> Karyawan PD Pasar Surya Ancam Demo Lagi | Prigibeach Trenggalek

Karyawan PD Pasar Surya Ancam Demo Lagi



Surabaya, PrigiBeach.com

Dua Dirut PD Pasar Surya Ganis Purnomo dan Rachmad Kurnia, yang telah dipecat ternyata masih belum membuat senang karyawan yang bernaung di bawah perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya itu.

Pulangnya Walikota Surabaya dari luar negeri, mereka harapkan bisa menyelesaikan masalah, dan memberikan solusi yang memihak pada masa depan karyawan. Bila terbukti kemudian, kebijakan Walikota tidak sesuai dengan keinginan mereka serta tidak menuntaskan persoalan, karyawan berjanji akan kembali melakukan demo.

“Kami akan melakukan demo besar-besaran jika nanti yang ditunjuk Pak Wali sebagai pejabat pelaksana tugas atau bahkan difinitif, bukan orang dalam PD pasar Surya. Sebab kami tahu yang bisa menyelesaikan persoalan ini adalah orang dalam PD Pasar sendiri,” tegas Kepala Pasar Kapasan Oon Sumardiyono menghubungi kantor Surya, Minggu (1/11) malam.

Menurut kepala pasar yang selama ini dianggap cukup berprestasi karena mampu mendulang pemasukan terbesar bagi PD Pasar Surya itu, selama ini karyawan sedang berusaha untuk memperbaiki dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Namun jika nanti kedatangan orang baru, dikhawatirkan akan kacau lagi.
“Kami hanya ingin PD Pasar Surya ini baik kembali. Kami ingin kerja tenang dan maksimal. Sekarang kita sedang melakukan perbaikan oleh sebab itu beri kesempatan kepada direksi yang ada untuk berbuat dulu,” tegas Oon, panggilan akrabnya semangat.

Termasuk pembicaraan dengan dua direksi dan kepala-kepala pasar yang lain dan kepala wilayah, tandasnya, dilakukan untuk menatap masa depan PD Pasar yang lebih baik.

Sementara Agus Dwi Sasono, Direktur Keuangan PD Pasar Surya dihubungi terpisah mengakui apa yang terjadi di perusahaannya, sebenarnya segera dapat terselesaikan dengan adanya komunikasi-komunikasi yang baik dan terbuka.

“Mudah-mudahan setelah Pak Wali datang nanti kita dipanggil agar kami dapat sampaikan persoalan dan penyelesaian masalahnya,” tegas Agus.

Menurut mantan dosen di Malang itu, selama ini komunikasi tidak terjalin dengan baik sehingga terjadi kebuntuan. Begitu juga ketika disinggung persoalan hukum yang sekarang ditangani Kejaksaaan Negeri Surabaya, Agus mengatakan itu persoalan lain.

“Saya kira itu persoalan lain yang menyangkut hukum dan kita serahkan saja yang berwajib. Tetapi yang penting sekarang itu komunikasi antar karyawan dan direksi harus baik,” jelasnya.(ded)


0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.