> Eksekutif Meminta Dewan Merespons Banjir Bandang | Prigibeach Trenggalek

Eksekutif Meminta Dewan Merespons Banjir Bandang

Trenggalek (prigibeach.com) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H. Mulyadi WR, Ketua DPRD, S. Akbar Abas, dan Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, bersama sejumlah Kepala SKPD terkait mengadakan kunjungan ke lokasi bencana banjir, Sabtu,(21/5) disertai Ny. Peny Mulyadi. Bebarapa lokasi yang dikunjungi yaitu Desa Nglebo dan Desa Suruh Kecamatan Suruh, Desa Jati Kecamatan Karangan dan Desa Bendoagung Kecamatan Kampak.

Di Desa Nglebo, rombongan meninjau kondisi jembatan yang putus dan hanyut karena derasnya aliran sungai pada Juma’t dini hari tanggal 20 Mei 201   kemarin. Akibat putusnya jembatan sepanjang 25 meter tersebut, mobilitas  600 KK warga Dusun Salam dan Dusun Maja Desa Nglebo sangat terganggu, dan hampir terisolir dari tetangga dusun sekitarnya. Selain itu, akses dari Dusun tersebut menuju  Kecamatan  Pule juga terhambat, karena satu-satunya jalan yang ada tertimbun akibat tanah longsor.

H. Mulyadi bernjanji akan segera membangun kembali jembatan yang ada. "Namun saya mengharapkan pengertian masyarakat bahwa pembangunan tersebut perlu proses dan waktu. Sambil menunggu terwujudnya jembatan permanen, saya instruksikan agar Camat dan Kades untuk menggalang gotong royong membangun jembatan darurat yang bisa dilalui kendaraan roda dua, sehingga 2 dusun ini tidak terisolasi", demikian H. Mulyadi.

Setelah dari Desa Nglebo,  Bupati dan rombongan  meninjau Dam Suruh yang ambrol diterjang banjir.  Dari tempat tersebut dapat diketahui bahwa  kedalaman Sungai Suruh sangat dangkal dan alur sungai sudah jauh bergeser dari yang semula. Sehingga ketika dilewati air bah, sungai tersebut tidak mampu menampung debit air, akibatnya  air melimpah ke pekarangan dan rumah warga sekitarnya. H. Mulyadi menandaskan perlu segera dilaksanakan normalisasi sungai dan agar hasilnya maksimal. 

Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat Suruh bertempat di Mushola Al Jihad sebanyak 250 paket.

Bupati juga meninjau kondisi Desa Jati Kecamatan Karangan. Dalam banjir kali ini, kondisi Desa Jati cukup parah dan banyak rumah yang terendam air dengan ketinggian 0,5 – 1,5 meter. Di tempat ini, Bupati juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis sejumlah 250 paket.

Di Kecamatan Kampak, Bupati meninjau kondisi SMPN I Kampak. Saat banjir kemarin, air menggenang sekitar 1 meter, sehingga banyak buku yang terendam. Selain itu pagar tembok di belakang sekolah sepanjang kurang lebih 100 meter roboh. Ketika Bupati datang di lokasi, para guru dengan dikoordinir Kepala Sekolahnya sedang kerja bakti membersihkan endapan lumpur di ruang kelas dan halaman. Di tempat ini pula, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga Desa Ngadimulyo yang rumahnya rusak terkena tanah longsor.

Masih di SMPN I Kampak, ketika diwawancarai sejumlah wartawan Bupati menyatakan bahwa kerugian akibat bencana banjir ini berdasarkan perhitungan sementara sekitar Rp. 15 milyard. Sedangkan dana APBD yang tersedia untuk penanganan hal-hal yang tidak terduga seperti bencana alam ini jumlahnya sangat terbatas.

"Oleh karena itu kami akan mengajukan permohonan bantuan ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mumpung saat ini Pemprov Jatim belum melakukan pembahasan perubahan APBD, khususnya untuk infrastruktur yang memerlukan dana besar”, ungkap Bupati.

Sedangkan langkah tanggap darurat yang telah dilaksanakan pada banjir bandang kali ini  adalah menyelamatkan warga terlebih dahulu, yaitu dengan penyediaan nasi bungkus maupun sembako. Selain itu juga pengiriman air bersih dari PDAM ke sejumlah desa yang memerlukan karena sumurnya masih tercemar, pembagian kaporit untuk penjernihan  sumur warga serta penyediaan sarana kesehatan (9 Puskesma).

Agar bencana serupa tidak terjadi secara terus-menerus, menurut Bupati ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Kegiatan reboisasi, terutama di wilayah pegunungan perlu ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat. Pembangunan waduk kecil atau embung di sejumlah tempat, sehingga bisa menampung air hujan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan Bendungan Tugu. Kalau Bendungan Tugu bisa terwujud, maka banyak manfaat yang bisa dihasilkan, salah satunya pengendalian banjir. Oleh karena itu Bupati minta dukungan semua pihak agar bendungan tersebut bisa terwujud.

“Belum lama ini kami  berserta Pimpinan DPRD Kabupaten Trenggalek sudah menghadap  Menteri PU terkait Bendungan Tugu. Pada prinsipnya Menteri PU menyambut positif rencana tersebut, namun tentunya diperlukan proses” tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati menjelaskan bahwa dalam peninjauan kelokasi bencana ini Ketua DPRD memang diminta ikut serta dengan harapan untuk mengetahui secara langsung kerusakan infrastruktur yang terjadi maupun untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga ketika eksekutif mengajukan anggaran terkait penanganan bencana ini, diharapkan legislatif sudah langsung tanggap, karena sudah mengetahui secara langsung. (humas/haz).

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.