> Aliran Bahai Dustakan "Hari Kiamat" | Prigibeach Trenggalek

Aliran Bahai Dustakan "Hari Kiamat"


Tulungagung, PrigiBeach.com

Keyakinan penganut aliran Baha'i memang terindikasi berbeda dengan agama yang diyakini oleh masyarakat Indonesia. Selain cara beribadah yang hanya mengerjakan shalat sehari sekali dengan kiblat yaitu Gunung Carmel di Israel, para pengikut ajaran Baha'i di Desa Ringin Pitu, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung juga dikabarkan sama sekali tidak percaya adanya hari Kiamat.

Menurut keterangan Kepala Dusun (Kasun) Ringin Putih Bakrie (51) mengatakan, para pengikut Baha'i yang notabene sebelumnya adalah seorang Muslim tersebut tidak percaya dengan kiamat atau hari kebangkitan dari alam kubur kelak. "Mereka mencontohkan ibarat tumbuhan taoge, yang disiram langsung tumbuh kembali. Sehingga mereka tidak percaya dengan adanya hari kiamat, "ujar Bakrie, Selasa (27/10/2009)

Selain itu, imbuh Bakrie, para pengikut Baha'i juga menganggap jika zakat adalah bentuk perbuatan pemborosan yang tak ada gunanaya. Mengingat, imbuh Bakrie, pada setiap kegiatan sosial, seperti kendurian, pengikut Baha'i lebih senang mengundang sedikit orang.

Bakrie mengaku kerap kali berselisih pendapat dengan Slamet Riyadi dan Said selaku pembawa ajaran Baha'i, saat mereka berdialog. Dari beberapa perdebatan yang pernah dilakukan, menurut Bakrie, ajaran Baha'i berisi kumpulan dogma agama yang ada, khususnya Islam, Nasrani dan Yahudi.

"Ibadah yang mereka lakukan sebagai kegiatan kerokhanian. Seluruh umat berkumpul, berdoa dan bernyanyi bersama seperti kegiatan kebaktian di gereja. Mereka juga mengenal puasa, yang biasanya dilakukan selama 19 hari (bukan 17 hari) sebelum merayakan Hari Raya Naurus yang jatuh setiap tanggal 21 Maret," ujar Bakrie. (ary)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.