> Refleksi Sumpah Pemuda di Jajaran Polres Trenggalek | Prigibeach Trenggalek

Refleksi Sumpah Pemuda di Jajaran Polres Trenggalek


Unit pelayanan SIM berpakaian Warok, saat melayani masyarakat (Dok.PrigiBeach.com)


  • Anggota Polres Trenggalek Pakai Baju Adat

Rabu (28/10), upacara Peringatan Sumpah Pemuda digelar di Aloon-aloon Trenggalek, diikuti oleh anggota PNS yang mengikuti upacara dengan berpakaian seragam batik KORPRI, sama dengan tahun yang lalu. Di tempat terpisah, di markas Samsat Polres Trenggalek upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung khidmat seperti biasa. Tapi ada yang beda, yakni satuan Polres yang mengikuti upacara tidak pakai seragam coklat, namun berbusana Adat Indonesia.

Upacara dilaksanakan sekitar jam 10.00 WIB. Sekalipun tak memakai seragam seperti biasanya, namun upacara bendera dengan busana pakaian adat dari berbagai suku berlangsung wajar dan tetap hidmat, hingga ikrar dan pembacaan naskah tetap lancar.

Upacara Sumpah Pemuda di markas Samsat itu diikuti lebih dari 50 anggota Polres Trenggalek, unit pelayanan SIM dan Samsat. Terlihat seakan diikuti oleh suku Jawa, Batak, Papua , Kalimantan dan Madura serta suku–suku yang ada di Nusantara karena busana yang mereka kenakan.

Unit satuan pelayanan SIM Polres dan Samsat Trenggalek tersebut usai upacara tetap menggunakan pakaian adat tradisional. Petugas ini siap melayani masyarakat. Tampilan yang berbeda mengundang perhatian banyak warga Trenggalek yang datang hendak mengurusi surat-surat kendaraannya.

Bahkan polisi yang menggenakan pakaian adat ini mulai dari loket cek pisik motor, loket pembayaran, loket antrian di samsat dan pelayanan SIM, semua menggunakan pakain adat Nusantara. Selain di samsat sebagian anggota polres Trenggalek juga berbusana adat tradisional, sehingga membuat beberapa warga kaget namun juga salut.

Sri agustina (29) salah satu warga Sumbergedong Trenggalek yang sedang memperpanjang surat kendaraan bermotornya, mengaku kaget dan salut buat anggota Polres Trenggalek. “Tadinya begitu masuk ke samsat saya kaget, kaena langsung di sambut oleh laki laki ganteng menggunakan baju adat Jawa di loket antrian. Tapi begitu dapat penjelasan, saya merasa salut dan mengapresiasinya dengan sungguh-sungguh” ujarnya.

Beberapa pengunjung di markas Samsat melontarkan komentar senada, dan berharap peringatan sumpah pemuda tahun ini bisa menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda Bangsa. “Semoga NKRI tetap utuh sepanjang masa, dan greget masyarakat untuk melestarikan kebudayaan Indonesia tidak pernah padam”, kata Rajiman dari Karangan..

Sementara AKBP Drs.Desmawan Putra.SH.MM Kapolres Trenggalek melalui kanit Regident Samsat Trenggalek Iptu Alpo Pohan mengatakan, maksud dan tujuan mengenakan pakaian adat ini adalah wujud rasa cinta kepada Bangsa, serta memperingati hari sumpah pemuda, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada warga yang datang mengurus surat kendaraan bermotor dan SIM. “Ini adalah upaya kami untuk mensugestif anggota Polisi, sebagai bentuk, wujud rasa sukur dan menghormati para pahlawan yang telah gugur serta dalam rangka memperinggati hari sumpah pemuda tahun ini “ ujarnya. (Hab).

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.