> Gara-gara Cewek, Teman Pesta Miras Dibunuh | Prigibeach Trenggalek

Gara-gara Cewek, Teman Pesta Miras Dibunuh



Kediri, PrigiBeach.com

Supriono (23) warga Desa Sumbersari, Kecamatan Lgok, Kabupaten Blitar dan Agung Prasetyio (19), pemuda asal Desa Margourip, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Sabtu (24/10/2009) diseret petugas ke Polres Kediri.

Keduanya adalah pelaku pembunuhan terhadap Much Arif (18), pemuda asal Desa Margourip, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Sementara peristiwa pembunuhan itu terjadi di Jl Raya Desa/Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dini hari.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Arya Wibaya, kedua pelaku ditangkap warga setelah membuang jenazah korban di sekitar kandang ayam milik Nur Salim, yang tak lain mantan juragan Supriono (salah satu tersangka/red) di Kecamatan Pucung, Kabupaten Tulungagung.

"Keduanya langsung kami periksa intensif di Mapolres Kediri. Sementara jenazah korban saat ini dalam proses outopsi," ujar AKP Aria Wibawa, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (24/10/2009) siang.

Data yang diperoleh PrigiBeach.com, kejadian itu bermula saat korban menemui kedua tersangka di rumah Agung Prasetio, Jumat (23/10/2009) sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian mereka menuju ke tempat hiburan Pasar Malam di wilayah Ngancar, dengan menaiki sepeda motor Honda GL MAX Nopol GL Max AG 2485 GK berboncengan tiga.

Karena sudah tutup, kemudian mereka menuju ke wilayah Kecamatan Wates, berniat minum-minuman keras (miras). Mereka membeli arak, kemudian berpesta, di tepi jalan raya. Setelah menghabiskan minuman haram itu, Agung (tersangka/red) yang tengah mabuk meminta korban agar mencarikan seorang cewek. Awalnya mereka hanya sebatas bercanda, namun setelah mulut Agung tercetus sebuah nama, korban merasa tersinggung.

"Katanya, cewek yang disebut salah satu pelaku itu adalah pacar dari korban. Lantas korban memukul kepala Agung. Dalam pengakuan pelaku ia dipukul empat kali," imbuh Arya Wibawa, menceritakan.

Pukulan itu membuat Agung tersungkur. Sontak, Supriono emosi, melihat temannya dipukuli korban. Lantas Supriono balik membalas memukuli korban. Bak bik buk, korban yang badannya kecil itupun terjatuh. Namun Supriono nampaknya tidak puas, lalu berulang kali membenturkan kepala korban ke aspal

"Dari hasil visum diketahui ada bekas luka tancapan kuku dilehernya. Diduga kuat, pelaku sempat mencekik leher korban, sampai akhirnya meninggal dunia," imbuh AKP Aria Wibawa. (nng)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.