> Peternak Sapi Perah di Kabupaten Kediri, Resah | Prigibeach Trenggalek

Peternak Sapi Perah di Kabupaten Kediri, Resah

  • Harga Susu Turun, Peternak Sapi Perah Terpaksa Mengencangkan Ikat Pinggan

Kediri, PrigiBeach.com

Para peternak Sapi Perah di Kabupaten Kediri terpaksa harus mengencangkan ikat pinggangnya. Pasalnya, disaat sulitnya mencari pakan ternak, mereka harus dihadapkan dengan persoalan baru, yaitu menurunnya harga susu.

Salah satu peternak Sapi Perah asal Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan Agus Suyadi (40), mengaku penurunan harga susu sapi perah mencapai 10 persen, dan terjadi sejak sepekan lalu. "Dari harga sebelumnya Rp 3200/liter, kini hanya Rp 2.950/liter, itupun kualitas A," terang Agus Suyadi, Senin (12/10/2009)

Padahal, imbuh Agus Suyadi, saat ini pakan ternak sulit dicari. Dan apabila dapatpun dengan harga yang mahal. "Pokonya, pengeluaran kami, mulai biaya pakan, kemudian perawatan sapi, dan lain-lain kini menjadi Rp 500 ribu/ekor dalam satu bulan," beber Agus Suyadi, peternak yang memiliki dua ekor Sapi Perah ini.

Lebih lanjut dikatakan oleh Agus Suyadi, dengan pengeluaran sebesar itu, satu ekor sapinya hanya menghasilkan susu 15-19 liter/hari. "Kalau kalkulasi dalam satu bulannya hanya sekitar Rp 800 ribu, jadi hanya tersisih Rp 300 ribu, untuk ongkos tenaganya," imbuh Agus Suyadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehewaan Kabupaten Kediri dr Hewan Sri Suparmi membantah telah ada kebijakan menurunkan harga susu. Kalau toh ada penurunan, kata Suparmi, karena pengarus kualitas susu yang dihasilkan peternak.

"Sampai saat ini kayaknya belum ada. Kalaupun ada perbedaan harga, mungkin karena dipengaruhi kualitas susu. Jadi, jika susu yang baik harganya dapat mencapai Rp 3000/liter lebih, tapi kalau susu dengan kualitas dibawahnya bisa dibawah harga Rp 3000/liter," imbuh Suparmi.

Lebih lanjut dikatakan Suparmi, untuk produksi susu Kabupaten Kediri saat ini mencapai 49.000 liter per harinya. "Produksi susu kita saat ini mengalami kenaikkan sebesar 10 persen, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (nng/pbc)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.