> Gelegar Dentuman Yang Menggetarkan Masyarakat Mulai Timbulkan Keretakan Tanah | Prigibeach Trenggalek

Gelegar Dentuman Yang Menggetarkan Masyarakat Mulai Timbulkan Keretakan Tanah

Trenggalek (prigibeach.com) - Gelegar dentuman disertai getaran yang menggegerkan warga 4 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sejak 2 pekan lalu, kini semakin kerap frekuensinya. Dilaporkan sudah ada kerusakan sebagai akibat kejadian, ditandai dengan adanya tanah retak di sejumlah lokasi.

Bupati Trenggalek melalui Kepala Bagian Humas, Yoso Mihardi mengatakan, lokasi terbaru yang juga merasakan dentuman dan getaran adalah Kecamatan Gandusari, setelah sebelumnya hanya terjadi di Kecamatan Watulimo, Munjungan, Kampak, dan Panggul. Intensitas dentuman juga dilaporkan meningkat, yaitu lebih dari 25 kali dalam sehari.

"Padi tadi saja, setelah Subuh saya sudah mendengar lebih dari 10 kali. Padahal sebelumnya kan maksimal 25 kali dalam sehari," kata Yoso ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/2).

Tim BMKG yang langsung dipimpin oleh Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tretes, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Petrus Demon Sili, usai pengecekan di lapangan  menyimpulkan bahwa getaran itu berada di arah dominan 220-260 derajat (Barat-Barat Daya) dengan sebaran di radius 4-40 Km dari Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Trenggalek. Sementara analisa Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, peristiwa tersebut adalah pergerakan tanah lambat.

"Kalau istilah teknisnya, kami biasa menyebut kriting. Di Indonesia, khususnya yang memiliki kemiringan tanah sedang, itu biasa terjadi," kata Kepala PVMBG Surono  saat menggelar pertemuan dengan pihak pemkab Trenggalek, Sabtu (19/2). 

Saat ini juga dilaporkan sudah mengakibatkan kerusakan. Salah satunya yaitu tanah retak di sekitar rumah warga, tepatnya di Desa Timahan, Kecamatan Kampak.

"Untuk tanah retak di (Desa) Timahan, tadi pagi dilaporkan oleh Camat Kampak. Tapi seperti apa dan seberapa tingkat keparahannya masih dilakukan pengecekan lapangan," sambung Yoso.

Usai menggelar pertemuan dengan dua lembaga teknis vulkanologi dan geofisika (BMKG dan PVMBG) kemarin Sabtu, hingga sekarang, Pemkab Trenggalek gencar memberikan penerangan kepada masyarakat agar senantiasa waspada. Kendati demikian, Pemkab memberikan penjelasan bahwa peristiwa itu kemungkinannya hanya berlangsung beberapa pekan lagi dan tidak akan terjadi bencana gempa yang mengkhawatirkan. 

Selain itu Pemkab Trenggalek juga telah menghubungi PVMBG Bandung, untuk meminta melakukan penelitian lebih lanjut atas kejadian dentuman dan getaran tersebut. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas masukan Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, agar dilakukan penelitian Geologi dan Mitigasi atas peristiwa tersebut.

"Surat ke PVMBG hari ini kami layangkan dan kami berharap bisa mendapatkan respon. Kami serius menghadapi peristiwa ini, dan semoga tidak semakin meresahkan masyarakat," ujar Kabag Humas memastikan..

Kejadian yang sama juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan penelitian oleh Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes, Pasuruan, dianggap sebagai gempa tektonik di kedalaman kurang dari 33 Km.

Meski demikian hasil penelitian tersebut dimentahkan oleh PVMBG Bandung, dengan menyebut kejadian tersebut sebagai dampak pergerakan tanah lambat. Keterangan mana bertentangan dengan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BMKG, yang menyimpulkan sebagai gempa tektonik.

Petrus Desmon Sili -Kepala BMKG, menjelaskan, bahwa secara topografis, Kabupaten Trenggalek berada di wilayah lempeng India-Australia. Keberadaan ini sama halnya dengan Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Malang hingga Banyuwangi. Resikonya, Trenggalek rawan diguncang gempa yang diakibatkan gesekan atau tumbukan dengan lempeng Eurasia atau lempeng Pasifik. "Tapi ini gempa darat yang tidak menimbulkan tsunami," ujarnya di hadapan Bupati dan unsur pejabat teras Pemkab Trenggalek, Jum'at (18/2).
(haz)
Related Posts with Thumbnails

1 Komentar:

Delta Pule Trenggalek mengatakan...

Dah ada tindak lnjut ya gan mg cpt berhenti

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.