> Prigibeach Trenggalek

POR Prov III, Cabor Senam, Trenggalek Gagal Raih Medali

Trenggalek (prigibeach.com) – Sebanyak 21 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur sejak 17 hingga18 Juli 2011 bersaing ketat memperebutkan gelar cabang olahraga Senam untuk kategori artistik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jawa Timur Tahun 2011 yang diselenggarakan di Kabupaten Trenggalek, bertempat di Hall Hotel Hayam Wuruk.

Pada hari pertama, Minggu,(17/7) dipertandingkan kategori senam artistik beregu dan artistik all around. Hari Senin (81/7) para peserta berkompetisi dalam kategori senam artistik nomor perorangan.

Untuk memperebutkan gelar juara, peserta diharapkan mampu menunjukkan kombinasi kemampuan yang terdiri dari kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelenturan dan ketepatan sehingga tercipta gerakan yang dinamis. Seperti yang ditegaskan oleh Drs. Indra Sibarani,MM selaku Technical Delegate bahwa penilaian akan mencakup beberapa hal diantaranya gerakan yang rapi, artistik dan proporsi yang tepat. Selain itu, faktor kesulitan gerakan juga menjadi point tersendiri yang akan mempengaruhi penilaian para juri. “Jika para peserta mampu menunjukkan gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi akan menjadi nilai bonus bagi si atlet” ujarnya.

Pemenang masing-masing kategori dalam cabang olahraga Senam dalam Porprov III Jawa Timur 2011 yang diumumkan pada Senin, 18 Juli 2011 adalah sebagai berikut :

Kategori Senam Artistik Beregu Putra :
1. Juara I Kota Surabaya;
2. Juara II Kabupaten Gresik;
3. Juara III Kota Probolinggo;

Kategori Senam Artistik Beregu Putri :
1. Juara I Kabupaten Gresik;
2. Juara II Kabupaten Banyuwangi;
3. Juara III Kota Surabaya:

Kategori Senam Artistik Putri All Around :
1. Richard Budi D. Kota Surabaya
2. Timotius Avent Jordan Kota Surabaya
3. Novelyno Wige A. Kota Probolinggo

Kategori Senam Artistik Putra All Around :
1. Juara I atas nama Hidayatur Rohma, Kabupaten Gresik;
2. Juara II atas nama Bella Sindi A., Kabupaten Gresik;
3. Juara III atas nama Irfine Rafsanjani, Kota Malang.

Kategori Senam Artistik Perorangan Putra :
Artistik Putra Lantai:
1. Juara I atas nama Richard Budi D, Kota Surabaya;
2. Juara II atas nama Izzah Syahrur Rouf, Kabupaten Probolinggo;
3. Juara III atas nama Ronaldo Ferda Garda P.P, Kota Kediri;

Artistik Putra Meja Lompat:
1. Juara I atas nama Novelyno Wige A., Kota Probolinggo;
2. Juara II atas nama Eva Wulan Cahyo, Kota Malang;
3. Juara III Nur Cholis, Kabupaten Malang;

Artistik Putra Alat Jamur :
1. Juara I atas nama M.Rizky Gunarso, Gresik;
2. Juara II atas nama Evan Ricky Johannes, Blitar;
3. Juara III atas nama Achmad Hari F., Sidoarjo;

Kategori Senam Artistik Perorangan Putri :
Artistik Putri Lantai:
1. Juara I atas nama Frizzkila Dita Yolanda, Kota Surabaya;
2. Juara II atas nama Adellya Putri K, Kota Kediri;
3. Juara III atas nama Anisa Fitri Nurimani, Kabupaten Malang;

Artistik Putri Meja Lompat :
1. Juara I atas nama Bella Sindi A., Kabupaten Gresik;
2. Juara II atas nama Gabriela Anggeenis Tiuz, Kota Probolinggo;
3. Juara III atas nama Santi Fika Widyanti, Kabupaten Probolinggo;

Artistik Putri Alat Balok Keseimbangan :
1. Juara I atas nama Melyanan Pancarini, Kabupaten Banyuwangi;
2.Juara II atas nama Irfine Rafsanjani, Kota Malang;
3. Juara III atas nama Retno Nur Widiyani, Kabupaten Sidoarjo;

(Haz).
Read more..

Gebyar Budaya Bumi Sopal di Taman Budaya Jawa Timur


H. Mulyadi WR memukul terbang tanda dimulainya gelar budaya Bumi Sopal


Surabaya (prigibeach.com) - Sebagian potensi budaya Kabupaten Trenggalek telah ditampilkan dalam Gelar Seni Budaya Daerah Jatim di Taman Budaya Jawa Timur, suatu UPT (Unit Pelaksa Teknis) di Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya. Selain sebagai sarana untuk mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Trenggalek, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar masyarakat Trenggalek di berbagai di Surabaya dan sekitarnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT). Yang lebih spesial dalam Gelar Seni Budaya kali ini, dua pejabat Pemprov Jatim yang membidangi kesenian dan budaya juga merupakan warga asli Kabupaten Trenggalek, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Jariyanto, M.Si. serta Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno.

Berbagai tarian daerah asli Kabupaten Trenggalek seperti Tari Beksan Asri, Teleng Kencono, Rampak Kucing dan Turonggo Yakso ditampilkan dalam Upacara Pembukaan. Selain itu juga terdapat stand pameran yang diisi berbagai macam potensi asli Trenggalek, ada kerajinan marmer, konveksi, kuliner serta berbagai macam hasil kerajinan tangan. Bupati, H. Mulyadi WR, beserta Ny. Penny Mulyadi, Wabup Kholiq, beserta Ny. Hanik Kholiq , Ketua DPRD S. Akbar Abas, beserta Ibu serta beberapa Kepala SKPD menyempatkan diri hadir dalam acara ini. Tampak hadir pula beberapa mantan Bupati Trenggalek yaitu Bapak Soedarso, Drs. Slamet dan Drs. Ernomo.

Ketua DPRD & Bupati meninjau stand pameran

Berdasarkan laporan Ketua UPT Taman Budaya Jawa Timur, Drs. Sukatno saat upacara pembukaan menyatakan bahwa gelar budaya ini telah digelar mulai hari Jumat (15/7) dengan menampilkan pertunjukan terbang sholawatan dan campursari dari Kabupaten Trenggalek. Selain itu juga digelar pameran produk unggulan, pariwisata, serta pemutaran multi media potensi Kabupaten Trenggalek yang terbuka untuk umum. Untuk memeriahkan acara ini, pada hari minggu (17/7) juga digelar senam aerobik yang dilanjutkan dengan sarapan pagi gratis untuk 500 peserta, selain itu juga ada pengundian doorprize bermacam-macam hadiah. “Oleh karena itu, segenap warga IKAT yang tinggal di wilayah Surabaya dan sekitarnya diharapkan untuk hadir pada hari minggu beserta keluarga, bahkan kalau bisa para tetanggapun juga ikut diajak”,lanjut pria yang berasal dari Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ini.

Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR. tidak menyia-nyiakan event ini untuk mempromosikan segenap potensi yang dimiliki Kabupaten Trenggalek khususnya di bidang pariwisata. “Kabupaten Trenggalek mempunyai sejumlah pantai yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain, ada Pantai Pelang di Kecamatan Panggul, Pantai Blado di Kecamatan Munjugan dan Pantai Karanggongso di Kecamatan Watulimo. Namun sayangnya potensi wisata itu saat ini belum bisa dikemas menjadi satu paket wisata, dikarenakan akses transportasi yang masih sulit”, ucap Bupati. “Semoga dengan dibangunnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang rencananya akan selesai pada tahun 2013, permasalahan itu bisa diatasi”, harap Bupati.

Selain itu, di Kabupaten Trenggalek juga ada goa terpanjang se Asia Tenggara, yaitu Goa Lowo. “Goa ini mempunyai stalaktit, stalagmit dan relief yang sangat menawan, namun masih terdapat kekurangan yaitu terkait masalah pencahayaan (lighting)”,tutur Bupati. Oleh karena itu, Bupati Trenggalek mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi melalui Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk dapatnya membantu Pemkab Trenggalek guna melengkapi fasilitas pencahayaan di Goa Lowo.

