> Prigibeach Trenggalek

Kantor Oto Finance Kediri Terbakar

Reporter : Nanang Masyhari

Kebakaran hebat terjadi di Kantor Oto Finance di Komplek Ruko Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (24/7/2009) pagi. Api meluluh-lantakkan bangunan kredit mobil yang berada di lantai dua itu, sekaligus mengahanguskan seluruh isinya.

Menurut keterangan Mashudi, Wakil Direktur Oto Finance, ia mendapatkan laporan dari salah seorang karyawan tentang musibah kebakaran itu sekitar pukul 05.30 WIB. "Saat saya datang, kepulan asap keluar dari kantor," papar Mashudi, di lokasi kejadian.

Mashudi kemudian menghubungi Poresta Kediri dan mobil Pemadam Kebakaran (PMK). Tidak lama berselang, dua mobil PMK dari Pemkot Kediri dan PT. Gudang Garam Tbk, datang ke lokasi. "Saat pintu dibuka, rupanya api sudah membesar, berasal dari mesin komputer kantor," terang Mashudi.

Api terus membakar, sedangkan petugas PMK yang dibantu anggota Polresta Kediri dan warga masyarakat berupaya menjinakkannya. Kurang lebih dua jam, akhirnya kobaran api berhasil dipadamkam. Meski demikian, untuk menghindari rembetan api ke tempat lain, satu mobil PMK kembali didatangkan, dalam upaya pembasahan.

Mashudi mensinyalir api berasal dari konsleting listik di komputer yang menyimpan berkas-berkas kantor seperti BPKB dan masih banyak lagi. Kendati demikian, masih banyak kemungkinan lain. Pasalnya, mesin AC di kantor tersebut, juga terlihat meleleh. Akibat kejadian tersebut, taksir kerugian materi mencapai Rp 20 juta rupiah. (nng)
Read more..

Pembunuh WN Jepang Dibekuk Polisi

Tersangka diapit oleh Kasat Reskrim dan KBO (Dok. Hamzah)

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Satuan Reskrim Polres Trenggalek akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuhan terhadap Tarau Inagaki (60), seorang teknisi penakaran kerang mutiara, Warga Negara Jepang, yang tewas di Pulau Nglebeng, Dusun Karanggoso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, 27 Juni 2009 lalu.

Pelaku, Juhedi (42), warga asal Lampung yang beralamat di Klaten, Jawa Tengah. "Alhamdulillah, anggota Polres Trenggalek, berhasil mengungkap kasus pembunuhan WA Jepang yang menjadi atensi Polda Jatim. Seorang pelaku kini tengah diamankan, dan seorang pelaku lain menjadi daftar pencarian orang (DPO)," kata Kapolwil Kediri Kombes Pol Drs Heru Purwanto, ditemui di ruangannya, Rabu (22/7/2009) siang.

Imbuh Kapolwil Kediri, pelaku ditangkap di wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Pelaku dikenali dari barang-barang milik korban yang dibawanya. Diantaranya, HP, Senter, Kunci Pintu, dan Sandal. "Awalnya, pelaku tidak mengakui, namun setelah didesak, akhirnya mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap korban," terang Kapolwil Kediri Kombes Pol Drs Heru Purwanto.

Kapolwil Kediri menambahkan, dalam penyelidikan awal, diketahui pelaku membunuh korban dengan motiv jengkel. "Memang, awalnya kami menduga bermotiv pencurian, namun setelah kita desak, diketahui jika pelaku membunuh karena jengkel, akibat sering dimaki-maki oleh korban," terusnya.

Sementara seorang pelaku lagi yang berinisial A, kini menjadi buronan. "Satu pelaku lain dalam pengejaran kami, dia kenal dengan pelaku 2 bulan sebelum kejadian, " papar Kapolwil Kediri.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat di sekitar Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek digemparkan dengan ditemukannya mayat seorang Warna Negara Asing (WNA) asal Jepang.

Korban yang diketahui bernama Tarau Inagaki (60), seorang teknisi penakaran kerang mutiara CV Gunung Mutiara Utara itu ditemukan tergeletak di sebuah pulau Ngrembeng, salah satu pulau kecil di pantai selatan itu. (nng)
Read more..

Polri Rangkul Alim-Ulama Se-Jatim


Reporter : Nanang Masyhari

Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Anton Bachrul Alam menegaskan bahwa polri akan merangkul seluruh alim-ulama, khususnya yang di wilayah Jawa Timur. Langkah persuasif yang dilakukan polri tersebut, tegas Irjen Pol Anton Bachrul Alam, dalam upaya mensikapi teror bom yang akhir-akhir ini membuat resah masyarakat Indonesia. Yang mana, perbuatan yang dikutuk seluruh umat manusia itu, diisukan ada keterkaitan dengan Islam Radikal.

"Ya, kita akan mendekati para alim-ulama yang ada di Jawa Timur khusunya. Kepada mereka kita ajak bersama-sama mengatasi masalah ini, serta memberikan sosialiasi secara menyeluruh tentang perbuatan teror bom yang tidak dibenarkan, dan merugikan masyarakat," kata Irjen POl Anton Bachrul Alam, Kamis (23/7/2009) pagi ditemui di Mapolresta Kediri.

Dalam kesempatan itu, Ijen Pol Anton Bachrul Alam juga mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada anggotanya untuk menjaga sejumlah objen dan tempat-tempat vital. Terlebih, yang berada di Kota Besar, seperti Surabaya. "Kita jaga sejumlah tempat-tempat vital, terlebih yang ada di Surabaya, seperti Hotel, dan sarana umum yang berhubungan terus dengan masyarakat," pungkas Irjen Pol Anton Bachrul Alam.

Sebagaimana diketahui, Kapolda Jatim datang dengan menaiki Halikopter, dan turun di Lapangan Brimob, Kediri. Irjen Pol Anton Bachrul Alam, kemudian menuju ke Polresta Kediri untuk memimpin apel pagi seluruh jajaran Polwil Kediri. Kapolda Jatim juga memberikan apresiasi kepada sejumlah Kapolres/Kapolresta dan pada anggota yang sudah bekerja dengan baik. (nng)
Read more..

DALAM DINAMIKA GLOBAL, KOPERASI HARUS TETAP EKSIS!

Wabup Mahsun Ismail menyerahkan dana hibah secara simbolis (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Memperingati hari Koperasi ke-62, bertempat di halaman Pendapa Agung Trenggalek, Wabup Mahsun Ismail telah menyerahkan dana blockgrand berupa hibah pada beberapa Koperasi. Dalam sambutannya Mahsun Ismail menyatakan, tema peringatan Hari Koperasi ke-62 adalah memantapkan peran gerakan koperasi dalam dinamika perubahan global. Tema ini mengandung makna masyarakat koperasi bertekad dan berkeinginan untuk meningkatkan peran dan kontribusi terhadap ketahanan perekonomian nasional dalam dinamika perubahan global.

Dia menambahkan, selain tantangan di era global, ada tiga tantangan lagi yang harus dihadapi. Pertama, memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas. Kedua, kontribusinya yang meskipun secara sosial cukup tinggi,namun secara nominal masih sangat rendah dalam perekonomian nasional. Ketiga, semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong-royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme.

Dana hibah sebesar Rp 125 juta ini dari APBD 2009, diberikan kepada Koperasi Primkopol Trenggalek sebesar Rp 75 juta, dan KPRI Sandang Pedo Rp 50 juta. Kendati sifatnya hibah, tapi dana block grand ini bergulir. Kasi Kelembagaan Hukum Dinas Koperindagtamben, Muhandono, kemarin menjelaskan yang dimaksud dana hibah bergulir yakni setiap anggota yang dipinjami wajib untuk mengembalikan. Dan ketika sudah kembali modal, maka dana ini bisa dilanjut untuk tahun depan. Dengan begitu, maka program blockgrand melalui koperasi bisa tetap berjalan. “Ketika dana ini bisa terus bergulir, dampak yang dirasakan oleh anggota adalah peningkatan kesejahteraan. Dana ini bersifat perangsang untuk meningkatkan kemakmuran anggota dan kemandirian koperasi” katanya.

Selain dua koperasi tersebut, dari 386 lembaga koperasi di Trenggalek yang mendapat dana hibah dalam peringatan hari koperasi ke-62 ini, adalah KSU Sumber Makmur, Munjungan. Koperasi ini mendapat dana Rp 500 juta dari APBD. Dana ini dipakai untuk jaringan listrik pada pabrik es di Munjungan. KSU Sumber Makmur diberi dana hibah karena dipercaya menangani jaringan listrik pada pabrik es di Munjungan. “Tahun lalu, KSU Sumber Makmur juga dapat dana hibah untuk jaringan listrik,” ujarnya.(Haz)
Read more..

AIR BERSIH UNTUK WARGA BANGUN, MUNJUNGAN

Imam Soeprapto, Kepala Bappekab Trenggalek (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Provinsi Jawa Timur, saat ini sedang membangun jaringan air bersih di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan dengan plafon anggaran sekitar Rp 2,5 M. Proyek itu berjalan lancar, karena sebelumnya PDAM Provinsi, perwakilan dari DAS Brantas dan Bappekab Trenggalek sudah sosialisasi ke masyarakat setempat. “Pada awalnya, warga menolak proyek tersebut,” ungkap Kabag Humas Pemkab Trenggalek Drs.Joko Setyono,M.Si. Sehingga perlu dibeberkan bahwa program tersebut tidak memakai air irigasi untuk lahan pertanian. Melainkan memakai air limpasan atau air pembuangan yang menuju ke laut. “Jadi, air bersih untuk 1.000 KK itu dari air tak terpakai, itupun hanya dipakai 0.05 prosen dari debet air limpasan,” imbuh Drs.Joko Setyono,M.Si.. Fasilitas ini tidak mempengaruhi kondisi air irigasi lahan pertanian. Masyarakat tidak perlu khawatir, sawahnya akan tetap mendapat pasokan air maksimal dan wajar.

Sementara itu, Kepala Bappekab Trenggalek, Imam Suprapto mengatakan, program air bersih di Desa Bangun ini murni dari Pemprov. Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat tempat membantu mensukseskannya. “Ketika program ini sukses, berarti1.000 KK yang selama ini sulit mendapat air bersih di musim kemarau, dipastikan mereka tidak akan kesulitan lagi mendapat air bersih,” katanya. Imam menambahkan, manfaat program air bersih sangat besar. Saat ini masyarakat hanya mengandalkan sumber air dan itu disalurkan dengan selang atau pipa kecil ke rumah-rumah.

“Pemerintah Kabupaten hanya meminta kepada segenap pihak yang terkait, utamanya masyarakat Desa Bangun, agar bersama-sama mawas diri dan bijaksana sehingga tidak terjadi masalah dalam pengelolaannya, Pemerintah Desa dan BPD harus membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang penggunaan air bersih,” katanya.(Haz).
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts