorang pemuda di Tulungagung, menjadi korban pembiusan orang tak dikenal. Dompet berisi uang dan hand phone (HP) milik korban hilang. Bahkan, korban dibuang di samping jembatan dalam keadaan tak sadarkan diri. Korban adalah mohammad Turkan (25), warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Selasa (25/8/2009) siang ditemukan warga tak sadarkan diri sebelah Jembatan Ngujang Tulungagung. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit Dr Iskak, Tulungagung untuk menjalani pemerawat secara intensif

Data yang diperoleh menunjukkan kejadian itu bermula saat korban pulang dari Kalimantan. Dengan menumpang pesawat, korban turun di surabaya. Selanjutnya, korban naik bus dengan tujuan Tulungagung. Di dalam bus itulah korban diduga dibius oleh orang tak dikenal dengan disuntikkan suatu cairan yang hingga kini belum diketahui oleh pihak medis.

Tiba-tiba, korban sudah ditemukan di sebelah utara Jembatan Ngujang Tulungagung. Para warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngantru. Petugas pun datang ke lokasi, dan membawa korban ke rumah sakit. Katimah, ibu korban dikonfirmasi mengatakan, anaknya baru pulang mudik dari Kalimantan. "Semua barang-barangnya habis diambil, termasuk HP, dompet dan barang -barang lain, tak tersisa," kata Katimah.

Terpisah, Kabag Binamitra Polres Tulungagung Kompol Suparno menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati jika naik kendaraan umum.. "Apabila ada ornag yang tidak dikenal mendekati ada, bisa jadi orang tersebut berniat jahat," himbau Suparno. (nng/Haz)

Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts