> Polisi Tak Hadir, Razia Penambang Pasir Bocor | Prigibeach Trenggalek

Polisi Tak Hadir, Razia Penambang Pasir Bocor


Foto " Satpol PP di lokasi penambangan.

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Razia penambang pasir illegal yang digelar petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri dan Kodim 0809 Kediri berakhir kekecewaan. Petugas hanya berhasil menyita tiga unit disel saja, karena razia ditengarai sengaja 'dibocorkan'.

Kasi Operasional dan Penyelidik Satpol PP Kota Kediri Hastoro menegaskan, operasi hanya berhasil menyita tiga unit mesin disel, itupun dalam lokasi tersembunyi. "Kami datang sudah tidak ada aktifitas apapun. Ini jelas, ada yang membocorkan," tandas Hastoro, dengan nadamengutuk, Kamis (13/8/2009) pagi.

Sejak awal Hastoro sudah menyangkan kegiatan razia itu. Pasalnya, dari seluruh instansi samping seperti Kepolisian, Kodim dan Satpol PP, serta sejumlah dinas, seperti Disperindag, Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) yang semestinya bisa bersama, ternyata tidak kompak, dengan tidak hadirnya Polresta Kediri.

Sementara itu, saat disinggung kebocoran itu dari instansi samping, Hastoro hanya enggan menjawab. Ia hanya mengisyaratkan, bisa iya, bisa juga tidak. "Emh, kalu itu kita belum tahu pasti, tapi saya yakin ada yang membocorkan," terang Hastoro. Ditanya alasan ketidak hadiran Polresta Kediri, Hastoro menjawab, Polresta Kediri sedang ada kegiatan di luar.

Sebagaimana diketahui, razia dimaksudkan untuk menertiban penambangan pasir liar yang saat
ini sudah sangat mengkhawatirkan kerusakan lingkungan. Kasubag TU DTRKP Kota Kediri Achmad Suwarno mengatakan, dampak penambangan liar dengan mekanik kini telah menurunkan dasar Sungai Brantas sampai 4 meter. "Jika permukaan dasar Sungai Brantasnya turun, tentu jembatan-jembatan menggantung. Ini sangat bahaya sekali," tandas Achmad Suwarno.

Saat razia berlangsung sejumlah warga, yang terdiri dari pekerja dan pemilik disel hanya dapat memandang alat-alat pencari makan mereka diobrak-abrik petugas. Segelintir warga hanya bisa berteriak dari kejauhan, dan mereka tidak berani untuk mendekat pada petugas. (nng/Haz)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.