> Trenggalek : Ramadhan Pohan "Reses" di Dapil VII | Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : Ramadhan Pohan "Reses" di Dapil VII



Trenggalek (prigibeach.com)
- Sejak kemarin Senin (14/12), Ramadhan Pohan berada di Trenggalek, usai mengunjungi Kota Pacitan. Keberadaannya di kota Kripik Tempe ini adalah sesuai dengan agenda Partai Demokrat, yakni sebanyak 108 anggota DPR RI dari Partai Demokrat melakukan kunjungan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk "membendung" dampak negatif dari politisasi kasus Bank Century.

"Kami hanya ingin menjelaskan duduk persoalan kasus Bank Century apa adanya agar masyarakat lebih mengerti," kata Anggota Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan saat menggelar dialog dengan komunitas "facebooker" Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa.


Partai Demokrat sendiri menurut keterangan Ramadhan Pohan tidak ingin terpancing dengan gerakan para politisi Senayan yang dinilainya bertujuan menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebaliknya, dia bersama 108 anggota DPR RI dari Partai Demokrat lain akan melakukan sosialisasi serta pencerahan pada masyarakat di seluruh Indonesia agar tidak terprovoksi gerakan tersebut.


"Saya yakin masyarakat sudah cerdas dan tahu mana yang baik dan mana yang mengada-ada," katanya.


Ramadhan Pohan politisi yang berangkat dari Dapil VII, merasa berkewajiban untuk memberikan semacam laporan, sekaligus pertanggungjawaban politis kepada masyarakat di dapil VII yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi, dan Magetan. Menurutnya, Partai Demokrat tidak bermaksud untuk membendung serangan dari lawan politik, namun bertujuan memberikan informasi kepada rakyat tentang posisi PD. Serta menggarisbawahi bahwa PD senantiasa berpegang teguh pada supermasi hukum dan keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Strategi politik dengan mengisi agenda reses melalui kunjungan silaturrahmi diharapkan bisa menjadi pengimbang atas sentimen negatif yang diperlihatkan beberapa kelompok kepentingan yang kecewa dengan hasil pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pilleg) beberapa waktu lalu.


Ramadhan Pohan sendiri secara pribadi mengaku kecewa dengan inkonsistensi dukungan partai-partai koalisi yang ada saat ini. Dia menganggap, apa yang dilakukan politisi di senayan yang juga didukung oleh partai induk masing-masing tersebut menyerupai tindak pengkhianatan terhadap komitmen koaliasi. Sebagai bagian dari partai koalisi, harusnya tidak melakukan konspirasi politik yang ujung-ujungnya hanya ingin menggagalkan program 100 hari yang telah dirancang kabinet.


Apapun istilahnya, situasi politik di negeri ini sekarang menunjukkan indikasi adanya gerakan sistematis yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Antara lain dengan isu paling hangat dan kini menjadi pusat perhatian dalam kancah perpolitikan nasional adalah masalah dugaan skandal Bank Century.


"Mereka seakan mengklaim, bahwa PD sudah memakai dana bailout (talangan) Bank Century. Padahal, kami sama sekali tidak demikian. Mereka menguak isu Bank Century demi kepentingan politik. Mereka adalah kelompok kepentingan tertentu yang kemudian diwujudkan dengan membangun konspirasi bersama,", ujarnya.


Indikasi itu menurut Ramadhan Pohan bisa dilihat dari tuntutan mereka agar Wakil Presiden Budiono serta Menteri Keuangan Sri Mulyani agar turun dari jabatannya. Upaya pelemahan terhadap legitimasi pemerintahan SBY juga ditengarai Ramadhan Pohan dalam kasus KPK. Meski tidak secara langsung menyerang Presiden SBY, isu perseteruan antara Polri dengan KPK yang telah dipolitisasi tersebut sangat mempengaruhi kepercayaan publik pada pemerintah.(hab).


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.