> Prigibeach Trenggalek

Kades Se-Kecamatan Pule Terima BLM Rp. 60 juta

Trenggalek (prigibeach.com) - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1432 Hijriah, PBHBI Kecamatan Pule, Trenggalek, Jawa Timur, telah menggelar pawai taaruf pada Selasa (15/2) dengan start di depan SMP Negeri I Pule dan finish di depan Kantor Camat Pule. Peserta pawai taaruf adalah Pokja Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al Qur'an se-Kecamatan Pule. Pawai taaruf yang diberangkatkan oleh Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR tersebut mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat, hal itu bisa dilihat dari berjubelnya penonton di kanan-kiri jalan yang akan dilewati pawai.
Sebelum mengibarkan bendera start, Bupati dalam sambutan singkatnya menyatakan bahwa acara yang baru pertama kali ini dilaksanakan ini perlu diteruskan pada tahun berikutnya. Karena selain untuk untuk syiar dan dakwah Islam, juga dapat memberikan hiburan yang positif bagi masyarakat.

Seusai memberangkatkan pawai taaruf, Bupati kembali ke Kantor Camat Pule untuk meneruskan rapat kerja sekaligus pembinaan bagi para perangkat desa dan kepala unit kerja lingkup Kecamatan Pule. Merespon laporan Camat Pule, Drs. Edy Supriyanto, bahwa di Kecamatan Pule banyak infrastruktur yang rusak, seperti jalan dan jembatan, Bupati menyatakan bahwa hal tersebut akan segera ditangani. Namun karena anggaran terbatas, maka akan ditangani secara bertahap dan jembatan yang putus akan diutamakan.

Sedangkan untuk jalan-jalan desa yang rusak, Bupati meminta agar ditangani Pemerintah Desa. Karena pada tahun anggaran 2011 ini, selain Alokasi Dana Desa [ADD], tiap desa juga akan mendapatkan dana Bantuan Langsung Masyarakat [BLM] yang besarnya Rp. 60.000.000,- Dana tersebut bisa digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. Alternatif lain adalah dengan mengajukan bantuan stimulan, misalnya asphalt dan sement, kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Karena pada tahun anggaran 2011 ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengalokasikan kembali bantuan stimulan yang sekarang dikelola oleh Bappemas Kabupaten Trenggalek.

Kepada Camat, Kades maupun kepala unit kerja lingkup Kecamatan Pule, Bupati meminta untuk meningkatkan disiplin anggotanya dengan memberikan teladan yang baik. Selain itu Bupati memberikan resep untuk mendisiplinkan anak buah, yaitu pertama mara rasa [diambil perasaannya], kedua mara swara [diberikan peringatan lisan], ketiga mara sada [diberikan peringatan tertulis] dan keempat adalah mara gada [jika ketiga langkah tersebut hasilnya tidak ada, maka diberikan sanksi yang berat].

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Ny. Peny Mulyadi, memberikan bantuan secara simbolis kepada 11 orang korban bencana tanah longsor masing-masing semen 10 zak dan bantuan biaya pengobatan kepada putra Kades Sukokidul yang sedang sakit.(Haz).

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Mulyadi WR Lantik 7 Pejabat Baru
Sugeng Widodo Jabat Kepala BPBD

Trenggalek (prigibeach.com) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, H. ,Mulyadi M.R Rabu (16/2) kembali melantik 74 orang pejabat struktural eselon V hingga eselon II. Dari 74 pejabat tersebut, 7 orang diantaranya pejabat eselon II dan 16 orang pejabat eselon III, 48 orang pejabat eselon IV dan 3 orang pejabat eselon V.

Pejabat Eseloan II yang dirolling adalah: I Gede Siama semula Kepala BKD dilantik sebagai Asisten Ekbang, menggantikan Moch. Siswanto yang dilantik menjadi Kepala Dinas Perkimsih. Ali Mustofa dari Nakertransos menggantikan posisi I Gede Siama sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, sem

entara Abdul Muid sebagai Asisten Administrasi Umum, menggantikan Abu Mansur yang diangkat . sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Ekanto Malipurbowo dari Kepala Perkimsih dijadikan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik. Sedangkan Drs. Sugeng Widodo, SH dari Bappemas diangkat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni institusi yang baru saja terbentuk tahun ini.
"Mutasi ini adalah salah satu upaya untuk menyempurnakan tatanan birokrasi di lingkunan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Semuanya dilandasi beberapa pertimbangan antara lain adanya penambahan lembaga yang baru yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat untuk segera menjalankan tugas dan fungsinya", ujar H. Mulyadi WR..

"Terlepas dari semua unsur suka dan tidak suka, melainkan demi optimalisasi penyelenggarakan pelayanan prima kepada publik, salah satunya dengan pengisian jabatan yang sudah beberapa waktu mengalami kekosongan. Selain itu, mutasi juga sebagai upaya penyegaran tugas dan pengembangan karier pegawai", tandas Bupati.

Terkait dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah, Bupati berpesan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk segera memahami dan menyesuaikan dengan tugas yang baru. Bupati juga mengajak para pejabat yan yang baru dilantik untuk bersama-sama menutup berbagai kekurangan yang ada dengan bekerja keras dan bekerja cerdas dengan meningkatkan loyalitas dan pengabdian serta meningkatkan prestasi dilandasi dengan kejujuran. Sehingga visi terwujudnya perubahan menuju masyarakat Kabupaten Trenggalek yang sejahtera dan berakhlaq melalui misi pembangunan pro rakyat bisa segera terlaksana. 

"Selambat- lambatnya dalam waktu 1(satu) minggu para pejabat yang baru dilantik sudah menempati dan menjalankan tugas yang baru" pungkas Bupati. (Haz).
Related Posts with Thumbnails
Read more..

PKL Aloon-aloon Siap Pindah ke Pasar Basah dan Terminal MPU

Trenggalek (prigibeach.com) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bertekad mengembalikan fungsi Aloon-aloon sebagaimana mestinya yaitu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dengan demikian, PKL (Pedagang Kaki Lima) yang selama ini mengais rejeki di kawasan Aloon-aloon perlu segera dipindah ke tempat lain (relokasi). Terkait rencana relokasi PKL Aloon-aloon, beberapa alternatif lokasi pernah muncul, diantaranya di utara dan selatan Pendopo, di seputar Pasar Sore ke timur bahkan di halaman atau tempat parkir Stadion Menak Sopal Kelutan. Namun dengan berbagai pertimbangan, alternatif lokasi tersebut tidak diterapkan.

Demi memberikan peluang yang berimbang dan memenuhi aspirasi masyarakat, utamanya para PKL, H. Mulyadi WR -Bupati Trenggalek- memerintahkan kepada jajaran teknis untuk membina komunikasi dengan para PKL sekitar Aloon-aloon. Setelah melalui beberapa kali pertemuan antara perwakilan paguyuban PKL Aloon-aloon dengan pihak Pemkab, akhirnya muncul suatu usulan dari Paguyuban PKL Aloon-aloon bagaimana kalau PKL Aloon-aloon dipindahkan ke kawasan Pasar Basah dan seputar Terminal MPU Trenggalek. Gayung bersambut, ternyata usulan tersebut disetujui oleh Bupati Trenggalek, namun perwakilan Paguyuban PKL mengharapkan bisa beraudiensi langsung dengan Bupati Trenggalek.

Audiensi Bupati Trenggalek dengan perwakilan Paguyuban PKL Aloon-aloon telah dilaksanakan Senin (14/2) bertempat di Graha Bhawasa. Dalam pertemuan tersebut, Paguyuban PKL diwakili 5 orang dan dikoordinir oleh Mukhlis. Sedangkan Bupati Trenggalek, H. Mulyadi Wr, didampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan, Mohammad Siswanto serta Kepala Dinas Koperindagtamben, Hermanto dan Kepala SKPD terkait lainnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut akhirnya perwakilan Paguyuban PKL Aloon-aloon menyatakan siap berpindah ke lokasi yang baru yaitu Pasar Basah dan seputar Terminal MPU Trenggalek dengan mengajukan beberapa syarat.

- Pertama, Pemkab Trenggalek harus mempersiapkan fasilitas yang diperlukan, yaitu jaringan air bersih dan lampu penerangan.
- Kedua, adanya jaminan keamanan bagi PKL, karena sebelumnya kawasan tersebut tempat mangkalnya para waria. Oleh karena itu Paguyuban PKL minta agar di kawasan tersebut dibangun Pos Satpol PP.
- Ketiga, adanya jaminan dari Pemkab Trenggalek bahwa ke depan Aloon-aloon steril dari kegiatan PKL.
- Keempat, untuk waktu-waktu tertentu, ketika ada kegiatan keramaian di Pendopo maupun Aloon-aloon, misalnya kegiatan peringatan Hari Jadi Trenggalek, eks PKL Aloon-aloon diberikan prioritas untuk berjualan di seputar Aloon-aloon.

H. Mulyadi WR menginstruksi SKPD terkait untuk mempersiapkan lokasi yang baru dengan sebaik-baiknya, mulai dari jaringan air bersih, lampu penerangan maupun Pos Satpol PP. Agar penataan lokasi sesuai harapan PKL, dalam penataan dan pengaturan lokasi Bupati minta agar Paguyuban PKL dilibatkan. Bupati juga akan berupaya maksimal untuk mempertahankan Aloon-aloon supaya bersih dari PKL. Karena itu Satpol PP diminta bersikap tegas mengawasi Aloon-aloon. Terhadap adanya permintaan pesangon atau bantuan biaya pindah dari para PKL, Bupati akan mempertimbangkannya. Dalam rangka meramaikan PKL di lokasi yang baru, Bupati merencanakan menggelar pertunjukan di malam hari secara periodik di seputar Terminal MPU

"Saya berharap Anda semua (para PKL/Red) bersikap waspada, sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap hasutan-hasutan yang tidak bertanggungjawab. Kalau memang ada usulan maupun saran, sampaikan saja langsung pada saya melalui instansi terkait. Saya akan egera menindaklanjuti sesuai prosedur dan peraturan daerah kita," demikian H. Mulyadi WR.

Menurut Kepala Dinas Perkimsih, Ali Mustofa, pembangunan atau rehabilitasi kawasan Aloon-aloon direncanakan dimulai awal Mei 2011. Dengan demikian relokasi PKL akan dilaksanakan sekitar awal Mei tahun ini.(Haz).

Related Posts with Thumbnails
Read more..

Operasi Gabungan Polres dan Dinas Pendidikan
Razia Kontent Handphone

Perwira Operasi Gabungan dan Koorwas Dinas Pendidikan
Trenggalek (prigibeach.com) - Sejak Selasa (8/2) hingga hari ini Kamis (10/2), Polres Trenggalek, Jawa Timur, melakukan operasi pembinaan terhadap para pelajar di sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Operasi dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polres dan Dinas Pendidikan Trenggalek, dengan sasaran sekolah-sekolah yang siswanya diperkirakan sudah sangat akrab dengan handphone maupun piranti teknologi informasi seperti Laptop, Iphone atau jenis iPad with Wi-Fi + 3G Connect.

"Kami lakukan operasi ini dengan sangat rahasia,
sekolah sasaran tidak kami beritahu. Juga kelas yang akan kami sweeping akan kami tetapkan begitu sampai di lokasi target", ujar Aiptu Adit Suparno dari Satuan Bina Mitra Polres Trenggalek.


Hari pertama target adalah SMP Negeri 1, 2 dan 3 Trenggalek. Di ketiga sekolah ini tidak ditemui adanya siswa yang menyimpan konten pornografi maupun yang semi pornografi. Bahkan untuk SMP Negeri 2 dan 3 para siswa ternyata tidak ada satu pun yang membawa Handphone, karena tata tertib sekolah tidak mengijinkan.

"Sudah dua tahun ini kami terapkan larangan bawa Hp. Dan ini sesuai dengan komitmen kami dengan Komite Sekolah dan wali murid," kata Drs. Rohmat, MM., Kepala SMP Negeri 3 Trenggalek.

Sedang di SMP Negeri 1 Trenggalek sebagai sekolah RSBI, siswa memang diperbolehkan bawa Hp. "Tapi pihak sekolah senantiasa melakukan razia rutin, sehingga tidak ada siswa yang berani melakukan itu", ujar salah seorang guru menerangkan. 

Tim Operasi Gabungan sedang Koordinasi
dengan pihak sekolah
Hari kedua, target sasaran adalah SMA Negeri 1 dan 2 Trenggalek, diteruskan ke SMA Negeri 1 Durenan. Di ketiga sekolah ini Tim Gabungan Polres dan Dinas Pendidikan juga tidak menemukan adanya indikasi siswa yang menyimpan konten pornografi, baik di Hp maupun pada harddisk laptop yang mereka bawa.

Menurut Drs. Anwarduddin, operasi ini sudah pernah dilakukan beberapa kali bekerja sama dengan pihak Polres Trenggalek maupun Satpol-PP. "Kami sudah lama mengantisipasi hal itu, dan sudah berkali-kali kami lakukan sweeping baik di sekolah, maupun ketika di jalan (saat operasi siswa bolos/Red), sejak tahun 2008 lalu. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar memperketat tata tertib, dan selalu menjalin kerja sama yang harmonis dengan pihak Komite Sekolah maupun wali murid", ujarnya.

Terpisah, kemarin Rabu (9/2), operasi serupa juga digelar oleh pihak Satpol-PP bersama Diknas dengan target sasaran SMP Negeri 4 Trenggalek dan SMK Negeri 1 Trenggalek. Namun dalam operasi tersebut hasilnya juga nihil. Sementara pada hari ini Kamis (10/2), Tim Gabungan Polres Trenggalek bersama Diknas menyisir SMA Negeri 1 Karangan, SMP Negeri 1 dan 2 Durenan. Rencananya juga akan men-sweeping SMK Negeri 1 Pogalan, namun batal karena sekolah sedang mengadakan kegiatan Maulud Nabi Besar Muhammad SAW.

"Di SMA Negeri 1 Karangan tidak ditemukan adanya siswa yang menyimpan konten pornografi, namun ada satu siswa yang saat tim datang tengah asyik online FB (facebook) dengan laptop-nya," ujar Adit Suparno, dan menambahkan bahwa Tim hanya memperingatkan kepada pihak sekolah untuk membatasi akses internetnya dan agar selalu mengawasi siswa agar jangan sampai terpengaruh pada hal-hal yang negatif terkait transparansi dan globalisasi informasi.(Haz)
Read more..

Video Mesum Pelajar SMP Beredar di Masyarakat - Rekaman Bulan Oktober 2010

Trenggalek (prigibeach.com) - Sebuah file video format 3GP berdurasi 6 menit 2 detik berjudul: SMP Trenggalek, beredar di Trenggalek, Jawa Timur. File video ini diperankan oleh dua pelajar sekolah menengah pertama. Keduanya nampak sedang beradegan ciuman dengan berbagai gerakan penuh birahi.

Adegan sepasang muda mudi dengan masih mengenakan pakaian lengkap tampak sedang asyik ciuman di sebuah ladang. Tragisnya, adegan itu dilakukan di depan teman yang bahkan merekamnya menggunakan kamera handphone. Kedua ABG tersebut tampak melakukan french kiss dengan berbagai posisi, mulai dari duduk, saling tindih dan berdiri. Tak jarang sesekali mereka saling memegang kemaluan dan organ intim pasangannya.

Meski dilakukan tanpa mengenakan seragam, kedua pemeran video itu diketahui sebagai siswa dan siswi salah satu SMP Negeri di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Menurut beberapa remaja yang memiliki rekaman tersebut, file video ini sudah beredar sejak minggu lalu, dan banyak ditrasfer melalui bluetooth.

"Beberapa counter handphone di kota Trenggalek punya file ini, Mas. Saya dapat dari salah satu counter HP sewaktu mau ngisi lagu MP3," ujar Rohadi, warga Sumberdadi, Kecamatan Trenggalek. "Sudah banyak kok yang punya. Kalau mau cari datang saja ke counter handphone yang melayani service atau isi lagu, biasanya ada disana," tambahnya, Kamis (3/2/2011).

Drs. Catur Winarno, MM, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Trenggalek ketika dikonfirmasi wartawan situs ini  Kamis (3/2), juga membenarkan bahwa 2 sejoli  pemeran video tak senonoh itu adalah pelajar sekolahnya. Pemeran perempuan berinisial DK (14), sementara pasangannya adalah GL (15), pelajar dari sekolah yang sama namun beda kelas.

"Itu sebenarnya video lama, Mas, terjadi Oktober 2010 kemarin, saya sudah menindaklanjuti dan mungkin baru sekarang saja beredar di masyarakat. Saya tegaskan, kedua anak yang menjadi pemerannya sudah keluar dari sekolah kami atas permintaan orang tuanya sendiri," terang Catur kepada wartawan yang mengkonfirmasinya melalui sambungan telepon seluler.

Catur juga mengaku sudah melakukan upaya prefentif di sekolahnya, menekan kemungkinan peredaran video tersebut ke anak didik lainnya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya video lain dengan pemeran sesama pelajar.

"Kami juga sudah undang seluruh orang tua wali murid. Intinya kami minta kasus itu dijadikan pelajaran, untuk meningkatkan pengawasan ke anak-anaknya," pungkas Catur.(Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts