> Prigibeach Trenggalek

Polres Trenggalek Kembali Ringkus Penggila Judi Klotok


Trenggalek (prigibeach.com) - Jajaran Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, terus menggiatkan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Dalam bulan Oktober, ada belasan penggila judi berhasil dibekuk lalu digiring ke Mapolres untuk diinterogasi dan selanjutnya ditahan menunggu proses lebih lanjut.  Kemarin Kamis (21/10), Petugas Polsek Kecamatan Pule telah menangkap empat penjudi yang sedang asyik bermain judi klotok. Keempat penjudi adalah warga desa Sukokidul Kecamatan Pule, Trenggalek,  masing masing  Karni (46), Sujito (45), Suryanto (45) dan Jono (60).

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Saiful Rohman mengatakan , penggerebegan itu tidak lepas dari bantuan masyarakat yang proaktif memerangi kejahatan, utamanya perbuatan judi di lingkungan masing-masing.  Saat itu polisi mendapat informasi masyarakat, bahwa di rumah Jono sering dijadikan lapak perjudian jenis klotok. Dari  informasi itu, Kapolsek Pule langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah diselidiki, ternyata memang benar ada perjudian, maka langsung saja Kapolsek Pule beserta anggotanya melakukan penggerebegan", kata Saiful, seraya menambahkan bahwa pihaknya jugan menyita berhasil menyita barang bukti uang tombokan senilai Rp. 57 ribu dan peralatan klotok.

Ssatu minggu sebelumnya, Tim Buser Polres Trenggalek juga telah membekuk maniak judi di desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Trenggalek. Sayang, tiga orang pelaku berhasil buron, sedang yang tertangkap hanya dua orang yakni Giyo (51) (potholan TNI AD) dan Suyadi (53). Salah seorang yang buron adalah Agus Yunianto, yang diketahui berprofesi sebagai bos penambang emas di kota Sampit, Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan itu, Tim Buser juga menyita barang bukti 5 buah sepeda motor, dua stel kartu remi dan uang pasangan bernilai ratusan ribu. 
Saat ini para maniak judi yang diringkus ditahan di Mapolres unntuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, bila terbukti bersalah mereka akan terancam pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan hukuman maksimal 6 tahun. AKP Saiful Rohman menegaskan, bahwa para pelaku yang buron tetap akan jadi DPO dan harus diproses sebagaimana mestinya. "Kami ingin mewujudkan keinginan mayoritas masyarakat Trenggalek yang menentang perjudian dan segala bentuk penyakit masyarakat", katanya.(haz).
Read more..

Sekda Trenggalek Terus Lakukan Sidak Disiplin PNS

Trenggalek (prigibeach.com) - Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Ir. Cipto Wiyono, M.Si berturut-turut sidak di beberapa SKPD. Selasa (19/10) Sidak ke Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Diskoperindag Tamben), Dinas Perumahan, Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) dan Sekretariat KPU. Rabu, (20/10), giliran Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bappeluh). Dan untuk apel dilaksanakan secara bersamaan di Dispertahutbun.

Hasil Sidak di Dinas Perkimsih, dari 142 pegawai, hadir 100 orang, tidak hadir 42 orang. Dari 42 orang tersebut yang tidak masuk tanpa keterangan sejumlah 4 porang, sakit 1 orang dan dinas luar 37 orang. Sedangkan di Diskoperindagtamben, dari 51 pegawai, yang hadir 15 orang, 29 orang tidak masuk tanpa keterangan, 2 orang dinas luar dan 5 pegawai mengikuti prajabatan. Sedangkan untuk Sekretariat KPU Daerah Kabupaten Trenggalek, ternyata mempunyai jam kerja yang berbeda dengan PNS di lingkup Pemkab Trenggalek, yaitu mulai pukul 07.30 WIB.

Selanjutnya, untuk Dispertanhutbun dalam sidak kali ini, dari 76 pegawai yang hadir 54 orang dan tidak hadir 22 orang. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa 5 orang tidak hadir tanpa keterangan, 2 orang ijin, 9 orang dinas luar, 1 orang sakit, 2 orang turun jaga, dan 3 orang dinyatakan terlambat.

Kepada para peserta apel, baik di Dinas Perkimsih maupun Dinas Pertahutbun Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si mengingatkan kepada PNS untuk meningkatkan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu , kepada kepada para pegawai dihimbau untuk loyal kepada lembaga, bukan pada pribadi pimpinan, sehingga bila terjadi pergantian pimpinan akan mudah untuk adaptasi. Selain itu, Sekretaris daerah juga mensosialisasikan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Sedangkan kepada pegawai yang tidak hadir, melalui Sekretaris Dinas, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. meminta untuk segera membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, dan apabila melanggar, maka mereka harus siap untuk menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(haz)
Read more..

Awas!!! Daging Ayam Glonggongan Beredar di Pasaran Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Diskoperindagtamben Trenggalek, Jawa Timur menemukan sejumlah daging ayam potong gelonggongan diperjual-belikan secara bebas di sejumlah pasar tradisional setempat.

"Kami masih menyelidiki kemungkinan itu. Senin (18/10), tim gabungan dari kepolisian dan diskoperindagtamben melakukan razia dan menemukan ada belasan potong daging ayam yang telah digelonggong," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman kepada wartawan, Rabu (20/10).

Selain menyita barang bukti puluhan ekor daging ayam gelonggongan, petugas gabungan juga mendapati alat bukti berupa semprot air. Menurut keterangan Saiful Rahman alat inilah yang digunakan pedagang untuk memasukan air ke dalam daging.

Tujuannya, agar berat daging bertambah jika ditimbang. Sebagai barang bukti, puluhan potong daging ayam gelonggonggan serta alat semprot air yang digunakan menggelonggong kemudian disita polisi untuk kepentingan penyidikan.

Belasan daging ayam gelonggongan tersebut disita petugas dari warung milik Ftm,24, Swt,57, Mis,50, serta Rkm,46.

Tiga pedagang yang disebut pertama merupakan warga Kecamatan Panggul yang tertangkap tangan menjual daging gelonggongan, sementara yang disebut terakhir merupakan warga Kecamatan Dongko.

Diduga kuat, terdapat banyak daging gelonggongan lain yang dijual bebas di pasar-pasar di Kabupaten Trenggalek. Sinyalemen itu mencuat setelah beberapa pedagang mengakui bahwa motif tersebut sudah bukan rahasia umum lagi.

"Hampir sebagian besar pedagang ayam selalu mengunakan cara seperti ini, untuk menambah untung," ucap Ftm.

Dihadapan petugas yang menyidiknya, beberapa pedagang juga mengakui jika praktik menjual daging ayam gelonggangan sangat mudah dilakukan. Mereka memiliki alat semprot air yang disambungkan dengan pompa air.

Teknisnya, alat semprot yang ujungnya berbentuk jarum tersebut disuntikan kedalam daging ayam untuk diisi air sebanyak-banyaknya. Untuk mengelabui pembeli, pedagang melakukan aksi nakalnya di rumah.

Di pasar, mereka tidak melakukan aktivitas mencurigakan. Hanya saja, daging ayam potong yang telah dibeli biasanya mengeluarkan air dalam jumlah cukup banyak. Ciri-ciri lain daging ayam menjadi lebih gemuk dan tidak tercium bau amis sedikitpun.

"Sesuai peraturan yang berlaku, kelima pedagang penjual daging ayam gelonggongan akan dijerat Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana lima tahun penjara," tutur Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman. (Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Sepasang Suami Isteri Asal Tulungagung Tewas Dilindas Truck Gandeng

Trenggalek (prigibeach.com) - Sebuah tragedi memilukan terjadi di jembatan Ngasinan, jalan P. Sudirman, selatan Hotel Widowati Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (10/10). Sepasang suami isteri asal Swaloh Tulungagung, tewas terlindas truck gandeng saat melintas di jalan tersebut, pukul 15.43.

Suami isteri tersebut diketahui bernama Sujaim (65) dan Darmini (45) melaju dari arah kota Trenggalek, mengendarai sepeda motor Mio Nopol AG 2797 TI menuju arah selatan tujuan Tulungagung. Menurut Kapolres Trenggalek, AKBP Eddy Hermanto melaui Kanit Laka lantas Aiptu Agustyo, keduanya terlindas truck gandeng saat berusaha menyalip dari jalur kiri. Sujaim yang menyetir tiba-tiba saja oleng, sehingga sepeda motornya yang menyenggol bak truck, terpental ke kiri, sedangkan pengendara yang berboncengan justru tersuruk ke kenan. Akibatnya tak ayal lagi, tubuh suami isteri itu dilindas ban truck bagian tengah.

AIPTU Agustyo mengatakan, korban sujaim meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP)sedangkan Darmini meninggal dunia setelah beberapa saat dirawat dirumah sakit dr Soedomo Trenggalek.
"Yang meninggal di TKP itu Sujaim, kalau istrinya mengalami luka berat, namun setelah di rawat di RSUD akhirnya juga meninggal" kata AIPTU Agustyo.

Ia menjelaskan, Sujaim mengendari motornya dengan kecepatan tinggi, seakan tidak perduli dengan kondisi jembatan yang sedang dalam pembangunan, dan sesampai di jembatan ngasinan, yang dipenuhi beton pancang dan alat berat, justru korban bermaksud mendahului truk gandeng yang ada di depannya.

"Karena lokasinya sempit, korban nekat nyalip lewat kiri. Selanjutnya, terjadilah tragedi memilukan itu. Korban mental ke kanan dan terlindas oleh ban truk bagian tengah, jadi ban truk gandenganya yang melindas," imbuh Agustyo.

Mendegar benturan keras dari kecelakaan itu, puluhan warga sekitar langsung mendatangi TKP, dan menemukan sujaim meregang nyawa di tengah jalan, sedangkan istrinya Darmini mengalami luka parah.

"Darmini langsung dilarikan ke rumah sakit, namun setelah dirawat beberapa saat nyawanya pun tidak tertolong" imbuhnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan maut tersebut. Sedanghkan sopir truk naas tersebut diamankan di mapolres Trenggalek untuk dimintai keterangan. "Sopirnya masih dimintai keterangan, untuk truknya kita amankan di mapolres" pungkas Agustyo.(Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Memalukan!! Oknum RT Pendopo Diduga Biang Raibnya Perabotan Pendopo Agung

Sukono, aleg Fraksi Golkar, Ketua Komisi I DPRD
Trenggalek (prigibeach.com) - Hasil Sidak Komisi I DPRD Trenggalek Usai Boyongan Mantan Bupati Soeharto, beberapa barang inventaris Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, raib. Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak(sidak) Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek Rabu(6/10) sekitar pukul 10.00.

Tim Komisi I, Inspektorat, serta Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) mendapati beberapa jenis perobat rumah tangga di Pendopo Agung Trenggalek tidak ada lagi ditempatnya. Barang yang hilang tersebut diantaranya, springbed, TV, rak makan, kursi makan serta perabotan dapur.

Sukono, aleg Fraksi Golkar, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek yang ikut melakukan sidak, mengungkapkan bahwa barang-barang itu baru diketahui hilang dua hari lalu, yakni pasca mantan Bupati Soeharto boyongan. "Fakta temuan kami dilapangan seperti itu," ujarnya. Sambil menegaskan bahwa Komisi I beserta tim langsung membuat berita acara raibnya inventaris Rumah Tangga yang merupakan aset daerah.

"Seluruh hasil sidak kita jadikan laporan untuk ditindaklanjuti. Pokoknya kami meminta kasus ini diusut hingga tuntas," kata Sukono, sambil menambahkan Komisi I mendesak kepada yang berkompeten untuk mengusut masalah ini. Terutama bagian protokoler dan rumah tangga pendopo sebagai pihak yang bertugas mengurusi segala sesuatu di Pendopo.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek Suparyo dikonfirmasi membenarkan hasil temuan tersebut. Pihaknya mengakui memang ada beberapa inventaris Pendopo Kabupaten Trenggalek yang hilang pasca boyongan mantan Bupati Soeharto usai masa tugasnya habis.

"Hilangnya ya habis Pak Harto boyongan," jelasnya. Suparyo memastikan inventaris milik Pendopo Kabupaten Trenggalek tidak dibawa serta oleh mantan Bupati Soeharto. Melainkan dibawa secara sengaja oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami yakin bukan beliau (Soeharto/red) yang membawa. Pasti ada oknum lain di lingkungan rumah tanggan pendopo," terang Paryo.

Hanya saja, lanjut Paryo barang yang diketahui hilang tidak seperti yang disampaikan Komisi I. Berdasar hasil pemeriksaan, dari empat jenis inventaris tersebut hanya satu yang saat ini memang diketahui hilang. Yakni, Spring Bed serta peralatan dapur. Sedangkan TV ternyata hanya berpindah tempat. Begitu pula dengan rak serta kursi makan. "Masih ada kok. Sudah kita periksa lagi," kilah Paryo.

Terkait masalah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek Cipto Wiyono sehari sebelumnya sudah memanggil beberapa oknum bersangkutan untuk dimintai keterangan. "Pak Sekda marah besar.Beliau kecewa kok barang begituan sampai hilang," imbuhnya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts