> Teten: Ayo Ikatkan Pita Hitam untuk Lawan Ketidakadilan | Prigibeach Trenggalek

Teten: Ayo Ikatkan Pita Hitam untuk Lawan Ketidakadilan


Minggu, 1 November 2009 |

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

JAKARTA, Kompas.com - Untuk memperjuangkan pembebasan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, yang ditahan di Mabes Polri, masyarakat diserukan untuk mengikatkan pita hitam di lengan sebelah kiri. Pita hitam itu digunakan mulai Senin, 2 November, hingga Selasa, 10 November, yang akan datang.

Seruan itu disampaikan oleh Sekretaris Jendral Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki, Sabtu (31/10) malam, kepada Kompas di Jakarta.

"Mulai Senin, kita akan melakukan aksi damai melawan ketidakadilan, dengan cara mengikatkan pita hitam di lengan sebelah kiri," ujar Tetan seraya menambahkan, pita hitam tersebut sebagai tanda berkabung matinya penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi akibat penahanan dua pimpinan KPK yang melawan ketidakadilan itu.

Dalam catatan Kompas, pita hitam pernah juga digunakan sebagai lambang perlawanan terhadap kebrutalan aparat setelah aksi penembakan terhadap sejumlah mahasiswa Trisakti 11 tahun yang lampau. Pita hitam itu dipakai oleh kalangan mahasiswa, tokoh masyarakat dan sebagian lapisan masyarakat sejak tertembaknya mahasiswa Trisakti hingga aksi massa yang mendongkel pemerintahan orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Bila Anda suka dengan entry blog ini, sudilah menuliskan komentar di sini.
Terimakasih.