Tari Beksan Asri


Bupati juga mengharapkan partisipasi segenap anggota IKAT yang ada di Surabaya dan sekitarnya untuk turut mempromosikan dan mencarikan investor guna mengelola potensi yang ada di Kabupaten Trenggaleki . “Bahkan saya akan sangat bangga jika ada warga asli Trenggalek yang mau menanamkan modalnya untuk mengelola potensi sumber daya alam di Kabupaten Trenggalek”, ungkap Bupati.

Drs. Jarianto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian terhadap seni budaya khususnya yang berada di Jawa Timur. “Dulu Jawa Timur memiki Kerajaan Majapahit yang berjaya, namun saat ini budaya-budaya itu seakan luntur tidak berbekas. “Oleh karena itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya para seniman-seniman yang untuk turut memajukan kesenian yang ada di Provinsi Jawa Timur”, ungkap Jarianto.

Pembukaan Gelar Budaya Bumi Sopla secara resmi dilakukan Sabtu siang, (16/7) yang ditandai dengan pemukulan terbang oleh Bupati Trenggalek bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim. Acara dilanjutkan dengan meninjau stan pameran yang dilakukan oleh Bupati dan seluruh rombongan dari Pemkab Trenggalek.

Gelar Seni Budaya Daerah ini merupakan agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim yang diikuti bergilir oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pada tahun 2011 ini ada 6 Kabupaten/Kota yang menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing. Sebelum Kabupaten Trenggalek, juga tampil Kesenian dari Kabupaten Pacitan, Sumenep dan Banyuwangi. Disusul pada Bulan Oktober 2011 nanti dengan pergelaran seni dari Kabupaten Ponorogo dan ditutup pada Bulan Nopember 2011 dengan penampilan dari Kabupaten Tuban. (Haz).
Read more..

Brutal! Siswi SMPN 3 Trenggalek Dibakar Hidup-hidup!

Trenggalek (prigibeach.com) – Masyarakat Desa Karangsuko, Trenggalek, Jawa Timur dibuat geger oleh peristiwa brutal yang dilakukan seorang pemuda tak dikenal. Sekitar pukul 19.00, Juma’at (15/7), warga RT 8 Desa Karangsuko tiba-tiba dikejutkan oleh jeritan salah seorang warga bernama Teguh (32), yang meminta tolong. Dalam waktu singkat, belasan warga langsung datang ke rumah di mana peristiwa tragis sedang berlangsung. Di rumah pasangan suami isteri Suprapto dan Harniyati, nampak asap mengepul sementara seorang gadis nampak berusaha berlarian jatuh bangun ke luar dari rumah dalam kondisi mnengenaskan, berusaha menyelamatkan diri dari kejadian yang diduga kebakaran.

Gadis berwajah manis yang berusaha menyelamatkan diri dari kebakaran itu adalah puteri dari suami isteri Suprapto dan Harniyati, bernama Ajeng (14) yang masih duduk di bangku sekolah kelas II SMPN 3 Trenggalek. Menurut penuturan Purwanto (33) yang masih kerabat dekat dari Suprapto, dia tidak tahu persis awal kejadian. Ketika mendengar teriakan dari Teguh yang juga masih keluarganya, Purwanto langsung ke TKP.

“Saya sempat melihat Ajeng (korban) tertatih-tatih berusaha lari ke rumah tetangga. Kemudian kami bersama warga memberikan pertolongan.,” ujar Purwanto.

Selanjutnya, Purwanto memperkirakan Ajeng telah dijotosi oleh pelaku yang saat itu belum diketahui identitasnya. “Saat Ajeng ditanya, dia sempat mengatakan bila telah dijotosi mukanya dan dicekik oleh seorang pemuda. Saya kira, kemudian dia pingsan. Mungkin saja ketika itu si pelaku menduga Ajeng sudah mati, maka kemudian dibungkus dan digulung dengan kasur lalu dibakar oleh pelaku tersebut,” tambah Purwanto.

Dalam keadaan pingsan Ajeng tidak mengetahui apa yang terjadi, barangkali karena panasnya kasur yang terbakar telah membuat Ajeng tersadar dari pingsannya, kemudian berusaha bangun dengan sempoyongan dan tertatih-tatih menyelamatkan diri sambil berteriak meminta pertolongan. Jeritan Ajeng ini didengar oleh Teguh, yang juga ikut berteriak mencari pertolongan sehingga warga RT 8 berdatangan. Selanjutnya ada warga yang menghubungi pihak yang berwajib, sedang sebagian lain langsung mengevakuasi Ajeng ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan pertolongan dengan kendaraan Basarnas Trenggalek yang lokasi kantornya berseberangan dengan TKP.

Pada saat kejadian orang tua Ajeng sedang bersilaturrakhmi ke rumah salah satu keluarga di Kecamatahn Tugu, Ajeng ditinggal sendirian di rumah. Begitu terjadi peristiwa nahas, Purwanto menghubungi Suprapto melalu selularnya. “Saya dan bapaknya sedang di Tugu, kami tidak tahu kejadiannya. Tanya saja nanti pada bapaknya yang sekarang masih di rumah (TKP),” ujar Harniyati ibu kandung Ajeng saat menunggui Ajeng di UGD RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Tidak lama berselang, pukul 21.27 (WIB) Harniyati menerima telepon dari suaminya Suprapto, yang mengatakan bahwa pelaku penganiayaan terhadap Ajeng sudah berhasil ditangkap oleh Tim Buser Polres Trenggalek. “Pelakunya sudah tertangkap, namanya David warga Bendo,” ujar Harniyati, sembari menambahkan bila dia tidak terima atas pelakuan yang dialami anaknya. “Kami akan menuntut agar pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya”.

Ketika ditanya, apakah puterinya itu memiliki pacar. Harniyati menyangkal dan menegaskan bahwa setahunya Ajeng belum memiliki pacar, usianya baru 14 tahun, jadi belum berpacaran.

Kondisi Ajeng nampak lemas lunglai tak berdaya. Di wajahnya terlihat lebam-lebam pada bagian mata kanannya, sedangkan lengan kanan ada luka bakar akibat perlakuan brutal pemuda yang diduga bernama David asal Bendo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek.

Foto: Kapolres Trenggalek (berbaju putih di tengah) saat menjenguk Ajeng di UGD RSUD Trenggalek (15/7)

Kasus ini cepat direspon oleh Polres Trenggalek, sehingga pelaku dalam waktu singkat bisa disergap. Bahkan Kapolres Trenggalek AKBP Totok Suharyanto, S.Ik.M.Hum, malam itu langsung datang menjenguk Ajeng di RSUD dr. Soedomo. Kapolres yang gentle dan ramah itu, memberikan instruksi kepada anggotanya agar tidak buru-buru mewawancarai Ajeng. “Korban sempat mengirim sms pada pacarnya, nah, sebaiknya segera dilacak melalui SIM Card-nya, untuk identifikasi,” demikian antara lain Kapolres mengatakan kepada salah seorang petugas intel dari Polres Trenggalek.

Sampai berita ini diturunkan masih belum diketahui motif tindakan brutal yang dilakukan oleh David asal Bendo. Pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Trenggalek untuk dimintai keterangan.(Haz).
Read more..

Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil, Suratno Dikecrek Polisi

AKP Saiful Rohman, Kasat Reskrim Polres Trenggalek
Trenggalek (prigibeach.com)
- Suratno (42), warga Dusun Pelem, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, terpaksa harus mendekam di tahanan Mapolres Trenggalek. Lelaki itu dilaporkan oleh ibu yang mendampingi anak gadisnya bernama NU karena telah memperkosa dan menghamili NU.
Korban NU yang masih duduk di bangku kelas VII sekolah menengah pertama adalah anak tiri pelaku. Menurut laporan NU yang didampingi ibunya, Suratno telah memperkosa dirinya berkali-kali hingga hamil 5 bulan. Unit Pengaduan dan Perlindungan Anak (UPPA), Polres Trenggalek, Kamis (14/7) sore, telah memeriksa Suratno secara intensif terkait dugaan telah memerkosa anak tirinya hingga hamil lima bulan.
Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rohman mengatakan, sesudah pihaknya menerima laporan dari pihak keluarga, langsung melakukan visum terhadap korban di RSUD dr. Soedomo, Trenggalek.
"Kalau melihat hasil visumnya, korbannya memang positif sudah hamil sekitar 5,5 bulan. Tapi apakah itu sebagai akibat perbuatan pelaku, kami masih akan lakukan penyelidikan," ujarnya.
Saiful tak menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan polisi mengenai dugaan perkosaan seperti laporan yang dibuat korban Nu bersama ibunya.
Namun, Saiful memberi isyarat bahwa ada dugaan persetubuhan antara bapak tiri dan anak tiri itu telah dilakukan berkali-kali.
"Apa pun latar belakangnya (diperkosa atau tidak), persetubuhan itu sudah melanggar pidana karena korban masih anak-anak. Pelaku akan kami jerat dengan pasal berlapis, terutama menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak," jelasnya.
Saiful menambahkan, ibu kandung korban baru sadar bahwa anaknya hamil ketika mengetahui ada perubahan fisik pada diri Nu, apalagi ketika tahu perut anaknya mulai membesar.
Kabar kehamilan Nu yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya itu kemudian tersebar ke lingkungan sekitar rumah mereka. Aib itu pun berubah menjadi bahan pergunjingan warga sehingga membuat keluarga Nu gerah dan kemudian melaporkan Suratno ke Polsek Dongko.
Saat dikonfirmasi mengenai tindakan tercela yang dilakukannya terhadap anak tiri, Suratno berdalih aksi bejatnya itu dilakukan lantaran ingin punya keturunan.
Apalagi, istri sahnya sampai sekarang belum bisa memberikan keturunan seperti yang dia harapkan, padahal mereka sudah menikah bertahun-tahun. "Saya tahu semuanya memang salah. Tapi bagaimana lagi, semuanya sudah telanjur terjadi," ujar Suratno pasrah.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Trenggalek, dan akan dijerat Pasal 81 ayat 2 Sub-Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara maksimal 10 tahun.(Haz).
Read more..

Trenggalek Canangkan Bulan Bhakti Gotong Royong dan Hari Kesatuan Gerak PKK

Trenggalek (prigibeach.com) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, mencanangkan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 dan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8, Kamis (7/7) bertempat di Balai Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forpimda, seluruh Kepala SKPD, anggota Muspika  dan Kades/Lurah  se-Kabupaten Trenggalek, serta tokoh masyarakat Desa Salamrejo.

Camat Karangan, Dra. Hasnawati Wahid, berharap dengan momentum Hari Kesatuan Gerak PKK dan Bulan Bhakti Gotong Royong dapat menumbuhkan kembali semangat gotong royong. Satu-satunya Camat perempuan di Kabupaten Trenggalek ini, juga mengucapkan terima kasih kepada semua hadirin yang telah memberikan kesempatan kepada Desa Salamrejo untuk menggelar acara ini.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Imam Suprapto, SH. MM. membeberkan bahwa pengertian Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat adalah kegiatan gotong royong masyarakat dalam 1 bulan penuh yang merupakan akumulasi selama 11 bulan. “Tempat pelaksanaannya di desa dan kelurahan se-Kabupaten Trenggalek, sedangkan pencanangannya di Desa Salamrejo Kecamatan Karangan”, tuturnya.  Adapun tujuan Bulan Bhakti Gotong Royong adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan.

Pemkab dalam bulan bhakti gotong royong melakukan kegiatan pemasangan implant kepada masyarakat yang membutuhkan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, bantuan bibit/benih tanaman intensifikasi pekarangan berupa jambu biji, blimbing cabe, tomat dan lain-lain dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan. Selain itu, Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8 didukung dengan bantuan stimulan berupa semen dan aspal untuk kegiatan pembangunan fasilitas umum. Jumlah total bantuan semen sebanyak 49.071 sak sedangkan untuk aspal sebanyak 411 drum.

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi menyampaikan beberapa bentuk bantuan sosial yang telah dilakukan oleh PKK antara lain, pelaksanaan donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Trenggalek, pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga tidak mampu dan masih banyak kegiatan sejenis ini lainnya. Meskipun demikian, Ny. Penny Mulyadi mengungkapkan bahwa sejauh ini apa yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Trenggalek masih sedikit. “Jika diibaratkan apa yang sudah dilakukan PKK saat ini setapak, maka masih ada ribuan bahkan jutaan tapak lagi yang harus ditempuh”,ungkapnya. Istri Bupati Trenggalek ini juga mengharapkan bantuan dari para pria untuk ikut dalam program PKK. “Karena PKK bukan hanya milik perempuan saja, namun bapak-bapak juga bisa turut andil mengembangkan PKK”,tuturnya.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. menegaskan kembali pentingnya gotong royong yang saat ini perlahan telah mulai luntur. Satu hal yang menurut Bupati hingga saat ini belum terwujud dalam program kerjanya, yaitu terkait dengan perbaikan sarana infrastruktur yang rusak. Mengingat saat ini kerusakan yang dialami sudah sangat parah, selain itu juga dikarenakan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, Bupati sangat mengharapkan bantuan serta gotong royong segenap warga masyarakat untuk mensukseskan pembangunan infrastruktur di desanya masing-masing.

Bupati sangat percaya jika bantuan stimulan berupa aspal dan semen diberikan kepada masyarakat, maka nilai hasilnya akan bertambah. “Misalnya bantuan yang diberikan Pemkab hanya cukup untuk membangun jalan 1 KM, namun karena gotong royong dari masyarakat maka panjang jalan yang dibangun bisa mencapai 1,5 Km”,tuturnya. “Oleh karena itu, bagi desa yang pada tahun ini terbukti hasil  pelaksanaan bantuan infrastruktur  pedesaan  hasilnya bagus, maka pada tahun depan bantuan infrastruktur pedesaan  akan ditambah nilainya, begitu pula sebaliknya”,lanjut Bupati. 

Terkait dengan gotong-royong dan partisipasi masyarakat, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Dandim 0806 Trenggalek, Letkol. CZI Heri Pahlawantoro  yang  telah mempersilakan Camat maupun Kades  untuk melibatkan anggota TNI di wilayhnya dalam kegiatan gotong-royong.

Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek beserta Ketua TP-PKK memberikan penghargaan kepada Desa dan Kelurahan terbaik serta bantuan simbolis kepada anak-anak yatim di Kecamatan Karangan.
Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 dan Bulan Bhakti Gotong Royong ke-8 ditandai dengan dipukulnya kentongan oleh Bupati Trenggalek diikuti oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit salam di sekitar Balai Desa Salamrejo.

Usai acara di Balai Desa Salamrejo, Bupati Trenggalek didampingi Dandim 0806 Trenggalek, Letkol. CZI Heri Pahlawantoro, Sekretaris Daerah, Ir. Cipto Wiyono, M.Si dan Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Penny Mulyadi meletakkan batu pertama  bedah rumah milik Siman, warga RT 19 RW 7 Dusun  Jajar Desa Salamrejo.  Rumah ini masih terbuat dari bambu dan kondisinya  memprihatinkan. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Dewan Pengurus Korpri dan Tim Penggerak PKK tergerak untuk memperbaiki rumah tersebut.  Dalam  kesempatan ini, Bupati juga mengharapkan bantuan masyarakat  untuk gotong-royong memperbaiki  rumah Sdr. Siman.  

“Karena bantuan  dari Pemkab, Korpri dan PKK tentunya  belum bisa mencukupi keseluruhan, saya mohon  masyarakat  secara gotong-royong  ikut  membantu menyelesaikannya”,  ungkap Bupati.(Haz).
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts