> Prigibeach Trenggalek

Politikus Muda PKNU “ndekemi” Purel di Tulungagung, Mateg Aji “Halimunan” Ketika Digerebeg Warga



Trenggalek (prigibeach.com) - Anggota  legeslatif di mata masyarakat Trenggalek adalah bak Cossanova atau bahkan dewa. Mereka dihormati dan disegani, dianggap perkasa dan punya kuasa untuk membantu sesama, memiliki etika tinggi dengan jiwa yang tawaddhu, patuh dan taat pada agamanya. Namun, ternyata ada banyak juga yang terbukti tidak layak menyandang penghormatan tersebut.  Salah seorang di antaranya adalah Agus Widiyanto alias Agus Samin, anggota DPRD Trenggalek yang terpilih pada Pileg 2009 yang lalu di bawah bendera PKNU.

Agus Widiyanto yang lebih populer dengan panggilan Agus Samin, anggota DPRD Trenggalek dari PKNU memang masih muda, ganteng dan gagah bak artis yang binaragawan. Penampilannya  flamboyan, ternyata tidak disukai oleh orang-orang disekelilingnya. Bagi mereka, boleh jadi aleg yang satu ini selalu necis dan bergengsi, tapi berbeda dengan  sikapnya yang angkuh dan “gembeleng” serta selalu merendahkan orang lain.  Selain itu, sering kali gonta-ganti pacar.  “Agus itu sombong dan sangat suka gonta-ganti cewek,” ujar Slamet Widodo, tetangga dekatnya.

Digerebeg Warga

Jum’at  sore (8/4), Agus berangkat dari rumahnya mengendarai mobil panther putih nopol AG-1377-YB menuju arah kota Tulungagung. Dia sudah ada dating dengan seorang purel atau pemandu lagu salah satu café di kota itu yang berinisial R alias W.  Kelincahannya menyetir mobil, membuatnya dengan mulus dan cepat tiba di rumah R alias W di Desa Rejoagung RT 07/RW 01, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Di rumah ini dia ditemui oleh orang tua R alias .  Keduanya berbasa-basi beberapa saat, sebelum kemudian datang R alias W, dan sang orang tua pun meninggalkan kedua sejoli itu berduaan.

Tanpa sepengetahuan Agus Samin, di luar rumah ada tiga orang pemuda warga Desa Rejoagung RT 07/RW 01 yang selalu memantau gerak-gerik pasangan tersebut. Sementara itu, tak jauh dari rumah itu, puluhan warga lain telah bersiap-siap menerima informasi dari tiga pemuda yang mengamati lokasi rendezvous Agus dan R alias W.  Setiap perkembangan yang terjadi di rumah tersebut, disampaikan melalui selular oleh salah seorang pemuda  yang memonitor kepada warga yang ada di tempat lain. Komunikasi berlangsung intensif, hingga pukul 22.00 WIB.

Pengurus RT dan warga setempat, memang geram menyaksikan tingkah polah politikus muda yang masih adik kandung pejabat teras di Pemkab Trenggalek itu.  "Warga marah lantaran dia kerap menginap di rumah perempuan itu tanpa izin. Padahal, mereka berdua bukan suami-istri," kata Ketua RT 07/RW 01, Wasit (37), Sabtu (9/4).

Lewat pukul 22.00 WIB Agus Samin tak kunjung keluar dari rumah, aksi massa pun mulai. Puluhan warga setempat langsung menyerbu rumah R alias W, mereka menyatroni rumah dan berusaha mencari keberadaan Agus Samin dan sang purel.  Namun usaha warga sia-sia. Agus Samin dan R alias W tidak berhasil mereka jumpai. Nampaknya, keduanya sudah lari terbirit-birit melewati jalan lain yang lepas dari pengawasan warga.

Warga yang marah langsung mengamankan Isuzu Panther milik Agus yang terpakir di halaman. Beberapa warga yang marah berniat memecahkan kaca mobil, namun dapat  diredam oleh perangkat desa dan Ketua RT Wasit.  Aksi anarkis bisa dicegah, dengan kesepakatan mobil akan digelandang ke Mapolsek Kedungwaru, atau terpaksa mereka sandera. "Akhirnya setir mobilnya kami gembok agar tidak bisa di dorong. Dia harus bertemu kami dan menjelaskan perbuatannya, kalau ingin mobil kembali," kata Wasit.

Sebelum kepergok, keinginan Agus untuk menginap di rumah pemandu lagu berinisial Ren, itu sebenarnya telah disampaikan ayah perempuan itu. Permintaan izin tersebut tidak dikabulkan. Wasit mengaku, dirinya waktu itu sudah mengingatkan agar Agus tidak menginap karena masih belum terikat pernikahan. Warga marah melihat ulah Agus yang belakangan kerap diketahui menginap di rumah R alias W. Peristiwa penggrebegan ini sudah dilaporkan ke Mapolsek Kedungwaru Tulungagung, dan masalah tersebut kini sedang dipelajari oleh pihak kepolisian Sektor Kedungwaru.

Playboy Tapi Banyak Hutang

Agus Samin yang masih bujangan dan belum pernah menikah ini, di kalangan gadis dikenal sebagai sosok yang elegant dan charming. Hanya sayang, dia juga dikenal sebagai sosok pemuda yang royal dengan janji gombal dan sering bikin patah hati. Beberapa gadis yang pernah menjalin hubungan intim dengannya, bahkan sempat akan menikah, mengaku terpaksa menerima nasib ditinggalkan oleh sang Arjuna. “Menurut saya itu lebih baik, daripada sakit hati ketika sudah menjadi isterinya kelak,” aku salah seorang gadis tersebut.

Sejak peristiwa penggrebegan Agus menghilang bagai ditelan bumi. Saat dicari di kantor dewan, Agus bolos, ketika didatangi di rumahnya, Dusun Jarakan, Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Senin (11/4), yang bersangkutan tidak ada di rumah. Namun menurut beberapa tetangga, Agus memang jarang di rumah. Pasalnya, Agus terbelit hutang dan kerap dicari penagih. Hutang tersebut dipakai Agus saat magang caleg DPRD Trenggalek dari partai PKNU.

“Saya tidak tahu kalau dia punya hutang, namun setahu saya memang sering ada orang yang mencarinya ke rumah. Dia jarang ada di rumah, barangkali memang menghindari tamu-tamu yang datang mencarinya”, kata Slamet Widodo yang bertempat tinggal tak jauh dari rumah Agus. Barangkali mereka memang datang untuk nagih hutang yang dipakai Agus untuk magang caleg tambahnya.

Suka Bolos

Selain suka gonta ganti perempuan, Agus ternyata juga tukang bolos di kantornya. Dan kini, Dewan Syuro Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKNU Trenggalek merencanakan untuk mencopot keanggotaan Agus dari DRPD Trenggalek. Perilaku Agus yang suka bolos di DPRD Trenggalek sudah menjadi rahasia di kalangan sekretariat dewan. Para staf di gedung wakil rakyat ini sangat paham, jika Agus adalah anggota dewan yang jarang hadir. Menurut salah satu staf administrasi, dalam seminggu Agus kadang cuma hadir  2 hari saja. Bahkan jika tidak ada agenda persidangan, Agus kerap tidak ngongol. Kalau pun menginjakan kaki di kantor, biasanya hanya untuk kepentingan absensi.
   
Hal senada juga diungkapkan rekan sesama anggota DPRD Trenggalek. Keterangan salah satu anggota fraksi Karya Nasional, tempat partai Agus bernaung, menurut aturan anggota yang bolos dalam rapat sebanyak 6 kali berturut-turut akan ditindak oleh BK (Badan Kehormatan). Namun biasanya Agus mengakali aturan tersebut dengan bolos setiap 5 kali rapat. Pada rapat ke-6, yang bersangkutan selalu hadir sehingga lepas dari sanksi dari BK. “Kalau tukang bolos, siapa pun di gedung ini (DPRD) juga tahu. Tapi dia selalu mengakali aturan, sehingga tidak pernah kena sanksi,” ujar salah satu rekan Agus yang tak mau disebut namanya.
   
Ketua BK DPRD Trenggalek, Suyatno tidak menjawab tegas jika Agus memang gemar bolos. BK pun tidak pernah menerima laporan dari fraksi tentang perilaku Agus. Namun lewat pembicaraan antar sesama anggota, BK menerima masukan. Suyatno menegaskan, BK akan membahas masalah perilaku Agus secara khusus dalam minggu-minggu ini. “Dalam minggu-minggu ini akan kami rapatkan dulu di internal BK. Terserah bagaimana nanti keputusannya,” ujarnya.
   
Dewan Syuro PKNU Marah

Sementara Ketua Dewan Syuro DPC PKNU Trenggalek, KH Ali Ridho, saat dikonfirmasi mengaku sangat malu. Beberapa kali pengasuh Pondok Pesantrena Subulus Salam, Desa Melis, Kecamatan Gandusari, Trenggalek,  ini mengucap “Masyaallah” saat berbicara mengenak Agus Widiyanto. Menurutnya, partai telah kecolongan dan kemasukan kader yang tidak berkualitas.

Ali menegaskan,  kasus ini akan menjadi pelajaran,  dia akan mengusulkan lewat mekanisme partai, agar Agus dicopot keanggotaannya dari DPRD Trenggalek. Sebab menurutnya, Agus telah mencemarkan nama baik partai. “Masih banyak kader partai yang berkualitas dan bermoral baik. Akan saya usulkan agar dia segera diganti,” tegasnya, saat ditemui di pondoknya.
   
Mengenai perilaku Agus, Kyai Ali tidak membantah jika Agus memang kerap terjerat masalah perempuan. Setidaknya sudah 2 kali Agus diperingatkan pengurus partai agar merubah sikapnya tersebut. Namun nyatanya Agus malah digrebeg warga saat menginap di rumah perempuan yang bukan istrinya. Ali mengaku pertama kali mendengar kabar tersebutlangsung memerintahkan utusan untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Lewat utusan tersebut akhirnya didapat laporan, jika Agus memang digrebeg warga. Kabar tersebut segera menyebar di kalangan kader partai.

Masih menurut Ali, kader yang berada di daerah pilihan 4, meliputi Munjungan, Dongko dan Panggul marah mendengar perilaku Agus. Bahkan mereka sudah menyatakan hendak mengerahkan massa untuk mendemo Agus. Namun hal tersebut berhasil dicegah dan akan diselesaikan lewat mekanisme partai. “Kalau tidak saya cegah, kader pasti akan melakukan gerakan massa, mendemo Agus,” katanya. Selanjutnya Ali menyatakan permohonan maafnya kepada masyarakat.  “PKNU sudah kecolongan karena memilih Agus menjadi anggota DPRD Trenggalek, nyatanya tidak mampu membawa amanah.  Saya atas nama seluruh warga PKNU memohon maaf,” katanya. (Haz).
Read more..

Tiga Jenis Melon Andalan "ZinFresh"

Kali ini "ZinFresh", trademerk Budi Mulia Seed Production akan memperkenalkan tiga jenis buah melon yang termasuk dalam kategori terhandal dari perusahaan ini. Pertama ialah Golden Langkawi (hibrida), Honey Globe (hibrida) dan Apollo (Hibrida). Semua buah ini bebas zat kimia, bergizi dan penuh nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Seratus prosen alami alias mengandalkan pupuk organik.

  1. Golden Langkawi (hibrida)
    Kuning keemasan dipadukan dengan daging buah yang berwarna putih dengan tekstur renyah menjadikan melon ini disebut Golden Langkawi, emas di pasir putih pantai Langkawi. Melon Golden Langkawi tumbuh dengan kuat, mudah ditanam dan cepat berbuah. Bentuk buah lonjong dengan kedua ujung lancip memiliki berat ± 1 - 1,5 kg.

    Kulit halus berwarna kuning bersih kadang memiliki jala yang sangat jarang. Siap dipanen pada umur ± 35 hari setelah muncul bunga yaitu ditandakan dengan warna kulit yang berubah dari putih ke warna kuning. Tangkai buah yang kuat dan daging buah yang tidak mudah mengalami fermentasi membuat melon Golden Langkawi awet disimpan dan tahan terhadap pengangkutan.

    Waktu yang tepat dalam menanam melon ini adalah pada saat musim panas, menghasilkan kadar gula dan kualitas yang stabil.
  2. Honey Globe (hibrida)

    Pertumbuhannya kuat, tahan penyakit dan cepat berbuah. Kulit berwarna putih mengkilat, permukaan halus atau kadang berjala jarang. Buah berbentuk bulat tinggi, berat ± 1,5 kg dan ada yang mencapai hingga 4 kg. Daging berwarna hijau muda tebal dan rongga bagian dalam kecil.

    Melon Honey Globe mempunyai kadar gula 14-17% saat masak. Tekstur daging halus, berair, tidak berserat, rasanya harum manis dan harum. Setelah berbunga ± 40 hari buah dapat dipanen. Tangkai buahnya tidak mudah lepas, jadi tidak mudah busuk dan tahan pengangkutan.

    Jenis ini mempunyai daging buah yang keras pada saat di panen, namun setelah disimpan selama 5 hari, dagingnya menjadi lunak, sangat berair dan rasanya sangat enak.
  3. Apollo (Hibrida)

    Melon ini hampir sama dengan Golden Langkawi, Kuning muda dipadukan dengan daging buah yang berwarna putih dengan tekstur renyah. Mudah ditanam dan cepat berbuah. Bentuk buah sedikit lonjong dengan kedua ujung tidak begitu lancip memiliki berat ± 2 - 2,5 kg, dengan kadar gula 12 -14%.

    Produktivitas melon Apollo sangat tinggi, usia 65 hari panen dan kualitas buahnya stabil sehingga tahan dalam perjalanan saat diangkut maupun ketika dalam tempat penyimpanan.
Nah, Setelah tahu karakteristik dari tiga jenis dari melon tersebut, adakah yang membuat Anda tertarik? Bila ingin menyaksikan langsung wujud dari buah-buah yang penuh nutrisi dan tidak terkontaminasi zat kimia sama sekali, seperti ketiga melon itu, kami tunggu kehadiran Anda di "markas" kami, di Desa Gondang RT 20/RW 06 Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur,.

Demi mengembangkan dan mendukung perkembangan usaha "Bumi Mulia Seed Production" yang memproduksi berbagai sayuran dan buah dengan trademerk "ZinFresh", Redaksi menyediakan kolom konsultasi. Bagi pembaca yang memiliki masalah dalam pengelolaan dan budidaya tanaman organik, kami persilahkan untuk mengajukan pertanyaan melalui surat ke redaksi atau via e-mail yu_en73@yahoo.co.id.

Read more..

H.Wakidi,ST. Canangkan Kadin Trenggalek Menjadi Motor Pertumbuhan di Daerah

H.Wakidi,ST. santai, penuh humor saat diwawancarai
Trenggalek (prigibeach.com) - Menjelang Musyawarah Cabang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Cabang Trenggalek, ternyata bursa Ketua makin menghangat. Ada beberapa nama yang muncul dan dibicarakan layak sebagai Ketua Kadin. Namun dari sekian nama yang ada, menurut beberapa pengamat dan plitikus di daerah ini, hanya H. Wakidi, ST. yang nampak memiliki peluang lebih besar. Sebab, pengalamannya dalam bidang wiraswasta dan kewirausahaan seolah tiada tandingan. Terlebih lagi dengan kepiawaiannya dalam menjalin hubungan kemitraan yang bersinergi dengan berbagai pihak. Selain itu, dia juga pernah menjadi Ketua Persiga dan sempat mencuatkan nama Persiga U-18 hingga ke level regional. Selain itu, sekarang dia pun menjabat Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek.

Wakidi, adalah tokoh partai Golkar yang berangkat dari bawah. Semenjak masa Orba, dia sudah tercatat sebagai anggota Golkar. Pada saat itu, dirinya bukanlah apa-apa. Dan seandainya, dia mencalonkan dirinya menjadi bakal calon ketua Golkar sebelum reformasi, dipastikan tidak seorang pun kader yang akan mendukungnya. Sebab, dia bukan birokrat, juga bukan fungsionaris yang layak diperhitungkan.

Wakidi, seorang buruh serabutan, pernah menjadi kernet, meningkat jadi sopir taksi, dan sebelumnya harus rela menderita sebagai pencari kayu bakar di punggung bebukitan, kuli bangunan yang dibayar harian dan sesekali menjadi penarik becak di Kota "Kripik Tempe" ini. Seorang kader Golkar yang sangat erat dan bersahabat dengan masyarakat kelas bawah. Hampir seluruh warga Trenggalek dari strata paling bawah hingga kalangan elit, sudah mengenal profil Wakidi, sang Maestro Rakyat Kecil yang berhasil mencapai tingkat keberhasilan melebihi dari yang dia cita-citakan.

Reformasi Memberikan Kesempatan

Beberapa tahun menjelang Reformasi, Wakidi sudah menampakkan taringnya. Berbagai usaha yang dipegangnya mengalami peningkatan. Sukses dalam usaha kontraktor bangunan, dia merambah pada dunia bisnis yang lain seperti perhotelan, sektor perekonomian dan transposrtasi angkutan darat. Keberhasilan usahanya, menempatkan Wakidi sebagai orang yang layak diperhitungkan oleh para pejabat dan tokoh politik, terutama di lingkungan Partai Golkar. Tapi, perlu dicatat, posisi itu bukan karena kekayaannya. Melainkan lebih didasari pada dimensi psikologi dan sumberdayanya sebagai figur rakyat bawah yang siap bekerja keras, tanpa mengenal lelah dengan logika yang elok dan strategis demi meraih cita-citanya yang nun tinggi di langit biru.

Sesaat usai dilantik jadi Ketua DPD Golkar Trenggalek
Partai Golkar yang lahir dari Sekber Golkar, sudah jauh berbeda dengan masa Orde Baru. Partai ini sekarang sangat menghargai loyalitas dan kepiawaian setiap kadernya. Wakidi, semenjak masih buruh serabutan hingga saat dia terpilih sebagai Ketua, adalah aktivis Golongan Karya. Sebagai buruh serabutan, dia tampil terdepan, mengkoordinir lingkungannya untuk senantiasa memenangkan Golkar dalam setiap Pemilihan Umum. Dia lakukan itu, tanpa pamrih, sebab dia sama sekali tidak berpernah bermimpi bisa menjadi tokoh partai yang dikenal sebagai milik kaum birokrat.

Reformasi bergulir, otonomi daerah diterapkan. Seakan memberikan keberuntungan bagi Wakidi untuk mencaplok kesempatan beraksi di panggung politik. Demikian tanggapan segelintir orang atas suksesnya di dunia politik. Padahal, tidaklah demikian. Sebab, keterbukaan Partai Golkar lah yang justru mendorong sang Maestro rakyat bawah ini untuk mensejajarkan Wakidi sebagai tokoh yang pantas diberi jabatan politik.

Banyak para lawan politik partai ini menilai, bahwa penetapan Wakidi sebagai Ketua Golkar agak terlambat. Seharusnya, lima tahun lalu dia sudah duduk di kursi itu. Demikian pengakuan kalangan politikus dari berbagai parpol islami maupun PDI-P Trenggalek yang menganggap Partai Golkar layaknya "Saudara Tua". Seandainya, lima tahun lalu dia sudah jadi ketua, niscaya, perolehan kursi Golkar bisa lebih dari yang sekarang.

Tatkala dia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar, harapan masyarakat Trenggalek, Wakidi dapat memberikan kontribusi yang berbeda namun pernuh prestasi yang bernuansa "Trenggalek". Artinya, visi dan misi partai Golkar diimplementasikan demi kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat bawah. Masyarakat dengan status sosial dari mana Wakidi berasal, juga untuk kedamaian seluruh warga kota "Kripik Tempe" ini.

Kandidat Ketua Kadin

Bila terpilih menjadi ketua Kadin periode 2011-2016, Wakidi sudah mempersiapkan jurus-jurus ampuhnya untuk membawa Kadin Trenggalek mampu berkiprah hingga tataran regional maupun nasional. Hal ini disampaikannya ketika diwawancarai prigibeach.com.

"Kadin Trenggalek ingin saya jadikan motor pertumbuhan di daerah ini. Tidak akan ada pertumbuhan tanpa pembangunan. Tidak ada pembangunan tanpa investasi. Pemerintah dan Kadin harus membangun kemitraan strategis. Oleh karena itu, setiap tiga bulan sekali, seharusnya terjadi komunikasi dengan Bupati dan instansi terkait, dalam korridor kemitraan yang produktif" ujar Wakidi.

”Kita duduk bersama, mencari solusi bagaimana membangun infrastruktur, ketahanan pangan, koridor kawasan ekonomi khusus, membangun kluster, dan industri manufaktur untuk pertumbuhan ekonomi,” tambah wakidi mantab, seolah dia sudah memiliki sejumlah konsep kerja untuk masa jabatannya bila terpilih jadi Ketua Kadin Trenggalek.

Kadin Trenggalek sebagai bagian dari Kadin Indonesia, merupakan organisasi bagi pengusaha dan wiraswastawan dari semua sektor, menjadi payung bagi dunia usaha di daerah ini. Melalui UU No.1 tahun 1987, Kadin Trenggalek menjadi satu-satunya organisasi yang mewadahi para pengusaha yang bergerak dalam bidang perekonomian.

Seorang tokoh pengusaha yang enggan disebutkan namanya, secara terpisah mengatakan bahwa figur setaraf Wakidi akan sukses membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha daerah.

"Dia akan mampu melakukan itu, baik di bidang usaha daerah, usaha koperasi, dan usaha swasta dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi daerah maupun regional dan nasional, dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945", kata pengusaha yang memiliki tiga bendera badan usaha itu.

Sementara Wakidi sendiri memaparkan visi misinya dengan ringkas dan padat, antara lain akan mengajak para pengusaha secara bersama-sama bersinergi dengan pemerintah daerah, mewujudkan ekonomi yang Tangguh dan Berkeadilan. Untuk itu, Kadin Trenggalek akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Penguatan Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi Kadin,
  • Percepatan Kebangkitan Ekonomi Daerah dengan mendorong realisasi pada pembangunan Infrastruktur, Peningkatan Ekspor, serta Peningkatan Penanaman Modal Asing dan Dalam Negeri,
  • Penciptaan Iklim Usaha yang Sehat, Berkepastian Hukum, Bersih dan Berwawasan Lingkungan.
  • Peningkatan Kualitas dan Kuantitas SDM para Pengusaha Daerah, serta
  • Peningkatan dan optimalisasi hubungan regional hingga nasional.
Dengan meminjam istilah seorang Sosiolog, David McClelland, dia menegaskan: "Suatu negara bisa menjadi MAKMUR bila ada ENTREPRENEUR (pengusaha) sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya". Maka, bila terpilih jadi ketua Kadin Trenggalek bekerja sama dengan berbagai pihak, saya akan canangkan program "Kadin Trenggalek menjadi motor pertumbuhan di daerah ini" selama masa kepengurusan lima tahun kedepan", ujarnyamantab.(haz)
Read more..

Warga Sukowetan Berharap Pemkab Lanjutkan Aspal Jalan Desa

Jalan yang belum diaspal
Kades dan Sekdes Sukowetan
Trenggalek (prigibeach.com) - "Tahun 2003, kami menghadap Bapak Mulyadi waktu masih jadi Bupati. Kami minta jalan ini diaspal. Dan Pak Mul setuju, kemudian jalan dimakadam terlebih dahulu. Baru tahun 2009, jalan diaspal. Namun hanya sampai di dusun Suko", ujar Susianto (47) warga RT 24 RW 11, desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (6/3). Selanjutnya, dia bersama beberapa warga menyatakan sangat berharap agar jalan yang menghubungkan Sumberingin-Jatiprahu-Sukowetan-Mlinjon ini bisa diteruskan pengaspalannya hingga tuntas.

Sururi (33), Kades Sukowetan, juga mendukung keinginan warga. Dia juga menambahkan bahwa bukan hanya masyarakat Sukowetan yang berharap, namun juga warga Mlinjon yang notabene selalu memanfaatkan akses jalan tersebut. Menurut Sururi, jalan yang tahun 2009 lalu digarap oleh CV Kanjeng Jimat Trenggalek, sangat potensial dan bisa menjadi jalur alternatif untuk angkutan umum, yang menghubungkan dua kecamatan yakni Karangan dan Suruh.

Dalam beberbagai kesempatan Bupati maupun Wakil Bupati selalu menegaskan tekad untuk konsisten meneruskan pembangunan infrastruktur pertanian serta jalan penghubung SKPD dan jalan penunjang perekonomian di desa-desa khususnya yang ada di Kecamatan Karangan.

“Pemkab menyadari akan pentingnya infrastruktur jalan bagi penunjang laju perekonomian masyarakat pedesaan dan roda pemerintahan. Oleh sebab itu jalan penghubung antar SKPD dan penunjang ekonomi menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di desa-desa”, kata Yoso Mihardi, Kabag Humas Trenggalek melalui selulernya, Minggu (6/3).

Tahun 2009 jalan desa yang menjadi jalur utama penghubung antara desa Sukowetan-Jatiprahu-Sumberingin (ke Utara) dan desa Sukowetan-Mlinjon-Karangan (ke Selatan) sudah diaspal. Pengaspalan jalan dikerjakan oleh CV Kanjeng Jimat Trenggalek, dengan volume 2.500 meter kali 3 meter, alokasi dana senilai Rp. 489 juta. Menurut masyarakat Sukowetan, pengerjaan jalan oleh CV Kanjeng Jimat ini cukup baik dan nampaknya lebih berkualitas dibanding pengaspalan jalan sebelumnya.

“Pak Sukadi (direktur CV Kanjeng Jimat/red) sangat komunikatif dan selalu merespons keinginan masyarakat sesuai dengan spesifikasi proyeknya. Bila nanti ada penyambungan aspal jalan itu, sebaiknya rekanannya sama sehingga kualitas pekerjaan terjamin”, kata Kidi Prawoto, Ketua LMDH Desa Sukowetan, saat dikonfirmasi melalui selulernya Sabtu (5/3).

Sementara Sekretaris desa Sukowetan, Darsono, menampahkan bahwa infrastruktur jalan tersebut diperlukan untuk menunjang perkembangan pendidikan di SMP Negeri 3 Karangan. "Akses jalan tersebut akan melancarkan perjalanan para siswa yang berasal dari desa Mlinjon dan sekitarnya," ujar Darsono. Hal senada disampaikan oleh Gus Tangin, Ketua BPD Desa Sukowetan.

"Kasihan siswa yang berasal dari sepanjang jalan itu, mereka kebanyakan mengendarai sepeda onthel, dari penjuru Desa Mlinjon.Ada yang jaraknya mencapai hampir 4 kilometer, padahal jalannya tidak mulus dan turun naik", ujar Gus Tangin.

Dalam pada itu, para Guru di SMP Negeri 3 Karangan juga menghimbau kepada instansi terkait untuk mau memikirkan lanjutan pengaspalan jalan dimaksud. "Pihak sekolah sudah mendengarkan berbagai usulan dari wali murid melalui Komite Sekolah. Kami akan mengakomodir keinginan itu, dan segera mengajukannya pada pejabat dan instansi terkait, baik melalui Bina Marga maupun Dinas Pendidikan", ujar Sutini, S.Pd. M.Pd. Kasek SMP Negeri 3 Karangan, ketika dihubungi di ruang kerjanya Sabtu (5/3).(haz)
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts