> Satpol PP Menggaruk 21 Pelajar mBolosan | Prigibeach Trenggalek

Satpol PP Menggaruk 21 Pelajar mBolosan






Foto : Wajah-wajah siswa yang terjaring.


Trenggalek (prigibeach.com) - Di saat jam sekolah masih berlangsung, sejak pukul 07.30 hingga 12.00 Senin (1/2), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Trenggalek bergerak menelusur jalan-jalan untuk melakukan razia. Sasaran pasukan ini adalah para pelajar yang mbolos, yang meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran masih berlangsung.

Tak tanggung-tanggung, mereka menurunkan dua pasukan, masing-masing merazia wilayah kota dan kecamatan datar (Trenggalek, Karangan dan Tugu), satuan lainnya menyusuri wilayah Kecamatan Bendungan. Dalam razia ini mereka berhasil menggaruk sebanyak 21 siswa yang masih berpakaian seragam lengkap.

Selain menggaruk siswa yang mbolosan, Satpol PP ini juga mengincar HP siswa yang ditengarai menyimpan kontent bernuansa pornografi. Kendati demikian, dari sejumlah HP milik siswa yang digaruk tersebut ternyata tidak satu pun yang menyimpan gambar atau video porno.

Menurut Said Usman Kepala Satpol PP Kabupaten Trenggalek, sebagaimana disampaikan oleh Bambang Hermanu, Kasi Kamtib, razia kali ini memang dikhususkan untuk mencari siswa yang mbolosan. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Trenggalek.

"Kami melakukan razia ini bukan sekedar untuk shcok terapy, namun akan kami jadwalkan secara berkala namun tanpa diduga-duga. Ini sebagai wujud kepedulian kami pada pembinaan generasi muda kita," demikian Bambang.

Menurut Wasito Komandan Pasukan Razia Satpol PP, akan datang selain berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan pihaknya juga akan bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk tindakan preventif dan penanggulangan peredaran narkoba di kalangan remaja.

Dari 21 siswa yang terjaring, 18 diantaranya adalah dari SMKN 1 Trenggalek, dua orang dari SMAN 1 Pule dan satu orang dari SMAN 2 Trenggalek. Dari SMKN 1 Trenggalek semuanya adalah siswa kelas 12 (kelas tiga). Mereka beralasan, sedang melakukan uji kompetensi di beberapa bengkel. Karena banyaknya siswa yang ngantri, maka sebagian dari mereka memanfaatkan waktu menunggu dengan "mutar-mutar" di kota.

Sementara dua orang yang dari SMAN 1 Pule berargumentasi bahwa siswa kelas II terpaksa pulang karena jam pelajaran kosong. Menurut Agus dan Candra, keduanya bertempat tinggal di Karangan, dekat Jembatan Jajar. Sehingga saat pulang itu, mereka terjaring operasi di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan.

Ada tiga siswa yang terjaring sedang asyik bermain bilyard (bola sodok), yakni Fondra dan Akbar (dari SMKN 1 Trenggalek) dan Rangga dari SMAN 2 Trenggalek. Ketika diinterogasi apakah mereka main bilyard dengan taruhan, mereka menjawab tidak, karena baru belajar menyodok bola.

Mereka yang terjaring langsung dimasukkan ke dalam mobil dan diangkut ke Markas Satpol PP Trenggalek untuk didata dan diberikan pembinaan. Selanjutnya, siswa-siswa tersebut diserahkan ke sekolah masing-masing.

Sementara itu, Sunarya, S.Pd., Kasi SMA/SMK Dinas Pendidikan Trenggalek, dalam pembinaannya sebelum siswa dikembalikan ke sekolah masing-masing, menegaskan agar siswa yang terjaring lebih mawas diri dan memperhatikan masa depan hidupnya kelak.

"Kalian harus pandai menghargai waktu, dan bersikap disiplin selagi masih muda. Ingat, orang tua kalian sudah bersusah payah menyekolahkan kalian. Mereka banting tulang memeras kertingat untuk mendanai biaya pendidikan kalian. Apakah tidak terpikir, betapa "nelangsanya" ayah dan ibu kalian, bila mengetahui anak yang digadang-gadang justru enak-enakan membuang waktu di jalan pada saat yang seharusnya mereka mengikuti proses belajar mengajar?" ujarnya antara lain.

Drs. Abu Mansur, Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, melalui Drs. Suwatno, Kabid SMP/SM menyatakan menyambut positif razia yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap para siswa yang mbolos tersebut. Bahkan pihaknya siap mendampingi petugas kapan saja dan di mana saja jika diperlukan.

Masyarakat juga sangat mendukung kegiatan operasi siswa "bandel" ini. Mereka sungguh-sungguh menghargai dan mengapresiasi kinerja Satpol PP. Seperti disampaikan oleh Solikan, ayah dari salah seorang siswa yang terjaring.

"Alhamdulillah, saya tadinya tidak tahu kalau anak saya ternyata mau mbolos sekolah. Dengan razia ini saya merasa sangat terbantu," katanya. Para orang tua siswa pada umumnya berharap, agar razia semacam ini dilakukan rutin dan berkesinambungan.(hab)


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.