> I Love Vegetables | Prigibeach Trenggalek

I Love Vegetables

Surabaya, PrigiBeach.com

Banyak anak-anak yang tidak suka sayur. Padahal dari jenis makanan itulah, vitamin dan nutrisi yang bisa menyehatkan tubuh diperoleh. Kebiasaan anak yang sering menghindari memakan sayur itu disiasati oleh guru-guru kelas lima SD Al Hikmah.

“Saya perhatikan, kalu makan siang, anak-anak sulit disuruh makan sayur. Biasa harus dipaksa dulu, baru mau” ujar Irsyad, salah seorang guru. Dia dan beberapa teman pun sepakat untuk membuat acara bertema I Love Vegetables. Acara itu adalah rangkaian program Gardening Celebration. Program rutin tahunan kelas lima SD Berstandar Internasional tersebut.

Di acara yang digelar hari Jum'at (23/10), siswa dipersilakan memanen sendiri tanaman yang dua bulan lalu mereka semai benihnya. Tanaman-tanaman itu adalah kangkung, bayam, dan sawi. Didampingi guru-guru, para murid bergantian mencabut sayur yang masih ada di tanah, lalu memotong akarnya, serta membasuhnya.

Sayur-sayur itu kemudian ada yang dimasak bersama mi instan. Ada pula yang di jus dengan campuran buah nanas dan gula. Siswa-siswa perempuan bertugas memasak mi instan. Sedangkan yang laki-laki sibuk membuat jus.

Nampak di kantin sekolah yang luas, berbagai alat mengolah makanan. Ada panci besar dan kompor. Terdapat pula beberapa blender untuk membuat jus. Anak-anak begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, beberapa dari mereka berebut untuk mencoba alat-alat yang cukup berbahaya bagi anak bila digunakan tanpa pengawasan orang tua. Untuk peralatan makan semisal piring sendok dan gelas, siswa membawa sendiri dari rumah. Begitu pula mi instan, tidak disediakan sekolah.

“Di sekolah ini, mi instan persediaan mi instan sering kurang saat makan siang. Kami amati mereka suka sekali mi. Nah, kami siasati, agar mereka makan sayur, sayur dicampur ke mi. Sayur juga bisa di jus dengan nanas. Rasanya jadi seperti jambu. Mereka suka dan tambah tambah terus.” lanjut Irsyad.

Dia juga sempat menambahkan tentang komentar salah satu wali murid yang juga seorang dokter. Orang tua siswa tersebut mendukung pengenalan jus sawi dan nanas. Menurutnya, dua tumbuhan tersebut kaya nutrisi dan bisa jadi sebagai asupan gizi kala seseorang ingin berdiet.

Agak berbeda dengan pendapat gurunya, Abiyyu menganggap jus campur itu manis-manis enak. Dia tidak secara langsung berujar jus itu rasa jambu. Sedangkan Abiyyu justru lebih bertolak belakang. “Rasanya enak. Kayak belimbing” ucapnya polos.

Murid-murid kelas lima yang berjumlah sekitar 189 orang dari jumlah total enam ruang, bercocok tanam dan memanen sayur di kebun sekolah. Dari enam ruang, tiga ruang kelas diisi oleh siswa perempuan, sisanya laki-laki. Tiap ruang dihuni 33-34 murid. Kebun sekolah berluas kira-kira 8 x 7 meter persegi.

Panitia acara yang terdiri dari guru-guru kelas lima berharap, acara ini bisa memerkenalkan siswa pada cara bercocok tanam dan memanen sayur. Mengingatkan peran penting nutrisi yang terkandung dalam sayur terhadap tubuh juga salah satu hal yang ingin ditekankan. Cara mengolah sayuran dengan langkah-langkah kreatif juga diajarkan. Kekreatifitasan bisa membuat sesuatu yang awalnya tidak nampak menyenangkan menjadi sesuatu yang memikat. (ded)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.