> Cornelia Agatha Baca Puisi di Atap Hotel Heroik Kemerdekaan Berdirikan Bulu Kuduk | Prigibeach Trenggalek

Cornelia Agatha Baca Puisi di Atap Hotel Heroik Kemerdekaan Berdirikan Bulu Kuduk




Surabaya, PrigiBeach.com

"Jangan anggap mereka kalap jika mereka terjang senjata sekutu lengkap… Jangan remehkan sesobek kain di kepala tengoklah merah putih yang berkibar di hati mereka dan dengar pekik mereka Allahu Akbar.”

Terik matahari yang menyengat Kota Surabaya, Minggu (1/11), seolah tak menjadi masalah warga Surabaya untuk menyaksikan gebyar Surabaja Juang yang diawali dengan karnaval yang berdandan perjuangan dari Tugu Pahlawan menuju Taman Surya.

Peristiwa perobekan warna biru dari bendera Belanda di Hotel Yamato, 64 tahun lalu, memuncaki pembukaan Surabaya Juang, Minggu (1/11). Di Hotel yang kini dikenal dengan nama Hotel Majapahit itu, rombongan karnaval berhenti untuk mengibarkan bendera merah putih.

Tidak ada lagi peristiwa perobekan bendera, namun acara istimewa yang digelar di atap hotel bintang lima itu adalah pembacaan puisi berjudul Surabaya karya KH Mustofa Bisri oleh artis cantik Cornelia Agatha.

Dengan suara bergetar Cornelia menatap dan meneriakkan bait demi baik puisi yang juga membuat bulu kuduk penonton berdiri, seakan peristiwa perjuangan pada massa itu menggelora kembali. Meski persiapan sound system nampak kurang siap, namun masyarakat cukup khidmad mendengar puisi Cornelia.

“Jangan anggap mereka kalap jika mereka terjang senjata sekutu lengkap… Jangan remehkan sesobek kain di kepala tengoklah merah putih yang berkibar di hati mereka dan dengar pekik mereka Allahu Akbar,” bait awal yang dibaca Cornelia.

Pembacaan puisi berlangsung sekitar 10 menit diiringi permainan biola yang mengalunkan tembang Indonesia Pusaka. Beberapa kali suara Cornelia sempat tidak terdengar dari pengeras suara. Namun secara keseluruhan acara berlangsung lancar. Usai membaca puisi Cornelia memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih lalu ikut bergabung dalam pawai.

“Agenda hari pertama memang mengambil tempat Tugu Pahlawan, Hotel Majapahit dan Taman Surya. Pada malam hari kami gelar pentas musik dan ludruk di Taman Surya,” ujar Bambang Soetejo, Ketua Panitia, ditemui di sela acara, Minggu (1/11).

Turut meramaikan pawai antara lain pejuang veteran Surabaya, TNI AL, Polri dan sejumlah sekolah di Surabaya. Walikota Bambang DH tampak hadir di depan Jalan Tunjungan dengan menumpang panser kemudian berhenti di depan Hotel Majapahit mengikuti upacara pengibaran bendera.

Kegiatan pawai Surabaya Juang yang dimulai di Tugu Pahlwan pukul 14.00 itu disaksikan oleh ribuan warga Surabaya yang tumpah ke jalan-jalan mulai Jalan Pahlawan, Bubutan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, hingga di Taman Surya atau halaman Balai Kota Surabaya. Sepanjang kegiatan pawai yang berakhir sekitar pukul 16.00 di Taman Surya, polisi menutup akses jalan-jalan yang dilalui rombongan pawai.

Akibatnya kemacetan sempat terjadi di pusat kota Surabaya. Selain karena penutupan jalan, kemacetan juga disebabkan pengendara yang memperlambat laju kendaraan demi menyaksikan pawai. Hingga pukul 16.30 wib, kepadatan jalan masih tampak di Jalan Gubernur Suryo hingga Jalan Yos Sudarso. Kondisi lalu lintas mulai lancar pada pukul 17.00 wib. ytz

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.