> Prigibeach Trenggalek

Warta BCC Trenggalek: Besok, H.Mulyadi WR, Akan Lepas TMBA Seri III


Trenggalek (prigibeach.com) - Trenggalek Mountain Bike Adventure (TMBA) Seri III akan diberangkatkan langsung oleh H.Mulyadi WR, Bupati Trenggalek, Jawa Timur, tepat pukul 06.00 (WIB), Minggu (16/1). Start di Pendopo Agung Trenggalek, dengan route menyusuri kaki Gunung Wilis mulai dari Pendopo - Prambon - Sengon - Srabah - Depok - finish kembali di Pendopo.

I Made Arjana, Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan, peserta dari Trenggalek diperkirakan 100 orang, sementara dari kawasan Jawa Timur dan DIY mencapai 350 orang lebih.

"Route sepanjang kaki Gunung Wilis cukup menantang dengan pemandangan indah, hawanya sejuk beraromakan bebukitan hijau dan hutan pinus. Track seperti ini cukup memberikan tantangan bagi bikers yang hobi tanjakan dan turunan tajam", ujar I Made Arjana yang sekarang menjabat Wakapolres Trenggalek.

Route yang akan ditempuh peserta sepanjang 30 km, terbagi dalam 3 etape yaitu etape pertama dengan jarak tempuh 0 - 12,2 km medan datar, beraspal dan jalan perkampungan. Etape kedua antara 12,2 - 16,1 km (off road) melewati medan penuh tanjakan, hutan pinus, jalan tanah berumput, kerikil dan bebatuan besar, dengan ketinggian 352 m dari permukaan laut. Etape terakhir 16,1 - 19,6 km peserta akan merasakan medan jalan beraspal 400 m, tanjakan, jalan makadam, turunan tajam, tikungan tajam, sungai arus dangkal, dengan ketinggian 287 m diatas permukaan laut, demikian I Made Arjana menjelaskan.

Selain disediakan Trophy bagi peserta yang menang, event TMBA Seri III juga memberikan hadiah utama 1 sepeda motor Mio, 5 sepeda MTB, 2 frame sepeda MTB, 1 kulkas, 2 TV 21" dan puluhan hadiah menarik lainnya yang akan diundi usai peserta mencapai finish di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Trenggalek Mountain Bike Adventure Seri III diselenggarakan kerjasama Bhayangkara Cycling Club (BCC) Trenggalek dengan Pengurus Cabang Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Trenggalek, dalam rangka memasuki tahun baru 2011 dan HUT ke-3 BCC Trenggalek. Hingga hari ini Panitia masih menerima pendaftaran peserta dari dalam maupun luar kota Trenggalek.(Haz)

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Tidak Terima Anaknya Dilecehkan, Isteri Hakim Adukan ABG Ke Polres

AKP Syaiful Rohman
Trenggalek (prigibeach.com) - Isteri seorang hakim Pengadilan Negeri Trenggalek, Jawa Timur, mendatangi Kepolisian Resor setempat, mengadukan ulah seorang anak baru gede (ABG) yang mencoba mencabuli anaknya yang masih berusia 5 tahun.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Syaiful Rohman, isteri hakim tersebut mengadu bahwa anak lelakinya yang masih  bocah mengaku dipegang-pegang kemaluanya oleh orang tak dikenal. Tindakan asusila tersebut terjadi Rabu siang (12/1/2011) di Kantor salah satu LSM yang berada di Jalan Dr. Soedomo, Kota Trenggalek.

"Kami menerima laporan itu, dan seakarng sedang kami pelajari kasusnya," ujar Syaiful Rohman kepada wartawan.

Sebelum perbuatan amoral itu terjadi, bocah yang berinisial PU itu sedang ke luar rumah untuk membeli es jus yang kebetulan berada di depan kantor LSM. Rumah korban sendiri hanya berjarak sekira 10 meter dari tempat kejadian yang dilaporkan. Sambil menikmati minumannya, bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak ini bermain di depan kantor sekretariat LSM. "Menurut si ibu, saat itu di dalam kantor LSM banyak orang," terang Syaiful.

Pada saat mondar-mandir di depan kantor lembaga yang bergerak di bidang informasi dan konsultasi remaja tersebut, tiba-tiba celananya ditarik ke bawah oleh seseorang yang berdiri membelakanginya. PU melihat seseorang yang memelorotkan celananya itu berusia remaja. "Korban mengaku sempat berteriak-teriak, namun oleh pelaku tidak dihiraukan, "terang Syaiful. Bahkan, dengan senyum mengejek ABG itu juga memijit-mijit kemaluan Pu", demikian Syaiful menirukan laporan ibu PU.

Sebelum pergi, entah karena jengkel melihat korbannya terus meronta melawan, ABG cabul tersebut sempat menendang kaki korban. "Sesampai di rumah korban terlihat sedih dan ketika ditanya ibunya mengaku kemaluannya usai dipijat orang lain," imbuh Kasatreskrim yang berbadan gempal itu.

Atas laporan tersebut, langkah awal yang dilakukan penyidik adalah meminta keterangan saksi. Hal itu mengingat pelapor tidak mengetahui identitas pelaku yang dilaporkanya. "Kami rencananya juga akan meminta keterangan semua orang yang saat kejadian berada di lokasi. Jika terbukti pelaku akan dijerat undang-undang secara berlapis," paparnya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

UDW Dan PMI Trenggalek Gelar Donor Darah

Trenggalek (prigibeach.com) - Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan ke-38 dan HUT Dharma Wanita  Persatuan ke-11 bekerjasama dengan PMI Cabang Trenggalek, Selasa (11/1) menggelar kegiatan donor darah di Graha Bhawarasa  Pendopo Agung Trenggalek, Jawa Timur. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi, mengatakan bahwa kegiatan donor darah akan berlangsung selama dua hari tanggal 11 sampai dengan 12 Januari 2011. Sampai hari ini telah terdaftar 125 pendaftar baik dari karyawan-karyawati lingkup Pemkab Trenggalek maupun dari masyarakat umum.

Ny. Penny Mulyadi juga menjelaskan bahwa rata-rata kebutuhan darah di Kabupaten Trenggalek setiap bulannya sekitar 300-400 bag. Kebutuhan tersebut akan bertambah bila penyakit demam berdarah menyerang. Selain itu, kegiatan donor darah seperti ini juga akan sangat membantu korban kecelakaan, korban bencana alam dan ibu melahirkan. Sebagaimana dikatakan orang bijak, setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia.

Menurut Ketua PMI cabang Trenggalek, Drs. Suparman, kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh TP PKK kali ini dilihat dari segi peserta dinilai sangat berhasil. Lebih lanjut, Drs. Suparman menjelaskan bahwa selama tahun 2010 persediaan darah di PMI cabang Trenggalek baru mencukupi 80% dari total kebutuhan darah.
Bupati Trenggalek dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, SH, M.Si menyatakan bahwa Kabupaten Trenggalek adalah daerah yang rawan bencana. Selain itu juga merupakan daerah endemik demam berdarah. Angka kematian ibu ketika melahirkan masih cukup tinggi, untuk tahun 2010 angka kematian ibu mencapai 10 orang dari 8000 kelahiran hidup dan 7 diantaranya meninggal karena perdarahan.

Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Trenggalek, untuk tahun 2010 persediaan darah di PMI mencapai 2050 bag/kantong dan itu baru mencapai 80% dari kebutuhan. Sedangkan kebutuhan darah yang paling banyak adalah golongan darah O dan golongan darah yang paling susah dicari adalah golongan darah AB. 

Idealnya, persediaan darah di suatu daerah adalah 2% dari jumlah penduduk. Sehingga bila penduduk Kabupaten Trenggalek 714.070 jiwa, persediaan darah yang ideal dalam satu tahun sebanyak 14.281 kantong/bag.

Oleh karena itu Bupati menghimbau kepada seluruh masyarakat Trenggalek, khususnya para PNS untuk aktif menjadi pendonor darah. Karena dengan menjadi pendonor aktif banyak menfaat yang akan kita peroleh, antara laian sebagai sarana amal tanpa mengeluarkan materi, pendonor aktif jarang terkena penyakit dan mencegah stroke. Lebih lanjut Bupati  menjelaskan kaum pria lebih rentan terkena stroke, sedangkan wanita tidak, karena wanita rutin mengeluarkan darah melalui haid. Maka saran terbaik bagi kaum pria untuk menghindari stroke adalah melalui donor darah secara rutin.

Dalam kesempatan tersebut, Ny, Penny Mulyadi memberikan bingkisan kepada Ny. Eni Sehat karena telah56 kali mendnorkan darahnya
Related Posts with Thumbnails
Read more..

KORPRI Berikan Bantuan Sembako Bagi Korban Baniir Bandang


Trenggalek (prigibeach.com) - Banjir yang melanda Trenggalek, Jawa Timur, tanggal 2 dan 3 Januari 2011 yang lalu, telah menggugah Dewan Pengurus KORPRI untuk berbagi kepedulian dengan menyerahkan bantuan sembako kepada korban bencana banjir di Kecamatan Suruh dan Kecamatan Karangan. Paket bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Trenggalek, Cipto Wiyono, bertempat di aula Kecamatan Suruh, Jumat (7/1).

Camat Suruh, Zahid Isroni,sangat berterimakasih atas kepedulian seluruh anggota KORPRI. Serta tanggap bencana dari Pemkab yang diwujudkan antara pada malam hari setelah terjadi bencana, Pemerintah Kabupaten Trenggalek langsung membuka dapur umum dan Puskesmas yang berada di daerah bencana. Langsung bergerak saat terjadi bencana seperti pemberian kaporit di sumur-sumur warga dan pemberian pengobatan gratis kepada warga selama 1 minggu pasca bencana.

Wilayah Suruh juga tertimpa bencana tanah longsor pada Kamis (6/1) kemarin yakni di Desa Puru yang mengakibatkan 8 rumah rusak. Empat rumah telah ditinggalkan penghuninya karena kondisi rumahnya sangat membahayakan dan 4 rumah lainnya tembok dan pondasinya putus karena tanahnya bergerak.

Cipto Wiyono, selaku Sekda mengatakan bahwa seingatnya Desa Kerjo Kecamatan Karangan belum pernah terkena banjir, namun kali ini juga dilanda banjir. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan alam telah berubah dan bencana alam bisa terjadi dimana saja.

"Oleh karena itu, kita harus instrospeksi dan selalu waspada. Banjir yang banyak membawa lumpur menandakan bahwa hutan kita telah gundul, demikian juga dengan lingkungan kita, sehingga kita harus menghijaukan kembali alam kita", demikian Cipto.

Total bantuan sembako yang diberikan oleh KORPRI sejumlah 2.140 paket dan masing-masing paket senilai Rp. 60.300,- dengan total keseluruhan 130 juta rupiah. Dalam setiap paket tersebut terdiri dari 4 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 botol kecap, dan 7 bungkus mie instan.

Untuk kecamatan Suruh, bantuan yang diberikan sejumlah 410 paket yang akan diperbantukan ke 3 desa yaitu Desa Suruh sejumlah 300 KK, Desa Mlinjon 75 KK dan Desa Nglebo 35 KK. Warga Desa Suruh yang akan mendapatkan bantuan datang ke Aula Kecamatan Suruh, sedangkan untuk korban banjir warga Desa Mlinjon dan Desa Nglebo diserahkan kepada Kepala Desanya masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada yang berhak.

Sedangkan untuk Kecamatan Karangan, diberikan bantuan sejumlah 1.726 paket untuk 7 desa yakni Desa Jati 450 KK, Desa Karangan 450 KK, Desa Kerjo 354 KK, Salamrejo 100 KK, Kedungsigit 10 KK, Sumberingin 251 KK, dan Desa Sukowetan 111 KK. Untuk desa-desa di Kecamatan Karangan yang mendapat bantuan, paket bantuan diambil oleh Kepala Desa masing-masing di Kantor Kecamatan Karangan untuk selanjutnya dibagikan kepada warganya yang terkena banjir

Menurut hasil rekapitulasi data kerugian akibat banjir tanggal 2 dan 3 Januari 2011 yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, total kerugian yang berupa prasarana infrastruktur akibat bencana banjir tersebut adalah senilai 14,35 Miliar Rupiah, yang terdiri dari 13 jembatan kabupaten dan 1 jembatan nasional, 3 ruas jalan desa, tembok penahan jalan maupun bangunan serta tangkis-tangkis sungai sebanyak 15 paket serta kerusakan pada sarana sumber daya air sejumlah 4 paket.

Sementara itu, Suyatin (55) warga Desa Kedungsigit mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan dari Pemkab.

"Kami dapat 4 kg beras, 1 botol kecap, 7 bungkus mie instan, dan satu liter minyak goreng," ujarnya pada prigibeach.com. (haz)

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Budhe Karwo Sambangi Balita Dede Eko Prasetyo, Penderita Gizi Buruk

Trenggalek (prigibeach.com) - Usai acara di balai Desa Sugihan, Kampak, Trenggalek, Jawa Timur, Budhe Karwo mengunjungi salah satu balita penderita gizi buruk, Dede Eko Prasetyo, putra pasangan Sumadi dan Riyatin yang berdomisili di Dusun Kebon RT 8/RW 3 Desa Wonorejo Kecamatan Gandusari, Kamis (6/1).

Balita Dede Eko Prasetyo lahir dengan berat badan 3,20 Kg tersebut kini berusia 52 bulan, namun berat badannya hanya 7,1 Kg, padahal idealnya sekitar 15 Kg. Menurut Kepala Puskesmas Gandusari, dr. Malukyanto, selain menderita gizi buruk, ketika lahir balita tersebut sudah membawa kelainan, yaitu kelemahan saraf otak sehingga sering kejang-kejang. Hingga umur 52 bulan ini, balita malang tersebut hanya bisa berbaring lemas, sehingga semuanya tergantung orang tua Padahal ketika hamil tidak ada keluhan dan rutin periksa ke bidan desa lanjut dr. Malukyanto.

Pada tahun 2009, balita yang bapaknya sedang merantau ke perkebunan Sawit di negeri jiran Malaysia ini pernah dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan. Berhubung keterbatasan peralatan, balita Dede Eko Prasetyo dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan lebih lanjut, namun waktu itu keluarga merasa keberatan sehingga dibawa pulang.

Budhe Karwo sangat prihatin dan kasihan melihat penderitaan Dede Eko Prasetyo.dan dengan kasih sayang, balita tersebut digendong. Kepada orang tua balita malang tersebut, Budhe Karwo meminta agar bersedia bila anaknya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan, guna mengurangi penderitaan yang dialami Dede Eko Prasetyo. Budhe Karwo akan berupaya untuk memfasilitasi perawatan Dede Eko Prasetyo, apalagi orang tuanya pemegang kartu JPS.

Kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, dr. Sugito Teguh, Budhe Karwo meminta agar balita tersebut dibantu untuk mendapatkan pelayanan pengobatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dan secara spontan, Budhe Karwo memberikan bantuan uang kepada Ibu Dede Eko Prasetyo disamping satu paket bantuan untuk balita dengan gizi buruk yang terdiri dari 2 dus susu SGM 900 gram, 1 dus susu SGM 300 gram, 2 dus susu SGM 150 gram dan 3 dus biskuit promina.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts