> Warga Tolak Hasil Ujian Kaur Desa Ngadirenggo | Prigibeach Trenggalek

Warga Tolak Hasil Ujian Kaur Desa Ngadirenggo


Korlap Unjuk Rasa menenteng poster


Kendaraan pengunjuk rasa (Dok. PrigiBeach.com).



Trenggalek, PrigiBeach.com

Kamis (29/10), Puluhan warga Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, berbondong-bondong “nglurug” ke Pendopo Agung Trenggalek. Mereka datang dengan mengendarai dua colt pick-up dan belasan sepeda motor, dengan poster yang antaralain bertuliskan : “BPD Ngadirenggo Tidak Aspiratif” dan “Ujian Perangkat Desa Ngadirenggo Tidak Sah”.

Mereka berdemo menuntut pembatalan hasil ujian penyaringan calon Kepala Urusan Umum/Keuangan Desa Ngadirenggo yang dilaksanakan oleh Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Ngadirenggo, pada Sabtu (17/10) lalu. Lebih dari 50 warga tersebut meminta untuk dipertemukan dengan Bupati Trenggalek H. Soeharto. Namun tidak bisa, karena Bupati tidak di tempat. Sehingga mereka terpaksa menyampaikan aspirasi dengan berorasi di halaman Pendopo Agung.

Dalam orasinya, mereka meminta kepada Bupati untuk membatalkan hasil Ujian Kaur Keuangan Desa Ngadirenggo, dengan alasan pelaksanaan ujian tidak transparan dan sarat dengan unsur KKN. Mereka yakin, penyelenggaraan test tersebut telah dipolitisir dan dijadikan obyek untuk memuluskan salah seorang peserta agar lulus test.

Selanjutnya, mereka menuntut agar pihak berwajib melakukan investigasi dan Panitia Penyaringan segera diadili sesuai hukum yang berlaku. Massa juga mengharapkan ketegasan Bupati Soeharto untyuk memecat Kepala Desa Ngadirenggo dari jabatannya, sekaligus meminta agar ujian penyaringan perangkat desa diulang kembali.

Akhirnya, demi menghindari aksi meluas tak terkendali dan anarkis, pihak Pemkab mengambil sikap komunikatif dan bersedia menerima perwakilan warga. Mereka ditemui di Pendopo Agung oleh Sigid Agus Hari Basuki,SH.M.Si., Asisten Pemerintahan yang didampingi Kabag Pemerintahan Desa, Drs. Edy Soepriyanto dan Camat Pogalan, Drs. Widarsono.

Sedang perwakilan warga terdiri Usung (RT 1/RW 1), Heru, Lilis (RT 15 RW 6), Masrukin (RT 4/RW 1), Silis (RT3/RW2) dan David (RT10/RW9). Dialog juga dihadiri oleh Kades Ngadirenggo, Lebo, Ketua Panitia Penyaringan Perangkat Desa, Nahrowi, dan para peserta test Kaur yang merasa telah didzolimi oleh pihak Panitia dan Pemdes Ngadirenggo.

Dalam dialog, warga menyerahkan selembar pernyataan yang berisi indikasi penyelewengan prosedur ujian dan menuntut agar panitia mengadakan ujian ulang. “Sesuai dengan kesepakatan warga dan peserta test, panitia mencantumkan materi ujian ketrampilan komputer, tapi ternyata materi ini dianulir oleh panitia sehingga tidak jadi diujikan,” ujar Ulum, Koorlap demonstrasi. Para demonstran juga menuntut uang pendafataran yang sedianya oleh panitia akan dikembalikan, namun oleh panitia uang tersebut malah di selewengkan, tambahnya.

“Bila tuntutan ini tidak dipenuhi, kami sepakat akan melakukan unjuk rasa dengan mengerahkan massa yang lebih besar lagi”, ujar Ulum dengan geram.

Sementara itu, Nahrowi, selaku Ketua Panitia mengaku butir kesepakatan dalam persyaratan Ujian sudah sesuai dengan prosedur dan kesepakatan warga “Masalah uang pendaftaran total Rp.5 juta sudah habis untuk keperluan ujian dan biaya operasional Panitia. Bila ada warga yang merasa tidak puas dengan hasil penyaringan ini, kami seluruh Panitia bersedia melayani keinginan warga untuk diproses melalui jalur hukum”, kata Nahrowi.

Dalam pada itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Sigid Agus Hari Basuki,SH.M.Si, menandaskan bahwa dalam setiap pemilihan maupun ujian penyaringan perangkat, pasti akan ada yang lulus dan ada yang gagal. Kasus di Ngadirenggo, yang lulus hanya satu orang, yang gagal lebih banyak, karena formasi yang dicari hanya Kaur Keuangan/Umum. “Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten berharap kepada para warga masyarakat agar bersikap bijak dan legawa. Para peserta ujian harus siap lulus tetapi juga harus siap untuk gagal.”, demikian Sigit. Kendati demikian, pemkab positif menanggapi aspirasi massa yang berunjuk rasa, dan secepat mungkin akan menurunkan tim investigasi ke Desa Ngadirenggo. Bila memang ditemukan unsur pidana dalam pelaksanaan ujian Kaur Umum/Keuangan ini, pasti akan kami proses lebih lanjut, tambahnya. Informasi yang diperoleh PrigiBeach.com di lapangan, unjuk rasa disponsori oleh para peserta yang gagal.(Hab).


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.