> Geger, Muncul Agama Baru di Tulungagung | Prigibeach Trenggalek

Geger, Muncul Agama Baru di Tulungagung


Warga Ringin Pitu mengadukan masalah ini pada MUI melalui surat

Tulungagung, PrigiBeach.com

Sebuah agama baru muncul di Kabupaten Tulungagung. Ajaran keagamaan yang menamakan diri Baha'i dengan Kitab Suci Akhdas, Nabi Muhammad Husai Ali itu kini dalam pantauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Sekretaris MUI Kabupaten Tulungagung Abu Sofyan Firojuddin menyatakan, jika pihaknya telah mendapat masukan dari warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, agar membubarkan ajaran Baha'i, karena telah meresahkan masyarakat, dimana ajarannya telah keluar dari ajaran agama yang diakui pemerintah.

Kendati demikian, imbuh Abu Sofyan, MUI akan mengkaji lebih dalam lagi, terutama tentang sejumlah syariat yang dijalankan ajaran Baha'i. Diantara, ibadah Shalat dijalankan hanya cukup satu kali dalam sehari, puasa Ramadan 17 hari, dan kiblat mereka bukan ka'bah, melainkan ke Gunung Caramel di Israel.

"Ajaran agama dikatakan sesat jika menistakan agama resmi yang telah diakui oleh pemerintah," ungkap Abu Sofyan, Minggu (25/10/2009). Imbuh Abu Sofyan, berdasarkan masukan yang diterimanya, ajaran Baha'i juga menerbitkan surat nikah sendiri, serta pengikutnya meminta agar dalam KTP nya, dituliskan agama Baha'i.

Ajaran Baha'i masuk ke Tulungagung sudah sejak beberapa tahun lalu. Ajaran itu awalnya dibawa oleh Slamet Riyadi dan Sulur. Kini ada sekitar 13 tokoh Baha'i berusaha menyebarkan ajaran itu. Sedangkan pengikutnya sekarang diperkirakan telah mencapai 157 orang.

Terpisah Kapolres Tulungagung AKBP Rudi Kristianto mengatakan, pihaknya masih berusaha melakukan pengecekan dilapangan terkait informasi munculnya agama baru itu. "Kami berharap Depag, MUI dan pemerintah daerah turun, untuk mengawasi keberadaan ajaran yang dimaksud baru ini." pungkasnya. (ary)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.