> Prigibeach Trenggalek

POLISI UNGKAP PEMBUNUH INAGAKI

Tersangka Juhedi diapit Kasatreskrim dan KBO(Hamzah)

Trenggalek, Memo

Kasus pembunuhan di Pantai Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek yang menewaskan Tarau
Inagaki (50) teknisi budidaya kerang laut warga Negara Jepang, Sabtu (27/6) lalu,
akhirnya terbongkar, Polisi menagkap tersangka Juhedi (42) warga Klaten Jawa Tengah
yang merupakan karyawan korban, pelaku dapat tertangkap setelah hampir 4 hari
memeriksa 14 saksi.

Tersangka Juhedi aslinya orang Lampung ini, nekat melakukan pembunuhan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati terhadap korban yang sering memaki-maki jika ada sedikit kesalahan dalam pekerjaannya. Karenanya ketika pada hari sabtu (27/6) pukul 13.00 wib di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pantai Prigi, tersangka bertemu dengan Agus, seorang nelayan, keduanya menyusun rencana pencurian mutiara milik korban yang berada di tempat kerjanya, Pulau Ngrembeng.

Sekitar pukul 18.00 setelah menerima isyarat dari Agus, tersangka Juhedi mulai melancarkan aksinya membakar jenset, begitu api mulai membesar, berteriak-teriak kebakaran memberi tahu karyawan yang lain. Pada saat semua karyawan sibuk memadamkan tapi, tersangka menyelinap masuk kamar korban untuk mencuri mutiara, namun aksinya dipergoki oleh korban, karena situasi gelap maka tersangka nekat memukul belakang kepala korban dengan batu hingga tewas, kemudian kembali lagi berkumpul dengan karyawan lain. Dalam aksinya Juhedi hanya berhasil mengambil 2 HP milik korban.

Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Saiful Rokhman, SH, membenarkan penangkapannya, beberapa petugas sedang memburu teman tersangka yang bernama Agus, disebut-sebut ikut membantu dalam aksi pembunuhan, tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 365 dan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, jelasnya.(Haz).
Read more..

Komisi B Fasilitasi Warga lawan Dinas Poraparibud

Drs. Kusprigianto, MM. Kepala Dinas Poraparibud Trenggalek

Trenggalek, Memo

Bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (21/7) dilakukan pertemuan segitiga, antara warga Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, dengan Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Budaya (Dinas Poraparibud) Kabupaten Trenggalek yang difasilitasi oleh Komisi B, DPRD Trenggalek.
Kedatangan 17 orang warga Dukuh Karanggongso tersebut ke gedung DPRD dalam rangka mengadukan, adanya perlakuan semena-mena dari Kepala UPTD Dinas Poraparibud Kabupaten Trenggalek, yang akan menggusur banggunan warga, yang mempunyai kios di pertokoan Pasir Putih. Yang dianggap UPTD melanggar bestek.

Selain itu warga juga mempunyai usulan agar dilakukan rolling jabatan Kepala UPTD yang ada di Prigi, karena warga menganggap, Kepala UPTD Dinas Poraparibud di Prigi yang berinisial J itu, wataknya sudah sedemikian kaku. Sehingga sulit untuk bekerjasama dengan warga. Masih ada lagi yang diinginkan warga, tentang pemanfaatan lahan kosong yang ada disekitar pasir putih, untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan ekonomi warga di sekitar pantai pasir putih, untuk tempat penitipan kendaraan dan tempat berjualan ikan dan souvenir khas Trenggalek.

Jalannya pertemuan dipimpin Ketua Komisi B, DPRD Trenggalek, Drs Sukadji, yang mampu mengendalikan desakan warga pada Kepala Dinas Poraparibud Drs Kusprigianto MM. Menurut Sukadji, yang terpenting menyongsong dibukanya Jalur Lintas Selatan (JLS), warga harus segera membentuk kelembagaan yang kuat, agar nantinya mampu menangkap peluang ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan warga di pesisir selatan.

Sementara itu, Kusprigianto ketika dikonfirmasi membantah rencana adanya penggusuran itu, hanya miss komunikasi saja. “Jadi ada warga yang membangun tangga tanpa ijin dari dinas,” itu saja kata Kusprigianto , putra asli kelahiran Prigi itu. Dia menambahkan, “solusinya sudah kita sepakati antara warga dan kami, untuk memindahkan ke samping bangunan”. Pihaknya akan segera bergerak sehingga tercipta kondisi yang kondusif dan yang terpenting ada kegiatan ekonomi yang berkelanjutan disini. “Dan untuk kelembagaan Pokdarwis akan di SK- kan Kepala Dinas saja, saya kira sudah mencukupi” jelasnya.

Mahfud (40) selaku koordinator warga Dukuh Karanggongso yang mendatangi kantor dewan, merasa cukup puas, walaupun belum terpenuhi semua usulannya, namun sudah ada solusi dan antisipasi tentang bagaimana mengelola daerah wisata menjadi idaman wisatawan. Apalagi dukungan juga datang dari, angggota dewan yang asal Watulimo Ahmad Jauzi Turseno. Dia menyanggupi untuk menampung semua keluhan warga di Kecamatan Watulimo, sehingga warga tidak harus jauh-jauh datang ke Trenggalek.(Haz)
Read more..

BARU KENAL LEWAT HP, BAWA KABUR HONDA SUPRA

Trenggalek, Memo

Sial dilami Yustiana (17) pelajar SMAN I Tugu, warga jalan WR Supratman Rt 07 Rw 03 Kelurahan Sumbergedong Trenggalek, selasa (21/7) menjadi korban penipuan, Honda Supra 125 warna hitam nopol AG 6952 Z miliknya di bawa kabur lelaki yang baru 2 bulan di kenalnya dan mengaku bernama Galih Candra Wibisono asal Kediri.

Kepada petugas, Yustiana menceritakan awal mula mengenal pelaku, yaitu saat baru pulang dari sekolah mendapat SMS dari nomor yang belum di kenalnya, dan akhirnya terjadilah perkenalan, pelaku mengaku sebagai anggota Polri, tepatnya dinas di kota Tulungagung sebagai anggota intel, dari perkenalan tersebut keduanya semakin akrab.

Dan Selasa sekitar pukul 06.30 pelaku menghubungi Yustiana ingin bertemu berniat meminjam sepeda motornya, setelah keduanya bertemu, pagi itu pelaku mengantarkan korban kesekolah terlebih dahulu, kemudian membawa motornya, pelaku juga berjanji akan menjemput jika pulang sekolah nanti, akan tetapi sepulang sekolah yang di tunggu-tunggu korban tidak kelihatan batang hidungnya, akhirnya melapor ke Polres Trenggalek.

Kabag Binamitra Polres Trenggalek membenarkan adanya laporan kasus tersebut, “Kami sudah menerima laporannya, dan saat ini anggota sudah kami kerahkan untuk melakukan penyelidikan,’’ ucap Kabag dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.(Haz)
Read more..

Tahanan Kabur, Kapolresta Kurung Tiga Anggota

Reporter : Nanang Masyhari

Dianggap lalai dalam menjalankan kewajiban sampai akhirnya ada seorang tahanan kabur, tiga anggota Polresta Kediri mendapat getah pahit. Kapolresta Kediri AKBP Drs Rastra Gunawan langsung memerintahkan agar ketiga anggota Satuan Samapta itu dikurung. Mereka, Bripka Puji Santoso, Brigadir andi, Bripka Yuli Widodo. Kini, Minggu (19/7/2009) menjalani hukuman di tahanan anggota Polresta Kediri. "Iya, mereka kini kita amankan, karena lalai dalam melaksanakan tanggung jawab," tandas Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan.

Kapolresta Kediri, akan terus memberikan hukuman sampai ada keputusan dalam sidang disiplin yang akan digelar Unit P3D Polresta Kediri. "Nanti akan kita sidangkan di P3D, dan kita tunggu saja keputusannya. Jadi untuk saat ini biar mereka bertiga kita amankan," papar AKBP Rastra Gunawan.

Diberitakan sebelumnya, seorang tahanan kasus pencurian tebu, Nurwanto (32), kabur dari sel Mapolresta Kediri, Selasa (14/7/2009) pagi. Tersangka kabur dengan menjebol plafon timur kamar mandi, setelah berpura-pura pamit kencing ke kamar mandi alias WC. Nurwanto adalah tersangka pencurian 3 kolong tebu milik Parsih Santoso, Kepala Dusun (Kasun) Grogol, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Kamis (18/6/2009) lalu.

Pria asal Kelurahan Betet RT 17/7 Kecamatan Pesantren, itu kabur di tengah kelengahan petugas jaga. Belum diketahui, alat yang dipakai untuk merusak plafon sel tahanan itu. Namun, Kapolresta Kediri mengaku, kondisi plafonnya memang sudak lapuk. Nurwanto memang sebelumnya diamankan di Polsekta Pesantren. Namun dua minggu terakhir dipindahkan ke Polresta Kediri, karena sel tahanan di Polsekta Pesantren penuh. (nng)
Read more..

Menangis Setelah Mencuri Celana Dalam Untuk Biaya Persalinan Istri

Reporter : Nanang Masyhari

Suntoro (25), warga Lingkungan Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kediri menangis histeris saat digelandang petugas ke Polsekta Mojoroto, Kediri, Senin (20/7/2009) siang. Calon bapak yang kesehariannya sebagai kuli batu itu, tertangkap basah saat berusaha mencuri barang-barang milik Top Berita Onley (18), siswi sekolah ilmu kesehatan Baktiwiyata, yang tinggal di kos-kosan Ninik Suhartini (35), di Kelurahan Bandar Lor, Gg II, No 17, Kecamatan Mojoroto.

"Pelaku sempat terkunci di dalam kos-kosan sebelum akhirnya dibekuk petugas bersama warga setempat," papar Kapolsek Mojoroto Iptu Budi Naryanto, ditemui di Mapolsek Mojoroto. Imbuh Iptu Budi, petugas mengamankan sebuah sepeda motor Yamaha Vega Z R, yang digunakan pelaku beraksi, dan sebuah obeng untuk membuka gembok pintu kos-kosan. "Jadi, pelaku datang dengan sepeda motor, kemudian merusak gembok dengan obeng, lalu menyelinap di kamar kos Top Berita Onley," papar Iptu Budi N.

Top Berita Onley (korban, red) yang tengah melihat TV pun curiga setelah melihat pintu kamarnya terbuka. Ternyata pelaku berada di dalam, dan korban mengambil inisiatif untuk menguncinya, sambil berteriak minta tolong. Meski Suntoro (pelaku, red) mengaku belum mengambil barang-barang korban, namun Iptu Budi meyakini bahwa Suntoro adalah pelaku pencurian yang telah melakukan aksinya sebanyak lima kali di kos-kosan itu.

"Dia baru mengakui melakukan askinya sebanyak dua kali. Namun dari keterangan waktu sudah terjadi pencurian sebanyak lima kali. Barang-barang yang hilang antara lain, HP, Uang Rp 150 ribu, Tape kecil, MP4, Baju, Celana dalam, dan lampu kecil," beber Iptu Budi.

Sementara itu, Suntoro saat dimintai keterangan di Mapolsek Mojoroto hanya menangis sesenggukan. "Kalau keterangannya untuk persiapan istri melahirkan, mengingat pelaku juga hanya bekerja sebagai buruh," pungkasnya. (nng)
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts