> Trenggalek : Siap Bangun Bendungan di Sungai Keser, Desa Nglinggis | Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : Siap Bangun Bendungan di Sungai Keser, Desa Nglinggis

Trenggalek (prigibeach.com) - Upaya meningkatkan kesejahteraan kaum petani terus dilakukan oleh Pemkab Trenggalek, Jawa Timur. Hal itu diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan pembangunan infrastruktur dan prasarana publik seperti penyediaan saluran air irigasi, air baku (domestik) serta kanal-kanal pengendalian banjir. Dewan Pimpinan Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Senin (9/8) menyelenggarakan rapat dengar pendapat Rencana Pembangunan Waduk di Desa Ngglinggis Kecamatan Tugu bertempat di Ruang Aula DPRD Kabupaten Trenggalek. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala SKPD lingkup Kabupaten Trenggalek, Kepala Desa se-Kecamatan Tugu serta beberapa tokoh masyarakat.

Kepala Bappeda ,Imam Suprapto, S.H, M.M menjelaskan alasan pemilihan lokasi Pembangunan Bendungan di Sungai Keser, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu telah melalui kajian dari berbagai aspek diantaranya aspek teknis, aspek ekonomis serta aspek lingkungan.

Sebelum memastikan Sungai Keser sebagai lokasi pembangunan Bendungan, Imam Suprapto menambahkan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Trenggalek memberikan 4 alternatif lokasi pembangunan bendungan, tetapi setelah dilakukan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) Bendungan Tugu dianggap memenuhi berbagai syarat. Dengan pertimbangan diantaranya kondisi geologi pondasi bendungan cukup bagus, nilai analisa ekonomi merupakan yang terbesar dibandingkan dengan alternative lainnya serta yang paling penting dampak sosial kecil, namun daerah genangan sebagian besar berada di Kabupaten Ponorogo. 

Pembangunan Bendungan Tugu yang rencananya akan direalisasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, PPK Perencanaan dan Program diharapkan mampu mengairi sawah penduduk seluas 4.203 Ha yang meliputi wilayah Kecamatan Tugu, Kecamatan Karangan, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Gandusari serta Kecamatan Durenan, meningkatkan produksi padi sebanyak 25.218 ton per tahun, peningkatan produksi di sektor pertanian yang sebelumnya rata-rata 4% dengan pola tanam padi- palawija- palawija menjadi padi- padi- padi pertahun bisa mencapai 7 - 9 % per tahun terhadap 6 kecamatan tersebut di atas sekaligus diharapkan dapat meningkatkan sektor Pariwisata, energy, industry dan pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup, tak kalah pentingnya mampu meningkatan produksi sub sektor Perikanan sebesar 2,5% per tahun. (haz)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.