> Kambing Untuk Gepeng Salah Sasaran, Warga Gedangsewu Luruk Dewan | Prigibeach Trenggalek

Kambing Untuk Gepeng Salah Sasaran, Warga Gedangsewu Luruk Dewan


Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Belasan tokoh masyarakat Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri meluruk kantor DPRD Kabupaten Kediri. Mereka mengadukan sejumlah persoalan yang terjadi di desa, satu diantaranya bantuan empat ekor Kambing Jawa kepada anak-anak gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang tidak tepat sasaran.

"Kami terpaksa membawa persoalan ini ke kalangan DPRD Kabupaten Kediri, karena upaya penyelesaian di desa sudah tidak mungkin lagi. Selain itu, kami juga telah melaporkan sejumlah persoalan ini ke Polres Kediri, dan Kejaksaan Negeri Kediri agar segera diusut," ujar salah satu tokoh masyarakat Gedangsewu Kolis, Kamis (13/8/2009).

Tiba di kantor wakil rakyat, belasan tokoh masyarakat Desa Gedangsewu itu kemudian ditemukan oleh sejumlah anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri. Mereka melaporkan sejumlah persoalan antara lain, dugaan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda, penjualan tanah milik Dinas Sosial (Dinsos) oleh oknum kades, serta kasus ajudikasi pada tahun 2007, dan terakhir bantuan 4 ekor kambing kepada Gepeng yang tidak tepat sasaran.

"Dan masih banyak persoalan lagi, yang tak kalah pentingnya adalah dugaan penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang jumlahnya mencapai ratusan rupiah. Kami berharap, kepada dewan, untuk segera memanggil mereka yang terlibat dalam kasus itu," tandas Kolis.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kolis tentang bantuan empat ekor kambing itu. "Kambing itu dari Pemkab Kediri yang semula diperuntukkan kepada anak-anak gelandangan, agar dipelihara. Tapi, oleh penerima yaitu oknum perangkat desa diberikan kepada seseorang yang notabene bukan gepeng. Sampai saat ini kambing tersebut, tidak jelas keberadaanya," beber Kolis.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Kediri Eko Setiyono saat dikonfirmasi tentang bantuan kambing untuk anak-anak gelandangan itu, mengaku tidak tahu. "Setahu kami, Pemkab Kediri tidak memberi bantuan kambing kepada mereka. Jika pelatihan, itu benar. Coba lebih ditelusuri kembali, asal-mula kambing tersebut, jangan-jangan program pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM)," terang Eko Setiono.

Saat disinggung, jika empat ekor kambing tersebut bantuan pribadi Bupati Kediri Ir Sutrisno, Eko Setiono semakin tidak paham. "Wah, kalau itu kami tidak tahu," ujarnya singkat. Eko Setiyono menambahkan, untuk persoalan penjualan tanah Dinsos di Gedangsewu, Pemkab Kediri telah memberi surat teguran kepada desa, dan merekomendasikan kepada Satpol PP untuk membongkar, dan memberi plang. (nng)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.