> Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : Upacara Adat Larung Sembonyo Menanti Uluran Investor

Trenggalek (prigibeach.com) - Setiap tahun peristiwa ini akan selalu dilangsungkan di sini, upacara tradisaional Larung Sembonyo di pantai Prigo Kecamatan Watulimo, Trenggal;ek, Jawa Timur. Tahun ini kegiatan berlangsung pada hari Minggu (24/10). dan seperti biasa ribuan warga sekitar ikut serta memeriahkan dan menyaksikan.

Prosesi diawali dari balai Desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, sebuah tumpeng berukuran raksasa dengan sesajian diarak oleh puluhan tokoh desa setempat dan sekitarnya. Para pengiring memakai busana adat Jawa, berjalan menuju lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Di TPI Prigi prosesi dilanjutkan dengan pembacaan sejarah terjadinya tradisi Larung Sembonyo; Sementara di lokasi yang sama namun terpisah dari tempat prosesi digelar kesenian khas daerah berupa Langen Tayub, Kuda Lumping, dan tari-tarian.

Setelah prosesi adat selesai, tumpeng agung serta sesaji yang telah disiapkan tersebut dinaikan di atas rakit yang telah disiapkan, untuk kemudian ditarik menggunakan kapal motor menuju ketengah laut dan dilarung (dibiarkan hanyut)ke tengah samudera.

Bupati Trenggalek Mulyadi WR mengatakan, acara Larung Sembonyo ini bukan hanya menjadi agenda warga pesisir pantai Prigi atau Watulimo dan sekitarnya saja, namun sudah menjadi agenda tahunan sebagai asset budaya dan pariwisata Kabupaten Trenggalek.

"Saya ingat, dulu acara ini hanya dilakukan oleh warga sekitar sini, kemudian saya berinisiatif untuk mengangkat acara ini menjadi daya tarik wisata dan Alhamdulillah sampai sekarang masih tetap dilaksanakan," kata Mulyadi mengenang masa ketika dirinya pertama kali menjabat sebagai Bupati Trenggalek periode 2000-2005.

Dengan adanya Sembonyo tersebut, diharapkan musim paceklik ikan segera berakhir dan hasil panen nelayan dan petani menjadi melimpah. selain itu Mulyadi juga mayampaikan, ditahun 2013 nanti Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saaat ini sedang dibangun, sudah bisa menghubungkan antara kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, sampai Kabupaten Malang. Dengan demikian diharapkan perekonimian masyarakat pesisir selatan jawa lebih meningkat.

"Tadi pak Lurah mengatakan saat ini kondisi tangkapan ikan masih memprihatinkan karena adanya cuaca buruk, dengan Larung Sembonyo ini, semoga hasil tangkapan ikan nelayan menjadi bertambah melimpah," imbuh Bupati yang pernah menjabat sebagai PLT Walikota Mojokerto ini.
Dia berharap, masa akan datang pantai Prigi semakin berkembang dan merupakan andalan wisata di Jawa Timur. "semoga nanti ada investor yang mau bekerjasama, sehingga pantai Prigi bisa lebih maju, seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Kabupaten Lamongan, yang saat ini menjadi andalan wisata di Jawa Timur," ujar Mulyadi.

Dalam pada itu, Akbar Abas secara terpisah menegaskan, bahwa bila ad ainvestor yang berminat mengelola obyek wisata pantai Prigi, maka Pemkab Trenggalek akan memberikan kemudahan baik dalam hal birokrasi maupun dukungan fasilitas prasarana yang diperlukan. "Kami akan memberikan prioritas dan kemudahan-kemudahan khusus, sehingga pembangunan obyek wisata ini dapat terwujud dan bisa menjadi andalan regional Jawa Timur", katanya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Banggar DPRD Dikagetkan Dana Siluman Milyaran Rupiah

Trenggalek (prigibeach.com) - Badan Anggaran DPRD Trenggalek, Jawa Timur, dibuat bingung karena munculnya anggaran senilai lebih dari Rp.5 miliar yang diajukan oleh Pemkab Trenggalek dalam perubahan anggaran keuangan (PAK), APBD-P Kabupaten Trenggalek tahun 2010.

"Ada dua pos anggaran yang nilainya tiba-tiba membengkak. Padahal saat pengajuan PAK atau perubahan APBD (APBD-P) tidak segitu," kata Soegino Pudjosemito aleg dari Partai Demokrat, Jumat (22/10).

Dua dari anggaran siluman tersebut satu diantaranya diajukan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperhutbun) Trenggalek. Dari hasil revisi APBD-P, tiba-tiba anggaran yang dialokasikan untuk dinas tersebut mencapai Rp1,3 miliar.

Padahal, pengajuan sebelumnya yang disepakati Banggar (Badan Anggaran) hanya Rp.300 juta. "Itu salah satunya yang kami temukan dalam draft PAK," ungkap Soegino.
Selain di Disperhutbun, anggaran siluman disinyalir juga muncul untuk Persatuan Sepak Bola Trenggalek (Persiga). Nominalnya cukup besar, yakni mencapai Rp700 juta.

Sementara itu, kata Soegino pos anggaran untuk Persiga (Persatuan Sepak Bola Trenggalek) pun terjadi kejanggalan, sebelumnya tidak pernah ada
dalam pembahasan Badan Anggaran. "Tiba-tiba muncul begitu saja dalam revisi APBD-P. Padahal, ini masih proses pembahasan," ujarnya. Ketika dikonfirmasi munculnya anggaran Persiga tersebut mungkin dikarenakan sebagian besar pengurus Persiga adalah Anggoda Legeslatif, Soegino tersenyum seraya berucap, "Sebaiknya Mas, jangan berprasangka dulu." (haz). Related Posts with Thumbnails
Read more..

Polres Trenggalek Kembali Ringkus Penggila Judi Klotok


Trenggalek (prigibeach.com) - Jajaran Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, terus menggiatkan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Dalam bulan Oktober, ada belasan penggila judi berhasil dibekuk lalu digiring ke Mapolres untuk diinterogasi dan selanjutnya ditahan menunggu proses lebih lanjut.  Kemarin Kamis (21/10), Petugas Polsek Kecamatan Pule telah menangkap empat penjudi yang sedang asyik bermain judi klotok. Keempat penjudi adalah warga desa Sukokidul Kecamatan Pule, Trenggalek,  masing masing  Karni (46), Sujito (45), Suryanto (45) dan Jono (60).

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Saiful Rohman mengatakan , penggerebegan itu tidak lepas dari bantuan masyarakat yang proaktif memerangi kejahatan, utamanya perbuatan judi di lingkungan masing-masing.  Saat itu polisi mendapat informasi masyarakat, bahwa di rumah Jono sering dijadikan lapak perjudian jenis klotok. Dari  informasi itu, Kapolsek Pule langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah diselidiki, ternyata memang benar ada perjudian, maka langsung saja Kapolsek Pule beserta anggotanya melakukan penggerebegan", kata Saiful, seraya menambahkan bahwa pihaknya jugan menyita berhasil menyita barang bukti uang tombokan senilai Rp. 57 ribu dan peralatan klotok.

Ssatu minggu sebelumnya, Tim Buser Polres Trenggalek juga telah membekuk maniak judi di desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Trenggalek. Sayang, tiga orang pelaku berhasil buron, sedang yang tertangkap hanya dua orang yakni Giyo (51) (potholan TNI AD) dan Suyadi (53). Salah seorang yang buron adalah Agus Yunianto, yang diketahui berprofesi sebagai bos penambang emas di kota Sampit, Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan itu, Tim Buser juga menyita barang bukti 5 buah sepeda motor, dua stel kartu remi dan uang pasangan bernilai ratusan ribu. 
Saat ini para maniak judi yang diringkus ditahan di Mapolres unntuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, bila terbukti bersalah mereka akan terancam pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan hukuman maksimal 6 tahun. AKP Saiful Rohman menegaskan, bahwa para pelaku yang buron tetap akan jadi DPO dan harus diproses sebagaimana mestinya. "Kami ingin mewujudkan keinginan mayoritas masyarakat Trenggalek yang menentang perjudian dan segala bentuk penyakit masyarakat", katanya.(haz).
Read more..

Sekda Trenggalek Terus Lakukan Sidak Disiplin PNS

Trenggalek (prigibeach.com) - Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Ir. Cipto Wiyono, M.Si berturut-turut sidak di beberapa SKPD. Selasa (19/10) Sidak ke Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan, Pertambangan dan Energi (Diskoperindag Tamben), Dinas Perumahan, Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) dan Sekretariat KPU. Rabu, (20/10), giliran Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bappeluh). Dan untuk apel dilaksanakan secara bersamaan di Dispertahutbun.

Hasil Sidak di Dinas Perkimsih, dari 142 pegawai, hadir 100 orang, tidak hadir 42 orang. Dari 42 orang tersebut yang tidak masuk tanpa keterangan sejumlah 4 porang, sakit 1 orang dan dinas luar 37 orang. Sedangkan di Diskoperindagtamben, dari 51 pegawai, yang hadir 15 orang, 29 orang tidak masuk tanpa keterangan, 2 orang dinas luar dan 5 pegawai mengikuti prajabatan. Sedangkan untuk Sekretariat KPU Daerah Kabupaten Trenggalek, ternyata mempunyai jam kerja yang berbeda dengan PNS di lingkup Pemkab Trenggalek, yaitu mulai pukul 07.30 WIB.

Selanjutnya, untuk Dispertanhutbun dalam sidak kali ini, dari 76 pegawai yang hadir 54 orang dan tidak hadir 22 orang. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa 5 orang tidak hadir tanpa keterangan, 2 orang ijin, 9 orang dinas luar, 1 orang sakit, 2 orang turun jaga, dan 3 orang dinyatakan terlambat.

Kepada para peserta apel, baik di Dinas Perkimsih maupun Dinas Pertahutbun Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Cipto Wiyono, M.Si mengingatkan kepada PNS untuk meningkatkan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu , kepada kepada para pegawai dihimbau untuk loyal kepada lembaga, bukan pada pribadi pimpinan, sehingga bila terjadi pergantian pimpinan akan mudah untuk adaptasi. Selain itu, Sekretaris daerah juga mensosialisasikan PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Sedangkan kepada pegawai yang tidak hadir, melalui Sekretaris Dinas, Ir. Cipto Wiyono, M.Si. meminta untuk segera membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, dan apabila melanggar, maka mereka harus siap untuk menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(haz)
Read more..

Awas!!! Daging Ayam Glonggongan Beredar di Pasaran Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Diskoperindagtamben Trenggalek, Jawa Timur menemukan sejumlah daging ayam potong gelonggongan diperjual-belikan secara bebas di sejumlah pasar tradisional setempat.

"Kami masih menyelidiki kemungkinan itu. Senin (18/10), tim gabungan dari kepolisian dan diskoperindagtamben melakukan razia dan menemukan ada belasan potong daging ayam yang telah digelonggong," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman kepada wartawan, Rabu (20/10).

Selain menyita barang bukti puluhan ekor daging ayam gelonggongan, petugas gabungan juga mendapati alat bukti berupa semprot air. Menurut keterangan Saiful Rahman alat inilah yang digunakan pedagang untuk memasukan air ke dalam daging.

Tujuannya, agar berat daging bertambah jika ditimbang. Sebagai barang bukti, puluhan potong daging ayam gelonggonggan serta alat semprot air yang digunakan menggelonggong kemudian disita polisi untuk kepentingan penyidikan.

Belasan daging ayam gelonggongan tersebut disita petugas dari warung milik Ftm,24, Swt,57, Mis,50, serta Rkm,46.

Tiga pedagang yang disebut pertama merupakan warga Kecamatan Panggul yang tertangkap tangan menjual daging gelonggongan, sementara yang disebut terakhir merupakan warga Kecamatan Dongko.

Diduga kuat, terdapat banyak daging gelonggongan lain yang dijual bebas di pasar-pasar di Kabupaten Trenggalek. Sinyalemen itu mencuat setelah beberapa pedagang mengakui bahwa motif tersebut sudah bukan rahasia umum lagi.

"Hampir sebagian besar pedagang ayam selalu mengunakan cara seperti ini, untuk menambah untung," ucap Ftm.

Dihadapan petugas yang menyidiknya, beberapa pedagang juga mengakui jika praktik menjual daging ayam gelonggangan sangat mudah dilakukan. Mereka memiliki alat semprot air yang disambungkan dengan pompa air.

Teknisnya, alat semprot yang ujungnya berbentuk jarum tersebut disuntikan kedalam daging ayam untuk diisi air sebanyak-banyaknya. Untuk mengelabui pembeli, pedagang melakukan aksi nakalnya di rumah.

Di pasar, mereka tidak melakukan aktivitas mencurigakan. Hanya saja, daging ayam potong yang telah dibeli biasanya mengeluarkan air dalam jumlah cukup banyak. Ciri-ciri lain daging ayam menjadi lebih gemuk dan tidak tercium bau amis sedikitpun.

"Sesuai peraturan yang berlaku, kelima pedagang penjual daging ayam gelonggongan akan dijerat Undang-Undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana lima tahun penjara," tutur Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rahman. (Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts