> Prigibeach Trenggalek

Trenggalek: Berangkatkan15 KK Untuk Transmigrasi ke Poso, Sulawesi Tengah

Trenggalek (prigibeach.com) - Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq, hari ini, Sabtu (18/12) melepas keberangkatan transmigran asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menuju Desa Watuawu Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Kepala Dinas Nakertransos Trenggalek, Surya Atmaja, transmigran yang diberangkatkan berjumlah 15 KK terdiri dari 44 jiwa. Mereka berasal dari Kecamatan Bendungan 10 KK, Kecamatan Trenggalek 2 KK, Kecamatan Pule, Kecamatan Panggul dan Kecamatan Gandusari masing-masing 1 KK.

Surya Atmaja menambahkan bahwa pada tanggal 22 Desember 2010 mendatang juga akan memberangkatkan transmigran asal daerah ini sebanyak 10 KK (30 jiwa) menuju Desa Balingara Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah.

Di lokasi transmigransi, tiap Kepala Keluarga akan mendapatkan lahan seluas 2 Ha dengan rincian pekarangan termasuk untuk rumah 0,25 Ha, lahan usaha kesatu [yang telah dibuka] 0,75 Ha dan lahan usaha kedua [belum dibuka] dengan luas 1 Ha. Selain itu, dari Pemkab Trenggalek memberikan bantuan kepada tiap KK berupa benih palawija [jagung], benih sayuran [sawi, terong, tomat dan lombok] serta benih tanaman keras seperti kakao 1.000 biji untuk lahan 1 Ha. Mereka juga diberi peralatan pertanian cangkul & ganco maupun uang saku. Sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan peralatan rumah tangga seperti peralatan makan minum, perlengkapan tempat tidur, lampu gantung, pakaian seragam, sepatu boot serta peralatan masak.

Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR, dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Kholiq menjelaskan bahwa transmigrasi merupakan salah satu program nasional yang telah memberikan kontribusi positif dalam pengentasan kemiskinan dengan perluasan kesempatan kerja di sektor pertanian.

"Dalam meraih keberhasilan tentu akan banyak hambatan dan tantangan, oleh karena itu Bupati mengharapkan para transmigran bekerja keras dengan semangat tinggi, ulet, tekun dengan memanfaatkan setiap peluang usaha yang ada. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa", demikian Mulyadi.

Mengingat lahan yang akan digarap cukup luas, maka kalau dikerjakan sendirian akan kewalahan. Oleh karena itu Bupati Trenggalek mengharapkan agar para transmigran terus melestarikan semangat gotong royong dan membentuk paguyuban, misalnya jama'ah yasinan, sehingga bila ada masalah bisa dipecahkan bersama. "Jangan lupa untuk segera menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, sehingga bisa bekerja sama dan menyatu dengan mereka. Bila memang ada masalah yang tidak dapat dipecahkan, silahkan mengirim surat ke Pemkab Trenggalek, nanti akan dibantu untuk pemecahan masalahnya", tegas Mulyadi dalam sambutannya. (haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek: Polisi Razia Rutan Trenggalek, Temukan Kunci 'T' Milik Tahanan

Trenggalek (prigibeach.com) - Kapolres Trenggalek AKBP Drs Eddy Hermanto MM melalui Kasubag Humas Iptu Siti Munawaroh Menjelaskan bahwa Operasi ini dilakukan jajaran polres seluruh Indonesia, dengan Sandi Ops"Sikat".Narkoba, Senjata tajam dan barang lainnya yang tidak diperbolehkan dibawa masuk di dalam Rumah tahanan (Rutan) adalah target utama.
Operasi "Sikat" tersebut dilakukan pada Rumah tahanan(rutan) Kelas II B Trenggalek kemarin Kamis(16/12) sekitar pukul 13.00 tadi siang oleh petugas gabungan Polres Trenggalek.

Polisi mendapatkan benda tajam, silet dan puluhan paku, dan yang paling membuat kaget petugas adalah ditemukannya kunci T didalam salah satu kamar tahanan. Guna kepentingan penyelidikan seluruh benda tajam tersebut diamankan di Polres Trenggalek. Selain itu polisi hanya mendata beberapa penghuni sel kamar yang diduga sebagai pemilik barang-barang tersebut.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek: PNPM-MP Bendungan Bangun Jalan Rabat dan Jembatan

Trenggalek (prigibeach.com) - Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Desa Depok Kec. Bendungan, Trenggalek, Jawa Timur, telah membuahkan hasil berupa satu jalur jalan rabatan dengan sebuah jembatan baru. Kemarin, Rabu (15/12) proyek itu diresmikan dengan dihadiri Kepala Satuan Kerja terkait, Muspika Bendungan, Tokoh Masyarakat dan warga setempat.

Menurut Kepala Desa Depok, Sugeng Asmoro, kegiatan ini merupakan wujud syukur masyarakat atas telah diselesaikannya pembangunan jalan rabat dan jembatan di desa tersebut. Pembangunan Jalan rabat sepanjang 800 meter, lebar 3 meter dan jembatan sepanjang 12 x 2,5 meter dengan tinggi 4 meter telah menghabiskan dana sebesar 357 juta yang berasal dari PNPM-MP sejumlah 330 juta dan swadana sejumlah 27 juta rupiah. Jematan ini menghubungakan RT 1 dan RT 4 dan 5 di dusun Suko Desa Depok.
Dalam kesempatan tersebut, Sugeng Asmoro juga mengungkapkan aspirasi rakyat diantaranya meminta perbaikan dan pemeliharaan Jalan Depok-Bendungan yang telah mengalami kerusakan selama 6 tahun. Selain itu, di dusun Joho desa Depok terdapat sekolah dasar terpencil yaitu SDN 2 Depok, dan alkses jalan menuju SD tersebut sulit untuk dilalui.

"Selanjutnya kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten untuk memperbaiki jalan tersebut untuk memperlancar Proses Belajar Mengajar. Demikian juga rencana Jalan lingkar Suko-Gilang-Jaban mohon untuk diteruskan. Sedangkan untuk dusun Banaran dan Joho yang hingga saat ini belum teraliri arus listrik", demikian Sugeng Asmoro.

Sekretaris Daerah, Cipto Wiyono, menyatakan kebanggaannya atas pelaksanaan program PNPM karena hasilnya sangat bagus, baik jalan rabatnya maupun jembatannya. Khusus untuk jembatannya kualifikasinya sudah seperti Kabupaten. Menurut Sekda bila memakai jasa pemborong maka dana yang dihabiskan bisa mencapai 500 juta.

"Sebagai wujud penghargaan kami bagi masyarakat di sini, sekaranag juga saya memerintahkan kepada Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan, yang sekarang juga hadir, untuk memperbaiki Jalan Depok-Bendungan pada Tahun Anggaran 2011. Bila tidak cukup secara keseluruhan, bisa dilakukan secara bertahap Cipto Wiyono.

Terkait dengan jalan menuju SD terpencil di desa tersebut, Sekda berharap agar menggunakan dana yang masuk ke desa yaitu melalui PNPM atau bantuan langsung dari masyarakat. Dan untuk memperbaiki bangunan SD yang rusak, Sekda meminta Dinas Pendidikan agar mangalokasikan dana untuk hal tersebut. Karena untuk tahun 2011 telah disediakan dana sejumlah 73 Milyar dari DAK untuk rehab sekolah.(Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Berdalih LSM Pendamping Kesehatan Masyarakat, Ternyata Jualan Obat


Puryono (tengah) tunjukkan BB,  di Mapolres Trenggalek


Trenggalek (prigibeach.com) - Kegiatan Sosialisasi Pencagahan Kanker dan Tumor Secara Dini yang dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia (LKMI), pada 11 desa di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dilaporkan warga setempat kepada pihak kepolisian.

Pasalnya kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia (LKMI) yang berkantor pusat di Perum Mutiara Kencana Block C No.41 Madiun ini dinilai telah meresahkan warga. Alasannya dalam kegiatan mereka ternyata LKMI tidak hanya melakukan Sosialisasi Pencegahan Kanker dan Tumor, namun dalam pelaksanaanya juga melakukan penjualan produk obat Herbal bermerk "Z" dengan harga perbungkus Rp.120.000,-.

Padahal sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh Kesbanglinmaspol Trenggalek tertanggal, 10 November 2010, Nomor: 072/689/406.07/2010 menjelaskan bahwa dalam pengajuannya LKMI hanya sesuai dengan surat dari Lembaga Kesehatan Masyarakat Indonesia (LKMI) Nomor: 1.003/LKMI-Wil.II/XI/2010 Tertanggal 10 November 2010 menjelakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh LKMI hanya melakukan Sosialisasi/Penyuluhan Kesehatan.

Sementara Puryono warga desa Karangturi, Kecamatan Munjungan yang mencurigai bahwa adanya ketidak beresan didalam kegiatan yang dilakukan oleh LKMI dan melaporkannya ke Polres Trenggalek Senin (13/12).

"Ini jelas sudah menyimpang dari tugas yang ada sebab LKMI dalam ijinya mengatakan sebagai Konsultan Kesehatan bukan Penjual Obat, apalagi dalam penjualannya sangat kental dengan menakut-nakuti warga, dengan dalih obat untuk pencegahan kanker dan tumor adanya cuma Di RS. Syaiful Anwar Malang dan RS. Dr. Soetomo Surabaya," ungkap Puryono.

Masih menurutnya, hal ini jelas sangat merugikan masyarakat sebab dengan apa yang dilakukan oleh LKMI ini bertujuan mencari keuntungan dengan cara menjual produk obat Herbal.

"Kegiatan yang saya lihat tidak menunjukkan sebagai konsultan atau lembaga pendamping kesehatan (LSM), mereka lebih banyak mengarah kepada upaya mencari keuntungan dengan menjual obat yang katanya bisa mencegah kanker dan tumor secara dini," tambah Puryono SE. SP. yang juga menjabat sebagai anggota Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia, Trenggalek, ketika ditemui di Mapolres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek, AKBP Drs. Eddy Hermanto melalui Kaur Bin Ops Narkoba Ipda Suwancoko SH, mengatakan pihak akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Trenggalek, guna melakukan penyelidikan apakah obat yang di jual oleh LKMI ini legal apa ilegal.

"Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Dinkes terlebih dahulu karena ini berkaitan dengan obat-obatan apakah legal atau ilegal," terangnya.

Sedangkan Kapolsek Munjungan AKP Tri Basuki ketika dikonfirmasi oleh wartawan dengan adanya keresahan warga Munjungan dan laporan yang disampaikan mengatakan,"Kemarin kita memang sudah menerima adanya laporan dari masyarakat tentang hal ini dan saat ini jajaran kami terus akan melakukan investigasi dilapangan dan jika nantinya memanga ditemukan adanya pelanggaran hukum maka akan kami tindak sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Perwira yang sudah menjabat Kapolsek Munjungan selama kurang lebih 2 tahun ini.

Sementara itu Penanggung Jawab Kegitan dari LKMI Fakih Samsudin, saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak mau menerima dan ketika di SMS juga tidak membalas, disinyalir kegiatan yang dilakukan oleh LKMI ini memang memanfaatkan situasi dengan dalih melakukan kegiatan sosialisasi/penyuluhan kesehatan namun tujuan utamanya adalah melakukan penjualan obat.

"Padahal selama ini sudah ratusan warga yang telah membeli obat dengan nilai bervariasi antara Rp.120.000 sampai dengan Rp.225.000 perbungkus," ungkap warga setempat yang dirahasikan identitasnya. (roy)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Konspirasi Dokter dan Bidan, Dua Nyawa Melayang?!

Saya paramedis aspal (illustrasi)
Trenggalek (prigibeach.com) - Kembali dunia kesehatan tercoreng dan masyarakat kecil menjadi korban akibat kecerobohan oknum tenaga kesehatan yaitu Bidan Desa Sumberdadi, Trenggalek, Jawa Timur, Puji W. Nugroho. Peristiwa itu terjadi sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya pada hari Jum'at (12/11). Seorang hamil dari Desa Sumberdadi, bernama Wiji datang kerumah Bidan desa Puji W. Nugroho yang kebetulan rumah bidan tersebut juga dijadikan tempat prakteknya.

Diantarkan suaminya Gisan 24th, Wiji meminta pertolongan karena dia akan melahirkan, setelah mendapat pemeriksaan dari bidan Puji W. Nugroho Wiji disarankan untuk pulang dan kembali lagi nanti ke tempat praktek bidan Puji W. Nugroho pada sore harinya. Karena menurut bidan tersebut Wiji belum waktunya melahirkan alias pembukaan partes belum komplit, padahal waktu itu Wiji merasa ada yang kurang beres dengan kandungannya. Dia merasa bentuk perutnya tidak lazimnya orang hamil dan merasa mau melahirkan.

Tetapi hal ini tidak menjadi pertimbangan bidan Puji W. Nugroho dan tetap menyuruh Wiji untuk pulang. Namun apa yang terjadi? Sore hari ketika Wiji kembali ke tempat praktek bidan Puji W. Nugroho ternyata keadaannya sudah sangat lemah alias kolaps. Merasa tidak mampu mengatasi keadaan maka bidan Puji W. Nugroho merujuk Wiji ke RS. Budi Asih, Trenggalek. Dengan diantar suaminya dan bidan Puji W. Nugroho Wiji tiba di RS. Budi Asih sekitar jam 16.00, dan langsung ditangani Dr. Harmono S.po.g; Kurang lebih 20 menit dalam penanganan Dr. Harmono S,po,g. ternyata sang dokter juga tidak mampu berbuat banyak dan sekitar 17.00 akhirnya Wiji meninggal bersama dengan bayinya.

Menurut pernyataan Basuki, Humas RS. Budi Asih, kematian Wiji dan bayinya adalah akibat dari kurang telitinya dan kurang tanggapnya bidan Puji W. Nugroho, yakni salah pada waktu observasi awal. Hal ini senada dengan pernyataan dokter Harmono, S.po.g bahwa kematian Wiji disebabkan pendarahan dalam dan mungkin masih bisa tertolong apabila lebih dini dibawa ke RS. Budi Asih. Yang menjadi pertanyaan sekarang kenapa seorang bidan Desa merujuk pasiennya ke rumah sakit swasta seperti RS. Budi Asih? Bukannya ke RSUD setempat yang tentunya lebih komplit dan canggih dalam penanganan maupun alat-alatnya. Ataukah atas permintaan pihak pasien itu sendiri?

Usut punya usut ternyata ada dugaan praktek bisnis terselubung antara beberapa Bidan desa dengan RS. Budi Asih. Diduga Dr. Harmono S.po.g sebagai dokter kandungan di RS. Budi Asih telah memberikan kepada beberapa bidan desa sejumlah uang sebagai kontrak untuk bisa merujuk pasien ke RS. Budi Asih. Kalau memang benar hal ini terjadi tentunya tindakan tersebut benar-benar tidak berprikemanusiaan karena mengatasnamakan segi pelayanan dan penyelamatan jiwa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Menilik dari kasus ini tentunya masyarakat bisa menilai masih pantaskah bidan Puji W, Nugroho dan dr. Harmono, S.po.g menjadi tenaga kesehatan yang jelas kurang mementingkan keselamatan dari pasiennya?! (Haz).
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts