> Prigibeach Trenggalek

Trenggalek : Sepasang Suami Isteri Asal Tulungagung Tewas Dilindas Truck Gandeng

Trenggalek (prigibeach.com) - Sebuah tragedi memilukan terjadi di jembatan Ngasinan, jalan P. Sudirman, selatan Hotel Widowati Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (10/10). Sepasang suami isteri asal Swaloh Tulungagung, tewas terlindas truck gandeng saat melintas di jalan tersebut, pukul 15.43.

Suami isteri tersebut diketahui bernama Sujaim (65) dan Darmini (45) melaju dari arah kota Trenggalek, mengendarai sepeda motor Mio Nopol AG 2797 TI menuju arah selatan tujuan Tulungagung. Menurut Kapolres Trenggalek, AKBP Eddy Hermanto melaui Kanit Laka lantas Aiptu Agustyo, keduanya terlindas truck gandeng saat berusaha menyalip dari jalur kiri. Sujaim yang menyetir tiba-tiba saja oleng, sehingga sepeda motornya yang menyenggol bak truck, terpental ke kiri, sedangkan pengendara yang berboncengan justru tersuruk ke kenan. Akibatnya tak ayal lagi, tubuh suami isteri itu dilindas ban truck bagian tengah.

AIPTU Agustyo mengatakan, korban sujaim meninggal dunia di lokasi kejadian (TKP)sedangkan Darmini meninggal dunia setelah beberapa saat dirawat dirumah sakit dr Soedomo Trenggalek.
"Yang meninggal di TKP itu Sujaim, kalau istrinya mengalami luka berat, namun setelah di rawat di RSUD akhirnya juga meninggal" kata AIPTU Agustyo.

Ia menjelaskan, Sujaim mengendari motornya dengan kecepatan tinggi, seakan tidak perduli dengan kondisi jembatan yang sedang dalam pembangunan, dan sesampai di jembatan ngasinan, yang dipenuhi beton pancang dan alat berat, justru korban bermaksud mendahului truk gandeng yang ada di depannya.

"Karena lokasinya sempit, korban nekat nyalip lewat kiri. Selanjutnya, terjadilah tragedi memilukan itu. Korban mental ke kanan dan terlindas oleh ban truk bagian tengah, jadi ban truk gandenganya yang melindas," imbuh Agustyo.

Mendegar benturan keras dari kecelakaan itu, puluhan warga sekitar langsung mendatangi TKP, dan menemukan sujaim meregang nyawa di tengah jalan, sedangkan istrinya Darmini mengalami luka parah.

"Darmini langsung dilarikan ke rumah sakit, namun setelah dirawat beberapa saat nyawanya pun tidak tertolong" imbuhnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan maut tersebut. Sedanghkan sopir truk naas tersebut diamankan di mapolres Trenggalek untuk dimintai keterangan. "Sopirnya masih dimintai keterangan, untuk truknya kita amankan di mapolres" pungkas Agustyo.(Haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Memalukan!! Oknum RT Pendopo Diduga Biang Raibnya Perabotan Pendopo Agung

Sukono, aleg Fraksi Golkar, Ketua Komisi I DPRD
Trenggalek (prigibeach.com) - Hasil Sidak Komisi I DPRD Trenggalek Usai Boyongan Mantan Bupati Soeharto, beberapa barang inventaris Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, raib. Hal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak(sidak) Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek Rabu(6/10) sekitar pukul 10.00.

Tim Komisi I, Inspektorat, serta Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) mendapati beberapa jenis perobat rumah tangga di Pendopo Agung Trenggalek tidak ada lagi ditempatnya. Barang yang hilang tersebut diantaranya, springbed, TV, rak makan, kursi makan serta perabotan dapur.

Sukono, aleg Fraksi Golkar, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek yang ikut melakukan sidak, mengungkapkan bahwa barang-barang itu baru diketahui hilang dua hari lalu, yakni pasca mantan Bupati Soeharto boyongan. "Fakta temuan kami dilapangan seperti itu," ujarnya. Sambil menegaskan bahwa Komisi I beserta tim langsung membuat berita acara raibnya inventaris Rumah Tangga yang merupakan aset daerah.

"Seluruh hasil sidak kita jadikan laporan untuk ditindaklanjuti. Pokoknya kami meminta kasus ini diusut hingga tuntas," kata Sukono, sambil menambahkan Komisi I mendesak kepada yang berkompeten untuk mengusut masalah ini. Terutama bagian protokoler dan rumah tangga pendopo sebagai pihak yang bertugas mengurusi segala sesuatu di Pendopo.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek Suparyo dikonfirmasi membenarkan hasil temuan tersebut. Pihaknya mengakui memang ada beberapa inventaris Pendopo Kabupaten Trenggalek yang hilang pasca boyongan mantan Bupati Soeharto usai masa tugasnya habis.

"Hilangnya ya habis Pak Harto boyongan," jelasnya. Suparyo memastikan inventaris milik Pendopo Kabupaten Trenggalek tidak dibawa serta oleh mantan Bupati Soeharto. Melainkan dibawa secara sengaja oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Kami yakin bukan beliau (Soeharto/red) yang membawa. Pasti ada oknum lain di lingkungan rumah tanggan pendopo," terang Paryo.

Hanya saja, lanjut Paryo barang yang diketahui hilang tidak seperti yang disampaikan Komisi I. Berdasar hasil pemeriksaan, dari empat jenis inventaris tersebut hanya satu yang saat ini memang diketahui hilang. Yakni, Spring Bed serta peralatan dapur. Sedangkan TV ternyata hanya berpindah tempat. Begitu pula dengan rak serta kursi makan. "Masih ada kok. Sudah kita periksa lagi," kilah Paryo.

Terkait masalah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek Cipto Wiyono sehari sebelumnya sudah memanggil beberapa oknum bersangkutan untuk dimintai keterangan. "Pak Sekda marah besar.Beliau kecewa kok barang begituan sampai hilang," imbuhnya.(haz)
Related Posts with Thumbnails
Read more..

Trenggalek : Tak Tahan Lihat Kemontokkannya, Anak Tiri Digarap

Foto : AKP Suwardi, Polres Trenggalek. 

Trenggalek (prigibeach.com) - Tragis, bila seorang laki-laki sudah tak mampu lagi mengendalikan hawa nafsu, maka gairah kebinatangan akan menguasai dirinya. Itulah sebabnya, belum lama ini karena  tak tahan melihat kemontokkan tubuh anak tirinya, Supardi (38) warga Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, sudah nekat menyetubuhi anaknya hingga tahunan lamanya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,kini pelaku diamankan di Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Edy Hermanto melaui Kasubag Humas AKP Suwardi mengatakan kelakuan bejat supardi berlangsung sejak tahun 2008, dengan frekuensi menggauli anak tirinya,DS (15) hingga lebih dari tiga kali dalam satu minggu.

"Korban mengaku, hal itu sudah sering dilakukan, bahkan seminggu bisa lebih dari tiga kali kok" kata AKP Suwardi, hari ini, Selasa (28/9/2010). Terakhir kali Supardi menjinahi DS adalah Senin (20/) yang lalu dirumahnya sendiri. Sementara akibat perbuatan bapak tirinya selama itu, DS mengalami trauma dan takut kembali kerumah.

Kasus amoral yang dilakukan oleh Supardi dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Watulimo, kemudian diteruskan ke Polres Trenggalek. Laporan didasarkan atas pengakuan DS yang masih duduk di bangku Madrasah Aliyah Watulimo, yang disampaikan kepada kerabatnya bernama Sumiarsih. Saat itu menurut Sumiarsi, tiba tiba saja DS mendatanginya sambil menangis. Setelah di tanya, DS mengaku takut untuk pulang kerumah.

"Awalnya dia bilang mau minggat, Setelah didesak, korban akhirnya mengaku takut kembai kerumah karena sering dipaksa untuk melayani nafsu bejat bapak tirinya," Kata AKP Suwardi.

Mendengar keluh kesah DS, Sumiarsi segera saja menghubungi keluarga DS dan menganjurkan untuk melakukan pertemuan keluarga guna membahas penyelesaiannya.

"Selang beberapa hari gitu, semua kelaurga korban ngumpul dan memanggil Supardi untuk dimintai keterangan," imbuh Suwardi.

Namun dihadapan korban dan anggota keluarganya, pelaku menolak mengakui perbuatannya, bahkan ia menolak semua yang dituduhkan oleh korban. Di depan keluarga anak tirinya, dia tetap ngotot dan membantah sudah melakukan perbuatan bejat tersebut. Karena merasa kesal dengan perbuatan Supardi , akhirnya korban didampingi anggota keluarganya melaporkan kejadian itu ke polisi.

Saat ini kasusnya masih dalam penyidikan unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) Polres Trenggalek. Sementara pelaku Supardi berhasil diamankan di kamar tahanan Polres renggalek. Bila terbukti bersalah, Supardi diancam Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.(Haz)
Read more..

Mulyadi-Kholiq Dilantik di Gedung DPRD Trenggalek

Gedung DPRD Trenggalek

Trenggalek (prigibeach.com) - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Trenggalek rencananya digelar sesuai jadwal, yakni pada Senin 2 Oktober 2010 yang akan datang. Tidak seperti biasanya, pelantikan pasangan bupati yang menang telak pada Pilkada Juni 2010 lalu tersebut akan dilantik di gedung DPRD Trenggalek.

Tentu saja hal tersebut menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Trenggalek. Pasalnya, selama ini pelantikan bupati-wakil bupati Trenggalek selalu dilaksanakan di Pendopo Agung Trenggalek. Rencana tersebut dibenarkan Mugianto, salah satu anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, yang mendapatkan konfirmasi langsung dari ketua Dewan S Akbar Abbas. "Memang seperti itu," ujarnya.

Menurut Mugianto, hal tersebut sebenarnya tidak masalah. Dalam tatib, pelantikan pasangan Bupati terpilih bisa dilaksanakan di dalam maupun diluar kantor DPRD. Hanya saja, tetap melihat kapasitas ruangan serta tergantung berapa banyak undangan.

Disampaikan Mugianto, sesuai tatib, pelantikan pasangan bupati-wakil bupati merupakan paripurna istimewa. Tidak ada alasan jikalau pelantikan hanya dilakukan di satu tempat tertentu. Seperti di pendopo.

"Kalau aturannya begitu. Tapi, ndak tahu lagi pertimbangannya apa," paparnya lagi.

Sementara itu, beberapa staf di bagian rumah tangga pendopo Kabupaten Trenggalek mengaku juga belum mengetahui secara persis dimana tempat prosesi pelantikan bupati-wakil bupati Trenggalek yang baru. 

Pihaknya belum mendapat konfirmasi dari pihak manapun terkait hal tersebut."Ndak tahu dimana. Di pendopo atau dimana belum jelas," kata salah satu staf rumah tangga Pendopo.
Isu yang berkembang saat ini, prosesi pelantikan pasangan Mulyadi-Kholiq nanti akan berlangsung tidak seperti sebelumnya. Seluruh kegiatan berikut rangkaian ancarannya tidak lagi ditangani Pemkab Trenggalek. Dewan rencananya akan menyewa event organiser. Tentu saja dengan biaya yang jauh lebih besar dibanding dikelola sendiri oleh pemerintah daerah.(haz)
Read more..

Prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-816, Khidmat Bernuansa Ramadhan



Pemotongan Tumpeng oleh Bupati Trenggalek


Prosesi hari Jadi ke 816 Trenggalek  Selasa, 31 Agustus 2010  kemarin berlangsung khidmat. Tidak seramai biasanya, prosesi yang digelar kemarin terkesan lebih sederhana. Hal ini  memang menyesuaikan  situasi yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga prosesi dikemas lebih bernuansa Islami.
 
Dimulai pukul 15.00, prosesi diawali dengan penyerahan pusaka oleh Bupati Trenggalek, Kanjeng Raden Ario [KRA] Soeharto Hadiningrat kepada pasukan pembawa pusaka yang dipimpin Wakil Bupati,  Mahsun Ismail, S.Ag, M.M.  Ada delapan pusaka yang dikirab. Yaitu  Duplikat Prasasti Kamulan, Tombak Korowelang, Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek, Parasamya Purna Karya Nugraha, Piala Adipura, Songsong Agung Tunggul Naga, Songsong Agung Tunggul Praja dan Songsong Agung Tunggul Wibowo.
 
Salah satu prosesi peringatan Hari Jadi Trenggalek
Delapan  pusaka  tersebut dikirab mengelilingi jalan lingkar alun-alun. Pasukan pembawa pasukan berjalan kaki diiringi cara balen/ monggang dan khosidah rebana. Ada juga pasukan pembawa tumpeng. Setelah pasukan pembawa pusaka meninggalkan Pendapa Kabupaten,  para tamu undangan di Pendopo  yang mayoritas berbusana adat Jawa dihibur tari Gambyong Minak Sopal. Para penari juga tampil tampil dengan nuansa Islami.

 Di depan SMPN 3 Trenggalek, para pejabat eselon III beserta istri yang berbusana adat Jawa dan para dayang yang  telah siap   membawa foto-foto mantan Bupati Trenggalek selanjutnya bergabung dengan pasukan pembawa pusaka. Tak lama kemudian pasukan pembawa pusaka kembali menuju Pendapa Kabupaten. Pusaka yang telah dikirab tadi kemudian diserahkan kembali ke Bupati Trenggalek.
 
 Prosesi resepsi pun dimulai. Diawali dengan pembacaan doa, pembacaan ayat suci Al Quran dan pembacaan Sejarah Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek, KRA Soehato Hadiningrat,  menyampaikan keberhasilan pembangunan pada masa pemerintahannya bersama Mahsun Ismail.
 
“Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat, dan pada tahun 2010 menduduki 5 besar di Jawa Timur. Kabupaten  Trenggalek juga dua kali menerima piala Adipura, tahun 2008 dan 2010.  Kabupaten  Trenggalek  juga sudah keluar  dari predikat  daerah tertinggal di Jawa Timur,” ucap Bupati  Trenggalek   dalam bahasa Jawa.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf jika selama lima tahun mengendalikan pemerintahan di Kabupaten Trenggalek  terdapat banyak  kekurangan. Hal ini disampaikan KRA Soeharto Hadiningrat,  karena 2 Oktober 2010 mendatang akan mengakhiri masa tugasnya 
 
Usai menyampaikan sambutan, Bupati  bersama Wabup Mahsun Ismail, S.Ag, MM  dan Sekretaris Daerah, Ir.  Cipto Wiyono, M.Si.  menyebar udik-udik berupa uang receh Rp. 816 ribu. Begitu disebar, uang  recehan tersebut langsung menjadi rebutan warga. Udik-udik menunjukkan rasa sayang pimpinan pada rakyatnya  dan  merupakan sedekah. Diharapkan dengan sedekah Kabupaten Trenggalek terhindar dari bencana dan rezeki terus bertebaran di tanah Trenggalek, selain itu  juga tanda sebagai rasa bahagia atas ulang tahun ke 816 Trenggalek.
 
Usai sebar udik-udik, dilanjutkan lagi dengan selamatan  atau tasykuran. Warga yang datang pun semakin banyak. Mereka menantikan pemotongan tumpeng oleh Bupati. Akhirnya prosesi hari jadi berakhir dengan berebut tumpeng dan pembagian nasi kotak bagi warga yang datang untuk berbuka bersama
Read more..

Blog Sahabat Saya

Recent Posts