> Trenggalek Kehilangan Seorang Putra Terbaiknya: Mulyono Ibrahim | Prigibeach Trenggalek

Trenggalek Kehilangan Seorang Putra Terbaiknya: Mulyono Ibrahim



Selamat Jalan Saudaraku.....


Mulyono Ibrahim, SI.Kom, semasa hidup - saat pelantikan Anggota DPRD Trenggalek.

• Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Trenggalek, Prigi, Beach.com

Ratusan pelayat memadati rumah kang Mul di jalan P Hidayatullah 26 Trenggalek. Sejak pukul 03.00 dini hari Sabtu, 24 Oktober 2009, kader PKS Kab. Trenggalek telah bersiap-siap menyambut kedatangan jenazah Ustadz Ibrahim. Empat Tenda telah disiapkan untuk menyambut para tamu dan handai taulan yang datang takziyah.

Mulyono Ibrahim, SI.Kom, lahir di Trenggalek / 29 Desember 1971. Aktivis LSM yang peduli rakyat dan wiraswastawan yang gigih. Dia lebih senang dipanggil Kang Mul dan nama ini lebih populer ketimbang nama aslinya. Penampilan sederhana, tawaddhu. Berbeda dengan pikiran, idea dan kreativitasnya yang cemerlang dan megah.

“Kang Mul, selain sebagai Da’i, juga dikenal masyarakat Trenggalek sebagai seorang kolumnis. Tulisannya tersebar di berbagai media. Nafas tulisannya jelas : kritis dan memihak isu-isu kerakyatan,” ujar Joko Setyono, Humas Pemkab Trenggalek saat takziyah.

Mulyono Ibrahim juga dikenal sebagai aktivis ORNOP (Organisasi Non Pemerintah) yang aktif menyuarakan aspirasi kalangan pinggiran. Pada masa awal Reformasi 1998, Mulyono muda kemudian bergabung dengan Partai Keadilan (PK) yang kini menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui partai yang dikenal bersih dan peduli ini, Kang Mul lebih luas lagi berkiprah dan mengekspresikan diri mengabdi bagi Trenggalek dan masyarakat luas. Hingga pada Pileg April 2009, dia terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Trenggalek, dan menjabat Ketua Fraksi PKS.

Dlam pada itu, Akbar Abas, Ketua DPRD Trenggalek mengatakan sangat merasa kehilangan atas wafatnya almarhum. “Saya tidak menyangka, dia pergi secepat itu, dan sangat tiba-tiba. Tadinya saya tidak percaya”, ujar Abas sambil menambahkan, dirinya mengenal almarhum jauh sebelum Mulyono Ibrahim menjadi anggota Dewan. “Kiprahnya dalam dunia usaha, bukan terbatas untuk keluarganya, namun menjangkau demi kepentingan kesejahteraan masyarakat Trenggalek dan bahkan lebih dari itu. Dalam kesibukannya, dia tidak pernah meninggalkan kegiatan dakwah. Kapanpun, di mana pun dia hadir ada nuansa dan aroma dakwah di sekitarnya”, kata Abas dengan nada haru.

Tepat pada jam 08.45, ambulan DPW PKS beserta rombongan Pengurus DPW PKS Jatim telah tiba di rumah duka. Isak tangis para pelayat menyambut kedatangan jenasah. Orang yang sangat dicintai, Ustadz Ibrahim, ternyata benar-benar telah pergi.

Hadir beberapa asatid DPW PKS, diantaranya, ustadz Rofi Munawar, ustadz Ja’far K, Ustadz Agung Cahyadi, Ustadz Ahmad Mudzoffar, Pak Maryoto. Selain itu, juga tampak hadir sejumlah koleganya, baik dari kalangan birokasi, Partai politik, Ormas dan lain-lain.

Setelah tiba, jenasah langsung dimandikan dan disholatkan di Masjid Ar Rohmah. Kang Mul dimakamkan hari ini, sehabis sholat Dhuhur, di pemakaman Gunung Cilik Surodakan, Trenggalek.

Kang Mul wafat akibat penyakit ashma yang dideritanya tiba-tiba kambuh. Saat itu, dia sedang mengikuti rapat Partai PKS di Surabaya. Rencananya, dari Surabaya, dia akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Sementara isterinya sudah lebih dahulu berangkat ke Jakarta dengan naik kereta api. Tiba di Purwakarta, berita wafatnya sang suami dia terima, membuat dia harus balik lagi ke Trenggalek. Kang Mul meninggalkan seorang istri , Nunung Purnamaningsih,S.Pd dan tiga putra Muhammad Zaki Abdul Haq Robbani (kelas 2 SMPIT Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Abbas Klaten), Hajar Aisyah Maryam Hannah (kelas 4 SDIT Permata Umat) dan Usamah Ahmad Ismail (kelas 2 SDIT Permata Umat).
Selamat jalan Kang.....(Hab).

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.