> Ayah Saipul Arif : Anak Saya Korban Pembunuhan Berencana | Prigibeach Trenggalek

Ayah Saipul Arif : Anak Saya Korban Pembunuhan Berencana

Kediri, PrigiBeach.com

Tewasnya Saipul Arif (18) -bukan Much Arif seperti diberitakan sebelumnya, anak pertama pasangan Agus Siswanto (36) dan Supini (37), menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Hingga kemarin, mereka masih shock. Terutama sang ibu yang belum bisa merelakan kematian anaknya.

Arif tewas setelah dihajar Supriono usai pesta minuman keras di Jembatan Wates, Kecamatan Wates, Jumat (23/10) malam lalu. Mayatnya lalu dibuang bersama Agung ke dekat kandang milik warga Desa Pucung, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Namun, aksi ini dipergoki warga yang kemudian menangkap mereka beramai-ramai.

"Sungguh saya heran, mereka itu kan teman akrab, tapi kok tega-teganya membunuh anak saya," ujar Supini saat ditemui di rumahnya. Supini membantah keterangan yang disampaikan Supri dan Agung kepada polisi yang mengatakan bahwa Arif datang ke rumah Supri.

"Anak saya tidak datang ke rumah Supri. Mereka berdua yang mendatangi anak saya," bantahnya, sambil menambahkan dengan geram bila kedua tersangka itu sepantasnya dijatuhi hukuman mati.

Menurut keterangan Supini, Arif malam itu keluar tanpa membawa dompet yang berisi KTP dan identitas lainnya karena disuruh oleh kedua tersangka. "Mereka menyuruh anak saya untuk tidak bawa KTP," kata Supini sambil terisak.

Selanjutnya, mereka pergi bertiga, berboncengan sepeda motor. "Saya sempat bertanya, mau ke mana lagi to, Rif?" kisahnya. Saat itu, Arif hanya menjawab hendak keluar sebentar. Namun, tanpa disangka, itu ternyata merupakan percakapan terakhir antara ibu dan anaknya. Sebab, sampai larut malam, Arif tidak kunjung pulang. Dan, esok paginya, dia mendapat kabar dari Polsek Ngancar bahwa anaknya sudah tewas.

Karena itulah, Agus, ayah Arif, menduga bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan. "Mau ngajak keluar kok tidak boleh membawa KTP," katanya tentang alasan dugaan tersebut. Dia juga tidak yakin jika anaknya menantang Supri hanya karena digoda masalah perempuan. "Anak saya pendiam, jadi nggak mungkin kalau sampai menantang," tandasnya.

Sementara itu, hingga kemarin polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Agung dan Supriono. Mereka bakal mengembangkannya kepada sejumlah saksi. Terkait adanya dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini, Kapolres Kediri AKBP Benyamin melalui Kasatreskrim AKP Ariawibawa Angga Kusuma mengakui bahwa perkembangan penyidikan memang mengarah ke sana. "Kita tidak butuh pengakuan pelaku. Nanti akan diketahui dari pemeriksaan saksi dan bukti," katanya. (ary)


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.